Rabu, 26 Desember 2007

pendekatan menyelesaikan perselisihan

CRITICAL REVIEW

NEGOTIATION FUNDAMENTAL

DASAR-DASAR NEGOSIASI

TELAAH KRITIS

Tiga Pendekatan Menyelesaikan Perselisihan: Kepentingan, Hak, dan Kekuatan”


Artikel ini diawali dengan cerita bahwa ada pekerja tambang yang kehilangan sepatu dan dia tidak dapat bekerja tanpa sepatu kemudian marah pada atasannya. Dia menyalahkan pihak perusahaan yang tidak bias menjaga barang miliknya. Atasannya merespon juga dengan keras menyatakan bahwa perusahaan tidak bertanggung jawab atas barang pribadi pekerja, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pekerja tentu mengomel dan mengajak rekan kerja yang lain untuk mogok sebagai bentuk solidaritas. Superintenden turun tangan menyelesaikan masalah dengan mengganti sepatu pekerja agar tidak meimbulkan perselisihan.


Artikel ini membicarakan 3 cara dalam mengatasi perselisihan :

  1. Mendamaikan kepentingan yang bertikai

Kepentingan adalah kebutuhan, hasrat, keprihatinan, kekhawatiran – tentang suatu perhatian dan keinginan. Mendamaikan kepentingan tidak lah mudah, hal ini melibatkan penyelidikan yang mendalam, penemuan solusi kreatif, dan membuat trade-off dan konsesi dimana terjadi pertentangan kepentingan

  1. Menentukan siapa yang lebih berhak

Melihat beberapa standar yang independent yang dirasa mempunyai legitimasi atau keadilan untuk menentukan siapa yang mempunyai hak. Hak adalah formal hokum / kontrak atau hak dalam pengertian lain sesuatu yang diterima secara social tentang standar perilaku. Hak cenderung memiliki penafsiran yang tidak jelas, kebanyakan memiliki standar yang berbeda dan kontradiktif.

  1. Menentukan siapa yang memiliki kekuatan

Power diartikan sempit sebagai kemampuan untuk memaksa seorang melakukan sesuatu. Menentukan siapa yang memiliki kekuatan cukup sulit karena kekuatan tergantung persepsi seseorang, meskipun ada beberapa indicator kekuatan seperti financial, tetapi tatap saja persepsi yang berpengaruh.


Ketiga cara tersebut diatas saling terkait satu sama lain, tidak semua perselisihan diakhiri dengan resolusi. Ada dua hal yang biasa dilakukan yaitu penyatuan yang diartikan sebagai pemberian klaim kepada yang lain karena percaya bahwa perselisihan tidak berdasar pada kepentingan, dan yang kedua penghindaran dicontoh kan seperti keluar dari organisasi, bercerai, dll.


Ada empat criteria dalam membandingkan untung rugi nya :

  • Transaction cost

Terdapatnya biaya jika terjadi perselisihan misalnya jika ada pemogokan biasnya bagi perusahaan akan menderita kerugian dan bagi pekerja tidak mendapatkan upah. Termasuk transaction cost waktu, uang, energi emosional, konsumsi sumber daya, perusakan, dan hilang kesempatan.

  • Satisfaction with outcome

Adanya hasil yang saling menguntungkan. Kepuasan tidak hanya bergantung pada rasa keadilan terhadap resolusi tetapi juga pada rasa keadilan atas prosedur pembentukan resolusi

  • Effect relationship

Efek jangka panjang terhadap hubungan kedua belah pihak, bagaimana mereka nanti dapat berkerja secara bersama-sama.

  • Recurrence disputes

Kemungkinan terjadinya kegagalan atas resolusi sehingga terjadi perselisihan lagi.


Keempat factor saling terkait satu sama lain. Ketidakpuasan akan hasil yang berlaku mungkin akan menghasilkan ketegangan pada hubungan, yang mana nerkontribusi pada kambuhnya lagi perselisihan yang akan meningkatkan transaction cost.

Fokus pada interest lebih efektif daripada hak dan kekuatan tetapi bias saja tidak berfokus pada interest jika ternyata penentuan hak dan power lebih membutuhkan. Hal ini dapat terjadi ketika berkaitan dengan dampak social atau kepentingan public.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda