Selasa, 15 Januari 2008

FaKTOR kondisi FAKTOR lokasi

LOCATION CONDITIONS AND LOCATION FACTORS


Lokasi kondisi dan factor kondisi menceritakan karakteristik yang bermacam-macam dari tempat ke tempat baik secara langsung atau tidak dalam menentukan pendirian pabrik. Ada literature geografi industri dan hubungan disiplin yang berpengaruh dalam lokasi dan faktor kondisi, bagaimana perusahaan memilih lokasi untuk pabrik yang baru.


Menurut Nishioka dan Krumme (1973) kondisi lokasi berbeda-beda untuk semua industri. Dimana factor lokasinya merupakan factor-faktor yang spesifik yang berbeda pada masing-masing perusahaan, sedangkan lokasi kondisi adalah hal yang berhubungan dengan operasi mereka. Pebedaan antara factor lokasi dan kondisi berguna untuk memahami penyebab perbedaan perusahaan dalam menentukan lokasi.


Pada Chapter ini akan mendiskusikan typology tentang kondisi lokasi dan pengujian factor lokasi dengan melihat survey lokasi yang digambarkan pada tingkat product life cycle yang berbeda

Product life cycle adalah satu konsep yang penting dalam geografi industri dan ditinjau ulang pada bagian diskusi ini.


What places offer industry a typology of location condition

Tempat, dalam Negara, wilayah atau komunitas berubah-rubah dari paket location condition yang tersedia untuk industri. Cara untuk mengilustrasikan 11 kategori location condition dalam table 4.1. Sebelum menyimpulkan asal muasal masing-masing location condition ini, ada diskusi ekstensif (Estall dan Buchanan; 1980, Norcliffe; 1975, Watts; 1987: 75-136), dan macam-macam tambahan.


1. Location condition adalah aneka karakteristik yang nyata maupun yang tidak nyata. Perbedaan yang nyata dan tidak nyata ini berdasarkan pada pengurangan hitungan biaya. Pada pengurangan tenaga kerja contohnya, lokasi yang sangat bervariasi. Tingkatan terpenting dari variasi dapat dijelaskan dengan upah dan paket-paket keuntungan serta biaya pelatihan. Pada waktu yang sama, karakteristik tenaga kerja berbeda dari satu lokasi ke lokasi dengan tingkat unionization, keterampilan, sikap kemauan untuk bekerja, gender dan etika yang berbeda.


2, Location condition sangat sulit diukur. Faktor-faktor biaya yang nyata seperti upah, sewa, biaya konstruksi, pajak dan biaya kirim, dapat diukur dengan tepat pada skala interval biasa. Untuk factor yang tidak nyata seperti keamanan, kualitas, ketahanan dan sikap, hanya dapat diukur dengan skala ordinal atau secara kasarannya dengan skala nominal.


Perbandingan lokasi dalam sikap pemerintah untuk menarik investasi contohnya lingkungan yang ramah baik (subjektif). Ada factor-faktor yang tidak nyata yang distribusinya dapat dipetakan dengan tepat, seperti jumlah presentase pekerja yang dikelompokkan atau jumlah hari pekerja yang absen (mogok).


3, kehati-hatian sangat perlu dalam interpretasi kondisi lokasi individu. Ceteris paribus, pajak yang rendah akan mengimplikasikan keterampilan dan daya beli yang rendah.


4, kategori kondisi lokasi yang bermacam-macam tidak terpisah dari economic of skala, contohnya menyangkut pilihan skill pekerja, akses kepasar dan supplier, dan akses ke komunitas infrastruktur. Meskipun iklim bisnis sering diinterpretasikan sebagai ekspresi sikap pemerintah yang tidak kelihatan terhadap bisnis (tabel4), hal itu juga digunakan sebagai variable gabungan untuk memasukkan lokasi kondisi yang terdiri dari tenaga kerja, pemerintah, dan tingkat pajak (Weinstein dan Firestine, 1978:137).


5, meskipun sulit diukur, lokasi kondisi yang tidak nyata adalah riil dan penting. Memang benar economic of scale atau diseconomic of scale external, hubungannya dapat menguntungkan atau merugikan agglomerasi public adalah konsep yang tidak nyata dimana tidak ada kuantitatif mengukur angka yang diterima. Ada pendapat yang terkenal bahwa lokasi kondisi ini signifikansi untuk geografi pabrik.


Table 4.1 Tipologi Kondisi Lokasi

Location condition

Tangiable teature

Non- Tangiable teature

1. transportation facilites

Freight rate

Reability, frequency, damage, availability

2. material

Production costs, transportation cost

Security, quality

3. market

transportation cost, servicing costs

Personal contact, tastes, rivals

4. labour

Wages, non wages benefits, hiring cost

Attitude, unionization, skill, type, turnover, avaibiity

5. external economic


a. urbanization

b. localization



Externalities (positive dan negative)

Labour skill, information sharing, common service, reputation.

6. energy

cost

Reability, diversity

7. community infrastructure

a. SOC

b. EOC


Capital cost, taxes

Capital cost, taxes


Quality, diversity

Quality, diversity

8. capital

a. fixed

b. financial


Contruction cost, rent

Cost of borrowing


Avaibility, lay-out age

Avaibility

9. land, buildings

cost

Size, shape, access, services, lay-out

10. environment

a. amenity

b. policy



Cost and taxes


Worker preferences

Local attitudes

11. government policy

Incentives, penalties, taxes

Attitude, stability, business climate.

Note: SOC = social overhead capotal, EOC = economic overhead capital.


The Dynamics of Industrial Location

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda