Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Jumat, 01 Juli 2011

Berbagai Kejahatan Para Penguasa Antek Barat - Daftar Para Penguasa Kriminal Dunia Muslim

Berbagai Kejahatan Para Penguasa Antek Barat - Daftar Para Penguasa Kriminal Dunia Muslim




Daftar Berbagai Kejahatan Semua Penguasa Kriminal di Dunia Muslim


Kejahatan-kejahatan para penguasa kriminal itu tidaklah terhitung. Berikut

§  Kejahatan pertama adalah bahwa mereka memerintah dunia Muslim tanpa kualitas apapun. Mereka harus segera keluar dan bertobat.
§  Mereka adalah para kacung para tuan Barat seperti Amerika, Inggris, dll.
Allah Swt. berfirman dalam Qur’an yang mengagumkan, Surat Ibrahim: 3


“(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan Akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”


Nabi Saw. bersabda, Setiap pengkhianat akan punya bendera di Hari Pembalasan untuk menandai mereka menurut jumlah yang mereka khianatkan; tidak ada pengkhianat yang lebih besar pengkhianatannya daripada pemimpin rakyat.” (Hadits Riwayat Muslim dan Bukhari)

Dalam Foto: Kejahatan Satu Kriminal Mesir Hosni Mubarak

§  Merekalah yang memelihara pemecahbelahan batil di antara kita seperti garis Durand di perbatasan Pakistan dan Afghanistan untuk membantu rencana para tuan mereka untuk menunda penyatuan umat menjadi satu Negara Khilafah Islam tunggal, sebagaimana diperintahkan Allah Swt.
§  Merekalah yang menggunakan angkatan bersenjata Muslim dengan bayaran Barat dalam membantu penjajahan berlanjut melawan Islam, Umat Islam, al-Qur’an, dan Sunnah Nabi Saw., di sekeliling dunia.
§  Merekalah yang menggunakan tentara Muslim untuk menstabilkan dan membersihkan kekacauan yang ditinggalkan oleh para tuan kolonial mereka di berbagai bagian dunia di bawah selubung misi penjagaan kedamaian PBB. Ini oleh karenanya menghancurkan semangat tentara Muslim untuk melawan para kolonialis yang membunuh kaum Muslimin, menjajah tanah-tanah Muslim, melanggar kehormatan Al-Qur’an dan Nabi Saw. dan menyingkirkan keinginan untuk menjadi syahid (para martir).
§  Merekalah yang membuat pasukan perang Islam tetap di barak sementara Israel, anak dimanjanya Barat membunuh para saudara dan saudari kita, Umat Nabi Saw. tercinta di Palestina setiap hari selama 70 tahun terakhir.
§  Merekalah yang membuat angkatan bersenjata Islam ada di barak sementara Kafir Barat membunuh, menjajah dan menghina Umat Islam di berbagai bagian dunia termasuk Iraq, Afghanistan, Kashmir, Bosnia, Sudan, Somalia, dll.
§  Merekalah yang menutup perbatasan Mesir di perlintasan Rafah sementara para ibu, saudari, orangtua, anak-anak Muslim ingin berlindung masuk ke Mesir dan menyelamatkan mereka dari bom fosfor Israel, sementara membolehkan para wanita telanjang Barat masuk ke Mesir dan menikmati liburan di pantai Mediterania dengan memakai bikini.
§  Merekalah yang menerapkan hukum kafiR sekular buatan manusia, yaitu mendeklarasikan diri mereka sendiri sebagai ‘Al-Hakim’ bukannya Allah Swt. Tapi mereka memaksa Umat untuk mengikuti aturan mereka atau mereka menaruh Umat di penjara atau di penyiksaan.
§  Merekalah yang menetapkan apa yang disebut para pengkhianat sebagai ‘Bapak Bangsa’ sementara Allah Swt. telah menyatakan dalam al-Qur’an bahwa, Ibrahim a.s. sebagai bapak Umat Islam.
§  Merekalah yang menyerahkan berbagai sumberdaya Umat Islam ke tangan-tangan perusahaan kolonial dan memiskinkan Umat dari anugerah Allah Swt.
§  Merekalah yang menempatkan para pekerja untuk Khilafah dan para penyeru persatuan Umat ke dalam penjara dan menggerus mereka dengan hukuman zaman kegelapan.
§  Merekalah yang telah memaksa kaum Muslimin untuk mengikuti kapitalisme yang menyangkal peran Allah Swt. di dalam kehidupan kita. Dan banyak lagi ……..
Memanglah Allah Swt. berfirman,

“Sebelum, menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan [pembeda antara benar dan salah (Qur’an ini)]. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).” [Terjemah Makna Qur’an Surat Ali-Imran : 4]

Selain itu Abu Maryam al-Azdi meriwayatkan bahwa Rasulullah  bersabda: Siapapun yang dijadikan bertanggung jawab atas urusan-urusan kaum Muslimin dan tetap menjauh dari mereka dan tidak memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kemiskinan mereka, Allah akan tetap menjauh darinya di Hari Kebangkitan, dan tidak akan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dan kemiskinannya.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim)

Sesungguhnya Nabi Saw. bersabda, “Satu-satunya kekhawatiranku atas Umatku adalah para pemimpin sesat (yang akan menyesatkan mereka)” (Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidzi)

Oleh karena itu, bagi Umat Islam untuk mendapatkan kembali kejayaannya seperti masa lalu selama masa Nabi Muhammad Saw. dan setelahnya selama masa Khilafah Rasyidah dan periode-periode selanjutnya selama 1.300 tahun, adalah penting bahwa mereka mengenali berbagai bahaya dan hambatan itu sehingga mereka bisa memecahkan belenggu, menyingkirkan para kriminal itu, dan membuang mereka ke tong sampah sejarah dan sungguh-sungguh membebaskan Umat Islam dengan pertolongan Allah Swt.

 Berbagai Kejahatan Para Penguasa Antek Barat - Daftar Para Penguasa Kriminal Dunia Muslim
 

Sebab Alasan Ketertinggalan Umat Islam Dalam Berbagai Bidang - Para Penguasa Antek Barat

Sebab Alasan Ketertinggalan Umat Islam Dalam Berbagai Bidang - Para Penguasa Antek Barat



Alasan Ketiga: Para Penguasa Budak Barat


Sebelum mengutip ayat apapun dari Qur’an yang mulia atau Hadits apapun dari Sunnah Rasulullah Saw., mari kita amati daftar berikut ini. Pembaca yang budiman, bisakah kamu mengenali mereka? Mereka adalah semua penguasa Muslim. Tapi tahukah kamu apa yang paling mereka cintai? Kepada siapa loyalitas dan kepatuhan mereka? Kepada siapa mereka punya iman mereka? Memanglah itu adalah para tuan kolonial Kafir mereka.

Umat Islam memahami siapa mereka, di mana loyalitas mereka, apa sumber-sumber kekuatan mereka, dan apa tujuan yang mereka ingin capai. Memanglah dengan memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut dengan sangat cermat kita bisa memahami realitas mereka dengan lebih jelas.

§  Peter de la Billiere, komandan Inggris dalam Perang Teluk pertama, secara eksplisit menjelaskan pentingnya menjaga para diktator itu tetap berkuasa di dunia Islam. dia membicarakan kebutuhan untuk memelihara rezim Saudi: “Sebagaimana kita, Inggris telah mendukung sistem kekuasaan syeikh sejak kembalinya kita sendiri dari Teluk di awal 1970, dan melihatnya makmur, kita ingin bahwa itu terus berlanjut. Arab Saudi adalah teman lama kita dan telah terbukti … jadi itu adalah benar-benar dalam kepentingan-kepentingan kita bahwa negara itu dan rezimnya harus tetap stabil setelah perang. 28
28 Dari suatu buklet berjudul ‘Supporting Dictatorship and Tyranny: Traditional Tools in Western Foreign Policy’ – telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia di insidewinme.blogspot.com ‘Mendukung Kediktatoran dan Tirani: Alat-Alat Tradisional dalam Kebijakan Luar Negeri Barat’ oleh Hizb ut Tahrir Britain. Page 23-24


§  Di 1985 Joint Intelligence Committee – Komite Intelijen Gabungan Inggris mengatakan bahwa “Pemeliharaan kepentingan-kepentingan kita di negara-negara Teluk Persia bergantung pada kestabilan berlanjut di area itu. Di saat ini hanya para penguasa bisa menyediakan ini. Tidak ada rezim-rezim alternatif dalam pandangan, selain rezim-rezim yang bisa menyediakan kestabilan di mana pemeliharaan kepentingan-kepentingan Inggris bergantung. Kegagalan untuk mendukung siapapun dari penguasa itu akan melemahkan keyakinan yang lain-lainnya dalam kemampuan dan kemauan kita untuk melindungi mereka. Adalah atas keyakinan ini bahwa posisi spesial kita di Teluk utamanya berada. 29
29 Nationalist and radical movements in the Arabian Peninsula – Gerakan-Gerakan Nasionalis Dan Radikal di Semenanjung Arab, 10 February 1958, Public Record Office, CAB 158/31


§  Craig Unger, seorang penulis dan jurnalis Amerika yang baru-baru ini menulis buku berjudul ‘The Fall of the House of Bush’ berkomentar tentang hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi sebagai “Belum pernah dalam sejarah seorang presiden Amerika Serikat – dan aku benar-benar menunjuk pada kedua Presiden Bush – punya hubungan begitu dekat dengan kekuatan asing … kita punya pakta dengan Saudi Arabia dalam suatu hubungan 40 tahun yang lalu … kita dapat minyak, kita jual kepada mereka senjata-senjata, dan bagian dari pakta adalah kita tidak melihat terlalu dekat pada apa yang sebenarnya terjadi di Arab Saudi.”


§  Selain itu pada pidato di depan mantan Putra Mahkota Abdullah Arab Saudi di London tahun 2000, membicarakan tentang Raja Fahd bin Abdul Aziz, Tony Blair bilang bahwa dia adalah seorang “pria bervisi dan kepemimpinan besar”.


§  Obama di 2009 mengunjungi Timur Tengah termasuk Mesir, Turki, dan Arab Saudi. Ketika dia mengunjungi Arab Saudi, Mesir dan Turki Obama menolak mengkritik kediktatoran itu, malah memilih memuji raja KSA untuk ‘kebijaksanaan dan kedermawanannya’. Dalam wawancara dengan BBC sesaat sebelum perginya dia ke Timur Tengah, Justin Webb BBC menanyai Obama secara langsung, “Apakah kamu menilai Presiden Mubarak sebagai seorang penguasa otoritarian?” Obama menjawab “Tidak … aku cenderung tidak menggunakan label-label orang rusak”. Dia juga mendeskripsikan Mubarak sebagai suatu “kekuatan untuk stabilitas di kawasan itu”.


§  Kenneth Michael Pollack adalah seorang mantan analis dan ahli intelijen CIA ternama tentang urusan-urusan politik dan militer Timur Tengah. Dia telah melayani di staf National Security Council -  Dewan Keamanan Nasional dan telah menulis beberapa artikel dan buku mengenai hubungan-hubungan internasional. Di 2004, bukunya, ‘The Persian Puzzle: The Conflict between Iran and America – Teka-Teki Persia: Konflik antara Iran dan Amerika’ telah mendetailkan tentang hubungan-hubungan Iran-USA di balik tabir retorika publik yang terkenal dan mengatakan bahwa setelah invasi AS ke Afghanistan “Mereka [orang-orang Iran] juga menyediakan asistensi cukup besar untuk Operation Enduring Freedom. Tehran menawarkan membolehkan pesawat transport Amerika untuk lepas landas dari lapangan-lapangan udara di Iran timur untuk memandu operasi-operasi di Afganistan barat. Ia setuju untuk melakukan misi-misi cari-dan-selamatkan untuk para penerbang yang diturunkan yang jatuh melalui Iran … Orang Iran berdialog dengan Aliansi Utara dan membantu meyakinkannya bahwa Washington sangatlah serius dan bahwa oleh karenanya Aliansi Utara harus berpartisipasi penuh dalam usaha perang Amerika 30 .”
30 Kenneth Michael Pollack (2004) The Persian Puzzle: The Conflict Between Iran and America – Teka-Teki Persia: Konflik Antara Iran dan Amerika, Random House, 2004, ISBN 1-400-06315-9.


§  Akhirnya di November 2001, Tony Blair menyambut kepala junta militer Pakistan, Jenderal Musharraf, dengan mengatakan “Jadi, Pak, terima kasih banyak atas dukunganmu dan bantuanmu dan sekali lagi biarkan saya mengulang sambutan sangat hangat kami untukmu di sini.”

 Sebab Alasan Ketertinggalan Umat Islam Dalam Berbagai Bidang - Para Penguasa Antek Barat

Sebab Keterpurukan Umat Islam - Proyek Nasionalisme, Pecah Belah, Penjajahan dan Kemerdekaan

Sebab Keterpurukan Umat Islam - Proyek Nasionalisme, Pecah Belah, Penjajahan dan Kemerdekaan



Proyek Nasionalisme, Pecah Belah, Penjajahan dan Kemerdekaan


Sungguh Umat Muhammad Saw. hari ini harus memahami bahwa, batasan-batasan buatan itu ditempatkan di antara kita oleh Inggris dan Perancis dahulu di abad ke-19 dan ke-20 telah bertahan sebagai salah satu penghambat paling penting bagi umat Islam terhadap persatuan mereka. Ini adalah racun yang membuat angkatan bersenjata Iran, Mesir, Turki, Pakistan, Indonesia atau Saudi tetap di barak-barak sementara Umat di Irak, Afganistan, Pakistan, Kashmir, dan Palestina tewas di tangan kaum Kafir dan Musyrik. Memanglah kita harus menanyakan pertanyaan, ‘mengapa di tengah-tengah Arab Saudi dan Irak ada negara lain yang disebut Kuwait, sementara rakyatnya punya akidah yang sama, berbagi nasib yang sama?’; ‘Mengapa negara-negara itu terpisah, untuk siapa dan untuk tujuan apa?’

Jika seseorang mempelajari sejarah kemerdekaan sekitar 57 negara Muslim, dia akan mengamati bahwa, semua negara Muslim hari ini dahulu bersatu di bawah Khilafah Utsmani sebelum Khilafah masa Utsmani dikolonisasi oleh Inggris dan Perancis dengan bantuan para pengkhianat seperti Mir Jafor di subbenua India, Syarif Hussein, anaknya yaitu Faisal dan Abdullah, Abdul Aziz bin Saud di Arab Saudi, Mustafa Kamal di Turki dll. Selain itu, para kolonialis mendorong kaum Muslimin untuk mendirikan partai-partai politik atas dasar berbagai konsep non-Islami menyerukan kemerdekaan dan pemisahan dari Khilafah Utsmani selama abad ke-17 dan ke-18. Ini dilakukan dengan mendorong dan mendukung berbagai macam ide nasionalistis, menyeru kepada perpecahan, kesukuan, dan aspirasi batil untuk mencari kekuasaan dengan belas kasih para Kafir kolonialis. Proyek-proyek kolonial itu kemudian dipadatkan dengan pendirian partai-partai politik Arab dan Turki semacam Turkiyyah al-Fatat Party, the Union and Progress Party (juga dikenal sebagai ‘Young Turks – Turki Muda’), the Arab Independence Party, dan Covenant (al-‘Ahd) Party dll. Setelah mengkolonisasi Khilafah Utsmani mereka membagi umat menjadi lebih dari 50 potong dan diberi sesuatu yang dinamakan kemerdekaan satu demi satu hanya setelah yakin bahwa seorang budak loyal telah ditempatkan berkuasa untuk melayani mereka. Sesungguhnya semua yang menyandang gelar ‘bapak negara’ dalam dunia Islam adalah ‘para budak teruji waktu’ milik Barat. Ini adalah bagian dari kebijakan mereka ‘pecah belah dan kuasai’.

Memanglah gubernur Bombay dari 1919 ke 1924, Mountstuart Elphinstone berkomentar sangat jelas dan tegas bahwa, “Kita tidak boleh memimpikan kepemilikan sepanjang masa, tapi harus menerapkan diri kita sendiri untuk membawa orang-orang pribumi ke kekuasaan negara yang akan mengakui pemerintahan mereka sendiri dengan cara yang menguntungkan kepentingan-kepentingan kita dan juga mereka (para penguasa).”

Selain itu, setelah penghancuran Negara Khilafah Islam dan beberapa saat sebelum Perang Dunia II menteri luar negeri Inggris, ketika dia menyinggung Perdana Menteri Inggris dikutip mengatakan, “Kita harus mengakhiri segala sesuatu yang membawa persatuan Islam apapun di antara anak-anak kaum Muslim. Sebab kita telah berhasil mengakhiri Khilafah. Jadi kita harus memastikan mereka tidak pernah bangkit lagi, semua persatuan kaum Muslim baik itu persatuan budaya maupun intelektual.” Dan menteri luar negeri di hadapan House of Commons – DPR Inggris setelah Lausanne Treaty 24 Juli 1924 (perjanjian yang mengakhiri Khilafah) mengatakan “situasinya sekarang adalah bahwa Turki mati. Dan dia tidak akan pernah bangkit lagi karena kita telah menghancurkan kekuatan moralnya, Khilafah dan Islam.”

Faktanya Negara Khilafah Utsmani telah dibajak menjadi negara-negara bangsa sebagai berikut karena pengkhianatan para antek dengan bantuan kolonialis. Lihatlah!!

Berdasarkan tujuan yang mereka nyatakan ‘proyek memberi kemerdekaan’ dimulai di berbagai bagian dunia khususnya di dunia Islam. Memanglah, organisasi yang disebut ‘International Christian Community – Komunitas Kristen Internasional’ dibentuk ulang sebagai ‘International Community’ dan kemudian lagi dimodifikasi sebagai ‘League of Nations – Liga Bangsa-Bangsa’ dan akhirnya ditransformasi ke ‘United Nations – Perserikatan Bangsa-Bangsa’ menjadi kantor kolonial tetap untuk memberi atau menolak kemerdekaan berbagai bangsa. Adalah kantor Kristen kriminal ini bahwa anak haram dan dimanja Inggris yaitu ‘Israel’ disetujui sebagai negara independen. Sungguh aneh bahwa, Christian club yang memberi kemerdekaan ‘Israel’ ini memberi sertifikat kemerdekaan untuk berbagai tanah Muslim! Memanglah legalitas mereka yang digelari bapak bangsa di berbagai negara Muslim seperti Syeikh Mujib, Jinnah, Kamal Pasha, Abdul Aziz bin Saud dan lain-lainnya datang dari organisasi yang sama yang melegalisasi ‘Israel’! Sungguh suatu kopian! Bayangkan saja di awal abad ke-20 terdapat hanya sekitar 55 negara di dunia dan mayoritas pemecahan ada di Eropa dan hari ini kita punya lebih dari 210 negara independen! Faktanya dari tahun 1990 ke atas kita punya 33 negara merdeka baru. Tanah persatuan mana yang telah dipecah belah untuk menciptakan negara-negara satelit independen itu? Sesungguhnya ‘kebebasan dan kemerdekaan’ bagi negara bangsa di abad ke-19, ke-20 dan ke-21 adalah proyek kolonial. Contoh Kosovo, Ossetia Selatan, Slovakia, Palau, Serbia, Montenegro, Timor Timur, dll jelas-jelas menegaskan fakta ini. Banyak bangsa yang mungkin telah bertarung untuk ini, tapi tidak ada yang mendapatkannya. Kemerdekaan atau penjajahan suatu tanah adalah pada belas kasih UNSC – United Nations Security Council : Dewan Keamanan PBB. Penciptaan dan pengakuan Israel ini di satu sisi dan contoh Palestina dengan lebih dari 65 tahun darah dan pengorbanan di sisi yang lain adalah bukti nyata untuk ini!

Selain itu, jika seseorang memperhatikan tabel berikut, akan menjadi jauh lebih jelas bahwa, pecah belah dan penjajahan adalah proyek yang diterapkan kolonialis yang akhirnya menyelesaikan dengan memberi kemerdekaan hanya setelah menempatkan ‘antek-antek terpercaya dan cocok’ dengan ‘sistem pemerintahan’ mereka dan ‘partai-partai politik sekular (ikut dalam demokrasi)’ seperti Muslim League, Congress, Young Turks dll untuk mengubah tanah itu menjadi satu bentuk kolonialisasi tersembunyi dengan sistem mereka. Inggris telah meninggalkan subbenua India di 1947 silam namun, subbenua itu telah mendapatkan kemerdekaan sedangkan hukum Inggris masih dipraktekkan! Terlebih lagi hari ini kondisi di Iraq dengan Al-Maliki atau di Afghanistan dengan Hamid Karzai jelas-jelas menegaskan bagaimana proyek-proyek itu diulang akhir-akhir ini.

Selain itu, negara-negara seperti Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Jordan dan mayoritas bagian Eropa dan Asia tengah dll telah lebih dahulu dipecah dari Khilafah Utsmani dengan bantuan Inggris-Perancis (axis/poros aliansi 3 partai). Terlebih lagi, Inggris dan kantor kolonial Barat seperti PBB dengan mengakui mereka sebagai negara-negara independen menghindarkan Umat Islam dari mencapai persatuan di masa depan. Selain itu untuk mengaspal rencana mereka pecah belah dan pemisahan, mereka telah menciptakan organisasi yang disebut Arab League – Liga Arab atau ‘Oh! I See’ (OIC) atas dasar nasionalistis. Memanglah setelah penghancuran Khilafah di 1924, kata-kata Menteri Luar Negeri Inggris Lord Curzon tampak paling bisa mendemonstrasikan pentingnya Khilafah ketika dia mengumumkan ke House of Commons – DPR Inggris “Kita harus mengakhiri segala sesuatu yang membawa persatuan Islam apapun antara anak-anak kaum Muslim. Sebab kita telah berhasil mengakhiri Khilafah. Jadi kita harus memastikan mereka tidak pernah bangkit lagi, semua persatuan kaum Muslim apakah itu persatuan budaya atau intelektual.”

 Sebab Keterpurukan Umat Islam - Proyek Nasionalisme, Pecah Belah, Penjajahan dan Kemerdekaan
 

Alasan Kemunduran Umat Islam - Racun Paham Nasionalisme

Alasan Kemunduran Umat Islam - Racun Paham Nasionalisme



Alasan Kedua: Racun Nasionalisme


Yaitu halangan pecah belah di antara Umat Islam yaitu racun ‘Nasionalisme’. Allah Swt. mewahyukan,

Dan sesungguhnya Umat kalian ini, adalah UMAT yang SATU, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” [Terjemah Makna Qur’an Surat Al-Mukminun : 52]
Allah Swt. juga berfirman,

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali Allah (yaitu Qur’an ini), dan janganlah berpecah belah di antara kamu sendiri, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara (dalam ideologi Islam); dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Terjemah Makna Qur’an Surat Ali-Imran : 103]
Berapa banyak lagi dibutuhkan untuk menjadi jelas? Wahai Umat Muhammad Saw. tercinta, untuk berapa lama para penguasa itu akan tetap membuat kita terpecah? Untuk berapa lama mereka akan menjual perayaan-perayaan nasional dan simbol-simbol politik mereka kepada kita untuk memotong-motong kita? Memanglah nasionalisme juga telah dilarang dengan perkataan Nabi Muhammad Saw.: “Tinggalkanlah. Itu Busuk.” (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim) di mana Nabi Saw. menunjuk pada semua bentuk Ashabiyah, nasionalisme, rasisme, dan patriotisme karena itu adalah sumber perpecahan kita. Beliau Saw. telah juga bersabda, “… Orang-orang harus meninggalkan kebanggaan mereka dalam kebangsaan karena itu adalah satu bahan bakar dari bahan-bahan bakar api neraka. Jika mereka tidak meninggalkan itu Allah Swt. akan menilai mereka lebih rendah dari cacing rendah yang mendorong diri mereka sendiri melalui khur (feses).” (Hadits Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).

Juga, Rasulullah Saw. bersabda, diriwayatkan oleh Tirmidhi dan Abu Dawud, “Sesungguhnya ada orang-orang yang membanggakan nenek moyang mereka yang telah mati; tapi dalam pandangan Allah mereka lebih hina daripada kumbang hitam yang menggulung kotoran dengan hidungnya. Sungguh, Allah telah menyingkirkan darimu arogansi Masa Jahiliyah (Zaman Kebodohan) dengan kebanggaannya terhadap kebesaran nenek moyang. Manusia tidak lain adalah seorang beriman bertakwa atau pendosa yang tidak beruntung. Semua orang adalah anak Adam, dan Adam diciptakan dari tanah.”

Rasulullah Saw. juga bersabda, “Orang-orang beriman, dalam kecintaannya, saling berkasih sayang, dan ikatan dekat, adalah seperti satu badan; ketika ada bagian yang mengeluh, seluruh tubuh akan merespon dengan rasa lemah dan demam.” (Hadits Riwayat Muslim), “Orang-orang beriman adalah seperti satu orang: jika matanya menderita, seluruh tubuhnya menderita.” (Hadits Riwayat Muslim)

Akhirnya ada hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Bukanlah termasuk salah seorang dari kami orang yang menyeru pada Ashabiyah (nasionalisme/tribalisme), atau seorang yang berperang demi Asabiyah atau seorang yang mati demi Ashabiyah.”

Oleh karena itu, ide nasionalisme adalah asing dari ideologi Islam. Adalah jelas dilarang bagi Umat Islam untuk tetap tidak bersatu untuk memuaskan status quo para penguasa kita yang merupakan pihak yang langsung diuntungkan dari pemecah belahan umat setelah pemecah belahan Khilafah di tangan kolonialis. Memanglah itu suatu kelemahan kita. Adalah ‘ide tidak manusiawi’ ini yang menjadi arsitek penghancuran Negara Khilafah Islam dan masih membuat kita terpisah dan tercerai-berai.

Di titik ini adalah penting untuk mencatat bahwa, ikatan ideologis Islam berlanjut menjadi dasar hubungan-hubungan di antara Kaum Muslimin selama lebih dari seribu tahun. Islam menyatukan bangsa Arab, bangsa Barbar, bangsa Romawi, bangsa Persia dan bangsa India dan mempersatukan mereka untuk membentuk  ‘Ummatan Wahidah’ yaitu sebagai satu umat, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an.

Islam oleh karenanya, menyatukan orang tanpa pandang warna kulit, ras, kekayaan, status atau bahasa mereka. Adalah ikatan ideologi ini, berdasarkan aqidah Islam yang mantap yang menyediakan kekuatan dan kehebatan untuk Negara Khilafah Islam dalam kampanyenya untuk menyebarkan kalimat Allah Swt. ke seantero globe. Pada dasarnya, adalah ikatan ideologi Islam ini yang diusahai kaum Kufar untuk dihancurkan. Banyak usaha telah dibuat selama 1.300 tahun kekuasaan Islam untuk menekan kehebatan dan kekuatan Negara Islam.

 Alasan Kemunduran Umat Islam - Racun Paham Nasionalisme
 

Sebab-Sebab Kemerosotan Umat Islam - Penerapan Sistem Barat Sekularisme

Sebab-Sebab Kemerosotan Umat Islam - Penerapan Sistem Barat Sekularisme




Alasan-Alasan bagi Kemerosotan Umat Hari Ini


Adalah cukup jelas bahwa Umat Islam punya kesempatan sangat besar demikian untuk menjadi satu-satunya negara pemimpin dunia yang mungkin di dunia; pertanyaannya lalu mengapa dunia Islam sekarang tetap bukanlah ‘negara pemimpin terdepan’? Sebelum menginvestigasi jawaban untuk pertanyaan ini, pembaca harus lagi mendapat kepercayaan diri bahwa al-Qur’an menyatakan, artinya ‘Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?’ dalam ayat-ayat yang berulang dalam surat Ar-Rahman. Memanglah Allah Swt. telah menganugerahi kita dengan karunia-Nya yang tak terhitung. Oleh karena itu, Islam bukanlah sumber kelemahan kita. Jelas Umat Islam tidak merosot dari posisi paling atas di bumi ke posisi meyedihkan yang sekarang, karena ketaatannya pada Islam, tapi pastilah karena mengabaikan ketaatan pada Islam.

Oleh karena itu, adalah sangat penting bahwa Umat Islam membuat nyata keyakinannya terhadap Qur’an yang mulia, sehingga dia bisa benar-benar memahami alasan-alasan yang menghambatnya dari muncul sebagai negara pemimpin terdepan dunia dengan menyatukan urusan-urusan mereka di bawah Negara Khilafah Islam. Memanglah dengan obat untuk masalah-masalah itu bersama dengan visi ideologis Islam bisa membantu Umat Islam untuk mengambil kendali urusan-urusan internasional, situasinya dan politiknya sehingga tidak hanya Umat Islam tapi juga non-Islam dunia bisa hidup dalam kedamaian, harmoni, dan dalam kemakmuran.

Telaah mendalam dan jelas terhadap realitas Umat di sekeliling dunia mengungkap alasan-alasan utama yang menghalangi Umat Islam dalam pengejarannya terhadap menjadi negara pemimpin terdepan dan memenuhi tanggung jawabnya terhadap Allah Swt.

1.       Penerapan hukum sekular Barat buatan manusia dan tidak diterapkannya ideologi Islam dan arti sebenarnya ‘La ilaha il’lallahu Muhammadur RasulAllah’ yaitu sistem-sistem Islam.
2.       Penghalang yaitu pecah belah di antara Umat Islam yaitu racun ‘Nasionalisme’.

3.       Namun satu alasan yang paling penting adalah para penguasa tirani, pengkhianat di dunia Islam, yang bekerja sebagai budak upahan dan boneka para kolonialis Barat kafir.

Alasan Pertama: Implementasi Sistem Barat Sekular


Allah Swt. jelas menyebutkan dalam Qur’an,

“… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu (jalan hidup yaitu ideologi), dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhoi Islam itu jadi agama (jalan hidup yaitu ideologi) bagimu ….” [Terjemah Makna Qur’an Surat Al Maidah : 3]
Selain itu, Allah Swt. juga berfirman,

Barang siapa mencari dien (jalan hidup yaitu ideologi) selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [Terjemah Makna Qur’an Surat Ali Imran : 85]
Oleh karena itu, mereka dari kita yang mengatakan kami adalah kaum Muslimin harus menyadari bahwa, kelemahan kita bukanlah ada dalam dien kita; tapi adalah karena kita telah meninggalkan dien kita. Kita telah dipaksa meninggalkan petunjuk Qur’an dan Sunnah dan telah dipaksa untuk menerima kesesatan oleh Barat penjajah kolonial, para musuh Islam dan umat manusia. Kita telah dipaksa untuk menolak sistem politik Islam kita dan untuk menerima sekularisme dan demokrasi oleh Barat. Kita telah dipaksa untuk memasang para perdana menteri, presiden, raja, penguasa dan anggota parlemen dengan nama para wakil sebagai Al-Hakim, yaitu menyekutukan Allah Swt. memanglah itu adalah ‘dosa terberat’ di mata Allah Swt. Seberapa khianat bahwa kita menempatkan para boneka Barat di tanah kita pada posisi ‘Al-Hakim’ yaitu yang memberi hukum. Sedangkan Allah Swt. telah menyebutkan di dalam Quran,

“… Hak membuat hukum itu hanyalah kepunyaan Allah …” [Terjemah Makna Qur’an Surat Yusuf : 40]
Kita telah dipaksa untuk mengadopsi sekularisme seperti Kafir Barat, yang tidak beriman kepada Allah Swt., yang tidak beriman kepada Nabi Muhammad Saw., yang tidak beriman kepada al-Qur’an, yang tidak beriman kepada Sunnah Nabi Saw., yang tidak beriman kepada Hari Akhir, dan yang tidak beriman kepada kembalinya kita dan pertanggungjawaban kita pada Allah Swt. dan yang tidak beriman kepada Jannah dan Jahannam untuk penghargaan dan penghukuman. Memanglah mereka adalah Kafir dan kita adalah Muslim. Sejelas itulah.

Para pembaca yang budiman mohon berpikir, bagaimana bisa bahwa jalan hidup mereka menjadi jalan hidup kita, sistem politik mereka jadi sistem politik kita, sistem ekonomi mereka jadi sistem ekonomi kita, sistem sosial mereka jadi sistem sosial kita, sistem hukum mereka jadi sistem hukum kita, sistem pemerintahan mereka jadi sistem pemerintahan kita, nilai-nilai dan ide-ide mereka jadi nilai-nilai dan ide-ide kita; sementara mereka adalah Kafir dan kita adalah Muslim.

Sesungguhnya menerima demokrasi sekular adalah menentang Allah Swt., karena demokrasi bukanlah bermusyawarah sebagaimana klaim mereka yang ingin menyesatkan kita, tapi demokrasi artinya legislasi oleh manusia.

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” [Terjemah Makna Qur’an Surat An-Nisa : 65]
Sesungguhnya menerima demokrasi sekular artinya menghina dan menyangkal kehidupan dan perjuangan Nabi Saw. juga para Sahabat r.a. Itu artinya menyangkal misi Allah Swt. dalam mengutus para Nabi a.s. di masa lalu juga dalam mengutus Nabi Saw. tercinta.

Memanglah sekularisme, demokrasi, kediktatoran dll telah mengkontaminasi iman kita dan menyebabkan kita menderita di dunia ini dan menyiapkan kita untuk menghadapi hukuman di Hari Pembalasan. Memanglah demokrasi sekular ini mengatakan  ‘la ilaha illahn-nas’ bukannya  ‘la ilaha illal-lah’. Ini adalah kontradiksi langsung terhadap iman kita kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab wahyu, dan kebangkitan kembali. Demokrasi sekular adalah sistem yang membuat manusia bukannya Pencipta kita, Allah Swt. Yang Maha Perkasa sebagai ‘Al-Hakim’ yaitu pemberi hukum. Demokrasi adalah sistem yang membuat sesuatu yang dilarang di dalam Qur’an dan Sunnah menjadi dibolehkan seperti riba, perzinaan, aturan buatan manusia dll dan sesuatu yang dibolehkan dalam Qur’an dan Sunnah  menjadi dilarang seperti memerintah dengan hukum Allah, Islam politik, menyuarakan perhatian kita terhadap para saudara dan saudari kita di kawasan jajahan, penerapan Islam lengkap (kaffah), hijab, niqab, menolak nasionalisme dan di atas semua itu menyerukan Khilafah.

Oleh karena itu, adalah sesuatu yang alami bahwa kita Umat Islam tidak bisa maju dan meningkat dengan demokrasi sekular. Pembaca yang budiman, jika kamu adalah seorang Muslim, beriman kepada Allah Swt. dan percaya bahwa kamu akan bertanggung jawab kepada Allah Swt., ‘Apakah kamu benar-benar percaya bahwa aturan-aturan buatan Allah Swt. lebih buruk daripada aturan-aturan buatan Kafir tak beriman di Barat?’; ‘Apakah kamu benar-benar percaya bahwa menerima hukum buatan parlemen, dewan atau manusia manapun oleh para wakil demokratismu atau diktatormu atau rajamu atau siapapun adalah superior dan lebih baik untuk kebaikanmu di Akhirat?’; ‘Apakah kamu percaya bahwa kepatuhan terhadap legislasi buatan manusia yang tidak bisa menyelamatkan kita di Hari Pembalasan dari murka Allah Swt., bisa membawa kebaikan sedikitpun untuk kita di dunia ini?’; ‘Apakah kamu percaya bahwa terdapat perbedaan antara para penguasa itu dengan Firaun, kecuali bahwa para penguasa itu hanya menutupi klaim ini sementara Firaun secara terbuka menyatakan dirinya sendiri sebagai ‘Tuhan’’?; dan akhirnya ‘Apakah kamu percaya bahwa Allah itu tidak mengetahui urusan-urusan duniawi kita, sementara Dia Swt. adalah Maha Mengetahui?’ (……...naudhuubillah). Sungguh kita Umat Muhammad Saw. bebas dari dosa menjijikkan semacam itu.

Jelas tidak ada bangsa yang bisa makmur dengan menyangkal identitasnya, dengan mengabaikan keyakinan pokoknya, dengan mengabaikan pandangan hidupnya. Karena identitasnya dan pandangan hidupnya mendefinisikan apa kesuksesan dan apa kegagalan bagi bangsa. Sekali bangsa menolak identitasnya dan jalan hidupnya, bangsa itu gagal seperti ‘air terjun hanya terjun ke bawah dari atas gunung’. Itu tidak terhindarkan. Tidak ada yang bisa menghentikannya.

Allah Swt. jelas menyatakan dalam Al-Qur’an,

“…. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” [Terjemah Makna Qur’an Surat Al-Baqarah : 85]
Oleh karena itu, sekalinya para penguasa kita menolak sistem Islam dalam urusan-urusan kehidupan kita dan mengurung Islam hanya dalam sholat dan puasa sebagaimana dituntunkan para tuan Barat Kafir sekularis mereka, hasil lebih baik apa yang bisa kita harapkan? Sebagai contoh mereka telah mengambil ‘IMF dan Bank Dunia’ sebagai ‘Ar-Razzaq’ bukannya menerapkan kebijakan-kebijakan ‘sistem ekonomi Islam’. Hasil alaminya adalah kemiskinan berlanjut dan ‘kolonialisasi ekonomi’ terhadap Umat Islam di tangan orang-orang Barat. Hasilnya adalah kekebalan berbagai organisasi multinasional dan pemerintah Barat dalam menikmati menggarong, menggondol berbagai sumberdaya kita dengan membayar suap murah pada para penguasa kita, sementara Umat hidup dalam kondisi parah. Mereka telah menimpakan demokrasi sekular dan kediktatoran sebagai ‘nidzam ul-hukm – sistem pemerintahan’ bukannya ‘Khilafah Islam’ yang sesuai petunjuk. Hasil alaminya adalah korupsi perpetual, birokrasi busuk, tidak ada akuntabilitas dalam sistem politik dan administratif. Oleh karena itu, adalah alami bahwa Umat Islam meski adalah
yaitu umat manusia terbaik gagal untuk menjadi pemimpin dunia, untuk menjadi negara pemimpin terdepan dunia karena dia dipaksa menerima sistem sekular buatan manusia dengan rezim-rezim tiran, demokratis dan diktatorial keji di dunia Islam.

 Sebab-Sebab Kemerosotan Umat Islam - Penerapan Sistem Barat Sekularisme
 

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam