Senin, 28 April 2008

AKAR KE DAUN

"Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah daripada do'a." (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

"Mintalah kepada Allah akan kemurahan-Nya, karena sesungguhnya Allah senang apabila dimintai." (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud)

"Sesungguhnya do'a itu dapat memberi manfaat untuk sesuatu yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Maka wahai hamba Allah, lakukanlah do'a itu." (HR. Tirmidzi dari Ibnu Umar)

"Tidak ada seorang muslim pun yang berdo'a dengan do'a yang tidak mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu di antara tiga hal: dikabulkan do'anya; ditangguhkan hingga hari kiamat; atau dijauhkan dari suatu keburukan yang serupa." (HR. Ahmad dari Abi Said Al Khudri)

"Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang -orang yang bakhil yang merasa dirinya cukup serta mendustakan pahala yang baik (sorga), maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar." (Al-Lail: 5-10)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan amal shalih mereka itulah sebaik-baiknya makhluk (khairul barriyah)." (QS. al-Bayyinah [98]: 7)

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar." (QS. al-Baqarah [2]: 153)

"Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang bertakwa." (QS. al- Baqarah [2]: 194)

"Dan barang siapa yang benar-benar bertakwa kepada Allah, akan diberikan kepadanya (makhrajan) jalan keluar dan akan diberiNya rizqi dari arah yang tiada diduga-duga. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. at-Thalaq [65]: 2-3)

"Dan barangsiapa yang benar-benar bertaqwa kapada Allah akan dijadikan untuknya kemudahan urusannya." (QS. at-Thalaq [65]: 4)

"Allah meluaskan rizqi dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)." (QS. ar-Ra'd [13]: 26)

"Berangkatlah kamu sekalian baik dalam keadaan ringan maupuan berat, dan berjihadlah di jalan Allah." (Qs. At Taubah [9]: 41)

"Sesungguhnya pada orang-orang kalangan bani israil, apabila salah seorang dari mereka melakukan kesalahan, maka orang lain tidak mencegahnya. Sehingga pada pagi harinya mereka duduk, makan dan minum seolah mereka tidak melihat perbuatan dosa yang kemarin dilakukan. Melihat kondisi mereka Allah mensifati hati mereka melalui lisan Daud dan Isa ibnu Maryam dengan mengatakan: 'demikianlah itu terjadi karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas' (QS. Al Baqarah: 61). Demi zat yang jiwaku ada dalam kekuasaanNya, sungguh telah diperintahkan atasmu amar ma'ruf nahi munkar, mencabut kekuasaan orang jahat dan meluruskannya pada kebenaran, atau Dia akan mencampakkan hatimu dan mengutukmu sebagaimana Ia mengutuk mereka." (HR Thabrani)

"Perumpamaan orang yang menjaga dan menerapkan batas Allah adalah laksana kelompok penumpang kapal yang mengundi tempat duduk mereka. Sebagian mereka mendapat tempat di bagian atas, dan sebagian lain di bagian bawah, jika mereka membutuhkan air, maka harus berjalan melewati bagian atas kapal. maka merekapun berujar,"bagaimana jika kami lobangi saja bagian bawah kapal ini, toh hal itu tidak menyakiti orang yang di bagian atas." Jika kalian biarkan mereka berbuat menuruti keinginan mereka itu, maka binasalah mereka dan seluruh penumpang kapal itu. Tetapi jika kalian cegah mereka, maka selamatlah mereka dan seluruh penumpang yang lain." (HR Bukhari)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda