Kamis, 24 Januari 2008

The product cycle model

Hayter, Roger.2000. The Dynamics of Industrial Location

Product cycle model dikembangkan oleh Vernon (1966) dan rekan (Hirsch 1976), dikembangkan pada tahun 1960an untuk menjelaskan investasi internasional oleh multinasional dasar US yang konsumen manufakturing yang tahan lama seperti produk-produk elektronik.


Sejak product cycle model diadaptasi secara luas untuk link product cycle dan dinamika lokasi dengan tanggapan terhadap in situ perubahan employment di negara yang lebih maju (Krumme and Hayter 1975; Healy and Clark 1985), dan industrialisasi nonmetropolitan, khususnya dalam US (Erickson 1976; Erickson and Leinbach 1979; Norton and Rees 1979; Rees 1979; Markusen 1985). Pada saat yang sama, ini digunakan untuk model investasi cabang di negara-negara miskin.


Pusat (lokasi) tesis dari product cycle model sebagaimana produk diteliti, dikembangkan, dan distandarisasi (misal seperti mereka ‘mature’), bundle kondisi lokasi yang optimal bergeser dari wilayah high-wage ( di model asli, khususnya di US) ke negara low-wage. Product cycle theory adalah bentuk dari ‘filtering down’ theory. Menurut model ini, produk berkembang melalui beberapa tahap penemuan, penelitian, dan pengembangan (R&D), inovasi, pertumbuhan yang cepat, kedewasaan, keusangan , dan mungkin mati.


Selama evolusi ini, teknologi bergeser dari peralatan laboratorium dan pilot plants ke operasi skala yang relatif kecil ke large-scale plants menggunakan standarisasi mesin diciptakan untuk mass production. Kemudian produk bergeser dari (skilled) kegiatan labour intensive ke kegiatan capital intensive memperkerjakan labor tidak terlatih (unskilled). Dari perpektif geografis, karena produk berkembang melalui beberapa tahap, pokok perubahan kondisi input, yang dalam gilirannya mungkin membawa pada pergeseran kondisi dan faktor lokasi.


Product cycle model berpendapat bahwa selama tahap R&D dan inovasi kondisi lokasi optimal ditemukan di US, khususnya di lokasi penyediaaan akses untuk scientists, engineers, technicians, skilled labour, dan beberapa jenis skala ekonomi eksternal dalam bentuk universitas dan keahlian dan ketrampilan mereka, peralatan engineering dan mesin perusahaan yang dispesialisasikan, manufakturer mesin, dan jika dibutuhkan, supply modal spekulasi. Di negara maju, dan khususnya US pada tahun 1960an, memberikan akses yang luas, high-income markets berisi konsumen yang mampu dan bersedia untuk mencoba produk baru.


Pada tahap terakhir dari siklus produk, ketika produk distandarisasi dan diproduksi secara massal, kompetisi kuat meningkat mendorong perusahaan untuk mencari biaya yang lebih rendah, misalnya dengan membangun pabrik skala besar yang secara penuh mengeksploitasi banyak skala ekonomi yang tersedia. Dalam tahap kedewasaan ini, perusahaan dapat mengganti pekerja terlatih dengan pekerja yang relatif tidak terlatih mengoperasikan yang berengalaman tapi teknologi terjamin.


Jika pekerja merupakan komponen biaya yang secara geografis berbeda, bundle kondisi lokasi yang optimal bergeser ke region yang low-wage pada tahap ini. Sesungguhnya, Vernon berpendapat bahwa banyak produk konsumen yang pada awalanya dihasilkan di US direlokasi di negara low-wage dalam tahap kedewasaan mereka (dan capital intensive), di mana mereka diimpor ke US. Dalam konteks ini manufaktur non-metropolitan, penyokong product cycle model secara esensial menyulitkan pandangan Vernon dengan mencatat bahwa produk filter down dari wilayah metropolitan besar ke wilayah rural sebagai pengganti, atau mungkin sebelumnya, relokasi internasional.


Dalam kasus ini juga, filtering down ke lokasi yang upahnya lebih rendah dapat terjadi sekalipun teknologi adalah capital intensive. Pendapat ini jika biaya capital tidak banyak secara khusus, upah dengan pasti dilakukan, jadi pekerja menjadi menentukan pengaruh lokasional.

The product cycle model telah dikritik dengan beberapa alasan. Pertama, bahwa model membawa model itu sendiri ke penjelasan berdasarkan determinisme teknologi, ketika pada kenyataannya product cycle membawa pada banyak perbedaan bentuk (Storper 1985). Vernon (1979) mengusulkan bahwa model ini kurang relevan pada penjelasan lokasi dari cabang luar negeri oleh US-based MNCs, di bagian ini karena product cycle meningkat dengan cepat dan pernah meningkat secara otomatis dari proses tahap terakhir di mana menurunkan ketertarikan pembubaran untuk negara miskin lainnya.


Beberapa studi telah diusulkan bahwa plants boleh menguasai tahap terakhir dari siklus hidup daripada bubar (Schoenberger 1986; Storper and Cristopherson 1987). Kedua, product cycle terlalu menyederhanakan range faktor lokasi yang mempengaruhi cabang (Cromley and Leinbach 1981; Norcliffe 1984; Taylor 1986). Taylor (1986) secara khusus mencatat pengabaian faktor pasar (see also Kolde), sedang Clark (1981) mencari luasnya penekanan model pada biaya pekerja untuk memasukkan hubungan alami pekerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda