Senin, 19 Mei 2008

Pandangan baru KUALITAS baru

KUALITAS adalah apabila manfaat suatu produk atau jasa yang diterima oleh konsumen:

- sesuai dengan kebutuhannya ( t-ness for use);

- dapat memenuhi atau melebihi keinginannya saat sekarang dan yang akan datang (meeting or exceeding requirements now and in the future).


Dulu, kualitas selalu dikaitkan dengan kegiatan para pembuat barang (manufacturers) yang melakukan inspeksi dan menyor tir barang yang baik dari yang jelek.

Inspeksi ini tujuannya adalah untuk mencegah lolosnya produk jelek sampai ke tangan pelanggan. Jadi kualitas seakan-akan disamakan dengan inspeksi dan sortir.


Tahun 1940-an kualitas dikonotasikan sebagai alat statistik untuk mengendalikan variasi kualitas dalam proses produksi. Tahun 1960 kualitas menjadi tanggung jawab seluruh departemen dalam perusahaan. Dan saat sekarang diperluas menjadi: perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement), keunggulan bersaing (competitive advantage) serta fokus pada pelanggan.


KUALITAS

Pandangan Baru tentang Kualitas (New Views of Quality)


Sistem kualitas modern:

  • I. Berorientasi kepada keinginan pasar.
  • II. Komitmen dan partisipasi aktif manajemen puncak (top management).
  • III. Pemahaman akan tanggung jawab spesi k untuk kualitas.
  • IV. Aktivitas mencegah kerusakan, bukan mendeteksi kerusakan saja.
  • V. Filoso : kualitas merupakan“way of life”.


I. Sistem kualitas yang berorientasi kepada keinginan pasar dapat dilihat pada tahap-tahap dari “Deming’s Wheel dalam Sistem Industri Modern”.


Berdasarkan riset pasar, dibuat desain produk sesuai keinginan pasar (konsumen) kemudian diproduksisecara efektif dan efisien dan dijual dengan jaminan pelayanan purna jual yang baik. Keterkaitan pengendalian kualitas di setiap tahap dalam masing-masing bagian sesuai fungsi dan tanggung jawabnya.


-Kualitas desain

Merupakan tanggung jawab Bagian Riset dan Pengembangan (R&D/R&I)dalam menentukan spesi kasi produk, spesi kasi penggunaan, segmentasi pasar.


-Kualitas konformansi

Merupakan tanggung jawab Bagian Produksi, Production Planning&Inventory Control (PPIC),Pembelian (Purchasing), dan Pengiriman (LDC) dalam kesesuaian/ konformansi produk seperti yang ditentukan pada tahap desain.


-Kualitas Pemasaran dan Pelayanan Purnajual

Merupakan tanggung jawab Bagian Pemasaran karena terkait dengan ketentuan dasar pemasaran, penggunaan produk, pemeliharaan dan pelayanan purnajual.


II. Komitmen dan partisipasi aktif manajemen puncak (top management).

Quality commitment must start at the top of the organization, be implemented from the top of the organization down through management levels and be achieved by all of the personnel in the organization (Ira C.Peini; Quality Assurance Compliance)


Dalam sistem kualitas modern, setiap orang dalam perusahaan harus terlibat total dan aktif di bawah bimbingan dan pimpinan manajemen puncak. Mendelegasikan kualitas hanya pada satu departemen tertentu (QC/QA department) akan membuat setiap orang memiliki persepsi keliru , yaitu bahwa“kualitas tidak memerlukan perhatian khusus”, cukup dilihat oleh Departemen QC/QA. Jika kualitas tidak termasuk dalam agenda manajemen puncak, pekerja tidak termotivasi untuk memberikan usaha dan perhatian kepada kualitas Manajemen puncak harus menunjukkan komitmen melalui kata dan perbuatan bahwa kualitas adalah teramat penting untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.


Dr. W. Dekker, Presiden danChairman Perusahaan Philips mengatakan: “Kualitas dari barang dan jasa teramat penting untuk kontinuitas dari perusahaan kami.”


III. Pemahaman akan tanggung jawab spesi k untuk Kualitas.

Setiap orang bertanggung jawab sesuai posisi kerjanya dalam perusahaan. Pekerja di Bagian Pengembangan Produk bertanggung jawab mendesain produk baru sesuai keinginan pelanggan, tapi perlu memperhatikan aspek ekonomi agar dapat diproduksi oleh


Bagian Produksi. Begitu juga tanggung jawab pekerja di Bagian Pembelian, tak hanya membeli material berdasarkan harga, tapi perlu memperhatikan aspek kualitas yang lain.


IV. Aktivitas mendeteksi dan mencegah kerusakan.

Di samping akan meningkatkan kualitas, hal ini juga akan mengurangi ongkos

produksi.


V. Filosofi : kualitas merupakan“way of life”.

Isu-isu tentang kualitas selalu didiskusikan dalam pertemuan manajemen (management meeting). Seluruh karyawan diberi pelatihan tentang konsep-konsep kualitas dan metode implimentasinya,. Setiap orang dalam perusahaan dengan sukarela berpartisipasi dalam peningkatan kualitas.


Ciri khas dari Sistem kualitas modern adalah adanya “kultur perusahaan“ yang melaksanakan proses peningkatan kualitas secara terus-menerus.

Kualitas

References:

  • - Gaspersz Vincent : Konsep Vincent, Manajemen Bisnis Total

  • - Peini, Ira C : Quality Assurance Compliance

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda