Kamis, 20 Desember 2007

makalah ibnu khaldun

MAKALAH SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI Ibn Khaldun


Ibn Khaldun mampunyai nama lengkap ‘Abd-ar-Rahman Abu Zayd ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Khaldun. Ibn Khaldun lahir di Tunisia pada tanggal 27 Mei 1332 Masehi atau pada tanggal 1 Ramadhan 732 Hijriah. Ibn Khaldun adalah seorang ilmuwan, negarawan, ahli hukum dan seorang sejarawan. Ia keturunan keluarga bangsawan yang dalam beberapa abad terkenal memiliki keunggulan dalam bidang kepemimpinan politik di Moorish, Spanyol. Akhirnya mereka pindah ke Afrika Barat Laut beberapa tahun sebelum kejatuhan Sevilla ke tangan Kristen tahun 1248. seluruh nenek moyangnya meruoakan orang-orang istana yang pandai dan mereka juga seorang ilmuwan yang bekerja di istana Raja Hafsid di Bone dan Tunisia.


Pendidikan pertamanya didapatnya dengan cara-cara yang tradisional dengan mempelajari Al-Quran, Al-Hadist, fiqh (ilmu hukum), dan seluk beluk puisi dan tata bahasa Arab (ilmu Nahwu) dari beberapa ilmuwan terbaik yang ada pada saat itu, yang kemudian diterapkan pada dirinya untuk mempelajari ilmu kebatinan Arab dan filasafat Moorish Aristotelian.


Ibn Khaldun meninggal pada tanggal 17 Maret 1406 dan dimakamkan di komplek pemakaman sufi di luar kota Kairo. Dia memilih dimakamkan di Mesir dengan beberapa alasan, yaitu 1) karena Ibn Khaldun bukan penduduk asli Tunisia melainkam imigran dari Tunisia ; 2) keluarganya meninggal dalam perjalanan dari Tunisia ke Mesir sehingga di Tunisia sudah tidak ada keluarganya lagi ; 3) sebenarnya Ibn Khaldun tidak memilih meninggal di Mesir, dia tidak peduli karena sebenarnya dia tidak punya kewarganegaraan dan tanah air.

Manusia sebagai Individu (FOC) dan sebagai Masyarakat (SOC)

Ekonomi dan Institusi sosial

Aktivitas ekonomi secara sosial didefinisikan sebagai aktivitas ekonomi yang dipengaruhi oleh interaksi sosial dan sebaliknya mereka mempengaruhinya. Prespektif ini digunakan oleh Ibn Khaldun dalam menganalisis nilai pekerja manusia, dalam arti matapencaharian dan stratifikasi ekonomi sosial.


Means of livelihood

Ibn Khaldun berpendapat bahwa organisasi sosial adalah “sesuatu yang diperlukan” untuk usaha manusia dan keinginannya untuk hidup dan bertahan hidup “dengan bantuan makanan”. Untuk mencapai tujuan ini kemampuan individu saja tidak cukup. Dia menerangkan:

Sekalipun jika kita mengasumsikan suatu minimum dari makanan yang absolut yaitu makanan yang cukup untuk satu hari, contohnya sedikit gandum. Sejumlah makanan dapat diperoleh hanya setelah menyiapkan seperti penggilingan , pengadonan dan pembakaran. Masing-masing dari ketiga kebutuhan perkakas dan alat untuk mengoperasikan yang hanya dapat disediakan dengan bantuan beberapa pengrajin, seperti pengrajin pandai besi, tukang kayu, dan pembuat barang-barang tembikar. Asumsi bahwa seorang manusia dapat makan biji padi tanpa disiapkan, tetap sejumlah pengoperasian yang lebih besar akan diperlukan untuk memperoleh biji padi, yaitu menyebar, dan memungut, dan menebah untuk memisahkan padi dari sekam dari bulirnya. Masing-masing dari operasi ini membutuhkan sejumlah alat dan banyak pengrajin seperti yang sudah disebutkan. Hal ini melebihi kemampuan seorang manusia sendirian untuk melakukan semua itu, atau sekalipun bagian dari itu oleh dirinya sendiri. Kemudian dia tidak dapat melakukannya tanpa suatu kombinasi dari banyak kemapuan atau kekuatan dari sesama manusia, jika dia meperoleh makanan dari dirinya senidiri dan untuk mereka. Melalui kerjasama kebutuhan sejumlah manusia, banyak waktu yang lebih daripada jumlah milik mereka, dapat dipenuhi.


Oleh karena itu, division of labor atau pembagian kerja memberikan kontribusi pada peningkatan produktivitas melalui kerjasama dan ketergantungan secara timbal balik pada masing-masing individu lain. Ibn Khaldun menegaskan bahwa pembagian kerja, spesialisasi, dan koordinasi aktivitas-aktivitas diharapkan pada wilayah yang populasinya padat. Pemikiran ini sedikit dihubungkan pada penekanan Comte dan Durkheim pada pengaruh kepadatan penduduk pada spesialisasi dalam pembagian kerja.


Nashat percaya pernyataan Marshall yang mengatakan bahwa, “ suatu peningkatan populasi mungkin berjalan terus disertai oleh lebih dari peningkatan yang sebanding dalam pengertian kebutuhan manusia terpenuhi. Hal ini tidak berebada secara signifikan dengan Ibn Khaldun, menurut pemikiran muslim Arab, peningkatan populasi disertai oleh peningkatan standar kehidupan. Lebih banyak populasi dalam suatu kota, lebih mewah kehidupan penduduknya dibandingkan dengan penduduk dari komunitas yang lebih kecil.


Ketika populasi meningkat, tersedianya tenaga kerja juga meningkat. Kemewahan meningkat dalam hubungannya peningkatan profit, dan adat dan kebutuhan dari kemewahan juga meningkat. Keahlian diciptakan untuk memeperoleh produk-produk yang mewah. Nilai yang didapat dari peningkatan tersebut dan sebagai suatu hasil, profit digandakan lagi di kota. Produksi mengalami perkembangan lebih dfari sebelumnya. Dan itu berjalan dengan peningkatan kedua dan ketiga.


Karena tempat kerja yang mewah ada di daerah yang populasinya padat, misal kota, keahlian dan tenaga kerja mahal. “pekerja industrial menempati nilai yang tinggi pada pada pelyanan dan pekerjaan mereka“, khususnya, jika ada kompetisi pada pelayanan. Menurut pandangan Khaldunian, bahwa ukuran populasi, kemewahan, kekayaan, dan menciptakan dan meningkatkan keahlian. Ketika populasi suatu kota atau wilayah yang luas menyusut dan penduduknya menurun jumlahnya akan menghasilakn suatu penurunan keahlian atau pengrajin.


Ibn Khaldun juga menghubungkan kemakmuran negara dengan pendapatan dan pengeluaran warag negaranya. “ Kekayaan subjek menghubungkan pada keuangan dinasti. Keuangan dari dinasti, menghubungkan dari kekayaan dan jumlah subjek-subjek.” Secara spesifik kemakmuran negara dihubungkan pada pendapatan pajak. “Pendapatan pajak pemerintahan dinasti meningkat pada perhitungan kemakmuran bisnis. Propertinya meningkat dan otoritsasnya tunbuh. Keadaan ini menjadikan penggunaan benteng dan kastil, untuk mendirikan kota-kota kecil dan membangun kota-kota besar.


Natural means of livelihood. Menurut Ibn Khaldun , cara matapencaharian ada dua yaitu natural, dan tidak natural. Cara yang natural dan yang diinginkan yaitu, agrikultur, perdagangan, dan kerajinan. Agrikultur adalah suatu ilmu dan semua pekerjaan yang paling tua. Dalam hal kerajinan, masing-masing dari mereka membutuhkan ketrampilan. Banyak orang memerlukan latihan dan menunjukan bnerbagai cabang keahlian.


Ibn Khaldun berpendapat bahwa keahlian sempurna jika mengikuti beberapa faktor yaitu, 1) sejumlah populasi yang diorganisir, 2) kutur atau budaya yang tetap untuk jangka panjang, dan 3) permintaan untuk keahlian-keahlian. Perdagangan berarti usaha untuk mendapatkan laba (ribh) dengan meningkatkan modal, melalui membeli barang pada saat harga rendah dan menjualnya pada saat harga tinggi. Laba yang besar terjadi karena penyimpanan atau penimbunan barangsampai pasar berfluktuasi dari harga yang rendah ke harga yang tinggi, atau dengan mengirim barang ke lokasi lain ketika banyak yang meminta daripada tempat pertama.


Bagi Ibn Khaldun walaupun penimbunan sebagai suatu kegiatan ekonomi yang merupakan suatu perilaku pengharapan, seorang penimbun disiksa oleh kombinasi kekuatan fisik orang yang mempunyai uang. Oleh karenanya, dia kehilangan profitnya. Berlangsungnya harga yang rendah membahayakan pedagang yang mempunyai barang dagangan pada saat harga rendah. Kejujuran pedagang sangat sedikit. Hal ini tidak dapat dihindari bahwa ada yang melakukan penipuan, menyogok dengan barang dagangan yang mungkin akan merugikannya.


Karena banyak kegiatan yang tidak menyenangkan seperti kelambatan dalam pembayaran, dan kemauan untuk masuk kedalam perselisihan dan pergi ke pengadilan, ketakutan dan ketidakagresifan seseorang sebaiknya menghindari perdagangan. Perdagangan membutuhkan kepandaian atau kelicikan, suatu sifat negatif yang tidak semua pedagang mempunyainya.


Unnatural means of livelihood. Menurut Ibn Khaldun, cara tidak natural matapencaharian antara lain, agrikultur atau keahlian/kerajinan. Lebih spesifik, aktivitas komersial pada bagian dari penguasa adalah merugikan subjeknya. Ini adalah kesalahan yang besar. Pertama, petani dan pedagang akan menemukan kesulitan untuk membeli ternak dan barang dagangan dan untuk memproduksi dengan murah barang-barang yang termasuk pertanian dan perdagangan.


Cara unnatural matapencaharian yang kedua menurut Ibn Khaldun adalah pemerasan penguasa dari uang negara yang berasal dari pendapatan. Dengan menjaga uang ini, perbendaharaan mereka terisi.


Aktivitas unnatural lainnya terjadi ketika pejabat tinggi pemerintah berusaha untuk melepaskan diri dari dari kontrol pemerintah yang mereka peroleh. Di sini mereka mempunyai kesempatan untuk membelanjakan dan menikmati uang mereka dalam tabungan yang lebih besar. Cara matapencaharian ini tidak alami (unnatural) karena uang mereka bukan profit yang nilai normalnya didapat dari pekerjaan mereka.


Aktivitas unnatural yang keempat yaitu salah satu dari ketidakadilan dan yang mengkontribusikan pada kehancuran peradaban yang merupakan ganggguan ketidakadilan dari tugas-tugas dan kegunaan subjek-subjek untuk memaksa pekerja. Hal ini karena pekerja terjadi hal-hal yang merupakan modal.


Aktivitas ketidakadilan dan unnatural yang kelima yaitu, penyitaan uang atau properti dari pemilik tanpa kompensasi dan tanpa sebab.


Economic determinism

Ibn Khaldun memberikan keutamaan, bukan eksklusif, posisi faktor ekonomi dalam sejarah. Menurut Simon, aktivitas yang intelektual dari manusia, seni dan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku moralnya, gaya hidup dan selera, standar kehidupan dan adat didefinisikan oleh Ibn Khaldun melalui macam dan derajat atau tingkatan produksi. Kita dapat menemukan dalam The Muqadimmah:


Ini harus diketahui bahwa perbedaan kondisi diantara orang banyak adalah hasil dari perbedaan cara mereka hidup. Organisasi sosial memungkinkan mereka untuk bekerjasama pada saat yang terakhir dan untuk memulainya dengan kebutuhan hidup yang sederhana, sebelum mereka mendapat kesenangan dan kemewahan.


Organisasi sosial dan kerjasama yang tidak tetap untuk mencari makanan, tempat perlindungan, dan kehangatan tidak membawa mereka mel;ebihi tingkat kehidupan yang ada. Perbaikan yang selanjutanya dari kondisi mereka memasukkan kemahiran dari kekayaan yang lebih dan kesenangan daripada kebutuhan mereka, karena mereka berhenti dan bertahan dengan mudah. Biasanya perubahan ini terjadi sebagai suatu hasil transisi dari badawa (nomadic-rural life) pada hadara (urbanism).


Ibn Khaldun menolak pentingnya asabiyah (sosial solidarity) sebagai suatu kekuatan historikal. Walaupun saling ketergantungan dengan fenomena lain sebagai agama, otoritas raja (mulk), moral, ilmu pengetahuan, dan organisasi sosial, asabiyah adalah suatu variabel bebas yang utama dalam pengembangan kemasyarakatan. Berbeda dengan Simon dan Ayad yang melihat materialisme ekonomi sebagi yang terpenting menjelaskan elemen pekerjaan Ibn Khaldun, white (putih) menerangkan asabiyah sebagai “pada saat kekuatan motive dari proses historikal dan prinsipal, menerangkan proses. Kedua posisi ini dapat disejajarkan untuk mengetahui esensi hubungan antara solidaritas dan perubahan struktur sosial.


Melihat dialektika yang saling memeengaruhi antara pemikiran dan dasar material, Ibn Khaldun, seperti Marx. Beberapa cara spesifik variabel ekonomi, khususnya dengan peran tenaga kerja dalam hubungan sosial. Contohnya Ibn Khaldun menghormati tenaga kerja sebagai salah satu dari dasar utama masyarakat dan diskusi tantang profit sebagai nilai yang didapat dari pekerjaan manusia.


Sampai halaman 60


City State Menurut Ibn Khaldun

Menurut pemikiran Ibn Khaldun, kota muncul karena manusia mempunyai keinginan untuk memenuhi kebutuhannya dan juga kemewahan. Peningkatan populasi disertai oleh peningkatan standar kehidupan. Lebih banyak populasi dalam suatu kota, lebih mewah kehidupan penduduknya dibandingkan dengan penduduk dari komunitas yang lebih kecil. Karakter sebuah kota ditandai dengan adanya kemakmuran, populasi, serta derajad peradaban yang tinggi.


The cities muncul dari kata the state, di mana masyarakatnya melakukan urbanisasi. Tingkat urbanisasi ini tergantung pada dukungan dan perlindungan dari kekuatan state itu sendiri. Dalam masyarakat kota terdapat banyak kumpulan orang yang tergabung dalam berbagai organisasi kerja. Mereka mengenal adanya hak perlindungan dalam pekerjaan mereka.


Lokasi dan gaya bangunan perkotaan tergantung pada masyarakatnya. Karakteristik kehidupan ekonomi kota adalah metode produksi barang dan jasa yang sempurna. Spesialisasi pekerjaan sudah mulai ada. Harga menjadi faktor penentu dalam sebuah pasar. Tujuan mereka bekerja adalah untuk mendapatkan profit yang besar. Sama halnya dengan the state, the cities juga akan mengalami tahapan anti klimaks yaitu kehidupan yang mewah nantinya menghancurkan pikiran rasional dan sisi religi mereka, yang pada akhirnya dapat menghancurkan the cities itu sendiri.


Division of Labor

Ibn Khaldun mengungkapkan bahwa harus ada beberapa faktor perangsang untuk memunculkan keninginan untuk bekerjasama pada suatu skala yang lebih besar antar beberapa manusia dengan manusia yang lain. Faktor perangsang tersebut adalah “kesetiakawanan” atau “group feeling” atau sering disebut juga “kesadaran kelompok”.


Pengaruh pemikiran Plato dalam pemikiran Ibn Khaldun yaitu di dalamnya menekankan keuntungan pembagian kerja, negara adalah pemikiran utama semata dibandingkan dengan individu. Kesimpulan yang mungkin ditarik secara umum adalah menekankan kesetiakawanan masyarakat yang politis. Hal ini jugalah yang menyebabkan pemikiran Ibn Khaldun saat ini banyak digunakan oleh Yahudi dan China.


Aspek Ekonomi Manusia Menurut Ibn Kholdun, Adam Smith, Karl Marx


-Ibn Kholdun

Pemikiran ekonomi kholdun relatif luas, karena menggabungkan hablum minallah dan hablum minnanas. Kholdun berusaha menggabungkan ‘Men is the centre of the world’ dan ‘ Phisical environtment’. Kelemahan ajaran Ibn Khaldun adalah ajarannya mengambang karena terlalu luas. Menurut Ibn Khaldun, manusia adalah suatu satu kesatuan.


-Adam Smith

Filosofi pemikiran Adam Smith mendahulukan diri sendiri untuk ditolong kemudian baru menolong orang lain. Salah satu ajaran Adam Smith adalah the wealth of nation yang mempunyai kelemahan pada tidak adanya diskusi mengenai konsumsi sehingga menyebabkan adanya the great depression. Selain itu Adam Smith juga mengajarkan tentang divition of labor yang menciptakan keahlian dan menghasilkan accumulated stock.


-Karl Marx

Pendapat Marx tentang manusia adalah manusia sebagai sosial producer, producer untuk kepentingan sosial sebagai alat untuk pemenuhan kebutuhan , bagi Marx labor merupakan sesuatu society dan mereka bukan input melainkan producer. Nilai kegunaan dari Marx memunculkan customized production.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda