Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Senin, 05 Desember 2011

Khilafah Menjadi Kebutuhan Zaman



Khilafah – Kebutuhan Zaman


Khilafah yang sedang disodorkan dalam manifesto mewakili hal-hal berikut:

·         Seorang Khalifah terpilih, yang akan memerintah hanya dengan Islam, bukannya berbagai dikte merusak dari kekuatan-kekuatan kolonialis.

·         Para anggota Dewan Konsultatif, para laki-laki dan perempuan semua madzhab, ras dan bahasa yang akan menuntut Khalifah menurut Islam.

·         Mahkamah Mazalim yang akan menuntut para jajaran penguasa di bawah Khalifah, termasuk Khalifah untuk bertanggung jawab terhadap penyimpangan apapun dari memerintah dengan Islam. Khalifah tidak punya hak untuk mendepak hakim yang sedang menghakimi kasus atasnya.

·         Masyarakat yang memeluk semua warganegaranya, tanpa pandang agama, madzhab, jenis kelamin, bahasa atau ras.

·         Penyatuan-kembali seluruh Dunia Muslim sebagai negara terkuat dunia, melalui kebijakan re-aneksasi progresif dan juga pembebasan semua Tanah Islam terjajah.

·         Sistem ekonomi yang memberi semua warganegaranya akses dan insentif untuk mendapat kemakmuran lebih sementara menjamin berbagai kebutuhan pokok bagi yang kurang mampu.

·         Industri berat yang mandiri, termasuk berbagai mesin produksi, mesin transportasi dan elektronik. Negara yang memastikan teknologi terdepan termasuk tenaga nuklir, tenaga matahari, listrik wireless, nanoteknologi dan perjalanan angkasa.

·         Pembebasan dari perbudakan kepada kolonialisme dalam segala bentuknya, seperti utang berbunga atau kendali atas sumber-sumberdaya Muslim.

·         Pendidikan gratis berstandar terdepan di dunia bagi semua warganegaranya, tanpa pandang agama, madzhab, kekayaan atau pengaruh.

·         Negara yang memimpin seluruh dunia, membawa Islam ke seluruh dunia. Negara yang akan bertindak sebagai penolong bagi semua orang di dunia, dari Afrika hingga Amerika Selatan, yang sekarang ditindas oleh ketidakadilan kolonialisme kapitalis.

Kewajiban Mendirikan Islam Sebagai Jalan Hidup



Kewajiban mendirikan Islam sebagai jalan hidup


Hari ini, Kaum Muslimin berkewajiban atas keseluruhan Islam, sebagai Deen yang telah disempurnakan. Kaum Muslimin akan diminta pertanggungjawaban atas pengabaian apapun mengenai setiap hukum. Jadi mereka akan ditanyai tentang perlakuan mereka terhadap hukum-hukum perceraian, pernikahan, jual-beli, Jihad defensif untuk membebaskan tanah-tanah terjajah, puasa, sholat, Zakat, Hajj dan lain-lainnya.

Juga terdapat aturan-aturan yang penerapannya telah dipercayakan untuk Khalifah Kaum Muslimin dan tidak ada individu yang dibolehkan mengambil-alihnya, seperti keseluruhan hukum-hukum sanksi, hukum-hukum Jihad ofensif untuk menyebarkan Dakwah, hukum-hukum kepemilikan Negara dan hukum-hukum mengenai Khilafah. Terdapat aturan-aturan yang dipercayakan untuk Khalifah dan adalah kewajiban bagi Kaum Muslimin untuk mematuhinya dalam keadaan apapun.

Dengan mematuhi Islam secara komprehensif, Kaum Muslimin akan sekali lagi memeluk kehidupan Islam yang makmur. Kaum Muslimin lalu akan menikmati penghambaan kepada Allah Swt., sementara juga menyiapkan kemampuan materi untuk memimpin semua bangsa.

Hanyalah suatu otoritas yang memerintah dengan Islam secara eksklusif dan lengkap, Khilafah, yang mengemban perkara ini. Allah Swt. memerintahkan Kaum Muslimin secara tegas,

“Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu” [Terjemah Makna Qur’an Surat (5) Al Ma’idah 48]

Konsekuensinya, kehidupan di dalam Khilafah ada dalam keharmonisan total dengan keyakinan Kaum Muslimin. Islam telah mewajibkan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan seperti universitas, rumah sakit, pendirian pabrik, laboratorium, menyiapkan tenaga dan kekuatan. Kaum Muslimin secara bersama berbagi tanggung jawab mengamankan pemenuhan-pemenuhan itu, demi keridhoan Allah Swt.

Maka, dalam sistem pemerintahan, Negara didirikan dengan pilar-pilar yang digariskan oleh Syara’, seperti Khalifah, mu’awinin (para asisten) wulaah (para gubernur), qudaah (para hakim), sistem administrasi dan majlis al-Ummah (Dewan Umat). Dalam sistem ekonomi, terdapat hukum-hukum Syar’i mengenai tanah dan kepemilikan, dan hukum-hukum lain mengenai produksi barang-barang dan industri, dan perdagangan dalam negeri dan luar negeri. Dalam kebijakan luar negeri, angkatan bersenjata Islam dan penyiapannya adalah untuk merealisasi sasaran yang untuknyalah mereka diadakan, yaitu untuk menyebarluaskan da’wah Islam ke dunia.

Sang Pembuat Hukum (Allah) telah membebankan semua aturan itu dan aturan-aturan lain semacamnya pada Khalifah. Bukanlah kelompok melainkan Khalifah yang membawa tanggung jawab untuk mengurus mereka. Dan adalah tanggung jawab semua Muslim bahwa mereka menuntutnya atas pemenuhan berbagai tanggung jawab itu.

Hanya Islam yang akan membangkitkan Kaum Muslimin



Hanya Islam yang akan membangkitkan Kaum Muslimin


Sistem di Pakistan saat ini tidak pernah bisa berhasil karena ia bertentangan dengan keyakinan Kaum Muslimin sendiri. Sistem sekarang terus-menerus menyingkirkan Kaum Muslim dari miliknya yang paling berharga, kecintaannya terhadap Deen (agama) Allah Swt.

Hanyalah ketika keyakinan Kaum Muslimin bersesuaian secara sempurna dengan sistem yang diterapkan atas mereka, akan terdapat sinergi produktif dan picuan kedinamisan di dalam Umat. Islam meninggikan masyarakat yang tak tertandingi kehebatannya oleh peradaban manapun sebelumnya. Selama lebih dari 1 milenium, bermula sejak hari RasulAllah Saw. mendirikan negara Islam pertama kali di Al Madinah Al-Munawwarah, Kaum Muslimin menjadi mercusuar bersinar untuk seluruh umat manusia.

Mengenai hukum dan ketertiban, keamanan dan perlindungan atas minoritas, orang-orang yang tertindas menemukan tempat berlindung di dalam wilayah negara Khilafah, sebagaimana para Yahudi yang lari dari penindasan di Spanyol di abad ke-15 yang mereka disambut terbuka dan diberi kediaman oleh Khalifah Beyazid Ath-Thaani. Tanah-tanah Islam adalah rumah bagi orang-orang berbagai kepercayaan, ras dan bahasa yang semuanya mendapat manfaat dari keadilan dan keamanan yang hanya Islam yang bisa menyediakan. Memanglah, Negara Islam berhasil memupuk loyalitas yang hingga para Tentara Salib menemukan diri mereka sendiri harus berperang melawan orang-orang Kristen di Syam yang bergerak untuk mempertahankan negara mereka, negara Khilafah.

Kebangkitan, pengetahuan, dan kemakmuran Kaum Muslimin adalah monumen-monumen dalam warisan dunia. Dalam berbagai macam bidang seperti pengobatan dan astronomi, Khilafah tidaklah beberapa dekade tapi beberapa abad lebih maju dari negara-negara kontemporer. Ciri pria dan wanita terpelajar di Eropa dan kunci untuk harta karun teknologi adalah pengetahuan atas bahasanya Islam, Bahasa Arab. Selain itu, universitas-universitas Kaum Muslim adalah tujuan yang disukai bagi para pangeran dan putri Eropa.
Negara Khilafah memastikan akses ke kekayaan, tanpa terkonsentrasi di tangan segelintir orang. Selama ratusan tahun berbagai kebutuhan dasar warganegara dijamin sementara memungkinkan mereka untuk mengejar kemakmuran lebih. Jadi, ada masa di mana di Afrika, Zakat tidak perlu didistribusikan. Di bawah, berabad-abad kekuasaan Muslim, Subbenua India telah menjadi kekaguman dunia.

Di panggung dunia, Khilafah adalah negara pemimpin selama berabad-abad, bahkan tanpa rival dekat. Ia menyatukan seabrek sumberdaya Kaum Muslimin di dalam satu, Negara Khilafah, yang membentang di 3 benua. Khilafah mendefinisi-ulang politik dunia menjadi didasarkan pada keadilan dan kebenaran dan ia menjadi kekaguman bangsa-bangsa. Berita-berita keadilan Kaum Muslimin menyusul setelah pembebasan tanah-tanahnya, sehingga orang-orang memasuki Deen Allah Swt. secara berbondong-bondong. Dan bila Kaum Muslimin tanahnya dijajah, bahkan oleh kekuatan luar biasa, seperti orang-orang Tartar dan Pasukan Salib, Kaum Muslimin tidak akan menyerah pada penjajahan mereka dan akan mengakhiri penjajahan mereka.

Sungguh ketika Kaum Muslimin dimuliakan dan dikuatkan oleh deen mereka, mereka adalah contoh terbaik yang pernah dilihat dunia. Allah Swt. berfirman,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah” [Terjemah Makna Qur’an Surat (3) Ali Imran 110]

Kedinamisannya bisa kembali lagi, inshaAllah, ketika Kaum Muslimin kembali kepada rahasia kesuksesan mereka di kehidupan ini dan berikutnya, yaitu adalah penerapan Islam secara komprehensif, melalui pendirian negara Khilafah di satu atau lebih negeri Muslim yang kuat sebagai titik mula bagi penyatuan-kembali seluruh Dunia Muslim.

Pakistan, Khilafah dan Penyatuan Kembali Dunia Muslim



Pendahuluan
Pakistan – Titik mula untuk Khilafah
Pakistan, Khilafah dan Penyatuan Kembali Dunia Muslim


Meski totalnya memiliki lebih banyak daratan, laut, tentara, sumberdaya material dan pemuda-pemudi berkemampuan daripada bangsa manapun di muka bumi, Kaum Muslimin mendapati diri mereka sendiri terpecah-belah ke dalam lebih dari 60 negara, dengan kemampuan dan kendali yang lebih kecil atas berbagai urusan mereka daripada bangsa-bangsa lain yang sangat kecil yang susah dilihat di peta dunia.

Pakistan tidak terkecuali. Meskipun mempunyai angkatan bersenjata terbesar ke-7 dunia, kemampuan nuklir, populasi terbesar ke-6 di dunia, pertanian yang kaya dan beragam, sumber-sumberdaya mineral cukup besar, ia dalam kondisi menghamba pada kemauan para kolonialis, tidak mampu memenuhi potensi real-nya.

Problem fundamental yang menjangkiti Ummat hari ini adalah bahwa kedaulatan Allah Swt. tidak ditegakkan di dalam kehidupan Kaum Muslimin. Sesungguhnya, jika satu atau lebih negeri Muslim muncul sebagai negara Khilafah yang di dalamnya Islam diterapkan, ini akan menjadi titik mula yang kuat bagi penyatuan-kembali seluruh Dunia Muslim sebagai negara paling kuat.

Problem mendasar ini telah mengakibatkan banyak masalah parsial, seperti: kemiskinan, buta huruf, ketidakstabilan politik, korupsi, nepotisme, kurangnya persatuan, konsentrasi kekayaan di tangan segelintir orang, dominasi para kolonialis atas sumberdaya, penjajahan tanah-tanah kita dan penyebaran tindakan-tindakan amoral.

Adalah nyata, selama 6 dekade, siapapun yang berkuasa di Pakistan, melalui pemilihan demokratis maupun kudeta militer, absennya Islam mengakibatkan penderitaan dan kesulitan. Allah Swt. mengklarifikasi penyebab utamanya,

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit" [Terjemah Makna Qur’an Surat (20) Thaha 124]

Kegagalan kediktatoran dan demokrasi tidaklah terhindarkan karena keduanya memberikan kepada manusia hak untuk menentukan apa yang Halal dan Haram, bukannya Allah Swt. Jadi, perkara-perkara yang jelas haram di dalam Islam dan mengundang kemurkaan Allah Swt. atas Kaum Muslimin, seperti terlibat Riba (bunga), mendorong ketidaktaatan dan bekerja sama dengan kaum kafir melawan Kaum Muslim, menjadi dibolehkan di dalam sistem saat ini. Inilah juga mengapa perkara-perkara yang jelas fardhu (wajib), seperti menerapkan Hudud Allah Swt., mengirim angkatan bersenjata untuk membebaskan Tanah-Tanah Islam yang dijajah, mengamankan darah suci Kaum Muslim, melindungi Aqidah Islam dan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok, terus tertunda. Inilah mengapa Kaum Muslimin menyaksikan apa yang diperintahkan Allah Swt. dan RasulAllah Saw. diabaikan oleh para penguasa sekarang, sementara apa yang dilarang oleh Islam terus dipaksakan atas leher-leher Kaum Muslimin.

Download Buku Manifesto Hizbut Tahrir untuk Pakistan





Manifesto Hizbut Tahrir untuk Pakistan
Pakistan, Khilafah dan Penyatuan Kembali Dunia Muslim

Pakistan, Khilafah and the re-unification of the Muslim World

Hizb ut Tahrir Wilayah Pakistan

Isi
Pakistan, Khilafah dan Penyatuan Kembali Dunia Muslim
Pendahuluan
Sistem Pemerintahan
Sistem Ekonomi
Peradilan
Sistem Sosial
Media dan Informasi
Kebijakan Luar Negeri
Kebijakan Dalam Negeri
Kebijakan Pendidikan
Tentang Hizbut Tahrir
Seruan Hangat

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam