Rabu, 01 April 2009

Keberlangsungan – Daulah ISLAM

Keberlangsungan – Daulah ISLAM

KEBERLANGSUNGAN DAULAH ISLAM


Di dalam Daulah Islam telah terjadi sejumlah peristiwa internal pada berbagai periode yang berbeda. Kemunculan peristiwa-peristiwa tersebut bukan sebagai akibat dari faktor-faktor di luar Islam, melainkan muncul dari pemahaman Islam terhadap keadaan yang sedang berlangsung saat kejadiannya. Orang-orang yang memiliki pemahaman terhadap keadaan yang sedang berlangsung tersebut, bekerja menurut

pemahamannya untuk membuat pembenahan yang sesuai dengan pemahamannya itu sendiri. Mereka seluruhnya adalah mujtahid yang memahami jalan ke luar yang ditetapkan dengan metode yang berbeda dari metode yang ada. Masing-masing pemahaman tersebut merupakan pemahaman yang Islami dan ide yang Islami.


Karena itu, kita akan mendapati perbedaan tentang seseorang yang layak menjadi Khalifah, bukan berkenaan dengan Khilafah itu sendiri. Perbedaan tersebut juga berkenaan dengan siapa yang menjadi pejabat dalam pemerintahan, bukan tentang bentuk pemerintahan. Perbedaan tersebut terbatas dalam masalah-masalah cabang dan rincian-rincian, bukan berkenaan dengan pokok atau garis-garis besar. Tidak satu pun dari kalangan kaum Muslim yang menyalahi al-Quran dan as-Sunah.


Mereka hanya berbeda pendapat dalam memahami keduanya. Mereka tidak berbeda pendapat dalam hal pengangkatan seorang Khalifah, melainkan berbeda pendapat tentang siapa orangnya yang akan menjadi Khalifah. Mereka juga tidak berbeda

pendapat dalam kewajiban penerapan Islam secara menyeluruh dan mengembannya ke seluruh dunia.


Mereka semua berjalan di atas asas tersebut dalam melaksanakan hukum-hukum Allah dan mengajak manusia ke agama Allah. Memang benar, sebagian mereka buruk dalam penerapan sebagian hukum Islam karena berangkat dari pemahaman mereka yang buruk. Sebagian mereka juga buruk dalam penerapan Islam karena keburukan tujuan mereka. Akan tetapi, mereka semua menerapkan Islam, bukan yang lain. Mereka semua mengadakan hubungan dengan negara-negara, bangsa-bangsa, dan umat-umat lainnya berlandaskan Islam dan pengembanan dakwah Islam ke seluruh dunia.


Karena itu, perbedaan-perbedaan internal tersebut tidak pernah menghalangi aktivitas pembebasan dan penyebaran Islam. Daulah Islam terus melakukan pembebasan negeri-negeri demi penyebaran Islam sepanjang keberadaannya hingga abad kesebelas Hijriyah yang bertepatan dengan abad ketujuh belas Miladiyah.


Negara Khilafah membebaskan Persi, India, Kaukasus hingga batas teritorial Daulah Islam mencapai Cina dan Rusia, bahkan hingga ke seberang Laut Qazwin Timur. Daulah Islam membebaskan Syam bagian Utara, Mesir, Afrika Utara, dan Spanyol bagian Barat, sebagaimana juga membebaskan Anatolia, Balkan, Eropa Selatan dan Timur hingga menembus bagian Utara Laut Hitam yang meliputi wilayah Qarmus dan selatan Ukrania. Pasukan Daulah Islam bergerak terus hingga mencapai Aswar dan kota Wina di Austria. Juga tidak pernah berhenti melakukan pembebasan dan pengembanan dakwah kecuali ketika kelemahan menggerogotinya dan keburukan pemahaman Islam mulai tampak.


Kelemahan negara dalam pemahaman Islam telah mencapai batas yang amat kritis hingga mengantarkan kekacauan dalam penerapan Islam dan hingga menggunakan bagian dari sistem lain yang diyakininya tidak bertentangan dengan Islam, lalu menerapkannya.

…………………………………………………………………………..

An-Nabhani, Taqiyuddin

Daulah Islam/Taqiyuddin An-Nabhani; Penerjemah, Umar Faruq; Penyunting, Tim

HTI-Press. Jakarta: Hizbut Tahrir Indonesia, 2009

Judul Asli: Ad-Daulah Al-Islamiyah

Penerbit: Daar al-Ummah

Pengarang: Taqiyuddin An-Nabhani

Cetakan 7, Tahun 1423 H/2002 M

Download di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda