insidewinme

Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Jumat, 01 Juli 2022

Materi Khutbah: Dakwah terhadap Hukum yang Bukan-Islam

 



HR. Bukhari: 

"Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: 10 hari (yaitu yang awal) dari bulan Dzulhijjah." 

Mereka bertanya: "Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?" 

Beliau menjawab: "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR. Bukhari) 


Amal shalih termasuk amar ma’ruf nahi munkar yang merupakan kewajiban bagi umat Islam. 

>  Sejalan dengan semangat berkurban memenuhi perintah Allah SWT. 


>  Bahkan Nabi SAW bersabda bahwa, 

"Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma'ruf dan cegahlah dari yang mungkar sebelum kamu berdo'a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma'ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para rabi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka." (HR. Ath-Thabrani) 


Kafe Holywings menista Islam. 

Wajar penistaan terus berulang dalam sistem yang tidak Islam. 


Penistaannya termasuk menjual miras kepada masyarakat. 


Imam At Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik yang mengatakan: 

“Rasulullah Saw. melaknat dalam masalah khamer sepuluh orang, yaitu: pemerasnya, orang yang diperaskan, peminumnya, pembawanya, orang yang dibawakan, orang yang mengalirkannya, penjualnya, pemakan keuntungannya, pembelinya, termasuk orang yang dibelikan.” 


Hukuman 40 kali cambukan atau 80 kali cambukan. 


   Diberitakan (https://megapolitan.kompas.com/read/2022/06/28/19481911/setelah-lengkapi-izin-penjualan-miras-holywings-diperbolehkan-beroperasi), 


Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Holywings akan diperbolehkan beroperasi kembali apabila telah melengkapi seluruh syarat perizinan penjualan minuman keras (miras). 


"Sejauh persyaratan izin-izinnya dapat dipenuhi sesuai dengan aturan dan ketentuan, ya siapa saja yang punya usaha diperbolehkan," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (28/6/2022). 


Sebelumnya, Pemerintah Propinsi DKI Jakarta menutup 12 outlet Holywings yang ada di Ibukota karena belum melengkapi perizinan penjualan miras. 



Allah SWT berfirman: 


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ 


“Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan taqwa, jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. al-Maidah [5]: 2)



Rasulullah Saw. pernah bersabda: 


“Sesungguhnya Allah tidak mengadzab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengadzab yang umum maupun yang khusus.” (Hadits Riwayat Ahmad) 


Pada hakikatnya penistaan pula terhadap Syariat Islam dengan tidak diterapkan, malah membolehkan yang haram. 

Jumat, 17 Juni 2022

Khalifah yang Sah Secara Syar’i

 



💎 "... Sebagian ulama pada masa sekarang bahwa mereka tidak berjalan pada jalan yang shahih dalam mengambil hukum syara' dari dalil-dalilnya. Hal itu karena mereka ketika membahas hukum syara' memperhatikan untuk menyesuaikan dengan zaman dan mencapai pandangan yang sesuai dengan hukum dan pandangan yang mendominasi dunia yang dipaksakan oleh peradaban barat kepada manusia dengan nama hukum internasional, piagam HAM dan lainnya.  Dan perkara ini tidak benar. Sebab yang dituntut adalah hukum Allah bukan sembarang hukum. Juga bukan hukum yang sesuai dengan hukum, undang-undang, piagam dan pandangan yang memimpin dunia.  Dan yang wajib adalah mengambil hukum syara' sebagaimana adanya dari dalil-dalilnya dan menjadikannya diterapkan dan diimplementasikan dan didakwahkan serta diserukan di seluruh dunia. Hukum itu adalah hukum yang layak untuk umat manusia seluruhnya. Sebab hukum itu berasal dari Pencipta manusia yang Mahatahu keadaan mereka. 


﴿أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ﴾ 


“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (TQS al-Mulk [67]: 14). 


﴿أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ﴾ 


“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam” (TQS al-A’raf [7]: 54). 


Oleh karena itu, tidak seharusnya memperhatikan pendapat mereka yang di dalam istinbath, mereka memperhatikan untuk menyesuaikan zaman dan menyelaraskan dengan peradaban barat, baik mereka melakukan hal itu di bawah tekanan fakta atau untuk mendapatkan keridhaan orang-orang kafir barat."

(Syaikh 'Atha' bin Khalil Abu ar-Rasytah, Amir Hizbut Tahrir) 

(https://al-waie.id/fikih/hukuman-pezina-muhshan-di-dalam-islam/


💎 Sayyidina Ali bin Abi Thalib -karrama-Llahu wajhah- menjelaskan, bahwa seorang imam/kepala negara wajib memerintah berdasarkan hukum yang diturunkan oleh Allah, serta menunaikan amanah. Jika dia melakukan itu maka rakyat wajib untuk mendengarkan dan menaatinya. [Al-Baghawi, Tafsir al-Qur’an, Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah, Beirut, t.t, surat an-Nisa’ [04]: 59]. 


Juga di dalam kitab Fathul Qadir 1/556, Imam Syaukani Rahimahullah pun mengatakan: 


والأولى الأمر : هم الأئمة والسلاطين، والقضاة وكل من كانت له ولاية شرعية لا ولاية طاغوتية 


“Ulil Amri adalah para imam, penguasa, hakim, dan semua orang yang memiliki kekuasaan yang Syar'i (yakni sesuai syariat) bukan kekuasaan Thoghut." [Asy-Syaukani, Fathul Qadir, 1/556]. 


Baginda Rasulullah 'Alaihi Shalawatu Wa Salam bersabda : 


إن أُمِّر عليكم عبدٌ مُجدَّعٌ أسودُ ، يقودُكم بكتاب اللهِ تعالى ، فاسمَعوا له وأَطيعوا " . 


“Jika kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya yang hitam berambut keriting, yang memimpin kalian DENGAN KITAB ALLAH, maka taatlah kepadanya".

(Ini hadits shahih riwayat Imam Muslim) 


Nabi saw. bersabda: 


لاَ طَاعَةَ لِمَخْلُوْقٍ فِيْ مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ 


Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluk dalam melakukan maksiat kepada Khaliq (Allah SWT) (HR Ahmad). 


💎 Imam as-Sa’di menyatakan: “Jika ulil amri memerintahkan kemaksiatan kepada Allah SWT, tentu tidak ada ketaatan kepada mereka. Sebabnya, tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah SWT)…” (As-Sa’di, Taysir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Manan, 1/183). 


💎 Penguasa yang resmi memberlakukan hukum jahiliyah tidak sah. 


💎 Khalifah yang sah adalah yang berkonstitusi Islam. UUD nya syariat Islam, Undang-undang yang resmi diterapkan yang syar'i, itu khalifah yang sah. 


Jika khalifah yang syar'i ini melanggar sendiri UU syariat Islam yang diterapkan maka dia zhalim. Tidak boleh ditaati hanya dalam hal di mana dia melanggar/ zhalim. Tapi kekuasaannya masih sah, syar'i. Sebab masih resmi memberlakukan / menerapkan syariat Islam.

Jadi dia harus didakwahi supaya tidak melanggar syariat. Tapi umat tidak boleh melepaskan bai'at padanya, sebab dia masih sah. 


💎 UUD 45 dan UU maupun peraturan lainnya yang resmi diperintahkan dan dipaksakan kepada rakyat untuk ditaati itu tidak syar'i maka penguasa semacam ini bukan Khalifah yang sah. 


💎 Bai'at itu apa? Bai'at itu akad umat mewakilkan penegakan syariat Islam totalitas kepada seorang khalifah/imam di mana itu memang menjadi kewajiban seorang Imam menegakkannya, dan umat wajib membantunya dalam urusan itu. 


💎 Tidak sah penguasa tanpa bai'at untuk resmi menerapkan syariat Islam. 


💎 Ini jelas sesuai dengan semua dalil. 



💎 أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا 


"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thâghût. Padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya" (QS an-Nisa’ [4]: 60). 


💎 لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ 

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah: 256) 


(Dari berbagai sumber) 

Rabu, 25 Mei 2022

Materi Kultum: Celaan Keras Bagi Orang yang Keliru Menyikapi Syariat Jihad


Pada bulan Ramadhan tahun ke-2 Hijriah, Nabi ﷺ dan para Sahabat untuk pertama kalinya melaksanakan kewajiban puasa fardhu pada bulan suci Ramadhan.

 

Tanggal 17 Ramadhan 2 H, Nabi ﷺ dan para Sahabat juga melakukan ibadah yang berat selain berpuasa Ramadhan, yaitu berjihad melawan pasukan musyrik Quraisy di Badar (Perang Badar al-Kubra). Peperangan ini berhasil dimenangkan secara gemilang oleh kaum Muslim.

 

Di bulan Ramadhan pula pada tanggal 10 Ramadhan 8 H, Nabi ﷺ dan para Sahabat menaklukkan Makkah.

(https://www.muslimahnews.com/2021/04/20/ramadan-pada-masa-rasulullah-saw-dan-khilafah/)

 

Aqidah dan keimanan yang kuat tentu menjadi dasar bagi Rasulullah SAW dan para Sahabat dalam menjalankan kewajiban meskipun itu terasa berat menurut hawa nafsu.

 

Allah SWT di dalam banyak ayat al-Qur'an, sungguh-sungguh menegaskan betapa syariat Islam mengenai jihad adalah sangat penting. Sehingga Allah SWT pun menunjukkan celaan yang tegas atas sikap yang keliru sebagian orang terhadap syariat jihad.

 

Beberapa di antara ayat yang menunjukkannya adalah,

  

🟠 QS at-Taubah: 24

 


"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq."

 

🟠 QS at-Taubah: 38

 


"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (yaitu untuk berperang) pada jalan Allah," kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."

 

🟠 QS at-Taubah: 39

 


"Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

 

🟠 QS at-Taubah: 81

 


"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka

mengetahui."

 

🟠 QS at-Taubah: 86

 

 


"Dan apabila diturunkan suatu surat (yaitu yang memerintahkan kepada orang munafik): "Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya", niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: "Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk."

 

🟠 QS at-Taubah: 87

 

 


"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad)."

 

·        QS at-Taubah: 90

 

 


"Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan 'uzur, yaitu orang-orang Arab Badwi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih." 

 

🟠 QS at-Taubah: 93

 

 


"Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka)." 

 

🟠 QS Ali 'Imran: 156

 

 


"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh." Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan."

 

·        QS Ali 'Imran: 168

 

 


"Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh." Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar."

 

🟠 QS An-Nisaa': 77

 

 


"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun."

 

🟠 QS al-Anfaal: 16

 

 


"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya."

 

 

🟠 Aqidah dan keimanan yang kuat itu jelas sesuai dengan firman Allah SWT di dalam QS. at-Taubah: 111

 

 


"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

 

 

Materi Ceramah: Muhasabah dalam Menjaga Allah


‘Menjaga’ Allah SWT (Al-Arba’ûn an-Nawawiyah hadits ke-19)

 

 

Alhamdulillah... Alhamdulillah 'ala kulli hal. Selama kita berbuat benar sesuai tuntunan syariat, sesuai Islam dalam apapun urusan kita, dalam keadaan seperti apapun, maka itu adalah kebaikan bagi kita.

 

Kita pastinya sebagai orang yang beriman, ingin kualitas keislaman kita hari ini lebih baik daripada hari kemarin, ingin hari esok lebih baik daripada hari ini.

 

Kalau kita membandingkan kondisi keislaman kita hari ini dengan setahun yang lalu bisa jadi tidak terasa banyak berbeda, meski bisa juga dalam 1 tahun sudah ada banyak peningkatan pada diri kita, tiap-tiap orang berbeda-beda potensinya. Namun, jika kita bandingkan kondisi diri kita hari ini dengan diri kita 3 tahun, atau 5 tahun yang lalu, mestinya kita telah merasakan banyak peningkatan kita dalam berIslam. Jika belum merasa, maka harus menjadi motivasi lebih untuk meningkatkan iman dan taqwa.

 

Yang sudah mengalami banyak peningkatan pun mesti terus bercita-cita untuk berlanjut lebih meningkat di masa yang akan datang.

 

Sebagai bahan muhasabah kita, berikut ini hadits yang tercantum di dalam Al-Arba’ûn an-Nawawiyah hadits ke-19. Mengenai "Menjaga Allah."

 

Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Ahmad dan al-Hakim:

Ibn Abbas (sepupu Nabi SAW) berkata: Suatu hari aku ada di belakang Rasulullah saw. Beliau bersabda,

 

 « يَا غُلاَمُ إِنِّى أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَىْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَىْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ »

 

 “Nak, aku ajari kamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu.  Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati Allah di hadapanmu.  Jika kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Jika kamu meminta tolong maka mintalah tolong kepada Allah.  Ketahuilah, sesungguhnya jika umat bersatu untuk memberi kamu manfaat dengan sesuatu, tiadalah mereka dapat memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tuliskan untuk kamu.  Andai mereka bersatu untuk mencelakakan kamu dengan sesuatu, tiadalah mereka dapat mencelakakan kamu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tuliskan atas kamu.  Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR at-Tirmidzi, dan al-Hakim). (http://hizb-indonesia.info/2011/08/10/%e2%80%98menjaga-allah-swt-al-arbaun-an-nawawiyah-hadits-ke-19/ )

 

Dan di dalam riwayat Ahmad,

"Jagalah Allah, kamu pasti mendapatkan-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah di saat senang, niscaya Dia mengenalmu di saat susah. Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang ditentukan menimpamu, niscaya tidak akan meleset darimu. Dan apa saja yang ditentukan meleset darimu niscaya tidak akan menimpamu. Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan ada bersama kesabaran, kelapangan bersama kesusahan, dan sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan." (HR. Ahmad dan Abu Ya'la) (Abdurrahman bin Abdullah as-Sanad, Himpunan Materi Kultum, 2010, Darul Haq)

 

Apa yang dimaksud dengan "menjaga Allah?" Maksudnya adalah menjaga hukum hudud, hak-hak, perintah-perintah dan larangan-larangan Allah SWT. (http://hizb-indonesia.info/2011/08/10/%e2%80%98menjaga-allah-swt-al-arbaun-an-nawawiyah-hadits-ke-19/ )

Menaati syariat Islam. Jadi, "menjaga Allah" memiliki makna yang sangat luas mencakup semua ajaran Islam.

 

Seluruh ajaran Islam bisa dibagi menjadi 3 kategori atau 3 dimensi besar...


Bagaimana kita "menjaga Allah" dalam hal aqidah: meyakini, mengimani apa-apa yang harus diimani di dalam Islam, terkandung di dalam wahyu Allah, nash-nash al-Qur'an dan as-Sunnah.

 

Di masa kita hidup saat ini, yaitu bukan di dalam sistem Islam, bukan pemerintahan yang menegakkan al-Qur'an dan as-Sunnah, menjaga aqidah menjadi hal yang sangat berat. Karena bergantung pada individu kita masing-masing, keluarga kita, dan kelompok-kelompok saja.

> Banyak terjadi pemurtadan, banyak Muslim yang murtad.

> Banyak aliran sesat. Data MUI 2016 lebih 300 aliran sesat.

> Banyak pemikiran liberalisme atau paham kebebasan.

 

Sebagai contoh, Kristenisasi...

 

Ada yang menganggap ajaran Islam tidak lengkap, syariat Islam tidak bisa menjadi solusi...

 

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِيناً﴾

 

“...Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (TQS. AL-Maidah [5] : 3)

 

Dalam hal ibadah, ada yang menganggap shalat 5 waktu itu tidak wajib, yang penting kita ingat kepada Allah. Zakat, zakat fithri. Haji.

 

Pada dimensi 2:

 

Dalam hal makan dan minum: pergi ke Korea Selatan kemudian tidak menjaga makan yang halal. Bahkan ada yang berpendapat kalau ke negeri kafir boleh makan apa saja, semuanya boleh.

 

Hadits 10 pihak yang dilaknat Allah SWT terkait khamr...

 

Dalam hal pakaian, masih banyak yang tidak syar'i...

 

Mengenai akhlak, banyak kita jumpai sifat tidak amanah, berbohong - penipuan, memfitnah - radikal radikul, ghibah, apalagi jika menuruti akhlak Islam itu bertentangan dengan kepentingan duniawi atau hawa nafsu.

 

Pada dimensi 3:

 

1) Sistem pemerintahan. Misalnya, kewajiban menegakkan Kitabullah.

 

Rasul saw. bersabda:

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ، وَإِنْ أُمِّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ مُجَدَّعٌ، فَاسْمَعُوْا وأَطِيْعُوْا مَا أَقَامَ فِيْكُمْ كِتَابَ اللهِ

 

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah. Jika diangkat amir atas kalian seorang hamba sahaya Habasyi yang hitam legam maka dengar dan taatilah dia selama dia menegakkan di tengah kalian Kitabullah."  (HR at-Tirmidzi)

 

Anas bin Malik ra. juga meriwayatkan hadits yang maknanya senada. Rasul saw. bersabda:

 

اِسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنْ اُسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ كَأَنَّهُ رَأْسَهُ زَبِيبَةٌ

 

"Dengar dan taatlah kalian meski seandainya diangkat sebagai pemimpin atas kalian seorang hamba sahaya Habasyiy seolah-olah kepalanya seperti kismis."  (HR al-Bukhari, an-Nasai dan Ahmad)

(http://hizb-indonesia.info/2015/06/03/wajib-menaati-pemimpin/ )

 

 

Haramnya perempuan menjadi penguasa.

 

Hadits dari Abi Bakrah ra. yang berkata, ketika sampai kepada Rasulullah saw. bahwa rakyat Persia menjadikan putri Kisra sebagai penguasa mereka, maka Beliau bersabda:

 

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُم امْرَأَةً

 

"Sekali-kali tidak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (pemerintahan) mereka kepada seorang perempuan." (HR al-Bukhari).

(http://hizb-indonesia.info/2016/08/24/syarat-syarat-qadhi/ )

 

2) Sistem Ekonomi. Haramnya riba...

Penguasaan oleh individu atau perusahaan swasta terhadap apa-apa yang di dalam Islam merupakan harta milik umum...

 

3) Sistem Sosial. Banyak maksiat pacaran, gaul bebas....

Pernikahan beda agama...

 

4) Sistem Pidana.

 

5) Pendidikan. Dalam Islam membentuk manusia dengan Kepribadian Islam. Aqliyah dan nafsiyah Islam...

 

Putus sekolah. Dalam rentang tahun 2018-2020 angka putus sekolah SMA/SMK di Jateng yakni 31.479 siswa.

(https://jateng.inews.id/berita/angka-putus-sekolah-di-jateng-tinggi-dewan-ingatkan-ppdb-wajib-perhatikan-3-hal-ini )

 

Jumlah sekolah rusak.

Data 2019 ada 251.316 ruang kelas SD hingga SMA rusak parah. (https://nasional.okezone.com/read/2019/12/06/337/2138942/251-316-ruangan-kelas-sd-hingga-sma-di-indonesia-rusak-parah )

 

6) Politik Luar Negeri. Dakwah dan jihad.

Palestina...

 

 

Siapa saja yang "menjaga Allah," balasannya adalah Allah akan menjaga dirinya. 

 

Menurut Ibn Rajab, penjagaan Allah untuk hamba itu ada dua jenis. 

Pertama: penjagaan Allah SWT dalam berbagai kemaslahatan dunia, seperti menjaga hamba dalam hal badannya, anaknya, keluarganya dan hartanya; atau menjaga dia dari bahaya. 

 

Kedua: ini lebih mulia, yaitu penjagaan Allah SWT dalam agama dan keimanan hamba itu sehingga Allah menjaga dia dari syubhat yang menyesatkan, dari syahwat yang haram, dan pada saat kematiannya sehingga Allah mewafatkan dia di atas iman. (http://hizb-indonesia.info/2011/08/10/%e2%80%98menjaga-allah-swt-al-arbaun-an-nawawiyah-hadits-ke-19/ )

 



Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda