Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Senin, 22 Oktober 2012

Ancaman Islam Terhadap Imperialisme








Download Buku Seruan Perjuangan Umat Islam Untuk Memimpin Dunia

Organisasi kami (hizbut tahrir) telah tumbuh dalam kekuatan jumlah dan pengaruh selama 60 tahun, dengan tujuan jelas, tidak pernah menyimpang dari metode intelektual dan politik. Ide-ide Islam yang kami adopsi telah semakin detail dan terbangun selama puluhan tahun. Selama 12 bulan terakhir saja, Hizbut Tahrir telah menyebarkan berbagai tulisan, buku, seminar dan konferensi mengenai Krisis Finansial Global dan model ekonomi alternatif Islam; Hizbut Tahrir di Denmark, mempublikasikan makalah mengenai Copenhagen Summit tentang perubahan iklim - yang didistribusikan di konferensi itu (Hizbut Tahrir tidak dilarang di Denmark, telaah di Juni 2008 menyimpulkan untuk kedua kalinya dalam 4 tahun tidak terdapat dasar untuk pelarangan); Hizbut Tahrir di Indonesia mengadakan konferensi 6000 ulama Islam internasional di Indonesia setelah konferensi 2007 oleh Hizbut Tahrir Indonesia dengan peserta lebih dari 100.000.

Selama puluhan tahun, dunia Muslim telah berpindah dari pandangan skeptis mengenai tujuan kami (membangkitkan Islam sebagai dasar kehidupan politik dan mendirikan kembali Khilafah) ke pandangan positif yang didukung lebih dari 70% populasi menurut beberapa polling.

Tidak ada 'ancaman' dari Hizbut Tahrir terhadap kehidupan ataupun anggota badan. Para pemerintah kolonial Barat tahu hal ini dengan baik. Tapi dilema yang mereka hadapi adalah 'ancaman' bagi kelangsungan politik rezim-rezim antek di dunia Muslim yang mendahulukan kepentingan kolonial dan korporat Barat daripada kepentingan Islam dan umat Islam. Jika misi Hizbut Tahrir untuk memenangkan opini publik dan dukungan para tokoh di negeri-negeri Muslim berhasil, para "kacung otoriter" itu akan tergusur digantikan dengan sistem Islam, yang sepenuhnya akuntabel dan di mana kekuasaan adalah milik rakyat.

Ancaman lain yang mereka pikirkan adalah bahwa Hizbut Tahrir memperlihatkan dampak-dampak kerusakan jalan hidup sekular kapitalis dan membeberkan kebijakan kolonial yang melukai Islam dan kaum Muslim. Hal ini bisa merugikan kepentingan para pemerintah, tapi saya berargumen bahwa hal ini seperti menghilangkan ego dengan cermin yang merefeksikan gambaran yang buruk, tapi nyata.

Model yang kami gali dari ajaran Islam menawarkan kestabilan yang sangat dibutuhkan dunia Muslim; sementara kebijakan Inggris, Amerika dan para sekutunya adalah penyebab dan terus menggulirkan kekacauan dan keguncangan. Perjanjian Sykes-Picot, penghapusan Khilafah dan pencaplokan Palestina menusuk hati dan pusat dunia Muslim. Maka, perkara-perkara menjadi rusak dan 'anarki merajalela di dunia' karena dunia Muslim tidak lagi memiliki 'pusatnya'. Adalah 'pusat' ini yang kita berusaha dirikan kembali, karena Islam mewajibkan dan ini adalah prioritas terbesar seluruh umat Islam; dan ini memang 'mengancam' kolonialisme.

Ketika umat Islam berjuang untuk tujuan ini, para pemerintah dan pemikir Barat dengan sangat mudah melabeli kita sebagai 'ekstrimis' atau menghubungkan dengan 'terorisme' secara bohong. Namun, adalah ironi bahwa suatu ketika George Washington pernah dilabeli teroris oleh penguasa Inggris, karena dia berjuang untuk membebaskan orang-orang Amerika dari kekuasaan kolonial Inggris berdasarkan keyakinannya dalam Declaration of Independence. Dan ketika ingat bahwa seorang Inggris bernama Thomas Paine menginspirasi para pendiri Amerika, dengan pamflet provokatif yang disebut 'Common Sense' di 1776, mereka saat ini tidak mendeskripsikan dia sebagai perantara untuk memproduksi teroris, tidak juga ide-ide yang memotivasi mereka itu disebut 'ekstrim'!

Hizbut Tahrir dipengaruhi oleh Islam semata; senjata kami tidak lain adalah ide dan kata-kata; tujuan kami adalah pembebasan dunia Muslim dari kolonialisme dan penegakkan kembali Khilafah sehingga masyarakat bisa hidup dalam keamanan dan keadilan Islam dan kami sejujurnya yakin bahwa dukungan bagi sasaran ini akan tumbuh semakin kuat.

... Seharusnya tidak dibingungkan dengan yang tampaknya kontradiksi mengenai dukungan mayoritas untuk Khilafah maupun untuk sistem politik "demokratis". Hal ini karena kebanyakan umat Islam memandang istilah "demokrasi" sebagai istilah generik untuk kewajiban rakyat memilih dan meminta tanggung jawab pemerintah mereka - sesuatu yang Islam telah gariskan sekitar satu milenium sebelum negara sekular modern mengadopsi hal ini. Maka itu seharusnya tidak dianggap sebagai suatu bentuk dukungan terhadap demokrasi liberal yang dipraktekkan di Eropa Barat atau Amerika Utara karena sistem Islam berbeda secara mendasar dengan demokrasi dalam hal bahwa Syariah adalah sumber legislasinya. Hal ini, tentu, berbeda dengan ideal demokrasi, yang menyatakan bahwa pemerintah harus oleh 'rakyat' (saya katakan ideal karena kenyataannya sistem demokrasi adalah oligarki di mana hanya segelintir kaum kaya dan berkuasa yang sebenarnya mempengaruhi legislasi).

Hal ini ditemui dalam polling yang lain yang dilakukan di Pakistan tahun 2008 yang mengilustrasikan dukungan terhadap peran Islam yang lebih besar dalam kehidupan politik maupun terhadap 'demokrasi'. Dalam polling ini pertanyaan 'demokrasi' yang ditanyakan menunjuk khususnya pada "diperintah oleh para wakil yang dipilih oleh rakyat".

Sistem Islam adalah sistem di mana rakyat memilih pemimpinnya dan bisa menyingkirkan pemimpin itu jika dia melanggar kontrak bai'at. Selain itu, akuntabilitas oleh rakyat tidak hanya merupakan hak tapi juga sebuah kewajiban warga. Hal ini bisa dilakukan oleh individu, kelompok atau partai politik, atau melalui banyak cara lain - Masjid, media, atau tuntutan hukum. Selain itu, kami merancang adanya kembali sebuah institusi Islam (Mahkamah Mazalim), yang merupakan cabang dari Peradilan, yang peran satu-satunya adalah mengawasi pemimpin dan menjembatani keluhan oleh warga terhadap pemimpin.

Selain itu, dalam Negara Islam para warga non-Muslim diberi ruang dan penghormatan untuk mempraktekkan agama mereka sendiri. Jadi pernyataan dalam polling oleh Maryland University bahwa 'orang agama apapun harus bebas beribadah menurut agamanya sendiri' sepenuhnya sesuai dengan sistem yang diusung Hizbut Tahrir.

Namun, adalah lelucon bahwa (orang Barat) berbicara (pada Umat Islam) mengenai pemilihan bebas atau kedaulatan ketika hal seperti itu tidak ada di dunia Muslim sejak penghancuran Khilafah Utsmani. Tidak ada 'kedaulatan' yang hilang (karena tidak pernah ada sejak Khilafah tiada)! Sejumlah besar pasukan langsung menduduki Afghanistan, Iraq, Kuwait, Qatar, dsb. Di Pakistan, Amerika Serikat telah mengebom target-target di negeri itu dan jaringan keamanan Amerika memiliki kekuasaan bebas berkebalikan dengan keinginan populasi Pakistan.

Pemilu utamanya adalah usaha manipulatif untuk melegitimasi para diktator seperti Mubarak dan Karimov; atau diadakan dengan kerangka rancangan di mana daftar kandidat telah disetujui sebelumnya, seperti di iraq; atau campuran keduanya seperti dalam sirkus paling baru di Afghanistan.

Hizbut Tahrir tidak pernah mengklaim bahwa ia adalah satu-satunya wakil Umat Muslim. Tapi adalah fakta bahwa kami mewakili tren besar dalam Umat Islam mengenai aspirasi kesatuan Dunia Muslim, pembebasan tanah Muslim yang terjajah, penerapan Syariah dan penegakkan Khilafah.

... Waktunya telah tiba bagi para pemerintah Barat untuk menerima bahwa orang lain ingin hidup sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip mereka sendiri, dan mengakhiri campur tangan mereka yang telah menyebabkan kekacauan dan kesengsaraan tak terkira.

Kami tidak malu untuk mengguncang sistem yang ada ketika mendiskusikan konflik ideologi. Kritik kami sepenuhnya berlegitimasi dengan puluhan tahun menyaksikan usaha gagal (Barat) untuk menimpakan sistem demokrasi di dunia Muslim, melalui kekuatan langsung maupun campur tangan kolonial.

Abdul Wahid
Chairman, UK Executive Committee
Hizbut Tahrir

Minggu, 21 Oktober 2012

Penyebab Kegagalan Negara Sekular dalam Mengurus Rakyat

Kegagalan negara sekular dalam mengurus urusan rakyat di berbagai negeri Muslim adalah karena menentang perintah Allah Swt. dalam firman-Nya:
"dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu." [Terjemah Makna Qur'an Surat (5) Al-Maaidah: 49]

Pembangkangan terhadap perintah Islam inilah yang telah menghasilkan ketidakadilan; kegagalan memastikan pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, perawatan kesehatan, pendidikan dan keamanan. Ini adalah penyebab dari ketakutan dan ketidakpastian kebalikan dari keamanan, kedamaian dan kecukupan. Sungguh pelanggaran perintah Islam ini telah menghasilkan kekuasaan yang tidak sah menurut Islam dan kezaliman sehingga rakyat menjadi lemah tanpa keadilan Islam. Hukum buatan hawa nafsu manusia menguasai rakyat di mana pihak yang kuat menzalimi yang lemah. Hukum, pemikiran, konsep dan perasaan Islam terdistorsi dan menghilang; rakyat dikuasai dan diperintah oleh insting dan hawa nafsu.

Wahai Umat Islam yang lurus di antara para tokoh:
Bertakwalah kepada Allah Swt. dan kembalilah pada-Nya, dan ingatlah bahwa kalian bertanggung jawab mengenai organisasi atau partai kalian yang didasarkan pada prinsip selain Islam dan sehingga mendukung sistem tidak Islam. Adalah tugasmu untuk mengubahnya kepada jalan kebenaran dan ingatlah seruan Allah Swt.:
"Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang lalim." [Terjemah Makna Qur'an Surat (9) at-Taubah: 109]

Dan janganlah menyebabkan fitnah/kerusakan:

"dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan,"[Terjemah Makna Qur'an Surat (2) al-Baqarah: 191]

Wahai Umat Islam yang ikhlas di antara para tokoh:
Menjadi tugas dan kewajibanmu untuk mengusahakan terapnya Islam dan pemerintahan Islam sehingga kita menikmati keadilan Islam di seantero negeri. Salah satu kewajiban terpenting adalah mendakwahkan Islam hingga terlaksana sepenuhnya. Masyarakat harus diurus dan dipandang berdasarkan ideologi Islam dan kita bertanggungjawab kepada Allah Swt. atas setiap tetes darah yang tertumpah secara zalim, dan setiap kekayaan yang dijarah kaum kufar, dan setiap jiwa yang terteror dan terancam.

Ingatlah bahwa penerapan seluruh sistem Islam akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt.

Wahai Umat Islam:
Hanyalah Islam yang bisa melawan, menangkal dan menghancurkan ikatan kesukuan, kebangsaan yang terus membelenggu masyarakat dari pelaksanaan Islam dan syariahnya seutuhnya. Dan oleh karenanya, kembalilah kepada ikatan ideologi Islam sebagai saudara seakidah dengan memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah, Allah Swt. berfirman:

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Terjemah Makna Qur'an Surat (3) Ali Imran: 103]

"dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [Terjemah Makna Qur'an Surat (8) al-Anfaal: 63]

Maka tolak dan campakkan setiap ikatan kesukuan, kebangsaan, dan kenegaraan sekular karena itu bertentangan dengan Islam; dan bersama-sama hizbut tahrir marilah kita memenuhi kewajiban membuang sistem kufur serta memperjuangkan syariah dan khilafah sesuai metode kenabian; semoga kita selamat di akhirat dan dunia.


Download Buku Seruan Perjuangan Umat Islam Untuk Memimpin Dunia

Senin, 03 September 2012

Masalah Negeri Negeri Muslim


2. MASALAH-MASALAH NEGERI MUSLIM UMUMNYA


Semua negeri Muslim di Timur Tengah maupun di tempat lain menderita dari serangkaian permasalahan inti yang sama. Untuk menggambarkan hal ini, perhatikan kasus Mesir. Gambaran untuk Turki, Pakistan atau negeri Muslim manapun akan terlihat cukup sama dengan hanya beberapa variasi kecil.

Mesir: Studi Kasus


i. Politik
- Korupsi luas
- Pelanggaran kehormatan manusia harian - serangan fisik, serangan verbal, penyiksaan dan kebrutalan polisi, penahanan/pemenjaraan/penangkapan tanpa pengadilan terhadap ribuan pemuda.
- Kedudukan regional dan internasional merosot
- Bertahun-tahun menentang umat Islam di negeri tetangga seperti Palestina yang dijajah.
ii. Ekonomi
- Kesenjangan kekayaan - 2000 pebisnis dengan 24% pendapatan nasional Mesir = 200 milyar pound Mesir
- Ketergantungan pada impor makanan, energi dan barang-barang strategis lainnya
- Lebih dari 12% angkatan kerja menganggur - lebih dari 3 juta orang
- Utang lebih dari 1 trilyun pound Mesir, 63% pengeluaran pemerintah
- inflasi tinggi dengan harga barang melampaui pendapatan

iii. Kesehatan
- 8 juta anak Hep C; 29% dari anak di bawah 5 tahun di Mesir mengalami gangguan pertumbuhan; 29% anak mengalami anemia
- 26% lebih orang Mesir buta huruf
- Sekitar 12% pemuda kecanduan narkoba

iv. Pendidikan
- Tiada Universitas di Mesir yang masuk 500 besar di dunia
- Peringkat 129/134 dalam hal kualitas pendidikan pra-universitas

v. sosial
- 5,4 juta pernikahan berakhir cerai karena kemiskinan, pengangguran, hukum-hukum yang mencederai status personal
- 11 juta lebih pemuda dan pemudi tanpa nikah menyebabkan peningkatan hubungan haram dan kelahiran bayi darinya - bayi-bayi tanpa keluarga stabil

BERBAGAI PROPOSAL DARI PARTAI-PARTAI POLITIK LAIN

Adalah mengherankan, dengan situasi yang dideskripsikan di atas, untuk mempertimbangkan berbagai proposal yang dibuat untuk peningkatan oleh sejumlah partai politik di negeri-negeri Muslim. Baik melihat pada partai sekular maupun pada yang disebut partai "Islamis", program-program mereka tampak sama dalam karakteristik berikut:

- Terus patuh pada model demokrasi sarat krisis tanpa memikirkan berbagai kecacatannya.

- Tiadanya rencana mantap untuk mengurus baik tingkat utang parah maupun gejolak mata uang dan harga.

- Satu daftar program pembangunan ekonomi dan sosial ambisius tanpa ada detail bagaimana pemerintah akan diperkuat untuk membayar program-program itu.

- Ketiadaan rencana realistis untuk memperkuat eksekutif hingga mampu membuat perubahan positif dan mengawasi struktur dengan kuat untuk menjaga eksekutif tetap berjalan baik.

- Minimnya penyebutan Islam, aturan yang disebutkan hanya merupakan generalisasi tanpa arti.

- Subordinasi Islam di bawah konstitusi sekular, bukannya subordinasi konstitusi Islam di bawah Syariah.

- Kekurangan total pemahaman dan keyakinan mengenai bagaimana berbagai solusi ekonomi, politik dan sosial Islam bisa memberikan apa yang hilang dari negeri-negeri kita.

4. DOKUMEN-DOKUMEN PENDUKUNG DAN DALIL-DALIL ISLAM

Dokumen kebijakan harus dibaca bersama dengan banyak buku yang Hizb ut-Tahrir terbitkan, yang mendetailkan secara ekstensif dalil-dalil Islam dari al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw. yang dari sana berbagai prinsip dan kebijakan diambil. Satu daftar buku disediakan di Appendix. Khususnya Muqaddimah Al-Dustur, 2 volume yang mendetailkan draft konstitusi Islam dari Hizb-ut-Tahrir, menghubungkan tiap pasal dengan dalil-dalil sumbernya.

After The Arab Spring
The Islamic Khilafah
Hizb ut-Tahrir
Britain
First Edition June 2012

Kamis, 30 Agustus 2012

Penerapan Program Politik Islam Nyata sangat diperlukan

 Penerapan Program Politik Islam Nyata sangat diperlukan


Bagian I: PENDAHULUAN

1.     LATAR BELAKANG


Tiada seorangpun yang gagal terinspirasi oleh keberanian umat Islam di Timur Tengah. Di 2011 terlihat keberanian ini tumpah ke jalanan dalam bentuk penentangan di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, dan Suriah. Meski beberapa tiran telah diganti dan beberapa pemilu telah dilakukan: perjuangan masih jauh dari berakhir. Penentangan rakyat ditujukan pada para penguasa tiran, manipulasi Barat dan ditujukan pada sistem-sistem memuakkan di negeri-negeri Muslim, yang terus gagal memberikan sekadar kebutuhan dasar untuk para warga.

Meski penentangan yang terus berlanjut, kita masih punya para penguasa tiran, kita masih punya manipulasi Barat dan kita masih punya berbagai sistem yang tidak hanya gagal memenuhi kebutuhan dasar tapi juga faktanya terus mendorong kediktatoran dan campur tangan Barat.

Ini semua terjadi di masa di mana kapitalisme demokrasi Barat mengalami krisis parah dalam legitimasi ekonomi dan politik. Kegoncangan utang masif ditambah dengan kesadaran rakyatnya dan penentangan pada proses politik demokratis.

Islam adalah ideologi unik yang memberikan seperangkat solusi komprehensif dan superior dari Syariah untuk mengatur berbagai perkara masyarakat modern.

Legislasi Syariah diambil dari 4 sumber utama Islam: Qur'an, Sunnah, Ijma Sahabat (konsensus para sahabat) dan Qiyas (analogi syar'i). Penerapan dan pengarahannya difokuskan pada mengatur interaksi dalam masyarakat dan mendorong keharmonisan dengan tingkat teknologi setinggi apapun.

Faktanya, hanya solusi-solusi Syariah saja yang secara unik selaras dengan agama, nilai, budaya dan tradisi umat Islam, tanpa pandang kebangsaan.

Hizb-ut-Tahrir selama puluhan tahun bersabar menjelaskan bagaimana Syariah Islam memiliki seperangkat solusi politik, ekonomi dan sosial yang lengkap dan kuat yang pernah diterapkan. Syariah membebaskan dan memobilisasi berbagai sumberdaya, uang dan orang dengan cara yang tak tertandingi oleh perangkat aturan lain, yang kuno maupun modern.

Dalam dokumen ini, kami bertujuan untuk menunjukkan seperti apa program politik Islam nyata dan bagaimana kita bisa menerapkannya jika kita diamanahi kekuasaan.

Penerapan model Barat gagal tidak bisa memecahkan masalah kita dan tidak bisa memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat kita. Sungguh, bagi umat Islam akan menjadi kerusakan jika mengkombinasikan antara sikap mengabaikan superioritas model politik, sosial dan ekonomi Islam dengan sikap tidak taat pada Allah Swt., Sang Pencipta. Jika itu dilakukan, bagaimana mungkin umat Islam tidak berakhir dalam kerugian dan kehinaan?

Struktur politik Islam mengamankan prinsip-prinsip politik, ekonomi dan sosial yang tidak bisa diruntuhkan oleh penguasa yang jahat atau fasik. Hukum-hukum Islam meneguhkan jaminan untuk kemajuan karena arsitek hukum-hukum itu adalah Allah Swt. sendiri. Bandingkan ini dengan jaminan-jaminan kosong yang kita lihat ditawarkan oleh mereka yang mengklaim akan membangun masa depan bagi negeri-negeri Muslim.

Struktur Syariah memastikan seburuk apapun penguasa, terdapat batasan absolut bagi kerusakan yang bisa mereka timbulkan, karena para pemimpin tidak bisa mengubah atau mengabaikan Syariah tanpa dijatuhkan oleh umat Islam, sebagai pemenuhan kewajiban umat Islam. Keburukan manusia dan tindakannya diminimalkan oleh sistem Islam dan kebaikan manusia dimaksimalkan.

Sistem Barat menjamin bahwa tidak peduli sebaik atau se-soleh apapun manusia, sistem itu memaksa pembuatan keputusan untuk memihak kepentingan egois, jangka pendek, dan indivdual melebihi kepentingan masyarakat dan negara. Kemaksiatan manusia dihargai oleh sistem Barat dan kebaikan manusia disalahgunakan.

Ketaatan yang disiplin pada hukum-hukum Syariah dalam masyarakat akan menghasilkan perlindungan atau perbaikan sejumlah ideal penting: kehidupan manusia, akal sehat, harta, keturunan, agama, keamanan dan Negara. Inilah saatnya bagi kita untuk berhenti mengabaikan, mengganggu dan kurang percaya diri pada Syariah Allah Swt. dan menjadi saatnya bagi kita untuk mendayagunakan kekuatan besarnya dan memobilisasi negeri-negeri kita.

Maka, mari kita mengingat salah satu alasan bahwa solusi-solusi Islam didesain untuk mencapai negara yang kuat, makmur dan bersatu, adalah terhubung pada tujuan dasar Umat Muslim. Karena hanyalah negara yang kuat, makmur dan bersatu yang bisa mengemban misi Dakwah, pada seluruh manusia, yang telah Allah Swt. amanahkan pada umat Islam; suatu misi yang secara indah dinyatakan dalam ayat al-Qur'an berikut ini:

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." [Terjemah Makna Qur'an Surat (3):110]

After The Arab Spring
The Islamic Khilafah
Hizb ut-Tahrir
Britain
First Edition June 2012

Rabu, 08 Agustus 2012

Gerakan Politik Islam Hizbut Tahrir - Partai Pembebasan


Partaimu


“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [Terjemah Makna Qur'an Surat (3) Ali Imran 104]


Hizbut Tahrir adalah partai politik Islam global yang bekerja menegakkan kembali Khilafah di dunia Muslim. Hizbut Tahrir melakukannya dengan metode politik dan intelektual, mengikuti metode Nabi Saw.

Di barat, Hizbut Tahrir tidak bekerja untuk menegakkan kembali Khilafah di sana, tapi mendukung kerja untuk Khilafah di dunia Muslim. Hizb juga bekerja menjaga dan menguatkan nilai-nilai Islam kaum Muslim di barat, dan menyampaikan pemahaman yang benar tentang Islam kepada masyarakat non-Muslim.

Hizbut Tahrir tidaklah berafiliasi dengan pemerintah atau institusi manapun di dunia ini. Hizb berjuang melawan ide-ide, sistem dan para penguasa korup di dunia Muslim melalui jalan politik dan intelektual. Selama hidupnya, Hizbut Tahrir tidak melemah dalam perjuangan ini meski penindasan dan penyiksaan terhadap para anggotanya oleh para diktator di dunia Muslim. Meski semua penindasan itu Hizb terus berlanjut bekerja menurut metode non-kekerasan sebagaimana Rasulullah Saw. ikuti di Mekah untuk mendirikan Negara Islam di Madinah.

Semua aktivitas Hizbut Tahrir didanai oleh para anggotanya dan pendukungnya sendiri di seantero dunia. Kami mengundang saudara-saudari kami untuk menjadi bagian dari perjuangan ini, dan untuk ikut dalam bekerja memenuhi usaha-usaha yang telah secara singkat kami jelaskan dalam buklet ini.

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” [Terjemah Makna Qur'an Surat (47) Muhammad 7]

Alhamdulillahi Robbil 'Alamin

Diadaptasi dari:
A Positive Agenda for Muslims in Britain
Juli 2009
Rajab 1430
Edisi Pertama

Contact details:
Hizb ut-Tahrir Britain
Suite 301
28 Old Brompton Road
London SW7 3SS
info@hizb.org.uk

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam