Selasa, 25 Desember 2007

KASUS DISNEY, ENRON, SHELL, NIKE

Bisnis Internasional

Chapter 3

Differences in Culture

PERBEDAAN BUDAYA INTERNASIONAL


Bisnis internasional berbeda antar negara disebabkan oleh perbedaan politik, ekonomi, budaya dan sistem legal yang berlaku disuatu negara. Hal tersebut akan mempengaruhi keuntungan, biaya dan resiko dalam melakukan bisnis di negara yang berbeda. Beberapa negara mungkin mengikuti pola budaya barat dengan segala modernisasinya. Namun disisi lain ada juga negara yang hanya menggunakan produk buatan barat tetapi nilai budaya barat tidak berlaku di negara tersebut bahkan cenderung untuk anti budaya barat seperti yang dilkukan oleh Iran setelah adanya revolusi dan Afganistan dibawah pemerintahan Taliban.


Budaya

Budaya adalah sistem nilai dan norma yang berlaku atau digunakan diantara warga masyarakat dan ditaati sebagai aturan bersama dalam kehidupan mereka. Nilai itu sendiri adalah sesuatu yang abstrak yang diyakini masyarakat sebagai yang baik, benar dan diinginkan. Sedangkan norma berarti aturan sosial yang menentukan perilaku yang seharusnya dilakukan pada situasi tertentu.


Norma itu sendiri dapat dibagi lagi menjadi dua kategari yaitu folkways dan mores. Folkways adalah kebiasaan rutin dari keseharian hidup, sebagai contohnya kebiasaan orang Amerika untuk datang lebih awal dalam perjanjian bisnis atau sedikit boleh telat untuk datang menghadiri undangan makan malam, namun hal itu berbeda dengan kebiasaan warga Argentina yang berarti tidak sopan apabila anda datang tepat waktu untuk menghadiri undangan makan malam. Mores adalah norma yang dilihat sebagai fungsi utama dari masyarakat dan kehidupan sosialnya. Sebagai contoh di Amerika minum alkohol dibolehkan dan merupakan hal yang biasa, akan tetapi berbahaya apabila dilakukan di Arab Saudi karena hal itu dianggap sebagai perlawanan terhadap mores.


Hal – hal tersebut diatas sangat penting untuk diperhatikan oleh para pelaku bisnis internasional untuk dapat memahami nilai – nilai budaya yang berlaku disuatu negara. Karena sudah banyak kejadian kegagalan bisnis internasional yang hanya disebabkan oleh ketidakpahaman para pelaku bisnis terhadap niali budaya yang berlaku di negara yang menjadi tujuan bisnis internasionalnya.


Struktur Sosial

Struktur sosial di masyarakat adalah dasar dari organisasi sosial. Struktur sosial terdiri dari beberapa aspek yang berbeda, dua dimensi yang dianggap penting dalam menjelaskan perbedaan budaya natar negara adalah kepentingan individu dan grup atau kelompok, serta stratifikasi sosial atau pembagian kelas di masyarakat.


Dalam hal individu dan kelompok, masyarakat barat cenderung untuk mengutamakan kepentingan individunya daripada kepentingan kelompok atau grup, dimana pencapaian dan keberhasilan individu dipandang lebih penting daripada kebersamaan. Hal ini berkebalikan dengan beberapa negara di Asia dan Afrika yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok diatas kepentingan individu. Sedangkan di India bebarapa kelompok masyarakat dikelompokkan kedalam kelompok struktur sosial yang lebih tinggi dari yang lain dan rendahnya mobilitas antar strata sosial disana, hal tersebut berkebalikan dengan Amerika yang mempunyai tingkat strata sosial masyarakat yang rendah, serta kemudahan mobilitas antar strata sosial.


Sistem keagamaan dan etik

Agama didefinisikan sebagai kepercayaan dan ritual yang berhubungaan dengan sakral. Sedangkan etik menunjuk pada sistem moral, atau nilai yang digunakan mengatur perilaku. Sebagian besar sistem etik di dunia merupakan produk dari agama. Sebagai contoh, spirit capitalism di eropa barat dipengaruhi oleh etik protestan, juga etik confusianisme yang mempengaruhi perilaku dan budaya di Asia timur.


Budaya dan tempat kerja

Untuk bisnis internasional yang beroperasi di berbagai negara, perlu diperhatikan hal yang penting yaitu bagaimana budaya masyarakat berdampak pada nilai yang berlaku ditempat kerja. Proses dan praktek manajemen diperlukan untuk berbagai budaya menentukan keterkaitan nilai kerja. Sebagai contoh, jika budaya di Amerika Serikat dan Perancis menghasilkan keterkaitan nilai kerja yang berbeda, bisnis internasional yang beroperasi di kedua negara berbeda pula dalam proses manajemen dan prakteknya.


Perubahan budaya

Budaya tidak konstan senantiasa berubah, melewati arus waktu. Perubahan sistem nilai dapat melambat dan merugikan masyarakat, namun juga dapat menguntngkan masyarakat. Sebagai contoh perubahan sistem nilai di Rusia dimana sebelumnya mengembangkan nilai kolektivisme sekarang berubah mengarah pada pengembangan nilai individualisme.




Closing Case

Disney in France


Disney sebagai perusahaan yang mengembangkan konsep taman hiburan dalam bisnisnya telah berhasil meraih keuntungan di Amerika Serikat dan Jepang. Langkah selanjutnya yang dilakukan Disney adalah mencoba memasuki pasar Eropa, dalam hal ini Paris sebagai target utamanya. Mengapa Paris yang dijadikan kota yang akan dibangun taman hiburan berikutnya? Mengapa tidak memilih kota yang lain?


Disney berargumen bahwa Paris dipilih karena beberapa alasan, pertama sekitar 17 juta orang eropa tinggal kurang dari dua jam perjalanan menuju Paris, dan sekitar 310 juta dapat terbang ke Paris pada waktu yang sama. Kedua, besarnya perhatian pemerintah kota paris yang menawarkan lebih dari satu milyar dollar dalam berbagai insentif, dan ekspektasi bahwa proyek ini akan menciptakan 30000 lapangan pekerjaan.


Namun apa yang terjadi? Dalam pelaksanaanya Disney mengahadapi beberapa masalah antara lain berupa boikot acara pembukaan oleh menteri kebudayaan Perancis, dan kegagalan Disney untuk memperoleh target pengunjung yang datang dan pendapatan yang diharapakan. Mengapa bisa? Hal ini disebabkan karena Disney kesalahan asumsi terhadap selera dan pilihan dari konsumen di Perancis. Ini disebabkan karena perbedaan budaya, Disney menganggap pola budaya perusahaan yang telah berhasil dijalankan di Amerika Serikat dan Jepang akan berhasil pula di Perancis, ternyata tidak. Sebagai contoh, pertama, kebijakan disney untuk tidak menyediakan minuman alkohol di taman hiburan, berakibat buruk karena di Paris sudah menjadi kebiasaan untuk makan siang dengan segelas wine. Kedua asumsi bahwa hari jumat akan lebih ramai dari hari minggu, ternyata berkebalikan. Ketiga, Disney tidak menyediakan sarapan pagi berupa bacon dan telur seperti yang dinginkan oleh konsumen, tapi malah menyediakan kopi dan Croissant.


Begitu juga dengan model kerja tim yang diterapkan, disney mencoba menerapakan model kerja tim yang serupa dilakukan di USA dan Jepang, yang tidak dapat diterima oleh karyawan Disney di Paris. Juga kesalahan perkiraan Disney bahwa orang Eropa akan menghabiskan waktu lam di taman mereka, ternyata keliru.


Kegagalan dan kesalahan pola budaya perusahaan yang dilakukan Disney di Paris, disebabkan oleh adanya kesalahan penafsiran budaya. Disney beranggapan bahwa apa yang diterapakan dan sukses di USA dan jepang akan sukses pula di Perancis. Disney seharusnya mengadakan riset dahulu tentang bagaimana budaya orang Perancis agar pola budaya perusahaan dapat disesuaikan dengan kultur setempat dan diterapkan di Perancis. Dan setelah Disney merubah strateginya yaitu dengan merubah nama perusahaannya menjadi Disney land Paris, merubah makanan dan pakaian yang ditawarkan sesuai pola budaya setempat, harga tiket dipotong sepertiganya, terbukti jumlah pengunjung Disney di Paris mengalami kenaikan.





Cases Part 2


Enron Internasional in India


Enron sebuah perusahaan dibidang energi yang berasal dari USA pada 1990 mencoba untuk menggarap pasar india yaitu dengan membangun instalasi energi yang diperlukan oleh industri di India. Namun dalam pelaksanaanya, Enron mengalami beberapa hambatan sebelum tujuanya untuk dapat menjadi penyedia energi tunggal di India dapat tercapai.

Hambatan itu berupa halangan dan sulitnya negoisai yang dilakukan Enron terhadap pemerintahan lokal Maharashtra yaitu daerah yang akan menjadi lokasi pemabngunan proyek energi yang didanai oleh Enron. Hal ini disebakan oleh adanya pergantian kekuasaan dimana partai penguasa yang baru di Maharashtra koalisi BJP dan Shiv Sena. BJP dan Shiv Sena mengangkat isu korupsi dan ajaran swadesi dari Gandhi dalam kampanye sebelum kemenanganya. Sehingga setelah BJP berkuasa di Mahrashtra proyek Enron tertunda beberapa lama, BJP menuduh pemerintahan sebelumnya telah melakukan korupsi dan kolusi dengan Enron untuk menggoalkan pembangunan proyek Enron. Walaupun tuduhan itu tidak terbukti, tapi sempat memunculkan ketegangan antara pihak Enron dan pemerintah lokal Maharashtra.


Enron terus mengadakan perundingan baik melalui konsolidasi dengan pemerintah lokal Maharashtra, maupun dengan upaya penekanan Bill Clinton terhadap pemerintah India supaya proyek Enron dapat diteruskan. Mengapa Enron begitu bersemangat untuk menjalankan proyek energi tersebut walau banyak menghadapi resiko dan tantangan dari pemerintah lokal Maharashtra? Hal ini disebabkan Enron mempunyai tujuan jangka panjang yaitu sebagai penguasa tunggal penyedia proyek energi di India, selain itu enron juga bermaksud untuk memasok produk LNGnya di Qatar agar diserap untuk bahan bakar energi di India. Oleh karena itu Enron memilih lokasi pembangunan proyek energi yang dekat dengan Gulf States, Qatar, agar biaya pengiriman LNG ke proyak di India lebih murah.


Hambatan negoisasi dan terhambatnya pembangunan proyek enron di India disebabkan oleh adanya perubahan penguasa politik di Maharashtra, aturan dan sistem birokratik yang berbelit di India, dan ketidak samaan pola kebijakan antara pemerintah lokal dan pemerintah pusat dalam menanggani investror. Hal tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa dalam menjalankan bisnis Internasional dalam hal ini berinvestasi di negara lain, perlu memperhatikan sistem pemerintahan dan politik di negara yang dituju, juga dengan aturan birokratik yang berlku di negara yang dituju.




Royal Dutch/Shell: Human Rights in Nigeria


Dalam melakukan bisnis internasional kadang kita dihadapkan pada hukum dan adat lokal serta sistem politik dan suku adat yang berada di suatu negara, seperti kasus Royal Dutch di Nigeria. Royal dutch telah beroperasi di nigeria sejak tahun 1950-an, berperasi di Ogoni land, yaitu sebuah kawasan yang dihuni oleh suku tradisional Ogoni. Selama proses ekplorasi, Royal Dutch mendapat protes dan kritikan dari suku Ogoni. Suku Ogoni menganggap bahwa Royal dutch telah mengeksploitasi kekayaan tanah adat mereka tanpa memperhatikan kesejahteraan suku Ogoni dan melakukan pencemaran lingkungan.


Protes yang dilakukan oleh suku Ogoni dipimpin oleh Saro Wiwa, seorang pemimpin suku Ogoni. Pemerintah nigeria menangkap para demonstran dan mengeksekusi Saro Wiwa. Hal ini mendapat kecaman dari dunia internasional. Oleh karena itu dunia internasional sepakat untuk menjatuhkan embargo kepada Nigeria. Negara maju juga mendesak Royal Dutch untuk dapat memerankan pengaruhnya terhadap terhadap pemerintah nigeria terkait dengan pelanggaran hak asasi manusia.


Dampak dari peristiwa tersebut mengubah pola bisnis yang dijalankan oleh Royal Dutch yaitu dengan lebih memperhatikan kepentingan suku adat lokal dan kesejahteraanya, berupaya untuk memelihara kelestarian lingkungan dengan meminimumkan pencemaran serta lebih peka terhadap isu pelanggaran HAM di Nigeria.



Nike: The Sweatshop Debate


Nike sebagai salah satu produsen sepatu terbesar di dunia mendapat protes dan kritikan dari dunia internasional. Hal tersebut berkaitan dengan kebijakan usaha Nike yaitu dengan sistem produksi di negara berkembang dengan menerapkan gaji dan kesejahteraan karyawan yang rendah.


Negara – negara seperti Indonesia, Vietnam, dan China dipilih sebagai tempat produksi sepatu oleh Nike karena biaya operasionalnya yang rendah khususnya upah karayawan yang rendah. Nike bukan saja menghadapai kritikan atas upah dan kesejahteraan yang rendah tetapi juga tuduhan mempekerjakan buruh dengan usia dibawah ketentuan minimumdan jam kerja lembur yang tidak berperikemanusiaan. Namun disisi lain kehadiran Nike di NSB juga meberikan lapangan pekerjaan bagi rakyat miskin, walaupun medapat kririkan tajam dari dunia Internasional.


Nike mencoba menghadapi serangan kritikan tersebut dengan mencoba menerbitkan laporan keuangan yang disusun oleh lembaga independen audit, namun tetap saja mendapat kritikan internasional.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda