Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Sabtu, 16 Februari 2008

proposal penelitian laporan

Research and report proposal and business plan visual aid


PROPOSAL RISET DAN PROPOSAL LAPORAN DAN PENGGUNAAN VISUAL DALAM BISNIS PLAN

Steps conducting research

  • Plan the research

    • Problem statement

    • Setting boundaries

    • Time schedule

    • Budget

    • Audience

  • Gather information

  • Analyze the information

  • Determine solution

  • Write the report


Information

  • Primary information

    • Mengumpulkan informasi baru

    • Survey, wawancara, dan observasi

  • Second information

  • Mengambil dari published information

  • Termasuk library research dan online inforamsi


Electronic research sources

    • Databases:

  • Black studies on disc

  • Handbook of latin American studies

  • Lexis/Nexis services

  • Peterson’s collage database

  • Women’s resources international


Web research sources

    • Web pages:

      • Britannica online

      • Businessweek (online)

      • International business kiosk

      • The www virtual library

      • U.S. Census (online)






Print research Sources

        • Indexes

          • Business periodicals index

        • Facts, figures, and forecasts

  • Moody’s manuals

        • U.S. Census Reports

  • Census of manufacturers

        • International business & Government

  • Dun and bradstreet’s principal international businesses


Surveys and interviews

    • Survey: pertanyaan kepada banyak orang

    • Interview dengan percakapan terstruktur

    • Ketika bertanya:

      • Gunakan susunan kata yang tidak menimbulkan respon bias

      • Hindari pertanyaan yang menimbulkan asumsi audience

      • Gunakan kata-kata yang mempunyai kesamaan arti antara anda dan audience


Question

        • Mengembangkan survey pertanyaan dari factor-faktor yang dipelajari

        • Menggunakan pertanyaan yang jelas

        • Menanyakan untuk data demografi yang relevant

        • Menghindari pertanyaan yang mudah/pasti

        • Open: jangan “mengunci” subject pada respon yang singkat

        • Closed: respon/jawaban terbatas

        • Branching: mengarahkan responden yang berbeda pada bagian kuesioner yang berbeda


Population and samples

          • Random: beberapa orang dalam suatu populasi punya kesempatan yang sama untuk diseleksi

          • Convenience: responden mudah didapatkan

          • Judgment: responden memiliki karakteristik khusus atau memenuhi criteria tertentu.


Using data

    • Setelah anda mengumpulkan data:

  • Mengetahui sumber data

  • Menganalisa jumlah

  • Menganalisis

  • Check your logic

  • Cek sumber dokumen


Reports

    • Informal report: letters dan memo, printout computer, gambar penjualan

    • Formal report (full report): berisi elemen formal seperti title page, table of content, list of illustration


Laporan formal dan informal

      • Information: laporan bulanan dan penjualan

      • Analytical: laporan tahunan, audit

      • Recommendation: feasibility, justification, dan problem-solving reports


Informal report

        • Progress report: event yang signifikan dan perubahan dalam suatu project

        • Periodic report: laporan statistic regular

        • Technical report: menguraikan informasiilmiah atau informasi khusus

Formal report

          • Preliminary section

            • Tirle page

            • Letter of transmittal

            • Table of content

            • List of illustration

            • Executive summary

              • Body

                • Introduction (background, problem statement, purpose of study, scope)

                • Procedure

                • Findings

                • Analysis

                • Conclusions

                • Recommendations

              • Supplementary action

  • Glossary

  • Appendix

  • Bibliography


Report problem qualities

    • Report problem yang baik:

      • Riil

      • Cukup penting dan bernilai untuk dipecahkan/dibuat solusinya

      • Spesifik dan menantang


Purpose statement qualities

        • A good purpose statement shows the:

          • Masalah organisasional/konflik

          • Pertanyaan teknikal yang perlu dijawab untuk menangani masalah

          • Rhetorical purpose (to explain, to recommend, to request) of thereport


Proposal and business plan

            • Proposal berisi pesan persuasive dimana penulis menganalisis problem dan merekomendasikan informasi atau pemecahan masalah

            • Proposal harus dapat menjawab:

              • Problem yang akan dipecahkan

              • Bagaimana memecahkan

              • Benefit yang ditawarkan

              • Kapan akan selesai

              • Berapa biaya yang perlu dikeluarkan


Tipe proposal

                • External proposal

                • Internal proposal

                • Solicited proposal

                • Unsolicited proposal


Elemen proposal

                  • Cover letter/letter of transmittal

                  • Title page

                  • Reference of authorization

                  • Table of content

                  • List of illustration

                  • Proposal summary

                  • Purpose statement

                  • Problem statement

                  • Background

                  • Nbenefit of the proposal

                  • Description of the solution

                  • Evaluation plan

                  • Qualification personnel

                  • Time schedule

                  • Cost

                  • Glossary

                  • Appendixes

                  • Reference list


Business plan

              • Merupakan tipe khusus dari proposal dibentuk untuk mengajak suatu institusi keuangan atau perusahaan pribadi menginvestasikan uang untuk mendukung suatu bisnis.

              • Executive summary

              • Ownership/management/staffing

              • Product/service/market

              • Growth development potential plan

              • Financial information

              • Appendixes


Using visuals

Visual basics

    • Menggunakan visual dalam:

    • the rough draft to:

  • melihat bahwa ide diberikan dengan komplit

  • menemukan hubungannya

    • the final draft to:

  • membuat point yang jelas (vivid)

  • menekankan pada material

  • menghadirkan material lebih padat dan lebih sedikit pengulangan

    • bentuk visual:

      • table

      • chart: organisasi chart, flowchart, pie chart, bar chart

      • grafik

      • others ( map, foto)


appropriate presentation aids

        • handout, flip charts, poster, slide, transparansi

        • whiteboard, projection devices

        • multimedia aids (videotapes)


visual components

          • visual harus memiliki:

            • suatu judul yang diceritakan secara visual

            • suatu indikasi yang jelas dari data

            • unit yang diberi label yang jelas

            • label atau legend

            • sumber data, jika direproduksi

            • sumber visual, jika direproduksi


visual caveats

              • color:

            • menyadari dari arti/maksud budaya

            • menggunakan tidak lebih dari 5 katika warna memiliki arti

              • clip art

  • menghindari penyimpangan; memeriksa clip art untuk neraca (cth: umur, ras, etnik, atau gender)

              • chartjunk

  • menghindari art yang menyimpangkan data atau mengirim pesan yang salah


visual deception

    • visual tidak sebanding

    • zero reference point

    • nilai yang tidak konsisten dalam suatu line graph

    • data yang sengaja dihilangkan


Kamis, 14 Februari 2008

Modul Pengenalan Sistem Informasi




3

Modul 0,5: Pengenalan Sistem Informasi


Judul Modul

Pengenalan Sistem Informasi

Seri Modul

0,5

Pengarang Modul

gunawanwibisono

Tujuan Pembelajaran

1. Memahami apa itu sistem dan sistem informasi

2. Memahami pentingnya sistem informasi di dalam bisnis modern


Bagian 1: Dasar-dasar Sistem Informasi

Latar Belakang

Sejak tahun 1957 saat dikembangkannya komputer pribadi (personal computer) pertama kali, dunia

mengalami perubahan dengan memasuki era informasi. Sebelum era informasi, dunia disibukkan

oleh era industri, dimana pada era tersebut terindikasikan oleh buruh dan mesin pabrik. Era

informasi ditandai oleh beberapa karakteristik sebagai berikut:

1. Alat Utama  Teknologi Informasi

2. Peran Utama  Knowledge workers, yakni pekerja yang mampu membuat,

mendistribusikan serta menggunakan informasi.


Bagan 1: Evolusi Era Informasi (Senn, 2004)

Pada awalnya, sistem informasi dilihat oleh perusahaan sebagai alat penunjang kompetisi utama.

Artinya, perusahaan/organisasi yang memiliki sistem informasi mempunyai peluang untuk menjadi

pimpinan pasar industrinya. Dalam perkembangannya seiring dengan semakin modern nya teknologi

informasi, investasi atas sistem informasi dipandang wajib apabila perusahaan ingin mampu

berkompetisi dalam pasar. Sistem informasi tidak lagi dipandang sebagai alat untuk mencapai



4

keunggulan kompetitif namun dipandang sebagai penunjang wajib jika perusahaan ingin mampu

berkompetisi.

Perusahaan bisnis biasanya menggunakan sistem informasi untuk kepentingan internal,

selain untuk berkompetisi. Sistem informasi digunakan untuk:

1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dari proses bisnis

2. Pengambilan keputusan manajemen

3. Kolaborasi kelompok (bisnis/industri)



Hirarki Informasi

Untuk memahami apa itu informasi, kita perlu memahami tingkatan-tingkatan informasi yang

mampu diproses oleh pikiran manusia. Ackoff (1989) menyatakan bahwa pikiran manusia pada

dasarnya mempunyai lima tingkatan informasi:

1. Data. Sesuatu yang mentah, kasat mata, dan biasanya berbentuk simbol atau data

kuantitatif (keuangan), pasti ada meskipun tidak berguna, tidak punya arti.

2. Informasi. Data yang telah diberi arti, mempunyai tujuan dan unit analisis. Dalam lingkungan

berbasis komputer, sebuah database relasional merepresentasikan informasi.

3. Pengetahuan. Informasi yang telah terintegrasikan ke dalam pikiran manusia, bisa dalam

bentuk hapalan akan sesuatu. Dalam lingkungan berbasis komputer, sebuah modul/proses

menggambarkan sebuah pengetahuan.

4. Pemahaman. Proses kognitif dan analitis dari suatu pengetahuan, suatu proses

pembelajaran, misalnya dengan membandingkan serta mengendapkan pengetahuan lama

dengan pengetahuan baru. Dalam lingkungan berbasis komputer, pemahaman dapat

terwakili oleh Artificial Intelligent.

5. Kebijakan (Wisdom). Proses yang lebih mendalam dari pemahaman, yakni meleburkan

pemahaman ke dalam pikiran manusia yang dipenuhi oleh etika, norma, atau nilai. Proses

memahami benar atau salahnya sesuatu dengan meluhat dari sudut pandang pemahaman

yang berbeda. Dalam lingkungan berbasis komputer, kebijakan belum mampu

direpresentasikan. Kebijakan ini unik khusus pada pikiran manusia.


Dalam kaitannya dengan sistem informasi untuk bisnis, maka terdapat tiga tingkatan yang

relevan yang dapat diadopsi dari kelima tingkatan tersebut, yakni:

1. Data,

2. Informasi, dan

3. Pengetahuan



5

Bagan 2: Hirarki Informasi Bisnis

Sistem Informasi vs. Teknologi Informasi

Sistem adalah satu bagian yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan dan

bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu dengan batasan/lingkup yang jelas.

Sistem Informasi adalah gabungan dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan

komunikasi, sumber data, kebijakan dan prosedur yang terorganisir yang mampu menyimpan,

mengambil, dan mendistribusikan informasi di dalam sebuah organisasi.


Sistem informasi secara teori dapat berbentuk sistem manual (paper based).

Teknologi Informasi adalah perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan manajemen

data. Dapat diambil kesimpulan bahwa Teknologi Informasi merupakan bagian dari sistem informasi

berbasis komputer.


Sistem informasi saat ini sulit untuk dipisahkan dari teknologi informasi.



6

Bagan 3: SI yang tidak terpisahkan dari TI (Senn, 2004)

Kerangka Kerja Sistem Informasi

Menurut O'Brien (2007), Sistem Informasi bisnis dapat dijelaskan berdasarkan kerangka kerja

sebagai berikut:

Bagan 4: Kerangka Kerja Sistem Informasi (O'Brien, 2007)

Konsep Fundamental

Konsep fundamental dari sistem informasi, terutama yang berkaitan dengan konsep bisnis dan

manajerial serta konsep teknis dan perilaku sistem informasi. Modul ini akan membahas konsep

fundamental ini.

Teknologi Informasi

Perangkat keras, lunak, jaringan, manajemen data, serta internet merupakan bahasan utama dari

kerangka ini. Modul 1: Teknologi Informasi akan membahas kerangka ini lebih lanjut.

Aplikasi Bisnis

Penggunaan sistem informasi untuk kepentingan operasional, pengambilan keputusan manajemen,

serta menciptakan keunggulan kompetitif dari sebuah bisnis. Modul 2: Sistem Informasi Bisnis dan

Pengembangannya akan membahas kerangka ini lebih mendetil.

Proses Pengembangan

Bagaimana merencanakan, menganalisis, mengembangkan, serta mengimplementasikan sistem

informasi di dalam organisasi sehingga tujuan organisasi tercapai. Modul 2: Sistem Informasi Bisnis

dan Pengembangannya akan membahas kerangka ini lebih mendetil.



7

Mengelola Tantangan SI

Pengelolaan terhadap tantangan yang muncul atas penggunaan sistem informasi, termasuk

tantangan etika dan keamanan. Modul 3: Tantangan Sistem Informasi Bisnis akan membahasnya

secara lebih mendetil.


Peran Sistem Informasi dalam Bisnis

Sistem informasi, baik mulai pada tahap operasional (pemrosesan transaksi) hingga penggunaan

internet (e-commerce/e-business) mempunyai tiga peran utama:

1. Mendukung proses bisnis dan operasional

2. Mendukung pengambilan keputusan oleh karyawan dan manajemen

3. Mendukung strategi untuk memperoleh keunggulan kompetitif

Bagan 5: Peran Utama Sistem Informasi (O'Brien, 2007)


Tipe-tipe Sistem Informasi

Bagan 6: Tipe-tipe Sistem Informasi (O'Brien, 2007)

Dilihat dari peran utamanya, sistem informasi dapat dibagi menjadi dua tipe umum:

1. Sistem Pendukung Operasi

2. Sistem Pendukung Manajemen


Sistem Pendukung Operasi terdiri dari:



8

1. Sistem Pemrosesan Transaksi. Sistem yang dipakai untuk mengintegrasikan proses transaksi

di dalam organisasi, biasa terbagi menjadi dua proses: Sistem Offline dan Sistem Online.

Offline, apabila pemrosesan data dengan menyalin data manual terlebih dahulu, sedangkan

online, apabila pemrosesan data langsung masuk ke dalam sistem. Sistem online masih

terbagi lagi kedalam dua jenis: online batched dan online real-time.

2. Sistem Pengendalian Proses. Sistem yang dipakai untuk mengendalikan proses secara fisik,

misalnya pada sistem otomatisasi mesin.

3. Sistem Kolaborasi Perusahaan. Sistem yang dipakai untuk meningkatkan kolaborasi serta

kerja tim di dalam perusahaan, misalnya penggunaan forum atau email atau media

komunikasi lainnya.


Sistem Pendukung Manajemen terdiri dari:

1. Sistem Informasi Manajemen. Sistem yang dipakai oleh manajemen untuk mengelola

informasi atau bahkan mengelola sistem informasi yang ada di dalam organisasi.

2. Sistem Pendukung Keputusan. Sistem yang dipakai oleh manajemen untuk membantu di

dalam pengambilan keputusan atas masalah-masalah yang terstruktur. Biasanya dapat

menggunakan metode analisis What-If.

3. Sistem Informasi Eksekutif. Sistem yang mengintegrasikan informasi internal dan eksternal

organisasi untuk dapat dilihat dan dianalisis oleh eksekutif perusahaan. Misalnya, untuk

melakukan peramalan penjualan atau bahkan peramalan demand.


Sistem Informasi Lainnya

1. Sistem Ahli. Sistem yang mampu menyediakan hasil analisis ahli (keuangan, hukum, pasar,

pajak, dll) untuk suatu pengambilan keputusan.

2. Sistem Manajemen Pengetahuan. Sistem yang mendukung penyimpanan, pembuatan, serta

pendistribusian pengetahuan di dalam organisasi.

3. Sistem Bisnis Fungsional. Sistem yang terfokus pada kegiatan oleh satu jenis fungsi.

4. Sistem Informasi Strategis. Sistem yang mendukung operasi serta manajemen organisasi

untuk pencapaian keunggulan kompetitif atas produk, jasa, maupun kemampuannya.


Bagian 2: Strategi Sistem Informasi Bisnis

Latar Belakang

Untuk menanggapi penyebab utama adanya kompetisi, maka perusahaan pada saat menerapkan

sistem informasi, perlu memahami strategi apa yang dapat dipakai untuk menjawab penyebab

utama kompetisi tersebut. Menurut Porter et. al. (1985) ada lima penyebab utama kompetisi, serta

bentuk strategi yang dapat diambil untuk menjawabnya, masing-masing tergambarkan pada bagan

berikut:



9

Bagan 7: Strategi Kompetitif

Ada 5 strategi utama penggunaan sistem informasi di dalam perusahaan:

1. Cost leadership

2. Differentiation Strategy

3. Innovation Strategy

4. Growth Strategy

5. Alliance Strategy

Elaborasi masing-masing strategi ke dalam teknologi informasi adalah sebagai berikut:



10

Bagan 8: Strategi SI dalam Bisnis


Efek dari Teknologi Informasi dalam Bisnis

Penerapan teknologi informasi dalam bisnis dapat mengakibatkan perusahaan mengalami

perubahan atas beberapa hal, termasuk proses bisnis dan bagaimana cara perusahaan tersebut

berkompetisi.


Business Process Reengineering (BPR)

Reengineering merupakan pemikiran dan pendesainan ulang proses bisnis secara radikal, untuk

pencapaian perbaikan pada kos, kualitas, kecepatan, dan jasa. Karena melakukan perubahan secara

radikal, maka potensi keunggulannya cukup tinggi, namun potensi resikonya juga tinggi. Perbedaan

yang mendasar antara perubahan radikal dengan perbaikan biasa adalah sebagai berikut:

Bagan 9: Perbaikan vs. Reengineering



Referensi

Ackoff, R. (1989). From Data to Wisdom. Journal of Applies System Analysis , 16, 3-9.

O'Brien, J. A. (2007). Enterprise Information Systems (13th ed.). Mc-Graw Hill.

Senn, J. (2004). Information Technology: Principles, Practices, and Opportunities (3rd ed.). Prentice

Hall.


TEORI UTILITAS KEGUNAAN FISHER

PEMIKIRAN EKONOMI AMERIKA SERIKAT

FISHER

Utility theory

BACA DENGAN KRITIS!

LIHAT:

» Surat K. Shadiq dari Washington DC ...

3 Des 2008 ... Surat K. Shadiq dari Washington DC : Bencana Ekonomi Konsumtif Amerika Serikat. Assalamu'alaikum… Sekedar bagi cerita dan bagi semangat, ...

» Akhir Ekonomi Kapitalis?

1 Des 2008 ... Kini pertanyaanya, seburuk apa fase krisis ini, dan apakah akan dapat meruntuhkan ekonomi Amerika Serikat secara mendadak?” ...

» Rencana Strategis Amerika Serikat untuk menguasai indonesia

28 Agu 2009 ... Amerika Serikat memaksakan dominasi politik, militer dan ekonomi di dunia Islam dalam rangka mengeksploitasi manfaat-manfaat materialnya. ...

» Amerika Resmi Memasuki Resesi ...

Amerika Serikat kini resmi memasuki resesi, kata komite pakar ekonomi terkemuka. Biro Nasional Riset Ekonomi mengatakan, ekonomi Amerika telah merosot sejak ...

Disertasi doktor Fisher, yang berjudul Mathematical investigation in the theory of value and prices, kembali mengilustrasikan penelitian bahwa kemajuan pengetahuan dibuat dalam bentuk perkalian. Karyanya memuat sebuah eksposisi yang belum sempurna dari persamaan general equilibrium yang dikerjakan oleh Fisher pada tahun 1890, sekitar 15 tahun setelah kemunculan buku Walras yang tidak diketahui Fisher ketika dia menulis versinya. Karyanya itu juga berisi tentang indifference curve yang ditemukan kembali oleh Fisher satu decade setelah publikasi mathematical physics Edgeworth’s, yang menjadi perhatian hanya setelah dia menyelesaikan bagian relevan bukunya. Jadi, walau jika Walras dan Edgeworth telah gagal untuk membuat penemuan ini, pengetahuan logis yang tak kalah akan mendorong pioneer lainnya untuk memproduksi beberapa tahun kemudian.


Utility theory milik Fisher, untuk pembangunan dimana dia mencurahkan bagian luas dari Investigation, mempunyai bentuk kepastian dalam kebersamaan dengan Edgeworth, walaupun dalam respek lain berkebalikan dengan itu. Keduanya mengambil titik dari permulaan kerja Jevons. Sebagaimana Edgeworth sebelumnya, Fisher mengakui bahwa utility theory dari sebuah komoditas untuk individu mungkin tidak hanya diinterpretasikan sebagai fungsi dari jumlah komoditas, yang sebelunya telah diintepretasikan Jevons, tetapi fungsi utility mungkin mungkin disamaratakan untuk meliputi hubungan fungsi antara utility dari komoditas dan jumlah semua komoditas yang dipegang oleh individu.


Fisher berkebalikan dengan Edgeworth dengan beranggapan masih fungsi utility yang lain, yang mana akan berhubungan utility komoditas untuk individu dengan jumlah komoditas konsumsi oleh semua orang dalam pasar. Garis pemikiran ini, yang merupakan perkiraan bersamaan dengan hubungan ide Veblen tenteng konsumsi yang jelas kelihatan, telah siap ditunjukkan oleh Petty dan lebih secara eksplisit dinyatakan oleh Rae, dimana Fisher membayar penghormatan dalam hubungan lain dan yang menulis “estimasi komoditas yang tergantung secara keseluruhan atau sebagian pada kekuatan mereka untuk menandai kepemilikan dari kepastian relative superioritas”, dengan pelayanan mutiara sebagai contoh yang disebutkan oleh Fisher.


Hal paling penting dari Investigation milik Fisher adalah teori operasional dari cardinal utility, dimana dia mengajukan untuk mengukur utility dalam istilah satuan utils dan didefinisikan util sebagai marginal utility dari kesewenangan menyeleksi jumlah (kuantitas) komoditas referensi B. Untuk mengukur marginal utility dari komoditas A, dia menyiapkan daftar bermacam-macam dari kenaikan A yang konsumen siap tempatkan untuk menerima sebagai pengganti dari kenaikan sejajar/ samadengan A. Dalam tahun berikutnya, Fisher dan Rognar Frisch, ahli ekonometri Norwegia, mengembangkan pendekatan ini selanjutnya dan membuat percobaan dan pengukuran numeric dari cardinal utility pada basis data empiris.


Dalam jumlah respek, Investigation milik Fisher menempatkan separuh jalan antara kerja Edgeworth sebelumnya dan kerja Pareto berikutnya. Sebagaimana yang dilakukan oleh Pareto, Fisher mencoba untuk membersihkan utility dari konotasi utilitarian dan diintepretasikan sebagai keinginan/ hasrat dengan tidak berimplikasi berkenaan kegunaan obyek keinginan/hasrat. Tetapi tidak seperti Pareto dan walaupun pada faktanya dia mempunyai potongan/bagian yang diketahui untuk bentuk keluar dari indifference curve modern, Fisher mencoba mengukur cardinal utility. Investigation milik Fisher merupakan kontribusi terkemuka untuk teori ekonometri dari konsumen dan diakui sebagai beberapa diantara lingkaran kecil penghargaan para sarjana matematika ekonomi pada waktu itu. Walaupun diantara itu tidak semua dihargai organisasi pendidikan, terdiri dari tangki hidrolik, dan yang menolong Fisher, seorang yang berbakat pikiran mekanistik, mengajukan untuk menjelaskan kondisi general equilibrium.


Investigasi milik Fisher adalah kerja dari masa mudanya, dia mencapai kekuatan intelektual tinggi pada umur yang sangat muda. Tetapi, kelanjutan kontribusinya menjangkau jauh lebih dikenal publik daripada Investigation, pada publikasinya yang berikutnya bahwa pertumbuhan reputasi Fisher berhenti.


Rabu, 13 Februari 2008

PEMIKIRAN EKONOMI MERKANTILISME

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI


MERKANTILISME DAN FISIOKRAT


MERKANTILISME

BACA DENGAN KRITIS!

LIHAT:

» NEOLIBERALISME

25 Mei 2009 ... Tulisan ini tidak bermaksud mengupas Boediono atau paham ekonomi yang dianutnya. ... dari kapitalisme yang terdiri dari merkantilisme, liberalisme, ... Ekonomi se Indonesia ini semuanya dari pemikiran liberal harus ...

Sebagai aktor merkantilis, Inggris dan Perancis mengulang sejarah ...

27 Apr 2008 ... Pemikiran intelektual yang menyerang Khilafah dan Islam, ... Profesor dan ahli sejarah ekonomi University of Chicago dengan kata-katanya,” “Massive ... Sebagai aktor merkantilis, Inggris dan Perancis mengulang sejarah ...

Pada abad tujuh belas dan delapan belas terjadi banjir literatur ekonomi (dimensions of veritable flood). Sebuah perpustakaan besar menspesialisasikan dalam jenis material, seperti Perpustakaan Kress di Harvard University, mungkin dalam daftar katalognya ada sekitar dua ratus pamflet dan buku yang ditulis pada abad enam belas. Pada abad tujuh belas jumlahnya meningkat menjadi dua ribu koleksi, dan di periode selama tujuh puluh lima tahun, dimana berakhir dengan Wealth of Nation-nya Adam Smith tahun 1776, jumlah koleksi meningkat menjadi lima ribu koleksi.


Sebelum tahun 1776, ada beberapa kerja sistematis dalam ekonomi, yang merupakan sebuah risalah yang mencakup seluruh subjek secara konsisten dan komprehensif. Malahan, bagian terbesar literatur terbaru mencurahkan pada tahapan atau aspek khusus. Penulisan biasanya didorong oleh peristiwa penting pada saat itu, dan sering dibentuk untuk membantu otoritas publik dalam pembuatan kebijakan atau mempengaruhinya dengan permohonan khusus (special pleading).


Ukuran Baru Kesopanan

Tidak ada yang lebih mencolok dengan masa lalu dibanding kenyataan bahwa pemikir ekonomi pada saat itu cocok untuk menjadi pebisnis. Child, tokoh terkemuka dalam diskusi ekonomi, seorang ahli kemakmuran Inggris abad tujuh belas. Berdua dengan Mun, penulis tentang permasalahan ekonomi lainnya yang sama istimewanya, mempunyai hubungan yang sangat dekat dan memegang posisi dengan East India Company.


Keuntungan perdagangan dan segala hal yang berkaitan dengan keuangan, di abad permulaan dapat dipastikan dipenuhi dengan kecurigaan. Di abad pertengahan, Schoolmen telah memberikan garis besar batasan jalur yang mungkin dilewati para pebisnis tanpa membahayakan keselamatannya. Banyak dari mereka yang berkata untuk melindungi posisi ekonomi konsumen.


Kombinasi gagasan dan tindakan yang ditunjukkan oleh Child dan Mun menjadi fenomena Renaissance. Kepandaian dalam berbagai hal dari spesialisasi adalah tanda ideal Renaissance, “universal man” yang mengembangkan potensi individual sepenuhnya dan dalam seluruh arahan yang mungkin. Idealnya hampir mendekati pemikiran beberapa tokoh besar seperti Lorenzo de’ Medici, saudagar dan pembuat aturan perdagangan di Florence yang juga mempunyai reputasi di kesarjanaan dan puisi, dan Leonardo da Vinci, pelukis, scuptor, arsitek, pemusik, engineer, dan ilmuwan.


Dalam skala yang lebih kecil diikuti oleh Montchreten (c. 1575-1621), pabrik perangkat keras di Perancis yang disamping menulis the Traite de I’economie politique tahun 1615 dikenal sebagai penyait muda. Dalam bidang ekonomi penolakan terhadap spesialisasi berarti sangkalan terhadap pembagian kerja (division of labor) antara pemikir dan pelaku.


Gagasan Ekonomi pada Periode Ini

Ada sangat banyak pebisnis yang mencapai kemampuan sebagai pemikir ekonomi dan memberikan pengaruh pada kualitas gagasan ekonomi. Menurut ukuran pada saat mereka sama baiknya dengan pada saat kita dimana seseorang terdidik dengan baik, terlatih di masyarakat, akrab dengan beberapa bahasa tidak hanya Latin dan Yunani, dan dapat menggambarkan wewenang yang cocok sebagai kutipan pendukung argumen mereka.


Secara umum, gagasan periode ini lebih baik secara praktek dan berorientasi pada kebijakan, secara luas berdasar pada pertimbangan pengamatan pada kenyataan tapi juga pada beberapa prinsip umum. Pada sisi empiris hal ini sering gagal karena kecenderungan untuk menunjukkan sebagai hubungan sebab dan akibat urutan dari peristiwa yang diikuti peristiwa lain pada waktu itu.


Para penulis pada masa ini lebih tertarik pada beberapa permasalahan ekonomi dan mereka tidak mendapatkannya, bahkan mereka mencoba menggagasnya, sebuah gabungan model ekonomi yang menunjukkan hubungan antara variabel yang relevan. Seperti mereka yang biasa memberikan perhatikan pada bagian ekonomi, mereka kurang berpikir integrasi ini dan penuh dengan kontradiksi. Sebagai sebuah prinsip umum, gagasan ini menjadi sering diucapkan pada literatur ekonomi, dengan pandangan yang menopang pengajuan kebijakan.


Karakteriktik Nasional

Pengamatan dibuat begitu untuk menerapkannya terutama di Inggris, di mana hubungan antara bisnis dan pemikiran ekonomi sangat dekat. Di dalam satu studi Belanda yang menyeluruh pemikiran ekonomi pada periode ini, suatu studi sekarang berusia di atas seratus tahun, penulis menafsirkan pertentangan ini antara pikiran dan pemenuhan dari Belanda dan menyimpulkan bahwa semakin suatu ekonomi berhasil baik, semakin sedikit ditulis. Tapi penelitian tentang ini jauh dari kenyataan.


Merkantilisme

Merkantilisme muncul pertama kali pada abad tujuh belas dan pertengahan pertama abad delapan belas saat terbit bukunya Adam Smith pada tahun 1776 yaitu ‘Wealth of Nation’, yang mendiskusikan mengenai “ System of Political Economy”. Buku tersebut mereview apa yang disebut Smith dengan “the commercial or mercantile system”. Pemikiran Smith tersebut banyak dikritik pada saat itu.


Ia menghambat kelemahan dari sistem merkantilisme dan mengarahkannya ke dalam sistem yang kuat miliknya tentang kebebasan ekonomi. Menurutnya sistem merkantilis adalah suatu penipuan yang dilakukan oleh kelas bisnis kepada publik. Apa yang disebut Smith dengan sistem merkantilis selanjutnya disebut dengan merkantilisme.


Merkantilisme saat ini dipahami sebagai bundel gagasan dan sebagai suatu latihan di dalam keahlian sebagai negarawan. Perkembangan ini melawan latar belakang persaingan dan peperangan antara kekuatan-kekuatan hebat di Eropa, dimana pada saat itu kedamaian hanya terjadi pada satu periode antara tahun 1600-1667. Munculnya ajaran merkantilisme berhubungan dengan munculnya England dan British Empire sebagai kekuatan dunia.


Persaingan Ekonomi

Hubungan komersial yang terjadi antar Belanda dan Inggris pada saat itu karena konflik, menyebabkan lahirnya literatur mengenai pola perdagangan internasional dan keuangan yang sama seperti hukum Negara modern, literatur ini mengambil titik awal dari kerja Hugo Grotius, seorang ahli hukum Belanda, yang dalam bukunya Mare Liberum pada tahun 1609 mengatakan bahwa laut bebas untuk semua, kata-kata tersebut memprovokasi Inggris yang diulangi oleh John Selden dalam Mare Clausum-nya pada tahun 1635.


Hal ini tidak hanya persaingan internasional saja yang membentuk latar belakang pertentangan mengenai merkantilis, tetapi juga konflik domestik tentang bunga. Sistem dan pamflet digunakan sebagai senjata oleh pembicara-pembicara dari perusahaan-perusahaan besar yang aktif dalam perdagangan internasional dan kolonialisasi.


Mereka sering terjebak dalam permusuhan yang sengit dan kecemburuan di antara mereka sendiri. Peraturan perusahaan, perusahaan kerja sama, dan interlopers adalah suatu kesatuan dalam protes mereka tentang perdagangan banker dan keuangan. Pertentangan mengenai usury (riba) tidak pernah mati tetapi ditransformasikan dari moral ke isu-isu ekonomi.


Keseimbangan Perdagangan

Pusat doktrin dari ajaran merkantilis adalah “balance of trade,” sebuah kalimat yang mungkin diturunkan dari accounting precedents. Seperti yang dikabarkan oleh Francis Bacon pada tahun 1616, doktrin Negara : “mari membangun keuntungan perdagangan yang diletakkan melalui ekspor komoditi dalam negeri lebih bernilai dari pada mengimpor dari asing, sehingga kita dapat yakin kalau persediaan kerajaan akan meningkat untuk keseimbangan perdagangan haris dikembalikan dalam bentuk uang atau emas.”


Misselden

Edward Misselden (fl. 1608-54), seoarang bisnismen, seorang pedagang yang pada saat itu juga sedang bekerja di East India Company, mencoba untuk menerangkan penyebab depresi bisnis yang diderita Inggris di awal 1620an yang ditulis dalam bukunya Free Trade or the Means to Make Trade Flourish, diterbitkan pada 1622.


Sama seperti ahli-ahli merkantilis lainnya, Misselden diobsebikan oleh gagasan bahwa Inggris membutuhkan lebih banyak mata uang. Untuk mewujudkannya dia harus meningkatkan ekspor dan menekan impor. Misselden mendefinisikan monopoli sebagai ‘macam jenis dari perdagangan, membeli, menjual, pertukaran atau barter, dan kadang-kadang tetapi oleh satu orang, dan yang dicegah dari semua yang lain, untuk menguntungkan pelaku monopoli dan merugikan orang lain.’ Kompetisi yang didukungnya adalah struktur pasar yang lebih dari cukup diklasifikasikan sebagai oligopoli.




Mun

Thomas Mun (1571-1641) melakukan gebrakan lewat bukunya A Discourse of Trade from England unto the East-Indies pada tahun 1621. Teori Mun memunculkan pertanyaan dari tujuan utama atau tujuan akhir dari aliran masuk mata uang dimana Mun sangat ingin memaksimalkan. Dia percaya bahwa beberapa ekspansi akan memimpin harga tertinggi dimana akan membayang-bayangi ekspor. Bagi Mun uang sangat bernilai sebagai perantara dalam pertukaran internasional, untuk menjalankan perdagangan. Perdagangan berarti untuk memperoleh harta benda, dan harta benda berarti untuk memperluas perdagangan.


Keseimbangan Kekuatan

Bagian terpenting dari ajaran merkantilis adalah bahwa dugaan kekuatan, perdagangan, dan harta benda adalah kuantitas tetap yang alami. Menurut Mun, keuntungan seseorang adalah kerugian bagi orang lain. Jika dalam hubungan internasional keuntungan satu negara adalah kerugian bagi negara lain, dan jika ini dapat diasumsikan bahwa negara akan bekerja keras untuk mendapat keuntungan dan menghindari kerugian., kemudian secara spesifik kebijakan komersial dan kebijakan ekonomi luar negeri menjadi instrumen bagi kemakmuran ekonomi.


Dalam hal ini merkantilis dapat dikatakan harus mempertimbangakan pengejaran keuntungan nasional solusi dari masalah ekonomi seperti yang mereka lihat. Dalam sistem merkantilis, keuntungan yang diperoleh konsumen hampir seluruhnya tetap mengorbankan produsen, dan ini sama untuk mempertimbangkan produksi, dan tidak konsumsi, sebagai tujuan akhir dan objek dari semua industri dan perdagangan.

EKONOMIKA INDUSTRIAL

INDUSTRIAL ECONOMICS



DESCRIPTION:

By the end of the course, students should be able to:
  • Identify the essential factors and sources of firm competitive advantage
  • Analyse national competitiveness
  • Examine critically the nature of industry and factors beyond
  • Read and interpret industrial analysis in both domestic and international media.


SUGGESTED BOOKS:

  • Chien, William, Stan Shih & Po-Young Chu, Business Growth Strategies for Asia Pacific, John Wiley & Sons Pte Ltd, Singapore, 2005.
  • Church, Jeffrey & Roger Ware (2000), Industrial Organization: A Strategic Approach, Singapore: McGraw Hill Book Companies.
  • Dhanani, Shafiq, Indonesia: Strategy for Competiting Competitiveness, UNIDO, Jakarta, 2000.
  • Kuncoro, Mudrajad, et al., Ekonomi Industri: Teori, Kebijakan, dan Studi Empiris di Indonesia, PT Widya Sarana Informatika, Yogyakarta, 1997.
  • Kuncoro, Mudrajad, Analisis Spasial & Regional: Studi Aglomerasi dan Kluster Industri Indonesia, UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2002.
  • Kuncoro, Mudrajad, Ekonomika Industri Indonesia: Menuju Negara Industri 2030?, Andi, Yogyakarta, 2007.
  • Kuncoro, Mudrajad & Simon Bambang Sumarno, Indonesia’s Clove Cigarette Industry: SCP and Cluster Analysis, dalam Armida S. Alisjahbana & Bambang P.S. Brodjonegoro (eds.), Regional Development in the Era of Decentralization: Growth, Poverty, and the Environment, Unpad Pres, 2004.
  • Martin, Stephen, Industrial Economics: Economic Analysis and Public Policy, 2nd Ed., Macmillan Publishing Company, New York, 1994.
  • Porter, Michael E., Hirotaka Takeuchi & Mariko Sakakibara, Can Japan Compete?, Macmillan Press, London & Basingstoke, 2000.
  • Porter, Michael E., The Competitive Advantage of Nations, 6th ed., Macmillan Press, London & Basingstoke, 1990.

SUGGESTED ARTICLES:

  • Krugman, Paul, Competitiveness: A Dangerous Obsession, Foreign Affairs, volume 73, number 2, March/April 1994.
  • Kuncoro, Mudrajad, Regional Clustering of Indonesia’s Manufacturing Industry: A Spatial Analysis With Geographic Information System (GIS), Gadjah Mada International Journal of Business, Vol. 3, no. 3, September, 2001.
  • Kuncoro, Mudrajad, Obsesi Daya Saing, Gatra, 26 April 2003.
  • Kuncoro, Mudrajad, Quo Vadis Strategi Reformasi BUMN?, Bisnis Indonesia, 4 April 2002.
  • Porter, M. E., Clusters and the New Economics of Competition. Harvard Business Review, November-December(6), 77-91, 1998a.
  • Porter, M. E., Competing Across Locations: Enhancing Competitive Advantage through a Global Strategy. In M. E. Porter (Ed.), On Competition (pp. 309-48). Boston: Harvard Business School Publishing, 1998b.
  • Reich, Robert B., Who Do We Think They Are?, The American Prospect no. 4 (Winter 1991): 49-53 (http://epn.org/prospect/04/04reic.html).
  • Tyson, Laura D'Andrea, They Are Not Us: Why American Ownership Still Matters, The American Prospect no. 4 (Winter 1991): 37-49 (http://epn.org/prospect/ 04/04tyso.html).

SUGGESTED WEB-SITES:

chapter1/deluxe.html

Course Materials

Topic
References (book: chapter/pages)
1
Introduction & Industrial Geography Hayter: chap 1
2
Manufacturing Change in Historical Perspective
Hayter: chap 2
3
The Geography of Manufacturing
Hayter: chap 3
4
Location Conditions and Location Factors
Hayter: chap 4
5
Factory Location as a Cost-Minimizing Exercise
Hayter: chap 5
6
The Location of Factories as a Decision-Making Process

The Location of Factories as a Strategic Process

Hayter: chap 6
Hayter: chap 7
7
The Size of Distribution of Firm: Geographical Perspectives
Hayter: chap 8



8
Formation and Function of New (and small) Firms
Hayter: chap 9
9
Medium-Size Firms, Big Firms Locally
Hayter: chap 10


Hayter: chap 11
10
Corporate Restructuring and Employment Flexibility
Hayter: chap 12
11
Production System and Local Development
Hayter: chap 13
12
Core-Firm-Dominated Production System and the Japanese Auto Industry

Hayter: chap 14

13
De-Industrialized Regions: Restructured and Rejuvenating?
Hayter: chap 16




Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam