Kamis, 20 Desember 2007

WANITA Dalam PEMBANGUNAN

GENDER AND DEVELOPMENT

Isu peranan peranan wanita dalam pembangunan nampaknya cukup mendapat perhatian yang besar. Diskriminasi pada perempuan diakibatkan karena adanya norma yang ada di suatu wilayah atau karena dikondisikan oleh institusi hukum melalui perilaku dan kebiasaan rumah tangga atau melui peraturan-peraturan dan insentif yang mempengaruhi perilaku masyarakat (Mudrajat,2004)

Lihat :

Peran Muslimah dalam Pembangunan Dibahas

19 Des 2009 ... Sedangkan Ketua II Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bogor Laela ... Satu komentar untuk “Peran Muslimah dalam Pembangunan Dibahas” ...

» Wanita di Persimpangan Jalan: Kepala ...

5 Nov 2009 ... Feminisme: Peran Wanita Sebagai Ibu Rumah Tangga bukan Kewajiban, ..... pengarus utamaan gender dalam pembangunan nasional,KPP,2003,hlm 17 ...

» Gender dan Legitimasi Agama

21 Apr 2007 ... Salah satu yang paling menonjol adalah gerakan Pembebasan Wanita atau ... baru dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu negara yaitu ...

» Benarkah Kartini Mengajarkan Emansipasi?

21 Apr 2009 ... Dengan demikian wanita dengan tugas reproduktifnya dan domestiknya seolah-olah tidak mempunyai kontribusi apa-apa dalam pembangunan. ...

» Bahaya Feminisme dan Liberalisme

2 Agu 2008 ... Konferensi Internasional Kependudukan dan Pembangunan (International ... Mereka menyimpulkan bahwa Islam menghambat kemajuan wanita. ...

» Survey Roy Morgan Research : 52 Persen ...

26 Jun 2008 ... rekontruksi, pembangunan, investasi, dan lain-lain. ... Keenam, Syariah Islam memuliakan dan menjaga kehormatan wanita. ...

» Kapitalisme Merendahkan Wanita

... atas nama demokrasi, rekontruksi, pembangunan, investasi dan lain-lain. ... Kapitalisme telah merendahkan wanita dengan serendah-rendahnya. ...

Akses Ekonomi Perempuan: Timbangan Kapitalis Vs Syariah

Wednesday, March 10th, 2010 | Posted in Muslimah | No Comments »

Oleh: Siti Nuryati, S.TP, MSi* Memperingati Hari Perempuan Sedunia 8 Maret, dunia masih menganggap yang paling memikul beban kemiskinan adalah kaum perempuan. Dan beban ini semakin bertambah berat karena perempuan tidak dapat mengakses kesempatan ekonomi, pemilikan lahan dan lain-lain. Dari 66 penelitian yang dilakukan oleh International Research Center for Woman (IRCW) di era 80-an ditemukan fakta [...]

Baca lebih lanjut »

Mengatasi Problematika Anak

Tuesday, March 9th, 2010 | Posted in Analisis | No Comments »

Sudah luar biasa banyak fakta yang menunjukkan kasus-kasus peram-pasan hak-hak anak, mulai dari ruang lingkup keluarga tempat anak dibesarkan, masyarakat tempat anak hidup tumbuh dan berkembang, hingga pengabaian negara terhadap hak-hak warganegaranya. Puncak fenomena yang saat ini seperti menyayat mata kita adalah kasus sodomi dan pembunuhan anak-anak jalanan secara sadis oleh Baekuni (Babe); seorang pedagang [...]

Baca lebih lanjut »

Mengembangkan Potensi Anak Usia Dini

Tuesday, March 9th, 2010 | Posted in Nisa' | No Comments »

Anak usia dini memiliki potensi yang luar biasa. Saat itu otak tumbuh pesat dan siap diisi dengan berbagai informasi dan pengalaman. Penelitian menunjukkan anak usia dini adalah masa windows of opportunity. Pada masa ini, otak anak bagaikan spons yang dapat menyerap cairan. Agar dapat menyerap, spons tersebut tentunya harus ditempatkan dalam air. Air inilah yang [...]

Baca lebih lanjut »

Mencegah Remaja Pacaran

Tuesday, February 9th, 2010 | Posted in Nisa' | 1 Comment »

Ada Apa dengan Cinta? Cinta kepada lawan jenis merupakan hal yang bersifat naluriah pada manusia. Allah SWT menyatakan dalam firman-Nya: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada wanita, anak-anak harta yang melimpah dari jenis [...]

Baca lebih lanjut »

Muslimah Hizbut Tahrir Serukan Selamatkan Generasi dengan Syari’ah

Saturday, February 6th, 2010 | Posted in Muslimah | 2 Comments »

HTI Press. Kualitas anak sangat berpengaruh pada kualaitas bangsa. Dan pilihan terhadap kualitas sebuah bangsa adalah keputusan politik vital, yang akan menentukan martabat negara. Tidak dapat di pungkiri bahwa Krisis perekonomian nasional mulai 1997, menggenjot jumlah anak jalanan hingga sekitar 400 % . Menurut BPS, jumlah pekerja anak usia 10-14 tahun dari tahun ke tahun [...]

Baca lebih lanjut »

Sarasehan Tokoh Muslimah III Kota Yogyakarta: Jalin Ukhuwah Menuju Ketahanan Keluarga

Tuesday, January 26th, 2010 | Posted in Muslimah | No Comments »

HTI Press- Keluarga sebagai tempat pertama dan utama pencetak generasi bangsa. Jika keluarga mampu mencetak generasi berkualitas cemerlang, maka akan membawa bangsa kepada kejayaan. Ironisnya, jika kita lihat generasi yang dihasilkan saat ini adalah generasi berkualitas rendah. Kemiskinan yang terjadi secara sistemik memaksa perempuan meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja. Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dipandang [...]

Baca lebih lanjut »

Mewaspadai Upaya Liberalisasi Keluarga Melalui Ide Gender

Monday, January 18th, 2010 | Posted in Muslimah | 1 Comment »

KELUARGA MUSLIM DALAM ANCAMAN (Mewaspadai Upaya Liberalisasi Keluarga Melalui Ide Gender) Oleh : Siti Nafidah Pengantar Terwujudnya keluarga ideal atau keluarga Islami tentu merupakan dambaan setiap orang. Siapapun akan berharap rumahtangga yang dibangunnya dipenuhi suasana sakinah mawaddah dan rahmah, dengan pasangan yang shaleh atau shalehah, suami atau isteri yang menyejukan mata dan jiwa, serta anak-anak yang cerdas [...]

Baca lebih lanjut »

Syariah Merendahkan Wanita?

Friday, January 1st, 2010 | Posted in Nisa' | No Comments »

Syariah Islam telah menetapkan hak dan kewajiban wanita dan pria secara berbeda. Kepemimpinan yang mengandung kekuasaan dan kepemimpinan keluarga, misalnya, diserahkan kepada pria; tidak kepada wanita. Kewajiban mencari nafkah dibebankan kepada pria, tidak kepada wanita. Jihad yang diwajibkan kepada pria. Batas aurat dan waris juga berbeda antara pria dan wanita. Inilah yang ssering menyebabkan syariah [...]

Baca lebih lanjut »

MHTI: Optimalkan Peran Muslimah Sebagai Ibu Pendidik Generasi

Thursday, December 31st, 2009 | Posted in Muslimah | No Comments »

HTI Press. “Ketaqwaanlah kekuatan terbesar muslimah menghadapi tantangan ke depan. Sebagai hamba Allah yang sudah diberikan guidance mestinya muslimah tampil percaya diri tanpa terintimidasi untuk menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai madrasah pertama dan utama yakni sebagai ibu pendidik generasi. Tugas yang bila muslimah menikmatinya dengan suka cita dan menunaikannya secara sungguh-sungguh akan mengharuskan [...]

Baca lebih lanjut »

Seminar Tokoh Muslimah Daerah Lampung “Selamatkan Remaja dari Seks Bebas”

Thursday, July 30th, 2009 | Posted in Muslimah | No Comments »

HTI Press-Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Lampung mempertemukan tokoh Muslimah dalam seminar daerah dengan tema Selamatkan Remaja dari Seks Bebas. Acara seminar yang bertempat di Balai Keratun (Komp. Pemerintahan Lampung) ini adalah buah kepedulian Muslimah Hizbut Tahrir Daerah Lampung terhadap perilaku seks bebas remaja. Fakta menunjukan bahwa 62,7 % remaja melakukan seks bebas , sebagaimana [...]

Baca lebih lanjut »

Konferensi Remaja Muslimah 2009 “Saatnya Remaja Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah”

Wednesday, July 29th, 2009 | Posted in Muslimah | 14 Comments »

HTI Press-Sekitar 1600 remaja muslimah DKI Raya menghadiri acara Konferensi Remaja Muslimah yang bertemakan “Saatnya Remaja Selamatkan Indonesia dengan Syari’ah dan Khilafah” yang diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia. Peserta yang terdiri dari siswi se-Jakarta, Tangerang dan Bekasi ini memadati Auditorium Sport Center Ragunan Minggu (26/7). Acara ini lahir atas inisiatif kaum remaja, setelah [...]

Baca lebih lanjut »

Kurikulum Pendidikan Sekarang Mengancam Anak-anak

Tuesday, July 14th, 2009 | Posted in Muslimah | 4 Comments »

HTI Press–“Kita harus berperan aktif untuk menjaga anak-anak kita, tapi bagaimana dengan kurikulum pendidikan sekarang yang malah justru mengancam mereka, misalkan melalui KRR ini?”. Ini adalah salah satu pertanyaan yang disampaikan oleh salah satu tokoh yang hadir pada Temu Tokoh Peduli Syariah. Forum ini diprakarsai oleh muslimah Hizbut Tahrir agar selain mempererat jalinan ukhuwah diantara [...]

Baca lebih lanjut »

Keluarga Muslim Saat Ini Yang Tidak Sesuai Dengan Fungsi Keluarga Menurut Islam

Monday, July 6th, 2009 | Posted in Muslimah | 1 Comment »

HTI Press (Semarang)–Kondisi keluarga Muslim saat ini tidak sesuai dengan fungsi keluarga menurut Islam. Banyaknya perceraian, penelantaran anak-anak, kekerasan dalam keluarga, pendidikan keluarga tidak berlandaskan Islam adalah sedikit dari potret keluarga Muslim sekarang. Papar Zulfa Alya, Direktur El Diina Homeschooling Yogyakarta pada Talkshow Hari Keluarga Indonesia hari Ahad (28/6) lalu di gedung Dewan Riset Daerah [...]

Baca lebih lanjut »

Aturan Islam Satu-satunya Aturan yang Menyelamatkan Generasi.

Wednesday, June 17th, 2009 | Posted in Muslimah | 5 Comments »

HTI Press [Lampung]–Aturan Islam berasal dari Allah, satu-satunya aturan yang menyelamatkan generasi. Tentunya, dengan diterapkannya Islam di seluruh aspek kehidupan. Papar Ustadzah Yanti Andriani, S.Pd. di acara Tabligh Akbar pada Ahad (31/5) di Lampung. Tabligh Akbar ini diselenggarkan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Wilayah Lampung dengan tema ’Mewujudkan Generasi Berkualitas ‘ Ahad (31/5) di Masjid Takwa [...]

Baca lebih lanjut »

TALK SHOW “TANTANGAN KELUARGA SAKINAH ABAD 21, KHILAFAH MENJAGA KELUARGA SAKINAH DARI KEHANCURAN”

Monday, June 1st, 2009 | Posted in Aktualita, Muslimah | 2 Comments »

Lebih dari 150 orang muslimah di wilayah sekitar Rancaekek dan Cicalengka memadati ruangan dan halaman masjid Al Ma’soem Rancaekek, mereka tampak serius mengikuti rangkaian acara Talk Show pada Ahad, 17 Mei 2009 yang diselenggarakan oleh Muslimah HTI Rancaekek-Cicalengka. Talk Show dengan tema “Tantangan Keluarga Sakinah Abad 21, Khilafah Menjaga Keluarga Sakinah dari Kehancuran” itu menghadirkan pembicara [...]

Baca lebih lanjut »

Penguasa Barat Menyerang Hukum Pernikahan Islam tetapi Menyembunyikan Penderitaan Wanita di bawah Naungan Demokrasi Liberal

Monday, May 25th, 2009 | Posted in Muslimah, Uncategorized | 6 Comments »

Kamis 14 Mei 2009 Dr. Nazreen Nawaz Rezim Barat secara beruntun mengecam proposal RUU (Rancangan UU yang sedang dibahas oleh parlemen Afghanistan mengenai hak wanita dalam perkawinan. Pemerintahan Boneka dunia Islam selama ini tercatat melaksanakan hukum yang tidak jelas, sistem Islam yang parsial, dan kegagalan untuk menerapkan Islam sebagai solusi untuk mencegah masalah-masalah yang akan muncul. Detil [...]

Baca lebih lanjut »

Peran Penting Perempuan: Mencetak Generasi Ideologis

Tuesday, April 21st, 2009 | Posted in Aktualita, Muslimah | 6 Comments »

Wawancara Eksklusif dengan Jubir Muslimah HTI Febrianti Abassuni. Peringatan hari lahir RA Kartini yang secara periodik dilakukan setiap tahun menjadi entri poin bagi kaum feminisme untuk mengajak perempuan berperan aktif di sektor publik tanpa memandang lagi apakah perannya itu sesuai dengan rambu-rambu Islam atau tidak. Tidak sedikit pula muslimah yang latah membebek sehingga melalaikan perannya [...]

Baca lebih lanjut »


Pengakuan atas perlunya memperbaiki status perempuan dan meningkatkan peranan potensinya di dalam pembangunan tak lagi hanya dipandang dari masalah hak asasi manusia atau keadilan sosial saja. Sementara upaya untuk kesejajaran gender masih tetap kuat tertanam dalam kerangka fundamental hak asasi manusia dan keadilan gender, investasi untuk perempuan kini juga diakui menentukan dalam pencapaian tujuan pembangunan yang berkesinambungan.


Analisis ekonomi mengakui bahwa pendidikan dan pelatihan yang rendah mutunya, tingkat kesehatan dan status nutrisi rendah, serta akses yang terbatas terhadap sumberdaya tak hanya menekan kualitas hidup perempuan saja, namun juga membatasi produktivitas dan menghalangi pertumbuhan dan efisiensi ekonomi. Dengan demikian, peningkatan dan perbaikan status perempuan perlu dikejar, atas alasan kesejajaran dan keadilan sosial dan juga karena alasan rasa ekonomi dan merupakan praktek pembangunan yang baik.


Menurut Tjokrowinoto,1996 dalam skala global,diketemukan adanya tiga pergeseran interpretasi peningkatan peran wanita (P2W) yaitu :

1. P2W sebagai wanita dalam pembangunan

Hal ini berfokus pada bagaimana mengintegrasikan wanita dalam berbagai bidang kehidupan, tanpa banyak mempersoalkan sumber-sumber yang menyebabkan mengapa posisi masyarakat dalam bersifat interior,sekunder, dan dalam hubungan subordinasi terhadap pria. Asumsinya, struktur social yang ada dipandang sudah given. Indikator integrasi wanita dalam pembangunan diukur dengan indikator seperti partisipasi angkatan kerja, akses terhadap pendidikan, hak-hak politik dan kewarganegaraan dsb.


2. P2W sebagai wanita dan pembangunan

Menurut perspektif Women and Development yang dipelopori oleh kaum feminis-Marxist ini, wanita selalu menjadi pelaku penting dalam masyarakat sehingga posisi wanita dalam, arti status, kedudukan dan peranannya akan menjadi lebih baik bila struktur internasional menjadi lebih adil. Asumsinya wanita telah dan selalu menjadi bagian dari pembangunan nasional


3. P2W sebagai Gender dan Pembangunan

Menurut kacamata gender dan development, konstruksi sosial yang membentuk persepsi dan harapan serta mengatur hubungan antara pria dan wanita sering merupakan penyebab rendahnya kedudukan dan status wanita,posisi inferior, dan sekunder relative terhadap pria. Pembangunan berdimensi gender yang eksploitatif atau merugikan menjadi hubungan yang seimbang, selaras dan serasi.


Indikator yang dipakai UNDP untuk mengukur tingkat pembangunan gender disuatu Negara adalah GDI (Gender Development Indeks). Ukuran yang dipakai biasanya sama dengan Komponen HDI, bedanya GDI mencakup kesenjangan antara pria dan wanita. Selaun itu indikator yang lain adalah GEM (Gender Empowerment Measure) yang menghitung peran serta wanita dalam kehidupan berpolitik dan ekonomi. GDI yang diukur berdasarkan variabel angka harapan hidup, angka melek huruf, angka partisipasi sekolah dan GDP riil per kapita antara laki-laki dan perempuan.

Nilai GDI Indonesia meurut laporan UNDP pada tahun 2006 yang dituangkan dalam HDI adalah 0.704 dan berada di peringkat ke-81 dari 136 negara. Sedangkan GDI sebagai persentase HDI nya adalah 0.99% dimana semakin rendah GDI sebuah Negara terhadap HDI nya maka semakin besar kesenjangan antar gender yang terjadi di Negara tersebut. Dari angka tersebut terlihat jelas masih rendahnya pemberdayaan wanita dalam pembangunan di Indonesia


Sementara itu menurut HDI 2006 nilai GDI terbaik didunia dimiliki oleh Norwegia yang juga memiliki peringkat pertama dalam HDInya. Nilai GDI Norwegia adalah 0.962, sehingga jika dihitung memiliki selisih sebesar 0.258 dengan Indonesia


Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci mengenai peranan wanita dalam pendidikan,kesehatan,ekonomi politik serta beberapa aplikasinya di Negara maju dan Negara berkembang selain Indonesia


I. WANITA DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Menurut Todaro, ada hubungan yang terbalik antara pendidikan bagi kaum wanita dengan jumlah anak per keluarga, khususnya di kalangan penduduk yang taraf pendidikannya secara umum relative rendah. Artinya semakin tinggi pendidikan yang diterima wanita maka tingkat fertilitas atau kecenderungan untuk memiliki anak akan semakin rendah


Indikator yang dipakai dalam pengukuran pendidikan wanita berikut ini meliputi angka melek huruf dan school enrollment yang menunjukkan pola yang penting dan kecenderungan pendidikan wanita di negara berkembang. Masing-masing indikator menunjukkan konklusi yang sama : di Negara-negara miskin level pendidikan wanitanya masih rendah serta pengukuran gap antara gender terbesar terjadi di Negara-negara ini.


Literacy Rates

Angka melek huruf merupakan tujuan yang principal dalam pendidikan di seluruh dunia ini. Kemampuan untuk membaca dan menulis hampir secara keseluruhan ditetapkan sebagai hak dasar manusia.


School Enrollment

Angka pendaftaran dalam semua level sekolah telah meningkat seiring pembangunan dunia baik untuk laki-laki dan perempuan. Tetapi perluasan ini tidak substansial dalam menurunkan disparitas antara gender karena angka pendaftaran sekolah anak-anak perempuan tetap lebih rendah disbanding laki-laki,


Gender inequality in education

Sumber :


Dari tabel diatas ini terlihat bahwa, pembangunan pendidikan wanita di Indonesia masuk dalam Medium Human Development dimana angka melek huruf untuk perempuan berusia 15 tahun keatas adalah 86,8%, dan angka melek huruf laki-lai adalah sebesar 94% jika dipersentasekan adalah 92%


Kemudian untuk perbandingan school enrollment antara laki-laki dan perempuan di Indonesia , dalam hal ini merupakan rasio kombinasi antara school enrollment untuk primary,secondary, dan tertiary school yaitu 67% untuk perempuan dan 70% untuk laki-laki.

Di Negara-negara berkembang angka melek huruf wanita usia dewasa adalah 71,7% sedangkan jika dipersentasekan dengan angka melek huruf laki-laki adalah 84%


Dari tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi human development dan pendapatan suatu Negara maka angka melek huruf serta tingkat pendidikan yang dimiliki juga akan semakin tinggi


Kesenjangan atau gap pendidikan antara laki-laki dan perempuan yang terjadi di Indonesia dan juga Negara berkembang lainnya antara lain disebabkan oleh factor budaya dimana sebagian masyarakat Indonesia beranggapan bahwa pendidikan tinggi untuk wanita dianggap tidak penting karena setinggi apapun pendidikan seorang wanita tidak akan berguna karena pada akhirnya wanita hanya akan menjadi pengurus rumah tangga, selain itu ada anggapan lain bahwa setinggi apapun kemampuan atau pendidikan seorang wanita hal itu tidak akan sebanding dengan pria karena anggapan bahwa derajat perempuan lebih rendah daripada pria dan memang itu sudah menjadi kodrat wanita.


Hal ini jugalah yang menjadi penyebab mengapa kebanyakan orang tua, baik di Indonesia maupun di NSB lainnya masih membedakan alokasi pendidikan untuk anak-anak mereka, dimana biasanya anak laki-laki disekolahkan sampai ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan. Karena kebanyakan orang tua berpendapat bahwa menyekolahkan anak mereka itu merupakan suatu investasi sehingga para orang tua berpikir bahwa kalau menyekolahkan anak perempuan mereka yang pada akhirnya hanya menjadi ibu rumah tangga maka investasi mereka tidak akan mendapat return yang mereka inginkan, hal ini berbeda dengan pendidikan yang dialokasikan kepada anak laki-laki



II. WANITA DALAM BIDANG KESEHATAN


Angka kematian ibu melahirkan di Indonesia pada tahun 2006 termasuk tertinggi di kawasan Asia, yaitu 307/100.000 kelahiran. Provinsi penyumbang kasus kematian ibu melahirkan terbesar ialah Papua 730/100.000 kelahiran, Nusa Tenggara Barat 370/100.000 kelahiran, Maluku 340/100.000 kelahiran. Hal ini menunjukkan masih buruknya tingkat kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Selain itu kasus kekerasan dalam keluarga, perdagangan, tekanan budaya dan adat istiadat, pendidikan rendah, dan dominasi pria dalam rumah tangga masih menimpa sebagian besar perempuan.


Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan perbaikan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, seperti pelatihan dukun bayi; pengembangan klinik kesehatan ibu dan anak; pembangunan rumah sakit; pengembangan puskesmas; pondok bersalin desa dan posyandu; pendidikan dan penempatan bidan di desa; dan penggerakan masyarakat untuk penyelamatan ibu hamil dan bersalin. Namun hasilnya belum menggembirakan.


Program Maternal and Neonatal Health (MNH) yang diterapkan pada tahun 2000 untuk menekan penyebab langsung dan tidak langsung kematian ibu, menerapkan system “Desa Siaga” yang menjadikan keselamatan kelahiran sebagai tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Prosedurnya adalah dengan pemberitahuan kehamilan kepada tenaga medis setempat, pendanaan kedaruratan, transportasi, dan mekanisme donasi darah. Program ini sedikit berhasil diterapkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yaitu tahun 2003 terjadi penurunan kematian ibu jadi 24 jiwa dari 19.567 kelahiran yang tahun sebelumnya angka kematian ibu 28 jiwa dari 28.550 kelahiran. Namun program ini belum bisa mewakili keseluruhan Indonesia.


AKI yang masih tinggi dengan angka penurunan yang lambat di banyak Negara berkembang termasuk Indonesia mendorong dibentuknya Initiative for Maternal Mortallity Programme Assessment (IMMPACT). IMMPACT merupakan inisiatif riset global yang bertujuan menemukan strategi penurunan kematian ibu yang cocok dalam arti efektif berdasarkan bukti dengan konteks social budaya di banyak Negara berkembang, dan menilai kelayakan strategi dalam mendorong pemerataan dan kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang baru lahir.


Strategi program IMMPACT dimulai dengan pengembangan instrument sebagai alat evaluasi strategi upaya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir, identifikasi upaya yang layak evaluasi, penelitian evaluasi, dan pada akhirnya penemuan strategi yang efektif dengan konteks Indonesia.


Berkaitan dengan pengenalan IMMPACT, salah satu isu yang penting adalah munculnya kesadaran perlunya penggunaan data dalam pengembangan kebijakan, tetapi hal ini belum begitu membudaya dalam lingkungan kesehatan. Banyak data yang dikumpulkan tetapi tidak rutin digunakan, serta data yang dibutuhkan kurang tersedia. Isu lainnya adalah kecenderungan mengadopsi program atau strategi yang mungkin efektif di Negara lain tanpa pertimbangan sesuai atau tidak diterapkan di Indonesia.


Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah kematian ibu and anak dapat ditekan lebih cepat, syaratnya adalah program-program yang ada benar-benar dilaksanakan dengan baik, kesadaran masyarakat akan kesehatan ibu dan anak tersosialisasikan, pemberian layanan kesehatan yang prima, serta penggunaan data untuk pengambilan kebijakan yang selanjutnya dianalisis untuk menemukan makna dan implikasi kebijakan.


Kesehatan Bagi Pekerja Wanita

Masyarakat pekerja mempunyai peran dan kedudukan penting sebagai pelaku dalam pembangunan dimana mereka dituntut untuk menjadi pekerja yang sehat dan produktif. Sesuai dengan hal tersebut maka kebijakan pembangunan di bidang kesehatan ditujukan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat, terutama pekerja.


Menurut data dari UNDP, salah satu indicator kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah Indeks Kualitas Hidup (Human Development Index) yang ditentukan oleh tiga factor yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pada tahun 2000, Indonesia berada pada urutan ke 109 dari 174 negara di seluruh dunia. Di kawasan ASEAN, Indonesia berada di urutan ke 7 dari 10 negara di atas Kamboja,Laos, dan Myanmar.


Di era globalisasi dan pasar bebas AFTA 2003, kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu persyaratan yang ditetapkan dalam hubungan antar Negara yang harus dipenuhi oleh seluruh anggota termasuk Indonesia. Beban ini cukup berat dimana dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2003, pekerja di Indonesia mencapai 100.306.007 dimana 64,63% pekerja laki-laki dan 35,37% pekerja wanita. Peningkatan ini selain dilihat dari segi positif dengan bertambahnya tenaga produktif, status kesehatan dan gizi pekerja umumnya belum mendapat perhatian yang berakibat akan menurunkan produktivitas kerja dan ongkos produksi menjadi tidak efisien.


Pelayanan kesehatan dan gizi yang belum memadai antara lain dapat dilihat bahwa pekerja kelas menengah ke bawahumumnya menderita kurang gizi seperti Kurang Energi Protein (KEP), anemia, serta sering menderita penyakit infeksi. Sedangkan para pekerja kelas menengah ke atas, umumnya terjadi kegemukan atau obesitas. Masalah gizi pada pekerja sebagai akibat langsung yakni kurang asupan makanan yang tiadk sesuai dengan beban kerja atau jenis pekerjaannya. Jenis pekerjaan tertentu diperlukan diet khusus agar dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan mencegah terjadinya penyakit atau gangguan gizi akibat pekerjaannya dan pengaruh lingkungan kerja.


Beberapa penelitian (Husaini dkk) melaporkan bahwa di kalangan tenaga kerja wanita 30-40% menderita anemia, dan hasil studi di Tangerang tahun 1999 meninjukkan prevalensi anemia pada pekerja wanita 69%. Pekerja yang menderita anemia dari hasil penelitian produktivitasnya 20% lebih rendah daripada pekerja yang sehat. Penelitian yang dilakukan oleh Kantor Menteri Urusan Peranan Wanita (1985) didapatkan 15% pekerja wanita kekurangan energi dan protein yang menyebabkan pekerja menjadi lambat berpikir, lambat bertindak, dan cepat lelah.


Wanita yang bekerja sesungguhnya adalah arus utama di banyak industri. Mereka diperlakukan sama di beberapa segi, hanya dari segi pengalaman kesehatan mereka berbeda dari laki-laki. Dengan adanya perbedaan-perbedaan, wanita berhak mendapatkan pelayanan kesehatan kerja yang diperlukan.


Adapun pelayanan kesehatan bagi pekerja wanita terbagi menjadi beberapa tahap :


1.Upaya peningkatan (promotif):

-Bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan dan kapasitas kerja.

-Meliputi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kerja, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), norma sehat di tempat kerja antara lain tidak merokok, tidak mengkonsumsi napza, peniongkatan perilaku dan cara kerja yang baik dan benar, konsultasi gizi, kesehatan jiwa, masalah perkawinan, penerapan gizi seimbang, penyedioaan tempat untuk memberi asi, pemeliharaan kebugaran, pemeliharaan berat badan ideal, KB, dll.


2. Upaya pencegahan (preventif) :

-Bertujuan untuk memberikan perlindungan pada pekerja sebelum adanya proses gangguan akibat kerja.

-Meliputi kegiatan pemeriksaan kesehatan awal, imunisasi, penerapan ergonomi, hygiene lingkungan kerja, perlindungan diri terhadap bahaya-bahaya dari pekerjaan, pengendalian lingkungan kerja, latihan fisik secara rutin, pemberian suplemen gizi sesuai kebutuhan pekerja wanita, dan rotasi kerja.


3. Upaya penyembuhan (kuratif) :

-Diberikan kepada pekerja yang sudah memperlihatkan gangguan kesehatan atau gejala dini dengan mengobati penyakit, mencegah komplikasi dan penularan terhadap keluarganya ataupun teman sekerja.

-Bertujuan untuk menghentikan proses penyakit, mempercepat masa istirahat, mencegah terjadinya cacat atau kematian.


4. Upaya pemulihan (rehabilitatif) :

-Pelayanan diberikan kepada pekerja yang karena penyakit atau kecelakaan telah mengakibatkan cacat sehingga menyebabkan ketidakmampuan bekerja secara permanent.

-Hal itu meliputi latihan dan pendidikan pekerja untuk dapat menggunakan kemampuan yang masih ada secara maksimal, penempatan kembali pekerja yang cacat secara selektif sesuai kemampuan, serta penyuluhan kepada masyarakat dan pengusaha agar mau menggunakan pekerja yang cacat.


Terlepas dari itu semua, pelayanan di lingkungan kerja berusaha untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman dalam rangka meningkatkan produktivitas pekerja yang optimal melalui pengendalian lingkungan kerja. Suatu program promosi kesehatan di tempat kerja harus dipusatkan pada permasalahan dan isu kesehatan wanita yang ditunjukkan dan kepekaan sesuai intregitas yang mempunyai dampak positif bukan hanya untuk wanita pekerja tersebut melainkan juga untuk keluarganya, masyarakat, dan terutama untuk organisasi atau perusahaannya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI DIKIRIM KE EMAIL SAYA → Kirim ke alamat email saya:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda

film video Islami

3 keping DVD berisi file-file film-film / video-video Islami:

1. Film Perjuangan Dakwah Rasul SAW. (Disertai penjelasan Perjuangan Rasul Saw. dan Metodenya Dalam Menegakkan Islam) (durasi 63 menit)

2. Film Fakta Sebenarnya Tragedi WTC (9/11) (58 menit)

3. Film Rintihan Umat Islam – Nestapa Umat Islam Zaman Ini dan Perjuangan Umat (43 menit)

4. Film Perjuangan Menyelamatkan Umat – Menyelamatkan Umat Zaman Ini (79 menit)

5. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah 632-1453M (60 menit)

6. Film Kejayaan Peradaban Islam Era Khilafah – Menguasai Tiga Benua 1453-1924M (64 menit)

7. Video Mencari Dalang Teror (100 menit)

8. Film Noda Berdarah Komunisme (54 menit)

9. Film Di Balik Asap Perang Dunia (50 menit)

10. Film Sejarah Adanya Ideologi Liberal (62 menit)

11. Film Sejarah Islam Di Nusantara 1 644-1652M (57 menit)

12. Film Sejarah Islam Di Nusantara 2 1652-2006M (58 menit)

13. Video Membongkar Ekonomi Kapitalisme (167 menit)

14. Video Indahnya Keluarga Bersyariah (50 menit)

15. Film Mencerdaskan Akal Sesuai al-Quran (52 menit)

16. SMPlayer Portable – Video Files Player (15MB)

17. BONUS : Film Seri UMAR bin Khattab (Omar Ibn Khattab) lengkap 30 episode – subtitle / teks bahasa indonesia – keping DVD file format MP4 (22 jam 43 menit)

18. BONUS : Video Penaklukan Konstantinopel (17 menit)

19. BONUS : Film Dokumenter Suriah (43 menit)

20. BONUS : Film Mengenal Allah Melalui Ciptaan-Nya (36 menit)

Total 19 film / video Files 10.1GB

(untuk ditonton memakai komputer)

Tak perlu repot download

Harga : Rp75.000 (bebas ongkos kirim)

Pengiriman ke seluruh Indonesia (Pos indonesia)

Kirim SMS ke: 0852.1451.0995

Kirim SMS ke: 0852.1451.0995