Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam
Selasa, 03 Februari 2009
Rabu, 28 Januari 2009
Yahudi Nasrani Takkan Senang Padamu
LAPORAN #6
SERI HIMMATY
oleh Annas I. Wibowo
YAHUDI DAN NASRANI TIDAK AKAN SENANG PADAMU
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)." Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. [QS. Al Baqarah 120]
Ingat: Al Qur'an berlaku sepanjang masa. Artinya: selama-lamanya hal ini bahwa yahudi dan nasrani tidak akan senang dengan Islam dan selalu berusaha menyesatkan / merusak moral kaum muslimin akan terjadi terus.
Ayat 120 surat Al Baqarah ini jelas memperingatkan kaum muslimin mengenai sikap dan kebencian mereka yahudi dan nasrani terhadap kaum muslimin / agama Islam.
Ayat ini menunjuk yahudi dan nasrani secara umum / secara keseluruhan / as a whole. Dengan pengecualian mereka yang “baik-baik” yang tidak menyombongkan diri.
(dulu orang nasrani tidak selalu kristen)
Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. [QS. Al Maa'idah 82]
Siapapun yang tidak setuju dengan ayat 120 Al Baqarah ini berarti menolak kebenaran, memilah-milah ayat-ayat Allah, menerima sebagian dan menolak sebagian, seperti perilaku para ahli kitab yang mencampur adukkan yang haq dengan yang batil.
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil[203], dan menyembunyikan kebenaran[204], padahal kamu mengetahuinya? [QS. Ali 'Imran 71]
[203] Yaitu: menutupi firman-firman Allah yang termaktub dalam Taurat dan Injil dengan perkataan-perkataan yang dibuat-buat mereka (ahli Kitab) sendiri.
[204] Maksudnya: kebenaran tentang kenabian Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat dan Injil.
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?." [QS. Ali 'Imran 98]
Atau seperti perilaku orang yahudi dan nasrani yang menyombongkan diri dan yang melanggar janji dan yang suka mengubah ayat-ayat Allah
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya[407], dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [Al Maa'idah 13]
[407] Maksudnya: merobah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.
Kita harus waspada dan siap menentang kesesatan yahudi dan nasrani, yaitu dengan teguh pada pendirian: “petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar”. Tidak mengikuti kemauan yahudi dan nasrani yang jelas selalu mengajak pada kesesatan.
PENTING: yahudi dan nasrani mengajak mengikuti agama mereka terjadi dalam beberapa derajat yang pada esensinya sama. Sering kita dengar para penceramah / da'i memberitahu kita bahwa “mengikuti agama mereka” dalam ayat ini berarti juga mengikuti jalan hidup mereka / gaya hidup mereka / aturan-aturan hidup mereka / budaya mereka.
Jika KTP seorang muslim tidak berubah menjadi yahudi atau nasrani, mereka yahudi dan nasrani sudah sangat senang jika kaum muslimin setuju dan menjadi sama budayanya dengan mereka, menjadi berpendapat sama dengan mereka, menjadi menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Mereka yahudi dan nasrani akan seperti syetan mentertawakan seorang ber-KTP Islam tapi setuju jika manusia tidak harus menutup aurat.
Contoh yang lain yang termasuk agama mereka yahudi dan nasrani: seorang ber-KTP Islam memakan apapun yang haram atau tidak membenci kegiatan tersebut, berjoget ria menampakkan aurat, minum minuman keras atau tidak membenci kegiatan tersebut, mengumbar aurat di sinetron atau film atau tidak membenci adanya hal itu, setuju dengan pornografi, tidak melaksanakan shalat, menjual minuman keras, cinta dunia gila harta, sombong, menggosip atau ghibah atau tidak membenci terjadinya hal itu, pacaran atau mendekati zina atau tidak membenci hal itu, dll kemungkaran kesesatan.
Jika hal-hal itu dilakukan, maka setan bangsa jin dan manusia yang banyak jumlahnya akan tertawa lebar senang mendapat teman lebih banyak untuk menghuni neraka.
Contoh lainnya lagi mengharamkan yang halal: tidak setuju berpoligaminya orang yang telah memenuhi syarat-syarat berpoligami, tidak setuju pernikahan dini, tidak setuju syariat Islam.
Banyak sekali bukti yang telah terjadi mengenai kebenaran ayat 120 surat Al Baqarah ini. Usaha kristenisasi, penghancuran moral masyarakat mayoritas Islam melalui berbagai media massa maupun kegiatan ekonomi / bisnis, perusakan akidah dengan membiayai organisasi munafik sesat, silakan cari sendiri bukti lain yang banyak.
Kita harus mewaspadai republika edisi ahad 25 januari 2009 dan juga edisi-edisi lainnya semuanya.
Ayat 120 surat Al Baqarah BUKAN berarti umat Islam boleh tidak mengakui eksistensi umat yahudi dan nasrani dan yang lainnya seperti yang dilakukan israel atas bangsa Palestina. Umat Islam harus mempertahankan diri dari tipu daya musuh sesuai dengan syariat, juga untuk memelihara diri dan keluarga dari siksa neraka. Islam mengharuskan muslimin muslimat mengikuti syariat yang mengharamkan berlaku dzolim terhadap siapapun.
Ayat 120 surat Al Baqarah TIDAK BISA DITUDUH sebagai pemicu kerusuhan / kedzoliman sehingga harus diberi tafsir yang sama sekali lain untuk menghindari kerusakan / bencana yang dikhawatirkan. Dilarang menyembunyikan kebenaran (QS. Ali 'Imran 71). Ayat 120 Al Baqarah ini SAMA SEKALI TIDAK menjadikan orang boleh berlaku dzolim.
Jangan asal percaya pada omongan orang meskipun bergelar doktor dari universitas al azhar mesir yang juga ketua ini ketua itu yang membolehkan ucapan selamat natal, yang cenderung pluralis, yang menolak ayat 120 surat Al Baqarah yang artinya telah jelas dan mengatakan bahwa ayat ini: orang menyalah artikan sbb. yahudi dan nasrani ingin mengubah orang Islam jadi menganut agama mereka dan menyatakan bahwa hal itu tidak benar karena yahudi bukan agama dakwah, yahudi itu eksklusif, maka dia berkesimpulan kalau ayat itu tidak dapat diartikan apa adanya karena tidak sesuai kenyataan dan dia membuat / setuju dengan tafsirnya sendiri yang sama sekali berbeda dengan maksud ayat itu karena dia merasa berhak membuat tafsir seenaknya sendiri tanpa memperhatikan ayat-ayat Al Qur'an yang lain dan bukti-bukti nyata.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa'idah 51]
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. [Al Maa'idah 52]
Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: "Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?" Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi. [Al Maa'idah 53]
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, [At Taubah 34]
Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. [Al Maa'idah 14]
Note: Orang salah mengartikan ayat 120 Al Baqarah? Orang tidak mengartikan ayat ini. Orang tidak melakukan apapun terhadap ayat ini. Orang hanya MEMBACA ayat ini. It Means What It Says! TIDAK MUNGKIN ayat ini salah. Tidak mungkin bunyi ayat ini salah. Tidak mungkin makna tersurat ayat ini salah.
Orang kristen adalah orang kafir (dulu orang nasrani tidak selalu berarti kristen)
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al Maa'idah 17]
segala ayat yang berkenaan dengan orang kafir berlaku juga bagi orang kristen
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka[1391]. [Muhammad 1]
[1391] Maksudnya: Semua amal perbuatan mereka tidak mendapat bimbingan dari Allah, tidak dihargai dan tidak mendapat pahala.
Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). [Al A'raaf 202]
Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, [An Nisaa' 160]
Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk." Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik." [Al Baqarah 135]
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. [An Nahl 88]
Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. [Al A'raaf 199]
Alhamdulillah
Kamis, 25 September 2008
KOREKSI KRITIK ARTIKEL RISALAH JUM'AT
-->
Rabu, 24 September 2008
KEJAYAAN UMAT KAUM MUSLIMIN
KEJAYAAN ADA DALAM MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH
KEJAYAAN UMAT KAUM MUSLIMIN
KEJAYAAN ADA DALAM KETAATAN
KEJAYAAN ADA DALAM SYARIAH
Keyakinan yang sempurna bahwa semua kejayaan di dunia dan akhirat tidak akan bisa terwujud kecuali dengan melaksanakan perintah-perintah Allah ta'ala dengan mengikuti cara Nabi SAW.
KEJAYAAN ADA DALAM SYARIAT
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS [33] Al Ahzab 36)
Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya [313] datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS [4] An Nisaa' 64)
[313] Ialah: berhakim kepada selain Nabi Muhammad s.a.w.
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS [59] Al Hasyr 7)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS [33] Al Ahzab 21)
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS [24] An Nuur 63)
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS [16] An Nahl 97)
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS [33] Al Ahzab 71)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS [3] Ali 'Imran 31)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (QS [19] Maryam 96)
Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya. (QS [20] Thaahaa 112)
Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS [65] Ath Thalaaq 2)
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS [65] Ath Thalaaq 3)
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS [6] Al An'aam 6)
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS [18] Al Kahfi 46)
Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS [16] An Nahl 96)
Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (QS [28] Al Qashash 60)
Alhamdulillah, Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya
























