Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Jumat, 01 Juli 2011

Kesalahan Teori Demokrasi dan Pasar Bebas Meningkatkan Pembangunan - Pembantahan Konsep Demokrasi

  Kesalahan Teori Demokrasi dan Pasar Bebas Meningkatkan Pembangunan - Pembantahan Konsep Demokrasi
 



Bab: 4
Kekuatan Ekonomi dan Industri Negara Khilafah yang Baru Terbit

Pembangunan Ekonomi: Pembantahan Kebohongan


Selama puluhan tahun, dunia barat telah berusaha untuk menampilkan demokrasi sekular, yang menyerukan manusia untuk menjadi ‘Al-Hakim (sang pemberi hukum)’ bukannya Allah Swt., sebagai sistem pemerintahan satu-satunya yang masuk akal untuk kemakmuran suatu negara khususnya dalam bidang industrialisasi dan pembangunan ekonomi. Salah satu alasan fundamental yang dikutip untuk kemiskinan ekonomi di dunia Islam hari ini adalah kurangnya demokrasi. Keterkaitan antara demokrasi, pembangunan dan hak-hak manusia disebutkan di 1993 deklarasi Vienna oleh UNESCO. Mancur Olsen (University of Maryland), ahli ekonomi kapitalis terkenal, dalam buku berpenghargaannya ‘Power and Prosperity – Kekuatan dan Kemakmuran’ (2000) menunjukkan bahwa demokrasi umumnya berkembang dan melaju secara relatif dibanding sistem-sistem pemerintahan lain. Olsen berargumen bahwa di bawah anarki hanya ada insentif untuk mencuri dan menghancurkan, sementara seorang diktator memiliki insentif untuk mendorong ke suatu derajat tertentu kesuksesan ekonomi, karena dia akan berharap bisa berkuasa cukup lama untuk mengambil bagian dari itu.
Lagi, Jan Fidrmuc (2003) bekerja dengan data  Commonwealth of Independent States (CIS) – Persemakmuran Negara-Negara Merdeka dan berbagai rezim mantan komunis lain telah menyatakan bahwa demokrasi mendorong kemajuan dalam liberalisasi ekonomi. Campos (1994) juga telah menunjukkan suatu hubungan yang secara umum positif antara demokrasi dan pembangunan. Michael T. Rock (2009) bekerja dengan data Asia telah menolak hipotesis bahwa demokrasi memperlambat pertumbuhan dan menunjukkan bahwa demokrasi menyebabkan naiknya pertumbuhan dan investasi. Selain itu, ribuan paper yang mirip dengan itu menunjukkan bahwa, demokrasi adalah persyaratan bagi pembangunan. Teori-teori itu telah membuat kagum para intelektual antek Barat di dunia Muslim untuk mengkampanyekan institusionalisasi demokrasi dan pasar bebas di tanah-tanah Muslim tanpa memahami motif sebenarnya para kekuatan kolonial kapitalis mengenai seruan demokrasi dan kebijakan pasar bebas mereka.
Namun, juga terdapat beberapa paper akademis yang mengkritik validitas kesimpulan semacam itu. Sebagai contoh, Christian Bjørnskov (2010) dengan mengeksplorasi data pendapatan per lima bagian (quintiles) yang diturunkan dari World Income Inequality Database – Database Ketimpangan Pendapatan Dunia untuk 88 negara sedang berkembang, telah menemukan bahwa bantuan asing dan demokrasi secara bersama-sama berkaitan dengan porsi pendapatan lebih tinggi bagi (pihak) seperlima atas (upper quintile). Oleh karena itu dia menyimpulkan bahwa ini adalah alasan bagi teori (menyerukan demokrasi dan bantuan asing) untuk dijual dan diterapkan oleh para elit politik dan akademisi negara-negara itu. Selain itu, temuan Sirowy dan Inkeles (1991) mendukung suatu hubungan negatif antara demokrasi dan pembangunan.
Hari ini kita punya berbagai temuan lagi dan lagi yang tidak mendukung ide bahwa demokrasi punya andil bagi pembangunan. Memanglah terdapat sejumlah cara kita bisa mencerahkan diri kita sendiri. Tapi cara yang terbaik adalah ‘tidak mendengarkan teori-teori Barat (kecuali untuk sains dan teknologi)’, yang telah mewarisi gen kebohongan sejak sejarahnya dahulu, penipuan dan kolonialisasi bagian-bagian lain dunia. Lihat saja Pakistan sebagai contoh. Di bawah kepemimpinan dikatator Jenderal Pervez Musharaf Pakistan berada pada tepi kebangkrutan sementara di bawah Asif Ali Zardari yang demokratis Pakistan telah menjadi bangsa yang secara teknisnya bangkrut. Pakistan telah dibuat gagal selama 60 tahun terakhir di bawah sistem sekular. Contoh yang lain adalah Bangladesh. Selama 20 tahun terakhir Bangladesh mempraktekkan demokrasi. Faktanya Bangladesh memulai dengan sekitar 48% kemiskinan di 1990 lalu, sementara hari ini sekitar 51% masih hidup di bawah kemiskinan! Selain itu pertimbangkan kasus-kasus berikut ini:
§  Bangladesh telah mempraktekkan demokrasi selama 20 tahun terakhir. Ia dianggap sebagai salah satu model demokrasi terbaik di dunia Islam. Berkebalikan dengan Kuwait, Arab Saudi, Arab Emirates, Qatar, Brunei dll yang diperintah oleh kerajaan. Negara mana yang lebih berkembang secara ekonomi? Tentu bukan Bangladesh!!

§  New Zealand – Selandia Baru adalah demokrasi tertua di dunia (1907), sementara Amerika Serikat mengadopsi demokrasi di 1965. Negara mana yang lebih berkembang secara ekonomi?

§  China, Russia (tadinya USSR) dan Jerman jelas membuktikan bahwa demokrasi bukanlah suatu persyaratan untuk pembangunan ekonomi. Itu adalah bukti pasti bahwa banyak hal bisa dicapai tanpa demokrasi. Rusia dan Cina tampak berlangsung cukup baik tanpa mengikuti contoh demokrasi liberal Barat dan bahkan dalam beberapa kasus mereka menantang model itu dengan menyepelekannya (Adnan Khan, Geopolitical Myths – Mitos-Mitos Geopolitik, 2009)
Oleh karena itu memang itu (demokrasi meningkatkan pembangunan) adalah suatu teori yang salah! Selain itu, terdapat teori lain yang diajukan oleh Barat mengenai pembangunan ekonomi dan industrialisasi. Yang satu ini dikenal sebagai pengadopsian sistem pasar bebas.
Namun , melihat pada pembangunan ekonomi di masa lalu, seperti yang di Inggris, Jerman, Amerika Serikat, USSR, dan Jepang dan China hari ini, adalah jelas bahwa kekuatan-kekuatan dunia itu telah berkembang dengan baik sebelum pengadopsian ide kebijakan pasar bebas, sementara pertumbuhan Cina adalah karena militerisasi komplek-komplek industri.
Inggris sebagai contoh, dulu sangatlah sukses dalam mengeruk kebanyakan dari bahan-bahan mentah dan pasar-pasar dunia yang bisa diakses. Dulu adalah ambisi kolonial teritorial di bawah selubung berbagai kepentingan perdagangan yang mendikte pertumbuhan Kerajaan Inggris awal. Mantan East Indian Company – Perusahaan India Timur adalah suatu pengingat historis. Tidak ada orang di dunia ini percaya bahwa, Inggris berkembang karena selama periode 1700-an revolusi industri di Inggris diperintah dengan demokrasi dan dengan perekonomian pasar bebas!! Pernikahan antara pasar bebas dan pembangunan adalah kebohongan nyata. Faktanya pembangunan ekonomi dan industri Inggris berakar dalam berbagai kebijakan maritim oleh English King Henry VII yang mendukung kemajuan saintifik baru bagi bahan-bahan mentah melalui kolonialisasi.
Lagi kemajuan saintifik Inggris semakin terbantu oleh fakta bahwa Inggris butuh menjadi efisien dalam mendapatkan sumber material-material mentah seiring mereka berkompetisi dengan para kolonialis Eropa masa lalu lainnya seperti Belanda, Perancis, Portugis dsb. Dengan penggunaan strategi-strategi promosi industri Inggris, ketika ia mencapai puncaknya di abad ke-18, bernavigasi di laut dalam mencari kekayaan di sekeliling globe. Program kolonialisasi agresif ini meneguhkan posisi Inggris di dunia dan mengubah pertempuran dari diperjuangkan demi teritori menjadi demi pasar-pasar dunia. Adalah mesin perang kolonial ini yang mendorong sejumlah besar penelitian saintifik Inggris, inovasi, dan cara-cara baru mengorganisasi pekerja dan strategi militer. Demokrasi dan yang disebut dengan nilai-nilai liberal datang setelah itu hanya untuk meredakan dunia setelah ia mengkolonialisasi berbagai teritori; (Adnan Khan, Geopolitical Myths, 2009).

Mengenai Cina, jika model pembangunan ekonomi dan industrialisasi China adalah yang kuat untuk dipertimbangkan di dunia saat ini, kita harus kembali ke periode 1978 ketika mereka memulai untuk memprioritaskan pertimbangan-pertimbangan militer yang mendominasi pembangunan sains dan teknologi. Mao, mantan penguasa Cina telah menyatakan tujuannya membentuk komplek-komplek ‘militerisasi’ di atas semua kebutuhan lain. ‘militerisasi’ ini membentuk dasar kebijakan Deng Xao Ping. Tujuannya Deng adalah untuk mendiversifikasi perekonomian dalam rangka supaya dasar industri Cina bisa berkontribusi tidak hanya untuk pertahanan nasional tapi juga pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran sipil. Petunjuk 16 Karakter oleh Deng di awal 1980 membuat hal ini menjadi jelas ‘mengintegrasikan produksi militer dan sipil; tapi memastikan untuk mengimbangi persyaratan-persyaratan (kualitas) militer; mempertahankan kemampuan militer; menggunakan perekonomian sipil untuk melayani modernisasi militer’ (Adnan Khan, Membangun Dunia Muslim Terindustrialisasi; 2009 di Khilafah.com) - ‘integrating military and civilian production; but making sure to balance  the military requirements; maintaining military capability; using the civilian  economy to serve military modernization’ (Adnan Khan, Constructing a Industrialized Islamic world; 2009 at Khilafah.com)
Bahkan jika seseorang setuju bahwa Barat telah berkembang secara ekonomi hingga tingkat tertentu, meski begitu, berdiri di 2010 setelah menyaksikan berbagai ekonomi di Barat meleleh jatuh satu demi satu termasuk Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Yunani, Italia, Spanyol, Portugal, Irlandia dll tampak bahwa negara-negara demokratis sekular itu tetap saja gagal di hadapan rakyatnya dengan ketidakstabilan ekonominya seiring waktu. Selain itu perkaranya bukanlah sekedar kestabilan pembangunan; tetapi juga kualitas pembangunannya. Richard Robbins dalam buku berpenghargaannya ‘Global Problems and the Culture of Capitalism – Masalah-Masalah Global dan Budaya Kapitalisme’ mengkonfirmasi hal ini ketika dia berkata “Munculnya Kapitalisme mewakili suatu budaya yang dalam banyak aspek adalah yang paling sukses yang pernah diluncurkan dalam hal mengakomodasi jumlah besar individu dalam kenyamanan dan kemewahan relatif dan absolut. Namun, Ia tidaklah cukup sukses dalam mengintegrasikan semua dalam pengukuran yang sama, dan kegagalannya di sini tetap salah satu masalahnya yang utama.” Secara jujur Mr. Richard Robbins telah mengatakan separuh kebenaran. Kebenarannya adalah bahwa, karena kapitalisme dan pengadopsian pasar bebas, kemiskinan adalah kondisi bagi mayoritas rakyat dunia. 3 milyar orang di dunia hidup dengan kurang dari 2 dollar sehari, dunia ketiga berhutang lebih dari 1.2 trilyun utang, 1.3 miliar orang yang lain hidup dengan kurang dari 1 dollar per hari; 1.3 milyar orang tidak punya akses ke air bersih; 3 milyar orang tidak punya akses pada sanitasi dan 2 milyar orang tidak punya akses ke listrik. Negara-negara sedang berkembang sekarang membelanjakan $13 pembayaran utang untuk setiap $1 utang yang diterima dan 80% populasi dunia hidup dengan kurang dari $10 sehari. 1% orang terkaya di dunia memiliki 40% kekayaan planet ini dan hanya 10% dari populasi dunia memiliki 85% dari aset-aset dunia. Sementara ini adalah rapor sistem kapitalis Barat, Islam berkebalikan dengan itu selama lebih dari 1300 tahun menerapkan sistem ekonomi Islam tanpa ada resesi apapun, keruntuhan ekonomi dan tanpa satupun krisis ekonomi dalam seluruh sejarahnya. Oleh karena itu keterbelakangan ekonomi dunia Islam saat ini bukanlah karena mereka tidak mengadopsi demokrasi sekular dan pasar bebas; tapi adalah karena sebaliknya. Selain itu tidak juga akan Negara Islam membidik suatu model pembangunan yang tidak realistis, bergejolak, yang tetap membuat lebih dari 1.2 milyar orang global kelaparan sementara industri busana menghasilkan pendapatan lebih dari anggaran militer dunia! Oleh karena itu meski terjadi kegagalan mereka dalam mengurus urusan ekonomi rakyatnya dengan kemakmuran yang awet terjaga, demokrasi kapitalis sekular menyerang Islam dan sistemnya untuk menutupi prinsip-prinsip dan nilai Islam di satu sisi dan untuk menyembunyikan kesenjangan, keterbelakangan ekonomi, ketimpangan masif yang diciptakan oleh senjata pemusnah massal (kapitalisme) di sisi yang lain.
Dalam realitanya terdapat faktor-faktor yang dengannya suatu negara bisa berkembang dan akhirnya menjadi negara pemimpin terdepan. Memanglah kekuatan ekonomi dan industri adalah salah satunya. Pertamanya dimulai dengan kemampuan untuk memiliki kemandirian dalam produksi pangan; dan kemudian ketersediaan material-material mentah murah khususnya energi, kemajuan teknologi, industrialisasi, tersedianya tenaga kerja, pasar domestik yang cukup, dan di atas semua itu suatu model untuk kemakmuran ekonomi untuk mencapai pertumbuhan yang terjaga. Ini memanglah membantu bangsa dalam ambisinya untuk menjadi negara pemimpin nomor satu di dunia.




 Kesalahan Teori Demokrasi dan Pasar Bebas Meningkatkan Pembangunan - Pembantahan Konsep Demokrasi

Kembalinya Pasukan Islam - Pasukan Tentara Islam akan Kembali

Kembalinya Pasukan Islam - Pasukan Tentara Islam akan Kembali



Kebijakan Kafir Barat Untuk Mengekang Semangat Pasukan Islam



Absennya Negara Khilafah Islam adalah pengungkit strategis yang besar bagi kekuatan-kekuatan Barat. Bahkan merekalah yang berkonspirasi dan melucuti otoritas luas Negara Khilafah Islam. Namun, Umat Islam terus memeluk ideologi Islam walaupun ketiadaan Negara Khilafah Islam. Barat memahami fakta ini bahwa Umat Islam berdiri tegak untuk dien-nya. Barat memahami itu, pemisahan fisik dan penghapusan Khilafah tidaklah cukup untuk menutup ancaman-ancaman keamanan mereka dari Umat Islam. Mereka memahami bahwa jikalau angkatan bersenjata Islam dengan suatu cara mengusahakan untuk bersatu itu akan membukukan sejarah kolonialisme Barat dan ideologi kriminal pembunuh ke dalam museum. Terlebih lagi bahkan tanpa kehadiran Negara Khilafah Islam ukuran raksasa kapasitas angkatan bersenjata Islam di seantero benua adalah ancaman konstan bagi mereka. Oleh karena itu Barat telah mendesain berbagai macam kebijakan untuk menekan dan membunuh semangat pasukan tentara Islam yang berani. Rencana jahat ini punya berbagai gaya dan cara termasuk menempatkan pasukan tentara Muslim untuk bekerja “secara sewaan” dalam misi PBB di mana para kolonialis telah meninggalkan jejak kebrutalannya. Karena absennya Negara Khilafah, Barat telah memaksa pasukan tentara Islam untuk melakukan berbagai macam latihan militer bersama dengan Amerika Serikat atau dengan kekuatan-kekuatan Barat lainnya, dan bahkan dalam kejadian yang paling menghina dipaksa menjalankan ‘perang melawan Islam’ di kawasan demi kawasan atas nama kontra terorisme. Benar-benar model jahat pengendalian baik hati maupun fisik angkatan bersenjata Muslim! Dengan desain jahat itu Amerika berharap menjaga kendali ketatnya atas militer luas Muslim!


Pasukan Islam Akan Bangkit Kembali


Kaum Muslimin adalah Kaum Muslimin. Mereka adalah istimewa. Memanglah dalam desain jahatnya Amerika gagal untuk menyadari bahwa Kaum Muslimin bukanlah Red Indians. Meskipun Amerika mungkin lupa, tapi angkatan bersenjata Muslim tidak akan lupa luka-luka dan penderitaan para saudara-saudari Muslim mereka di Abu Ghraib, Bagram, Fallujah, Gaza, Iraq, Palestina, Kashmir, Chechnya, Bosnia, Pakistan, dan di Afghanistan dalam ketiadaan Negara Khilafah Islam. Bala tentara Muslim jelas tidak akan melupakan berbagai penderitaan dan penyiksaan tak terungkap atas para saudari mereka seperti Fatima di Abu Ghraib atau Dr. Afia Siddiqi yang oleh presiden kriminal Pakistan diserahkan kepada Kuffar Amerika demi dollar. Memanglah reaksi pasukan tentara Mesir dalam protesnya atas keputusan Hosni Mubarak untuk menutup penyeberangan Rafah dan memaksa orang-orang Gaza untuk menderita di tangan Israel adalah salah satu contoh demikian. Oleh karena itu, para tentara Muslim dengan akidah Islam yang murni, yakin pada Allah Swt., dan dilejitkan dengan semangat para jenderal generasi-generasi lalu seperti Khalid bin Walid (r.a.), Hamza Ibn Abdul Mu’ttalib (r.a.), Osama bin Zayid (r.a.), Ali Ibn Abi Taleb (r.a.), Salahuddin Ayubi, Muhammad Al Fateh, Muhammad bin Qasim dan lain-lainnya adalah suatu ancaman konstan bagi Barat. Memang, jika Khalid bin Walid atau Salahuddin al-Ayubi versi hari ini bangkit kembali di bawah kepemimpinan Negara Khilafah Islam, tidak David Petraeus, Stanley McChrystal atau Richard Dannatt–nya Barat akan berani untuk melawannya.
Akhirnya, sejarah peradaban manusia adalah saksi bahwa militer Negara Khilafah Islam telah menjadi kekuatan ‘kebaikan dan stabilitas’ untuk dunia selama berkuasanya. Walaupun mempunyai amunisi fisik dan kemampuan yang melimpah dan juga kekuatan militer terbesar di dunia, harus tidak ada yang melupakan fakta untuk siapa angkatan bersenjata Islam bertarung. Apa sumber motivasi mereka? Di mana letak kekuatan mereka? Apa yang membuat mereka sangat ganas dalam memerangi pasukan Kuffar, para musuh Allah Swt.? Apa yang menahan mereka bahkan di medan perang jika seseorang menawarkan perjanjian damai?
Memanglah motivasinya datang dari perintah dan bujukan Allah Swt. ketika Dia Swt. berfirman,


“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah (kerusakan) dan supaya agama (jalan hidup) itu semata-mata untuk Allah. ...” [Terjemah Makna Qur’an Surat Al-Anfal : 39]

Selain itu, “Seorang laki-laki berkata, ‘Wahai Rasulullah Saw., bolehkanlah melancong (siyaha) bagiku.’ Nabi Saw. menjawab ‘melancong (siyaha) Umatku adalah Jihad (Hadits Riwayat Abu Dawud).” Di Hadits lain Nabi Saw. bersabda “Aku telah diberi kemenangan melalui takutnya musuh, sejauh perjalanan sebulan (Hadits Riwayat Bukhari).”


Dengan motivasi, inspirasi, pemahaman jernih tentang penyebab pertarungan mereka ini, angkatan bersenjata Islam telah dan selalu menjadi militer tak tertandingi dunia yang dengan pertolongan Allah Swt. akan menjaga bumi dari kerusakan sekali lagi ketika kembalinya Negara Khilafah Islam. Memanglah contoh-contoh historis peperangan besar, contohnya ‘Perang Badar’, ‘Perang Yarmuk’, ‘Perang AinJalut’ dan banyak lagi perang melawan pasukan salib dan Kufar seperti yang dipimpin oleh Salahudin Ayubi, Saifuddin Kudus, Mohammed al-Fateh, Tariq bin Zayeed, Muhammad Bin Kasheem dan yang lebih akhir ‘Harb ur-Ramadhan’ tahun 1974 oleh pasukan tentara Muslim Mesir telah menjadi testimoni jelas akan vitalitas, keberanian dan keganasan tak tertandingi angkatan bersenjata Islam dalam berperang untuk agamanya dan tujuannya ‘Jannah - Surga’. Orang juga harus ingat bahwa, sementara pasukan Kafir berperang, mereka mengusahakan korban tentaranya minimal karena mereka tidak mengharapkan apapun di dunia selanjutnya. Maka mereka menjadi terturunkan motivasinya dan mereka meninggalkan melayani militer sebagaimana terjadi di Amerika Serikat hari ini. Sementara angkatan bersenjata Islam dalam perangnya untuk agama melawan tentara kuffar di bawah komando Khalifah, bercerita untuk menjadi martir – syahid dan mencium manisnya Jannah – Surga dalam kematiannya. Memanglah kaum kufar cinta hidup sementara tentara Islam cinta untuk mati dalam kemartiran – kesyahidan. Pemahaman bahwa kematian adalah tak terhindarkan dan tidak ada kematian yang lebih baik daripada kematian demi keridhoan Allah Swt. adalah suatu kehormatan bagi tentara Islam yang beriman. Sesungguhnya kepada-Nya Swt. kembalinya kita semua.

Kembalinya Pasukan Islam - Pasukan Tentara Islam akan Kembali

Kemampuan Militer Dunia Islam - Kemampuan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim

Kemampuan Militer Dunia Islam - Kemampuan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim



Kemampuan Militer Dunia Islam


Bagi bangsa manapun kemampuan militer hari ini secara garis besar dibagi menjadi tiga area utama. Itu termasuk Pasukan Darat, Pasukan Udara dan Pasukan Laut.
Dalam hal karakteristik umum dari berbagai kemampuan militer, menurut suatu laporan 2008 dunia Islam punya lebih banyak orang yang cocok untuk pelayanan militer. Faktanya hanya 5 negara paling kuat di dunia Islam (Pakistan, Indonesia, Mesir, Iran dan Turki) yang memiliki hampir dua kali lipat (217.67 juta) populasi yang cocok untuk militer dibandingkan dengan yang dimiliki oleh kekuatan global saat ini yaitu Amerika Serikat (118 juta). Satu diskusi singkat tentang posisi komparatif kemampuan militer dunia Islam direpresentasikan oleh 5 tanah Muslim yang paling kuat melawan AS telah dipertimbangkan untuk menjelaskan realitas Umat Islam untuk menjadi satu-satunya kekuatan global dunia di tahun-tahun yang akan datang dengan terbitnya negara Khilafah Islam yang benar.
§  Mengenai Pasukan Darat, di tahun 2008 AS mempunyai 29.920 senjata berbasis darat sedangkan dunia Islam yang diwakili hanya oleh 5 negara punya hampir ekuivalen 27.519 senjata berbasis darat.
Selain itu, data yang agak tua tahun 2001 menunjukkan bahwa AS punya 5.178 artileri tarik dibandingkan 9.333 artileri tarik di dunia Islam. Amerika Serikat punya 7.851 tank dibanding 8.704 tank dunia Islam. Terlebih lagi, selain dari 5 negara itu, Syria punya 4.100 tank, Bangladesh punya 1.980 tank, Kazakhstan punya 1.266, Yaman punya 1.250, Yordania punya 1.179, KSA punya 1.055, Algeria punya 950, Maroko punya 871, Libya punya 800, dan negeri-negeri Muslim lainnya punya tank konvensional maupun yang canggih. Dunia Islam diwakili oleh 5 negara (Pakistan, Indonesia, Mesir, Iran dan Turki) mempunyai 3.300 pengangkut-bersenjata tentara, 2.012 sistem roket jamak, 13.118 motor, 13.687 senjata kendali anti-tank, 5.779 senjata anti-pesawat. Selain itu, Iran, Turki dan Pakistan bisa memproduksi tank-tank modern dan tingkat lanjut.

§  Mengenai Pasukan Udara, Amerika Serikat punya 18.169 pesawat dibanding dengan 5 negara Muslim utama yang totalnya 3.536 pesawat. Selain itu, AS punya 4.593 helikopter dibanding 1.055 helikopter dunia Islam yang diwakili oleh Pakistan, Indonesia, Mesir, Iran dan Turki. Meskipun negeri-negeri Muslim yang lain seperti Bangladesh, KSA, Libya dll. punya beberapa ribu jet tempur, tetap saja dunia Islam tertinggal di area ini. Namun, bisa dikatakan bahwa, negara-negara seperti Iran bisa memproduksi jet tempur seperti ‘HESA Azarakhsh’ yang telah dikembangkan hingga generasi ke-5, sementara yang terakhir ‘HESA Saeqeh’ punya daya jangkau 3000 km. Pengebom-pengebom tempur itu punya kemampuan untuk melacak pesawat musuh, terlibat pertarungan, membidik lokasi di darat, dan mengangkut serangkaian senjata dan amunisi 4 . Pakistan Aeronautical Complex – Komplek Aeronautika Pakistan juga telah mengembangkan MFI-17 Mushshak yang digunakan sebagai pelatih oleh pasukan udara Pakistan. Fasilitas itu juga melakukan pemeliharaan pada berbagai jet tempur seperti F-16 dan Dassault Mirage 5. Pakistan dan Cina bersama-sama mengembangkan JF-17 Thunder (jet tempur generasi ke-4). Pakistan juga telah menciptakan misil jarak jauh yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Selain itu Turki mampu memproduksi jet tempur F-35, helikopter. Terlebih lagi, Turki bisa memproduksi drone – pesawat tanpa awak dan juga memiliki teknologi perangkat lunak yang sangat modern hingga ke standar global.



§  Mengenai Pasukan Laut, dunia Islam memiliki sekitar 400 kapal angkatan laut dibandingkan AS total 1.559. Namun, kekuatan kapal dagang dunia Muslim ada lebih dari 4 kali lebih tinggi daripada yang dimiliki Amerika Serikat.

Selain itu, hanya 5 negeri Muslim utama yang punya 27 pelabuhan utama termasuk selat Malaka, selat Hormuz, Terusan Suez, Teluk Bengal, Tanduk Afrika, selat teluk Bosphorus dan Persia. Tempat-tempat itu bisa menyediakan kesempatan unik untuk mengendalikan lokasi-lokasi geostrategis dunia untuk angkatan laut di bawah kepemimpinan masa depan Negara Khilafah Islam. Faktanya sewaktu kembalinya Negara Khilafah Islam, dunia Islam bisa dengan mudah mengambil kendali rute-rute bisnis dunia dan kendali penuh Laut India karena terletak di batas Bangladesh, Pakistan, dan Indonesia. Selain itu dunia Islam bisa punya kendali penuh atas Mediterrania, Teluk Persia dan Laut Merah juga.

Terlebih lagi dunia Islam punya sekitar 33 kapal selam dibandingkan 50 kapal selam AS. Dunia Islam punya jumlah frigate – kapal perang medium yang ekuivalen, dua kali jumlah kapal patroli dan pantai, dan dua kali jumlah kapal amfibi dibanding kekuatan global sekarang Amerika Serikat per statistik 2007. Selain itu, baik Pakistan maupun Turki bisa memproduksi kapal selam. Tapi dunia Islam tidak punya kapal tempur penghancur – destroyer dan pengangkut pesawat yang penting di dunia hari ini. Namun, selisih ini bisa dengan mudah disingkirkan oleh kemampuan dunia Islam mempertahankan kehadiran pada skala global di berbagai benua melalui jangkauan geografisnya sendiri.

Memanglah kemampuan militer dunia Islam adalah ancaman konstan bagi Amerika Serikat. Perhatian Amerika telah mengganda dengan tes senjata nuklir di Pakistan. Memang salah satu tempat yang paling mungkin untuk kembalinya Khilafah yaitu Pakistan adalah negara nuklir. Misil-misil balistik Pakistan bisa membawa hulu-hulu ledak nuklir. Iran juga telah menguasai teknologi nuklir. Libya dicurigai memiliki hulu-hulu ledak nuklir. Turki di bawah perjanjian NATO yang sekarang mempunyai lebih dari 90 hulu ledak nuklir B-61. Yang 50 di antaranya disimpan di Incirlik Air Base – Basis Udara Incirlik, dan 40 lainnya di bawah kepemilikannya dan hulu-hulu ledak itu dipelihara oleh angkatan bersenjata Turki. Selain itu, Kazakhstan punya reaktor nuklir yang dinamai reaktor nuklir BN-350 di Aktau, didesain dan cocok untuk memproduksi senjata bertaraf plutonium. Meskipun di November 1997 Presiden Nursultan Nazarbayev menandatangani perjanjian-perjanjian dengan A.S. untuk memberikan bahan bakar yang terpakai di reaktor ini ke pengawasan IAEA, tetap saja reaktor ini ada di Kazakhstan. Terlebih lagi, baik Iran dan Pakistan telah mengembangkan misil-misil balistik antar benua juga misil-misil jangkauan jauh yang mampu melintasi jarak sekitar 2000-3000 km. Dan dengan populasi muda  yang besar yang berkemampuan pelayanan militer dan dengan sumberdaya-sumberdaya energi besar, logistik yang tersedia, Negara Khilafah Islam bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan militer apapun dalam hitungan bulan dengan ‘kebijakan industri militernya’.

Kemampuan Militer Dunia Islam - Kemampuan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim

Kekuatan Militer Dunia Islam - Kekuatan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim

Kekuatan Militer Dunia Islam - Kekuatan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim






Bab: 3
Kekuatan Militer Negara Khilafah yang Baru Terbit

Pendahuluan:



Jalan untuk dilalui untuk ke negara pemimpin nomor satu membutuhkan berbagai hal di antaranya suatu militer kuat, bermotivasi dan besar. Bahkan peran militer dalam mempertahankan, melindungi dan menyebarkan pondasi-pondasi ideologi bangsa adalah kepentingan yang besar.
Sebagai contoh, Jonathan (2007) dalam artikelnya ‘‘Chinese Military Power: What Vexes the United States and Why?’ – ‘Kekuatan Militer Cina: Apa yang Mengganggu Amerika Serikat dan Mengapa?‘ berargumen bahwa pembangunan kekuatan militer selama dekade yang lalu menimbulkan debat yang cukup banyak atas artinya dan berbagai konsekuensinya bagi kepentingan keamanan Amerika. Dia menyimpulkan bahwa, China sekarang adalah suatu kekuatan utama yang baru datang menurut hampir semua kriteria relevan kekuatan, dengan para pembuat kebijakan A.S. secara konklusif menetapkan berbagai implikasi modernisasi militer China terhadap kepentingan-kepentingan keamanan Amerika. Meskipun pasti bahwa Cina bukanlah kekuatan global dan juga bukan kekuatan besar tapi jelas suatu kekuatan regional dengan implikasi-implikasi internasional.
Oleh karena itu, tidak ada debat bahwa kekuatan militer adalah kriteria pasti kekuatan untuk muncul sebagai negara pemimpin nomor satu di dunia. Itu adalah salah satu sumber vital kekuatan negara karena militer secara fisik mempertahankan, melindungi dan membantu ide bangsa untuk disebarkan ke seluruh dunia. Seiring waktu kekuatan militer berbagai negara telah memperkuat kedudukannya di dunia. ‘Perang Dingin’ antara bekas USSR dan USA memberi kesaksian bahwa kehebatan militer dan jangkauan globalnya telah membantu kekuatan-kekuatan itu untuk menjaga roda dunia bi-polar di abad lalu tetap bergerak.
Diagram: Pembelanjaan Militer Global, 2010

Pentingnya kekuatan militer sebagai pendorong utama untuk tetap dalam posisi negara-negara pemimpin digambarkan oleh anggaran pertahanan AS atau Rusia, Cina atau Inggris Raya. Bahkan selama resesi keuangan dan ekonomi terburuk beberapa tahun yang lalu, tidak ada negara-negara itu yang menurunkan anggaran pertahanannya.

Melihat tabel USA sebagai contoh, meski krisis finansial AS telah meningkatkan anggaran pertahanannya. Di 2009, AS membelanjakan sekitar 46% dari anggaran pertahanan seluruh dunia yaitu hampir setengah dari seluruh dunia! Dan itu tidak menunjukkan tanda pengurangan. Data 10 tahun terakhir abad ke-20 ini menunjukkan bahwa, anggaran pertahanan USA terus meningkat.
Tabel: Anggaran Pertahanan Nasional Amerika Serikat

 Sumber: Laicie Olson, Growth in US Defense Spending Centre for Arms Control and Non-Ploriferation, March 2009

Oleh karena itu, bukanlah rahasia bahwa, bagi suatu ‘negara pemimpin nomor satu’ untuk menetapkan politik internasional dan pondasi-pondasinya, kehebatan militer memainkan peran krusial. Namun, apakah suatu pembelanjaan raksasa seperti AS diperlukan atau tidak, membutuhkan investigasi.

Suatu pemahaman umum tentang Amerika Serikat adalah bahwa, ia telah menjadi negara pemimpin tapi sifat dasarnya AS adalah kekuatan kolonialis yang mengeksploitasi bangsa-bangsa lain dengan cara-cara dan gaya-gaya brutal, mengerikan, dan kolonial dan menghasilkan kebencian. Ini adalah penjelasan tepat atas pembelanjaan besar militernya. Mungkin AS adalah satu-satunya negara pemimpin seperti kembaran terdahulunya, USSR, yang bertarung melawan negara paling lemah di dunia yaitu Afghanistan. Ia mungkin satu-satunya kekuatan utama, yang menghancurkan buaian peradaban manusia yaitu Baghdad.

Statistika Komparatif Status Militer Dunia Islam


Dunia Islam mempunyai potensi untuk menjadi suatu pabrik pembangkit militer besar dengan militer aktif kombinasian 5.59 juta. Faktanya ini jauh lebih tinggi daripada kekuatan global sekarang Amerika Serikat, yang telah berencana untuk mempertahankan supremasi hagemonik tak tertandingi atas seluruh dunia setelah jatuhnya USSR di 1990-an. Faktanya AS hanya punya 1.47 juta personel militer aktif; sementara Russia punya 1.037, China punya 2.25, dan dua anggota permanen lain Perancis dan Inggris punya secuil 0.26 dan 0.24 juta militer aktif.
Dunia Islam keseluruhan mempunyai sekitar 0.4 juta angkatan bersenjata aktif lebih banyak dibandingkan dengan total semua anggota permanen Dewan Keamanan PBB, yang bertindak sebagai otoritas resmi keamanan dunia. Terlebih lagi, dunia Islam memiliki sekitar 0.6 juta militer aktif lebih banyak dibanding total BRIC (Brazil, Russia, India dan China). Meskipun 5 anggota dewan keamanan secara bersama-sama punya lebih banyak simpanan pasukan dibanding total dunia Islam, tapi total dunia Islam punya lebih banyak simpanan pasukan daripada AS, Rusia, Cina, Perancis, Inggris secara terpisah. Selain itu jikalau ada perang yang mungkin antara Negara Khilafah masa depan dan kekuatan-kekuatan Barat, pasukan paramiliter akan memainkan peran penting. Karena pasukan-pasukan paramiliter itu bisa bekerja sebagai pasukan tempur, menjalani perang-perang gerilya, dan bisa bekerja sebagai staf pendukung bagi perang.
Adalah mengagumkan untuk diketahui bahwa keseluruhan dunia memiliki 20.526 juta pasukan paramiliter, 11.32 juta dari itu miliknya dunia Islam. Satu negara Muslim tunggal yaitu Iran mempunyai lebih dari 11 kali lebih banyak pasukan paramiliter daripada kombinasian 5 anggota permanen DK-PBB itu. Terlebih lagi, Iran punya lebih dari 5 kali lebih banyak pasukan paramiliter daripada jumlah kombinasian BRIC.
Dalam hal pasukan militer total, dunia Islam mengalahkan jumlah setiap anggota permanen Dewan Keamanan baik secara terpisah maupun tergabung. Faktanya, dunia Islam mengalahkan jumlah group BRIC juga. Pasukan militer kombinasian dunia Islam adalah 22.42 juta sementara 5 anggota permanen Dewan Keamanan PBB punya 15.95 juta dan BRIC secara tergabung punya 17.53. tabel berikut ini menerangi fakta-fakta mengenai posisi militer dunia Islam dan kekuatan-kekuatan utama dunia termasuk BRIC (Brazil, Russia, India dan China).


Tabel: Kekuatan Militer Komparatif dalam Kekuatan-Kekuatan Besar Dunia termasuk dunia Islam tersatukan di bawah Khilafah (dalam Juta)
Sumber: CIA Fact Books about Various Countries. [Diakses pada 10 Agustus 2010]
Kekuatan militer umat Muhammad Saw. ini berskala semacam itu, membuatnya jelas, mengapa berbagai kekuatan Barat sangatlah cemas tentang dunia Islam. Ini juga membuat jelas bagi pengamat internasional, para pembuat kebijakan atau para pemikir manapun tentang alasan mengapa kekuatan-kekuatan Barat bekerja siang dan malam untuk menjaga dunia Islam terpisahkan secara fisik dari satu sama lain dengan batasan batil seperti garis Durand antara Pakistan dan Afghanistan. Ini juga membuat jelas mengapa ide nasionalisme terus dijaga tetap hidup di dunia Muslim sebagai suatu cara untuk menjaganya tetap terpisahkan dan membawa bencana atas Umat yaitu perang Irak-Iran, perang Afghan-Pakistan dll atau pembagian tak perlu seperti Syiah atau Sunni.

Dari fakta-fakta dan diagram di atas adalah sangat jelas bahwa, kehebatan militer dunia Islam tidak tertandingi dan tidak ada duanya. Adalah berharga untuk disebutkan bahwa laporan oleh Steven Kull et. al. (April,2007) dipublikasikan oleh Maryland University di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa kebanyakan responden (di 5 negara besar Muslim) mengekspresikan dukungan kuat terhadap meluasnya peran Islam dalam masyarakat mereka. Mayoritas besar di kebanyakan negara – rata-rata 71 persen (39% sangat setuju) – setuju dengan tujuan mensyaratkan “penerapan tegas hukum Syariah di setiap negeri Islam.”
Faktanya sebulat mungkin bahwa mayoritas itu yaitu lebih dari 64% setuju dengan sasaran ambisius ‘untuk menyatukan negeri-negeri Muslim menjadi Negara Islam tunggal atau Khilafah’. Memanglah dengan dukungan kuat publik kembalinya Negara Khilafah Islam akan berarti pembentukan kembali keseimbangan kekuatan global dinamis dengan prospek militer kuatnya. Khilafah hampir bisa secara instan mengarahkan kondisi dunia dengan kapasitas besar militernya.

Kekuatan Militer Dunia Islam - Kekuatan Angkatan Bersenjata Negeri-Negeri Muslim

Download Buku Kemunculan Tata Dunia Baru: Negara Khilafah Islam [PDF]

Pertumbuhan Populasi Negatif Dunia Barat - Pertumbuhan Umat Islam

Pertumbuhan Populasi Negatif Dunia Barat - Pertumbuhan Umat Islam



Skenario Kaum Muslimin di Dunia Barat




Kontrol populasi telah menjadi salah satu pondasi strategi dunia sekular Barat untuk mengembangkan suatu negara! Setidaknya inilah apa yang telah mereka serukan dan terapkan di negara dunia ke-tiga khususnya di dunia Islam. Namun, hari ini diri mereka sendiri menghadapi kepunahan dengan mengikuti resep semacam itu. Nyatanya terdapat sejumlah besar negara-negara Eropa yang sedang menghadapi pertumbuhan populasi negatif bersama dengan masalah populasi yang menua.
Tabel: Negara-Negara dengan Tingkat Pertumbuhan Populasi Negatif 2050


Matt Rosenberg (Januari 2010) dengan data terakhir dari ‘Population Reference Bureau’ berargumen bahwa terdapat 20 negara di dunia dengan pertumbuhan populasi alami negatif atau nol. Ini belum pernah terjadi di dunia sebelumnya! Kecuali beberapa negara, hampir semua negara-negara itu adalah di dunia Barat khususnya di Uni Eropa. Namun ini tanpa mempertimbangkan para imigran. Bahkan dengan para imigran hanya 1 dari 20 negara (yaitu Austria) diharapkan tumbuh antara tahun 2006 dan 2050 dan semua negara lainnya diekspektasi mengalami tingkat pertumbuhan populasi negatif!!



Melihat pada sejarah Yunani dan Italia, mereka dulunya adalah buaian peradaban. Jerman, Jepang dan Rusia tetap dianggap sebagai para pemain global dunia. Namun, negara-negara itu berusaha menjual ide “kontrol populasi atau keluarga berencana” sekarang berada pada ujung kepunahan. Ini karena; menurut penelitian, dalam rangka bagi suatu kebudayaan untuk mempertahankan dirinya sendiri untuk lebih dari 25 tahun harus terdapat tingkat kesuburan 2.11. Secara historis tidak ada kebudayaan yang pernah hidup kembali dengan tingkat kesuburan 1.9, sementara dengan tingkat 1.3 adalah tidak mungkin untuk hidup kembali. Karena dibutuhkan 80-100 tahun untuk mengembalikan suatu kebudayaan dan tidak ada model ekonomi dan politik kecuali Islam untuk mempertahankan suatu kebudayaan untuk periode sedemikian lama khususnya di dunia hari ini di mana ‘perubahan’ adalah satu-satunya konstanta.

Sekarang dengan menyusutnya populasi maka begitu pula kebudayaannya. Per tahun 2007 1.8 adalah tingkat kesuburan di Perancis, 1.6 di Inggris, 1.3 di Yunani, 1.3 di Germany, 1.2 di Italia, dan cuma 1.1 di Spanyol. Di seantero Uni Eropa ber-31 negara, tingkat kesuburan di 2007 hanyalah 1.38. Riset historis memberitahu kita bahwa angka-angka itu tidak mungkin untuk dibalikkan. Tapi populasi Eropa tidaklah menurun terutama karena jasa para imigran dan kebanyakan adalah para imigran Muslim yang menguji syaraf fanatis yang disebut demokrasi sekular. Hanya dalam beberapa tahun Eropa yang kita kenal hari ini tidak akan sama lagi!


Dari semua pertumbuhan populasi di Eropa sejak 1990; 90% dari mereka adalah imigrasi Muslim. Sebagai contoh di Perancis jumlah anak per keluarga adalah 1.8, namun di keluarga Muslim tingkatnya adalah 8.1. Di Perancis Selatan, dahulunya salah satu kawasan gereja paling banyak di dunia, sekarang terdapat lebih banyak Masjid daripada gereja dan 30% anak-anak usia 20 dan lebih muda adalah Muslim.

Di kota-kota Perancis lebih besar seperti Nice, Mersey dan Paris angka itu telah tumbuh menjadi 45%. Menginjak 2027, 1 dari 5 anak-anak akan dilahirkan dalam keluarga Muslim. Demikian pula dalam 30 tahun terakhir populasi Muslim di Inggris telah tumbuh dari 82.000 ke 2.5 juta merupakan peningkatan lipat 30. Terdapat sekitar 1000 masjid; banyak darinya adalah mantan gereja. Di Belanda 50% semua kelahiran baru adalah Muslim dan hanya dalam 15 tahun separuh dari seluruh populasi akan menjadi Muslim.

Di Rusia 1 dari 5 adalah Muslim. Satu laporan statistik mengatakan bahwa 40% dari seluruh angkatan bersenjata Rusia akan menjadi Muslim hanya dalam beberapa tahun. Sekarang di Belgia 25% dari seluruh populasi dan 50% yang baru lahir adalah Muslim. Pemerintah Belgium menyatakan bahwa 1 dari 3 bayi baru akan dilahirkan dalam keluarga Muslim. Pemerintah German dalam pernyataan baru-baru ini mengatakan bahwa kejatuhan populasi Jerman tidak bisa dihentikan lagi. Luncurannya ke bawah tidak bisa lagi dibalikkan. Jerman akan menjadi negara mayoritas Islam pada 2050. Faktanya, pada 4 Oktober 2010, Presiden Jerman dalam suatu upacara untuk merayakan memori persatuan mereka mengatakan bahwa, ‘Islam sekarang adalah bagian dari Jerman’. Hari ini ada 53 juta Muslim di Eropa. Pemerintah Jerman mengatakan bahwa jumlah itu diekspektasi mengganda dalam 20 tahun mendatang menjadikannya 106 juta.


Tabel: Tren Pertumbuhan Populasi di Eropa dan Lima Negara Muslim Besar dari 1960-2050 (dalam Juta)
Sumber: Population Division of the Department of Economic and Social Affairs of the United Nations Secretariat, World Population Prospects: The 2008 Revision, http://esa.un.org/unpp, Saturday, August 14, 2010; 10:14:41 AM



Demikian juga di Canada tingkat kesuburannya 1.6, hampir 0.5 poin di bawah apa yang dibutuhkan dan Islam adalah agama yang paling cepat tumbuh di Kanada. Dari 2001 ke 2006 populasi di Canada naik sebanyak 1.6 juta, dengan 1.2 dari itu adalah para imigran. Di Amerika Serikat tingkat kesuburan warga negaranya saat ini adalah 1.6. Tapi dengan masuknya populasi Latino itu mencapai 2.11. Di 1970 terdapat 100.000 Muslim di AS. Hari ini di 2008 terdapat 9 juta Muslim di Amerika Serikat. Dunia sedang berubah. Masyarakat Muslim di USA mengatakan bahwa kita harus menyadari fakta bahwa dalam 30 tahun lagi akan ada 50 juta Muslim tinggal di AS. Dan memang Islam adalah agama paling cepat tumbuh di Amerika Serikat dan di Eropa. BBC melaporkan (23 Desember 2005) bahwa ‘Islam banyak dianggap agama Eropa yang paling cepat tumbuh, dengan imigrasi dan tingkat kelahiran di atas rata-rata mengakibatkan peningkatan cepat dalam populasi Muslim.”

Para Muslim endogen atau imigran itu telah bersikap vokal dan aktif dalam bermacam proses politik di Barat. Aktivisme politik mereka sebagian besar didasarkan pada kerja komunitas, bersuara melawan Islamophobia, melindungi hak-hak komunitasnya, menyuarakan perhatian melawan interferensi Barat di tanah-tanah Muslim seperti Palestina, Kashmir, Irak, Afghanistan dll yang dijajah. Adalah menakjubkan bagaimana seorang kelahiran Inggris memprioritaskan perhatiannya bagi para saudara dan saudari seiman mereka di Iraq atau Afganistan daripada seorang Inggris beragama lain. Itu adalah persaudaraan menakjubkan dan reaksi penuh perhatian ketika seorang Muslim mengatakan ‘assalamu’alaikum’ kepada Muslim Afrika di jalanan Belfast, London, Roma atau Dublin dan mereka saling berpelukan!

Oleh karena itu, kemungkinan penyatuan dunia Islam di bawah kembalinya Negara Khilafah yang diberi petunjuk oleh Yang Maha Kuasa hanyalah masalah waktu. Dalam hal ini, Eropa benua akan dengan cepat dipengaruhi oleh standar tinggi moral, etika, dan politik Islam sebagaimana dilakukan di masa berabad lalu.

Pertumbuhan Populasi Negatif Dunia Barat - Pertumbuhan Umat Islam

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam