Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Kamis, 24 Maret 2022

Materi Kultum: Mendukung Penegakan Negara Sistem Syariat Islam adalah Konsekuensi Keimanan

 

 

Teladan kita Umat Islam sepanjang masa Rasulullah Muhammad SAW telah menuntunkan kepada kita bagaimana mengemban risalah Islam hingga mencapai keberhasilan.

 

Salah satu bagian dari dakwah Rasul SAW adalah yang disebut dengan Thalabun Nushrah, berdakwah mencari pertolongan dari kalangan pemilik kekuatan untuk tegaknya Islam.

 

Ketika Abu Thalib, paman Nabi SAW, meninggal masyarakat Makkah makin tampak jumud dan tertutup di hadapan dakwah Rasul SAW. Dengan meninggalnya Abu Thalib, permusuhan kafir Quraisy kepada Rasul SAW semakin sengit.

 

Lalu Allah SWT mewahyukan kepada Beliau untuk menyodorkan diri Beliau kepada kabilah-kabilah Arab untuk menyampaikan dakwah Islam dan meminta perlindungan serta Nushrah (pertolongan) mereka kepada Beliau sehingga Beliau mampu menyampaikan apa yang Beliau diutus dengannya dari Allah SWT, sementara Beliau dalam keadaan aman dan terlindungi.

 

Ibn Katsir menyatakan di dalam Sirah dari Ali bin Abi Thalib ra., ia berkata:

 

"Ketika Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk menyodorkan diri Beliau kepada kabilah-kabilah Arab, Beliau keluar dan saya dan Abu Bakar bersama Beliau ke Mina hingga kami datangi majelis-majelis orang Arab."

 

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Katsir dari Ibn Abbas dari al-‘Abbas ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku:

 

"Saya tidak melihat padamu dan saudaramu perlindungan. Apakah engkau mau menemaniku keluar ke pasar besok, hingga kita berdiam di tempat-tempat singgah kabilah-kabilah orang –dan mereka adalah sekumpulan orang Arab-“. Al-‘Abbas berkata, “Maka aku katakan, ini [Bani] Kindah dan kemahnya, dan mereka adalah orang yang terbaik yang menunaikan haji dari orang Yaman. Ini tempat singgah Bakar bin Wail. Ini tempat singgah Bani Amir bin Sha’sha’ah. Pilihlah untuk dirimu.” Al-‘Abbas berkata: “Maka Beliau memulai dengan Kindah dan Beliau mendatangi mereka.”

 

Jelas bagi ahlul quwah “kabilah-kabilah” pemilik kekuatan pada waktu itu yang diminta nushrah-nya oleh Rasul saw., jelas bagi mereka bahwa yang diminta adalah menerima dakwah dan melindungi Rasul SAW sehingga memungkinkan Beliau menegakkan di tengah mereka hukum-hukum Allah SWT. Yakni mereka paham dengan gamblang dan jelas bahwa nushrah tersebut adalah untuk mendirikan negara yang memerintah, berdakwah dan berjihad.

 

Karena itu, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, ketika Rasul SAW meminta nushrah-nya mereka berkata:

 

“Bagaimana pandanganmu jika kami membai’atmu atas urusanmu, kemudian Allah memenangkanmu atas orang yang menyelisihimu, apakah urusan (kekuasaan) sesudahmu menjadi milik kami? Rasul menjawab, “Urusan (kekuasaan) ada pada Allah, Dia akan serahkan sesuai kehendak-Nya.” Al-‘Abbas berkata: “Maka salah seorang berkata kepada Beliau: “Apakah kami dikorbankan orang Arab untuk melindungimu dan jika Allah memenangkanmu, urusan (kekuasaan) untuk selain kami! Kami tidak ada keperluan dengan urusanmu. Lalu mereka menolak Beliau.”

 

Demikian juga Bani Syaiban berkata kepada Rasul SAW ketika Beliau meminta nushrah-nya:

 

“Sungguh kami tinggal di antara dua bahaya.” Rasul bersabda: “Apakah dua bahaya itu?” Ia berkata: “Sungai Kisra dan perairan al-Arab. Sesungguhnya kami tinggal di atas perjanjian yang diambil oleh Kisra atas kami, bahwa kami tidak membuat insiden dan tidak mendukung pembuat insiden. Dan saya melihat perkara yang engkau minta termasuk apa yang tidak disukai oleh para raja. Jika engkau ingin kami mendukungmu dan menolongmu dari apa yang mengikuti perairan Arab, kami lakukan.” Rasululah SAW pun bersabda: “Engkau tidak berlaku buruk dalam menolak, sebab engkau menjelaskan dengan jujur. Dan sesungguhnya agama Allah itu, tidak akan menolongnya kecuali orang yang melingkupinya dari segala sisinya.”

 

Jadi mereka memahami bahwa nushrah itu berarti pemerintahan dan risiko jihad melawan orang Arab dan non-Arab. Maka Bani Syaiban setuju memerangi orang Arab, dan tidak setuju memerangi Persia.

 

Kemudian ketika Allah SWT memberikan keputusan-Nya, terjadilah bai'at Aqabah kedua yang merupakan nushrah untuk menegakkan Daulah Islam di Madinah.

 

Laa haula walaa quwwata illaa bilLaah.

 

 

Bacaan:

https://tsaqofah.id/jawaban-pertanyaan-seputar-thalab-an-nushrah/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam