Senin, 08 September 2008

SOMBONG MENYOMBONGKAN KESOMBONGAN


Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang



38. Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab[472], kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. [QS Al An'aam]

[472]. sebahagian mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.



Manusia adalah umat seperti binatang juga

Kesombongan adalah sangat merugikan

Orang yang mati dalam keadaan sombong tidak akan masuk surga

Dalam hadits qudsi, kesombongan / kebesaran hanyalah Yang Maha Kuasa saja yang boleh memiliki

Dalam hadits disebutkan, orang sombong adalah meremehkan manusia dan tidak mau menerima kebenaran

Laporan #4

Seri Himmaty

SOMBONG SUDAH KUNO

Sun 07/Sep 08 Oleh Annas I. Wibowo

Meremehkan manusia:

  • berlaku dzolim terhadap manusia

  • menganggap dirinya lebih tinggi daripada orang lain atau seseorang lantaran lebih kaya / lebih banyak harta / berpendidikan tinggi / berteman dengan orang sombong

  • Tidak bersikap santun pada kalangan bawah

  • berusaha menyesatkan manusia, menghalang-halangi dari jalan Allah SWT

  • membenci sesuatu tidak karena Allah SWT tapi karena hawa nafsu / dugaan sendiri


Tidak mau menerima kebenaran:

  • tidak mau mengerti agama dengan benar

  • membenci orang-orang yang soleh, yang benar

  • karena sangat mencintai dunia dan takut mati

  • karena tipis iman, memandang surga tidak begitu nyata, neraka semakin samar

  • karena mengatribusikan kesuksesannya seluruhnya pada dirinya sendiri bukan seluruhnya karena Yang Maha Pemurah dan Penyayang, tidak iman pada qadha qadar

  • Karena tidak menggunakan pikiran untuk memahami, tidak menggunakan mata hati untuk melihat tanda-tanda kebesaranNya


Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi untuk sombong.

Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi berbanyak-banyakkan harta untuk menyombongi orang-orang yang tidak kita sukai.

Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi tidak mengerti agama. Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi menuruti budaya buatan masyarakat penuh kebodohan tidak berdasar Islam membuat sesat jauh dari jalan keselamatan. Sekarang ini sudah bukan jamannya mengalahkan kepentingan akhirat kita untuk dapat penghormatan manusia / human being / mamalia homo sapien.


Bisakah seorang manusia di hadapan Yang Maha Kuasa di akhirat mengatakan “oh, aku hanya terpengaruh masyarakat. Tempat di mana aku tinggal banyak orang yang ternyata fasik. Mereka jumlahnya banyak. Dan banyak juga yang berkuasa. Aku jadi menyepelekan masa depan akhiratku. Oh, aku jadi terpengaruh lalai dan sesat.”

38. Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka." Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui." [QS Al A'raaf]

39. Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan." [QS Al A'raaf]

Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi menyepelekan agama demi kepentingan lainnya yang jelas kalah penting. Apalagi berbagai acara tayangan televisi indonesia penuh dengan upaya-upaya orang-orang fasik indonesia menyesatkan umat Islam indonesia. Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi berbangga-banggaan gelar dan jabatan. Yang seperti seperti itu sudah KUNO.

Sheikh Yusuf Estes menyatakan: “Siapa peduli jika tidak mau Islam. Ini bukan kontes arab. Satu-satunya kontes adalah dirimu dengan hawa nafsumu sendiri.” “Jika kamu ingin masuk surga, ini Islam jalannya, jika kamu mau menempuhnya, tapi ini tidak akan mudah,” “Kita harus mau give up something di dunia ini untuk mendapat jatah di dunia selanjutnya. Ini sedikit mahal, but it's worth it.”


1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu 2. sampai kamu masuk ke dalam kubur. 3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), 4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. 5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, 6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, 7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin 8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). [QS At Takaatsur]


7. Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, 8. mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan. [QS Yunus]


13. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. [QS Al Baqarah]


11. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: "Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan", dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki. [QS Al Jumu'ah]


107. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. 108. Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai. [QS An Nahl]


73. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?" [QS Maryam]


27. Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." [QS Huud]

Doa Muslimin

Pengaruh Stardut

Alhamdulillah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda