Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Jumat, 02 Juli 2010

Penguasa Umat Islam Pemerintah Kaum Muslimin

Penguasa Umat Islam Pemerintah Kaum Muslimin


[ Penguasa Pengkhianat Islam dan Kaum Muslimin Pemerintah Pengkhianat Negeri Muslim Umat Islam ]


Rasulullah Saw. bersabda,


لَا يَلْبَثُ الْجَوْرُ بَعْدِي إِلَّا قَلِيلًا حَتَّى يَطْلُعَ فَكُلَّمَا طَلَعَ مِنْ الْجَوْرِ شَيْءٌ ذَهَبَ مِنْ الْعَدْلِ مِثْلُهُ حَتَّى يُولَدَ فِي الْجَوْرِ مَنْ لَا يَعْرِفُ غَيْرَهُ ثُمَّ يَأْتِي اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِالْعَدْلِ فَكُلَّمَا جَاءَ مِنْ الْعَدْلِ شَيْءٌ ذَهَبَ مِنْ الْجَوْرِ مِثْلُهُ حَتَّى يُولَدَ فِي الْعَدْلِ مَنْ لَا يَعْرِفُ غَيْرَهُ


Tirani tidak akan tetap terpendam setelahku melainkan sementara saja, hingga ia bangkit dan semua yang menyebar dari kezaliman akan mengusir keadilan hingga orang yang lahir di masa tirani tidak tahu selain itu (kezaliman). Kemudian Allah Tabaraka wa Ta'ala akan melimpahkan keadilan dan semua yang muncul di dalam keadilan akan mengusir tirani, hingga orang yang lahir di dalam keadilan tidak akan tahu selain itu (keadilan).” (Hadits Riwayat Ahmad)


Memang, kaum Muslimin hari ini tidak tahu hal lain selain tirani, opresi dan pencaplokan hak-hak mereka dan merengek untuk keadilan, kemakmuran dan keamanan. Tapi pemerintah (Zardari), seperti pemerintah sebelumnya (Musharraf), telah menyiakan potensi besar negeri (Pakistan), mengkerdilkan kaum Muslimin menjadi seperti pengemis.


Dalam hal kekayaan rakyat, pemerintah bersikeras mengejar kebijakan-kebijakan institusi kolonialis Barat, kafir IMF, menjerumuskan kaum Muslimin ke dalam kesulitan parah. Setelah kafir IMF meminta kenaikan pajak haram, pemerintah dengan segera menerapkan pajak karbon atas BBM. Ketika hal ini ditentang, penguasa hanya menggantinya dengan pajak haram lain yang disebut Pajak Pengembangan BBM dengan ketetapan presiden. Bahkan jika pajak haram itu dihapuskan, itu hanya akan diganti dengan pajak-pajak haram lain untuk memenuhi permintaan kafir IMF. Dalam hal energi listrik, kaum Muslimin dibiarkan hidup dalam kegelapan dan kepanasan, sementara industri dan bisnis kolaps, karena pemerintah telah gagal bayar terhadap perusahaan-perusahaan swasta yang memproduksi listrik, sebagaimana diakui oleh Menteri Air dan Energi. Dan pemerintah telah mendevaluasi mata uang menuruti dikte-dikte kafir IMF, sehingga mata uang menjadi bernilai kecil, mengakibatkan kenaikan tinggi harga-harga kebutuhan pokok, seperti pangan, di saat sebagian besar dunia mengalami deflasi, dengan harga-harga turun.


Tindakan-tindakan pemerintah adalah kriminal karena Negeri tidaklah miskin, faktanya, Allah سبحانه وتعالى telah memberkahi Negeri dengan kekayaan yang bahkan tidak dimiliki oleh kekuatan-kekuatan besar dunia. Untuk menyebutkan beberapa rahmat itu – Negeri memiliki cadangan batubara terbesar keempat di dunia, ia memiliki produksi tembaga peringkat ke-tujuh, cadangan Reko Deq di daerah (Baluchistan) terungkap lebih dari 18 milyar dollar emas hingga sekarang, Negeri memproduksi gandum lebih banyak daripada keseluruhan Afrika dan sama banyak dengan keseluruhan Amerika Selatan. Negeri berperingkat 10 besar di dunia dalam lebih dari 20 komoditas pertanian dan peternakan, dengan hanya ¾ dari 29 juta hektar tanah suburnya yang sekarang diberdayakan. Meski begitu, pemerintahan penguasa tidak mengangkat jari sedikitpun untuk membuat kaum Muslimin kuat dan mandiri, tapi malah mengelilingi dunia kafir Barat dengan mengorbankan para pembayar pajak-najis, dengan mangkuk untuk mengemis, dalam rangka mendapat lebih banyak dana untuk mereka rampas dan rampok.


Semua yang dibutuhkan untuk mengubah situasi kaum Muslim sekarang adalah satu kepemimpinan jujur yang akan memerintah dengan Islam. Di dalam Khilafah, listrik dan BBM tidak akan lagi dieksploitasi demi kepentingan swasta, tapi akan menjadi kepemilikan publik yang akan disediakan dengan kos produksi dan distribusi, tanpa pajak, menyediakan energi murah untuk pertanian, industri dan transportasi.


Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,


ثلاث لا يمنعن، الماء والكلأ والنار


Tiga hal tidaklah terlarang (bagi rakyat): air, ladang gembalaan and api (energi)” (Hadits Riwayat Ibnu Majah)


Selain itu, dengan menyediakan hibah atau pinjaman tanpa bunga bagi semua yang bisa mengolah tanah mati, melalui hal itu mereka akan menjadi pemilik tanah semacam ini, Khilafah akan menyediakan penguat dalam produksi pertanian dan sumber kehidupan bagi jutaan orang. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,


مَنْ أَعْمَرَ أَرْضًا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ فَهُوَ أَحَقُّ


Barangsiapa mengolah tanah yang tidak dimiliki siapapun, maka dia lebih berhak atasnya.” (Hadits Riwayat Bukhari)


Inilah, Hai Muslimin, sejauh kekayaan umat Muslim menjadi perhatian. Jadi, bagaimana dengan keamanan kaum Muslimin? Meski memiliki tentara terkuat ke-7 di dunia dan lebih dari 29 juta orang yang bisa siap tempur dalam waktu 6 bulan, keamanan Negeri dilanggar oleh kafir Amerika tanpa ada respon, tapi hanya sekedar pengutukan demi menyelamatkan muka sendiri. Kafir Amerika menyerang di dalam wilayah Negeri dengan pesawat tanpa awak (drones) dan intelijen kafir Amerika berkeliaran bebas menyulut bom dan kekacauan di kota-kota, seperti yang sudah dilakukan mereka di Amerika Tengah dan Irak. Selain itu, kafir Amerika mendesak supaya para tentara pemberani Muslim menjalankan perang untuk mereka, sementara para pasukan kafir mereka sendiri tercekam ketakutan hingga mereka bunuh diri atau minum alkohol hingga kehilangan semua rasa!


Wahai Kaum Muslimin Negeri!


Pemerintah penguasa telah menjerumuskan kamu ke dalam kemiskinan, meski kamu punya kekayaan melimpah, dan ke dalam kekacauan dan ketidak-amanan, meski kamu memiliki cukup kekuatan dan tenaga. Dan penguasa akan terus membuatmu tenggelam dalam penderitaan, dengan harapan supaya kamu tidak bisa bangun melawannya. Tapi kamu harus tahu bahwa tirani dan opresi tidaklah selamanya. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,


تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ


Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase penguasa yang zalim, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Setelah itu, akan datang kembali Khilafah ala Minhajin Nubuwah (berdasarkan metode kenabian).” Kemudian Baginda صلى الله عليه و سلم diam. (Hadits Riwayat Ahmad)


Benar, Umat ini menyaksikan “Khilafah metode Kenabian,” periode Khulafaur Rasyidin رضي الله عنهم, masa yang bebas dari pemerintahan opresif dan tiran. Ummat kemudian menyaksikan “kekuasaan keturunan” Khilafah Ummayah, Abbasiyah dan Utsmani, di mana meskipun para penguasa menerapkan Islam dan menang melawan kaum kafir, mereka menjangkiti pemerintahan mereka dengan dosa kekuasaan keturunan. Dan sejak penghancuran Khilafah, di 28 Rajab 1342 (3 Maret 1924), hingga sekarang, Umat menderita “kekuasaan opresif,” masa di mana para penguasa jahat dan khianat yang memerintah dengan selain Islam dan memastikan bahwa kuffar mendominasi. Tapi, perhatikanlah wahai Umat Muslim, Rasulullah صلى الله عليه و سلم kemudian bersabda kembalinya “Khilafah atas metode Kenabian,” semoga kita menyaksikannya segera.


Namun, wahai Umat Islam, pahami bahwa Khilafah ini tidak akan jatuh dari angkasa, bertengger di pundak para malaikat, tapi Khilafah adalah kewajiban yang harus kita kerjakan dan usahakan. Sebagaimana kita diwajibkan untuk berusaha mencari rejeki, meski rizki adalah dari Allah سبحانه وتعالى, kita harus bekerja untuk kemenangan dan dominasi deen kita, yakin sepenuhnya bahwa hanya Allah سبحانه وتعالى Yang Memberi dukungan (Nasr). Khilafah bukan sekedar ide yang bagus, tidak juga sesuatu yang akan terjadi dengan sendirinya, tapi satu kewajiban dari Tuhan kita, yang tentangnya kita akan dimintai tanggung jawab di hari yang pasti, Hari Pengadilan. Islam menetapkan sebagai Fardhu bahwa kaum Muslimin diatur dengan semua yang telah diwahyukan Allah سبحانه وتعالى dalam semua urusan mereka. Hanyalah kekuasaan yang memerintah dengan Islam saja dan dengan sempurna, Khilafah, mengerjakan hal ini. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Umat Islam secara tegas,


فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنْ الْحَقِّ


“... maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. ...” [Terjemah Makna Qur'an Surat (5) Al-Mai'dah: 48]


Islam telah menetapkan Fardhu atas Umat Islam bahwa harus ada bai'at kepada Khalifah. Rasulullah صلى الله عليه و سلم menetapkan pentingnya bai'at dengan mengkaitkannya dengan kematian yang paling buruk, mati dalam Jahiliyah, mati dalam keadaan selain Islam,


مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً


Barangsiapa mati sedangkan di pundaknya tidak ada baiat, maka matinya jahiliyah.” (Hadits Riwayat Muslim)


Kamu tidak diperbolehkan oleh Tuhanmu سبحانه وتعالى untuk menonton secara pasif sementara kamu dipotong kecil-kecil oleh para opresor dan tiran, menjadi spektator terhadap kemalanganmu sendiri. Tidak juga kamu hanya menunggu, bertekuk lengan atau kepala di kedua tanganmu, hingga para kafir Amerika mengganti satu penguasa opresif dengan yang lainnya, dalam harapan untuk melepaskan amarah dan frustasimu untuk sementara. Kalian harus punya satu negara kuat dan deen kebenaran yang akan mentransformasinya menjadi kekuatan dunia. Dan kamu punya partai yang tulus pada Islam, yang paham metode pemerintahan Islam, berkorban dan menanggung perlakuan keras dari para penguasa opresif, tidak takut kecuali pada Allah سبحانه وتعالى. Rasulullah صلى الله عليه و سلم, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Tsauban رضي الله عنه,


« لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ… »


Akan senantiasa ada kelompok (thâifah) dari umatku yang tegak di atas kebenaran, mereka menang. Orang-orang yang merendahkan mereka tidak akan memadharatkan mereka hingga datang ketentuan Allah” (Hadits Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibn Majah)


Kamu harus bersama Hizb ut-Tahrir, mendukung seruannya dan mengemban tuntutan akan Nusrah untuk mendirikan Khilafah kepada para pemegang kekuasaan di angkatan bersenjata.


Wahai Para Pemegang Kekuasaan! Wahai Para Muslim Angkatan Bersenjata!


Jadikan memori penghancuran Khilafah dan dekade-dekade pemerintahan opresif setelahnya memicu kalian untuk membuat perubahan yang hanya kalian yang bisa melakukannya dalam semalam. Jadikan penguasa opresif yang sekarang sebagai yang terakhir kalinya dialami rakyat dan memberi Nussrah untuk pendirian-kembali Khilafah, yakin bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Penolong kalian.


وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ


Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” [Terjemah Makna Qur'an Surat (22) Al-Hajj: 40]


Hizb-ut-Tahrir Wilayah Pakistan
17 July 2009 CE
24 Rajab 1430 AH


Manzoor-ul Haq: ...
Apa yang dibutuhkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia adalah terus bekerja, mengikuti Sunnah Nabi Saw. untuk menggusur para penguasa korup yang didukung oleh para penguasa Barat, dan mendirikan-kembali kepemimpinan untuk Umat Muslim, Negara Khilafah, sekali lagi.


"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." [Terjemah Makna Qur'an Surat (24) an-Nur: 55]


Manzoor-ul Haq: ...
Inilah apa yang aku harapkan dan sholat 5 kali sehari dan berdoa “Ya, Allah singkirkanlah para penguasa Muslim, teman-teman musuh Islam; yang berkonspirasi untuk menutup perjuangan untuk membawa kembali Khilafah, Negara Islam di mana hukum Allah Swt. akan berlaku di mana kehidupan kami menjadi untuk Islam dengan Islam. Jika Engkau hendak membawa mereka kembali kepada persatuan Islam, Ya, Allah bawalah mereka kembali ke dekapan kami atau jika sebaliknya maka serangilah mereka dengan hukuman yang harus mereka terima.”


[ Penguasa Pengkhianat Islam dan Kaum Muslimin Pemerintah Pengkhianat Negeri Muslim Umat Islam ]


Leaflets
Saturday, 18 July 2009
Hizb ut-Tahrir Britain
Syariah dan Khilafah


Berkuasanya pengkhianat Islam dan kaum Muslimin membuktikan bahwa trinitas sistem kafir sekularisme, liberalisme, demokrasi adalah rusak, gagal, buruk sejak lahirnya dan itulah sifat dasarnya. Dan memang semua sistem buatan manusia itu adalah HARAM. Dan juga digunakan oleh para kafir imperialis Barat untuk menghancurkan kaum Muslimin di atas tanah Islam kita yang kaya demi keuntungan dunia agama Kapitalisme.


Ya Allah, Lindungilah umat Islam ini dari paham-paham kafir – jalan hidup kafir. Dan jadikanlah Islam menyelamatkan umat manusia sekali lagi melalui tangan-tangan kami. Aamiin.

Kehidupan Keluarga dalam Islam – Rumah Tangga Islam

Kehidupan Keluarga dalam Islam – Rumah Tangga Islam


[ Solusi Islam Mengatur Keluarga – Pandangan Islam Terhadap Keluarga ]


Di dalam Islam, perkara-perkara seperti “pernikahan kuat”, “kehidupan-sebagai-ibu”, “kehidupan-sebagai-ayah”, “hak-hak dan kewajiban para orangtua, “hak-hak dan kewajiban anak-anak”, “menjaga hubungan dengan keluarga besar (silat-ur-Rahm)" dan “unit keluarga kuat”, memiliki status yang tinggi di dalam komunitas dan masyarakat. Islam oleh karenanya tidak percaya dengan kebebasan personal atau seksual – kebebasan orang untuk punya hubungan apapun yang mereka inginkan, kebebasan untuk melakukan zina dan mengkhianati suami/istri dan keluarga sendiri, kebebasan untuk menjadi bapak dari seorang anak tapi tidak menanggung tanggung jawab fisik, emosi atau keuangan terhadap mereka atau ibu mereka.


Sebaliknya, Islam percaya pada membangun pola pikir akuntabilitas terhadap Sang Pencipta yang memupuk nilai-nilai seperti kesucian, loyalitas dalam pernikahan, dan rasa tanggung jawab terhadap satu sama lain dan terhadap tindakan-tindakannya. Selain itu, hukum-hukum sosial yang ketat – seperti ketentuan pakaian untuk laki-laki dan wanita, pemisahan jenis kelamin, larangan pria dan wanita berduaan sendiri (khalwat), dan hukuman-hukuman keras bagi perzinahan yang dilakukan oleh yang sudah menikah maupun belum. Semuanya bertujuan memastikan bahwa hubungan seksual adalah terbatas pada pernikahan dan bahwa setiap anak yang dilahirkan sebagai hasil dari perkawinan adalah terbatas sebagai hasil dari pernikahan, diketahui siapa yang bertanggung jawab atas kesejahteraan finansialnya, fisiknya dan emosionalnya. Nilai-nilai dan hukum-hukum itu menciptakan rasa saling percaya antara pria dan wanita dalam pernikahan, ketika mencari pasangan untuk menikah dan di dalam masyarakat secara umum.


Islam tidak hanya mendorong pernikahan, mengkaitkan itu dengan menyempurnakan separuh dari agama (deen) seseorang tapi juga mendorong suami dan istri untuk secara konsisten mencari ketenangan di dalam pernikahan untuk menjaga persatuan itu kuat.


Nabi Saw. bersabda, “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang mampu untuk menikah, menikahlah, karena menikah itu dapat menundukkan mata dan menjaga kehormatan. Siapa saja yang belum mampu, hendaklah dia berpuasa, sebab puasa dapat menjadi perisai baginya.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)


Beliau Saw. juga bersabda, “Ketika seorang lelaki menikah, dia mendapatkan separuh agamanya. Maka dia harus takut pada Allah dalam separuh yang lain.” (Hadits Riwayat al-Baihaqi)


Allah Swt. berfirman dalam Surat ar-Rum:


"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." [Terjemah Makna Qur'an Surat (30) ar-Rum: 21]


Meski Islam memperbolehkan perceraian, kaum Muslimin harus paham bahwa itu adalah tindakan yang dibolehkan yang paling dibenci oleh Sang Pencipta sehingga harus dihindari sebisa mungkin dan arbitrase digunakan untuk menyembuhkan hubungan keluarga. Faktanya, di dalam satu hadits disebutkan bahwa Arsy (Throne) Allah Swt. bergetar ketika mendengar perceraian laki-laki dan wanita beriman.


Mengenai individualisme, Islam mengutuknya. Islam bertujuan membangun mentalitas tanggung jawab antara satu sama lain. Oleh karenanya, sang suami ditetapkan akuntabel pada Sang Pencipta untuk memenuhi hak-hak istrinya. Si istri ditetapkan akuntabel pada Sang Pencipta untuk memenuhi hak-hak suaminya. Para orangtua ditetapkan akuntabel pada Sang Pencipta untuk memenuhi tanggung jawab mereka terhadap anak-anak mereka dengan memastikan kesejahteraan finansial dan fisik mereka juga kepribadian Islam kuat mereka.


Nabi Saw. bersabda, “Berhati-hatilah, Setiap diri kalian adalah pemimpin dan masing-masing kalian akan dimintai tanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta tanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin keluarganya dan akan diminta tanggung jawab atas mereka. Seorang wanita (istri) adalah penjaga (pengurus) rumah-tangga suaminya dan anak-anaknya dan akan diminta tanggung jawab atas mereka.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)


Selain itu, para individu adalah akuntabel pada Sang Pencipta untuk memenuhi kewajiban mereka terhadap orangtua mereka dengan merawat mereka secara finansial dan fisik di usia tua mereka.


Nabi Saw. bersabda, “Sungguh, di Hari Kebangkitan, Allah memiliki hamba-hamba yang kepada mereka Dia tidak akan bicara atau mensucikan atau melihat.” Beliau ditanya, “Siapakah mereka, ya Rasul?” Beliau menjawab, “Dia yang tidak mengakui dan mengabaikan orangtuanya, dia yang tidak mengakui anak-anaknya dan dia yang diberi amanah oleh rakyatnya tapi dia menyangkal amanah itu dan tidak mengakuinya.” (Hadits Riwayat Ahmad)


Allah Swt. berfirman, “


"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.'
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." [Terjemah Makna Qur'an Surat (17) al-Israa': 23-24]


Kaum Muslimin juga akuntabel pada Sang Pencipta untuk menjaga hubungan baik dengan para anggota keluarga besar dan memenuhi hak-hak mereka. Tidak dapat diterima perusakan hubungan-hubungan dengan mereka. Dalam Islam, seorang laki-laki mungkin bertanggung jawab atas pemeliharaan finansial saudara kandung perempuannya dan oleh karenanya harus mengetahui secara regular kesejahteraan mereka. Seorang wanita mungkin mendapat tanggung jawab pemeliharaan anak dari seorang saudara kandung dan oleh karenanya harus mengetahui secara regular kesejahteraan mereka.


Nabi Saw. bersabda, “Ikatan kekerabatan (rahm) ditahan dari arsy (throne) Allah, dan mengatakan, “Siapapun yang mendukungku, Allah akan mendukungnya dan siapa yang memutusku, Allah akan memutusnya. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)


Beliau juga bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekerabatan.” (HR Muslim dan Abu Dawud)


Jabir (ra) meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Jika seorang di antaramu miskin biarkan dia mulai dengan dirinya sendiri dan jika seorang di antaramu memiliki kelebihan (harta) biarkan dia membelanjakannya pada keluarganya, dan jika seorang di antaramu memiliki tambahan kelebihan biarkan dia membelanjakannya pada kerabat-kerabatnya (keluarga besar).”


Mengenai materialisme, Islam memahami bahwa penghasilan adalah penting untuk kebutuhan fisik individu dan oleh karenanya mendorong kehidupan ekonomi yang sehat bagi masyarakat. Namun, itu juga berdasarkan kepercayaan bahwa meskipun uang adalah mata uang di kehidupan ini, tindakan memenuhi amal baik yang diperintahkan oleh Allah Swt. adalah mata uang di Akhirat. Memiliki banyak anak, memelihara kesejahteraan mereka, dan memberi mereka pendidikan Islam yang bagus untuk membuat mereka menjadi Muslim yang baik dan seorang anggota Islam yang menjadi sumber kebaikan bagi komunitas dan Islam, hanyalah satu dari aksi-aksi yang diberi bobot yang berat sebagai mata uang di Akhirat.


Nabi Saw. pernah bersabda, “Menikahlah dengan (wanita) penyayang dan subur, karena aku akan bangga di antara para Nabi dalam jumlah kalian yang besar di Hari Pembalasan.”


Abu Sa'id al-Khudri menceritakan bahwa Nabi Saw. bersabda, “Jika seseorang mengasuh tiga anak perempuannya, mendidik mereka, menikahkan mereka, dan berbuat baik kepada mereka, dia akan masuk ke Surga.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)


Beliau Saw. berkata, “Seorang laki-laki (manusia) akan dinaikkan beberapa derajat di Surga dan dia akan bertanya, “Karena apa aku mendapatkan ini?' Dia akan diberitahu, 'Karena anak laki-lakimu (anakmu) memintakan ampunan untukmu.'” (Hadits Riwayat Bukhari)


Berkebalikan dengan ideologi kapitalis, prinsip sistem Islam tidaklah berdasarkan atas mengamankan “kapital” di atas segalanya melainkan memahami bahwa masyarakat harus diatur dalam rangka memenuhi semua aspek kehidupan manusia secara efektif. Oleh karena itu Islam tidak berusaha memaksimalkan kehidupan ekonomi di atas kehidupan keluarga melainkan memahami bahwa keduanya dibutuhkan untuk masyarakat yang sehat.


Tidak juga di dalam Islam ada peran-peran pria dan wanita dalam kehidupan masyarakat dan keluarga didefinisikan menurut konsep “Kesetaraan Jender”, di mana peran mencari penghasilan lebih dihargai di atas peran sebagai ibu dan pengurus rumah-tangga. Di dalam kehidupan keluarga Islam mendefinisikan tanggung jawab laki-laki sebagai penanggung nafkah dan si wanita sebagai pengurus rumah-tangga dan pendidik anak-anak. Peran yang satu tidak di atas peran yang lain tapi keduanya adalah esensial bagi organisasi efektif dan berfungsinya kehidupan keluarga dan kemajuan masyarakat keseluruhan.


Allah Swt. berfirman:


"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan..." [Terjemah Makna Qur'an Surat (4) an-Nisa: 32]


Dalam hal ini, wanita sebagai istri dan ibu dibolehkan untuk bekerja tapi harus tidak ada tekanan masyarakat ataupun finansial atas dirinya dalam hal itu jika dia memilih untuk tidak melakukannya karena wanita tidak bisa mengkompromikan peran vitalnya sebagai seorang istri dan ibu, merawat anak-anak dan keluarganya dan memajukan pemikiran dan perkembangan generas-generasi berikutnya. Kapanpun, kewajiban pemeliharaan finansial wanita jatuh pertamanya pada para anggota keluarganya yang laki-laki dan keduanya jatuh pada negara jika tidak ada yang mampu menyediakan dukungan yang memadai baginya. Wanita tidak harus menyandang identitas wanita-super – superwoman yang menderitakan, berjuang untuk melakukan karir sukses dan kehidupan rumah-tangga sukses sekaligus, karena nilai wanita atas masyarakat adalah berdasarkan ketaatannya pada Sang Pencipta dan bukan atas pajak yang dia kontribusikan pada perekonomian.


Sungguh, berkebalikan dengan masyarakat kapitalis, di mana kehidupan-sebagai-ibu telah jatuh nilainya, di mana banyak ibu rumah-tangga merasa kurang dihargai dalam masyarakat dan banyak ibu yang bekerja menghadapi diskriminasi karena punya anak, Islam bertujuan membangun pola pikir di dalam kehidupan publik, tempat kerja dan masyarakat secara keseluruhan agungnya status kehidupan-sebagai-ibu dalam kehidupan.


Surga berada di bawah telapak kaki ibu” adalah perkataan Rasul Saw. yang terkenal. Seorang laki-laki di masa Nabi Saw. datang kepada beliau dan berkata, “Aku membawa ibuku seorang diri mengelilingi Ka'bah 7 kali, apakah ini membayar kebaikan yang dia tunjukkan padaku sebagai anak-anak?” Nabi Saw. menjawab “Itu tidak membayar satu kontraksi rahim”. Diriwayatkan bahwa pada satu ketika seorang wanita yang disebut Salamah berkata pada Nabi Saw., “Wahai Rasulullah, anda membawa berita baik ini kepada para laki-laki tapi tidak kepada para wanita.” Beliau bersabda, “Apakah teman-teman wanitamu menyuruhmu menanyaiku pertanyaan ini?” Dia mengatakan, “Ya, mereka melakukannya.” Beliau Saw. berkata, “Apakah tidak menggembirakan seorang darimu bahwa jika dia hamil dari suaminya dan dia (suaminya) puas dengannya bahwa dia akan mendapat pahala orang yang berpuasa dan beribadah karena Allah? (Hadits Riwayat Tabrani).


Seorang penyair pernah mengatakan, “Ibu adalah madrasah: jika kamu menyiapkannya dengan baik, kamu mempersiapkan seluruh rakyat berkarakter baik; ibu adalah pendidik yang pertama, yang terdepan dari mereka, dan yang terbaik di antara guru-guru.” Ini adalah pemahaman yang dimiliki Islam – bahwa ibu berada di jantung keluarga dan oleh karenanya adalah krusial bagi masyarakat. Salah satu dampak dari pandangan ini adalah bahkan di tempat kerja, pemahaman, nilai dan fleksibilitas bagi tanggung jawab keluarga harus menjadi apresiasi umum di antara para pemberi kerja.


[ Kesimpulan ]


Dalam dunia hari ini, Islam dan Syariah sedang mengalami serangan konstan, dideskripsikan sebagai tidak beradab, barbar, terbelakang dan berbahaya oleh pemerintah-pemerintah dan media Barat tertentu. Ini mengabaikan fakta bahwa di dalam berbagai masyarakat sekular, struktur sosial dan moral kehidupan keluarga mereka runtuh di hadapan mata mereka menurut pengakuan mereka sendiri karena bahaya dan kekacauan yang diciptakan oleh nilai-nilai liberal, kapitalis dan sekular. Nilai-nilai itu telah dan terus diekspor ke tanah-tanah Muslim, menyebabkan “Kehancuran” juga di kehidupan keluarga dan masyarakat Muslim.


Tetapi Islam, telah menyediakan untuk kita serangkaian prinsip dan nilai indah untuk membuat struktur keluarga dan sosial kita kuat yang harus kita peluk dan membentuk kehidupan kita di atasnya. Namun, kita kekurangan sistem Khilafah Islam untuk mengairi tanah kita dengan nilai-nilai itu, untuk membangun dan melindungi pola pikir ini di antara Umat Muslim. Maka bekerja untuk mendirikan negara Islam ini mengharuskan kita memberikan perhatian penting dan waktu. Selain itu, Allah Swt. telah menyediakan untuk kita, sebagai Muslim, kesempatan besar untuk mengemban dakwah kepada non-Muslim di sekitar kita dengan menjelaskan indahnya Islam dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia termasuk perkara kehancuran keluarga yang sayang sekali sedang mewabahi banyak sekali masyarakat seantero dunia hari ini.


"... barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." [Terjemah Makna Qur'an Surat (20) Thaha: 123-124]


[ Mengatur Keluarga Menurut Islam – Syariat Islam dalam Kehidupan Keluarga ]


Kehancuran Keluarga Masyarakat Sekular : artikel 1 artikel 2 artikel 3


Issues Explained
Thursday, 10 April 2008
Hizb ut-Tahrir Britain
Syariah dan Khilafah


Kehancuran keluarga di dunia membuktikan bahwa trinitas sistem kafir sekularisme, liberalisme, demokrasi adalah rusak, gagal, buruk sejak lahirnya dan itulah sifat dasarnya. Dan memang semua sistem buatan manusia itu adalah HARAM. Dan juga disebarkan oleh para kafir imperialis Barat untuk menghancurkan kaum Muslimin di atas tanah Islam kita yang kaya demi keuntungan dunia agama Kapitalisme.


Ya Allah, Lindungilah umat Islam ini dari paham-paham kafir – jalan hidup kafir. Dan jadikanlah Islam menyelamatkan umat manusia sekali lagi melalui tangan-tangan kami. Aamiin.

Kamis, 01 Juli 2010

Presiden Pakistan Pervez Musharraf – Penguasa Pakistan Pervez Musharraf

Presiden Pakistan Pervez Musharraf – Penguasa Pakistan Pervez Musharraf


Para orang dalam di ketentaraan menjelaskan bahwa rencana-rencana sudah disiapkan bagi Musharraf untuk penggulingan kekuasaan dan baru-baru ini Jenderal Hamid Gul, mantan kepala intelijen Pakistan, membeberkan dukungan Amerika Serikat untuk mengambil-alih kekuasaan. Situasi Drama Kargil menjadi landasan kudeta oleh Musharraf.


Memang, dukungan sebanyaknya Pakistan untuk Perang Melawan Teror oleh Amerika mungkin adalah peninggalan yang awet era Musharraf. Musharraf menjelaskan dukungan yang diberikan Pakistan itu tentang munculnya Taliban adalah bahwa itu adalah yang paling lumayan di antara dua keburukan, Musharraf selalu mendeskripsikan Taliban sebagai 'mereka' bukannya 'kita' meski dekatnya hubungan antara Taliban dan Islamabad. Dia membanggakan fakta bahwa tentaranya menangkap lebih dari 672 'teroris' dan menyerahkan lebih dari separuhnya pada Amerika Serikat. Lagi-lagi terdapat sejumlah ketidak-konsistenan dengan narasinya mengenai Perang terhadap Teror. Adalah Musharraf yang memberikan dukungan sebanyaknya pada Amerika Serikat bahkan sebelum diperintah dan dia tidak perlu diyakinkan.


Musharraf mengecam rezim Nawaz Sharif yang mengikuti dikte Amerika terhadap intrik Kargil, namun bergandengan dengan serangan Amerika terhadap Afghanistan setelah pemerintah AS mengancam akan “mengebom Pakistan ke zaman batu”, dia telah melakukan hal yang sama persis. Selain itu, posisi strategis dan geopolitik Pakistan saat ini yang disebabkan oleh berbagai kebijakannya belum pernah sedemikian kritis. Dukungan membabi buta pada AS telah mengakibatkan kerugian milyaran dollar pada perekonomian melalui perang di Afghanistan; pengerahan tentara Pakistan untuk memerangi sesama Muslim di area suku-suku yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menguatnya pengaruh India di Afghanistan dan hilangnya otonomi dengan dibangunnya basis pasukan Amerika Serikat dan FBI di dalam wilayah Pakistan. Aksi-aksinya dalam hal dukungannya pada perang terhadap teror tidak bisa membalik istilah umum 'Busharraf' untuk mendeskripsikan kesamaan poros kedua penguasa itu. Dia jelas-jelas tidak mengikuti kebijakan mendahulukan Pakistan. Tindakan-tindakannya sekarang jelas untuk dilihat semua orang.


Musharraf hanya punya sangat sedikit dukungan di dalam negeri dan di luar negeri dan banyak orang mempertanyakan Pakistan dalam hal komitmen mereka terhadap teror global.


Bahkan hingga akhir, dia terus saja hidup di dalam dunia fantasi percaya bahwa dia akan menempatkan dirinya di dalam sejarah. Mungkin dia memang akan mencapai itu tapi untuk alasan-alasan yang paling salah.


Apakah Musharraf adalah seorang bonekanya Amerika yang tidak punya harga diri atau dia seorang pecandu fantasi, membodohi dirinya sendiri dalam kepercayaan bahwa dia benar-benar melakukan berbagai aksinya demi kepentingan-kepentingan utama Pakistan. Ini akan terlalu baik untuk dia – sejarah akan melihat dia sebagai seorang pengkhianat seperti yang lain-lain bagi rakyat Pakistan dan perjuangan sah mereka. Ini adalah waktunya kita punya pemimpin di dunia Muslim yang akan mengedepankan kaum Muslimin – bukannya berbagai kepentingan kekuatan-kekuatan asing.


Abdullah Bhai: Jenderal George BushArrafOni Blair (Poros Kejahatan). Musharraf adalah Pengkhianat Terbesar di Bumi. Dia adalah ancaman terbesar terhadap kepentingan-kepentingan kaum Muslimin dan Islam. Jika dia populer di jalanan Pakistan lalu Mengapa kemarin 17 Februari 2007 dia mengunjungi Faisalabad dengan kehadiran Para penjaga keamanan Khusus 5000.


sabu: Musharraf dan Dr. Yunus adalah agen-agen Amerika. Musharraf mendukung Amerika hanya untuk mempertahankan kekuasaan dan mendapat keuntungan. Dia bekerja melawan kaum Muslimin untuk memuaskan AS. Dia adalah bonekanya Bush seperti Dr. Yunus di Bangladesh.


Al-mamun: Raisul munafikin abdullah inben ubaey. Ide mengelola dunia dengan demokrasi jelas adalah kemunafikan. Dan oleh karenanya para penguasa di dunia adalah yang paling buruk. Musharraf,,,,,, agennya Barat dan saudaranya Bush itu cukup membantu kaum Muslimin menyadari seperti apa para penguasa yang kita miliki dan seperti apa seharusnya pemimpin yang kita butuhkan.


Abu Bakr: Para penguasa memimpin untuk menghancurkan Islam dan Muslim.
Islam dan Muslim dilukai dengan parah oleh beberapa penguasa negeri-negeri Muslim.
Musharraf adalah salah satu penguasa jenis itu yang membantu musuh Islam dan musuh Muslim untuk
Menghancurkan praktek-praktek Islam dan untuk membunuh kaum Muslimin tak berdosa.
Meskipun mereka Muslim, mereka bekerja untuk keuntungan Kuffar. Jadi kita harus lebih waspada terhadap mereka.


Kashif Amin: Saudara dan Saudari untuk Dijual. Terdapat banyak hal yang bisa didiskusikan panjang lebar tentang penguasa 'demokratis' sekarang ini di Pakistan. Ide bahwa orang menyebut diri mereka sendiri 'Muslim' dan mendukung pemerintahan sekular, adalah sangat bertentangan sejak awal.


Harus diungkapkan, bahwa bersekutunya dia untuk menjual rakyatnya sendiri (beberapa hanya demi sekecil $5000) ke dalam genggaman otoritas AS, banyak dari mereka yang disiksa, dilecehkan dan dipenjara tanpa pengadilan, adalah suatu penghinaan pada seluruh Ummah.


Kita harus mempertanyakan di dalam dinginnya sinar siang hari, komitmennya kepada Ummat, jika dia dipersiapkan untuk menyerahkan saudara dan saudarinya sendiri kepada musuh ganas demi harga yang sedikit di dunia.


Said: Allahu Akbar
Assalyamu aleykum wa rahmatullahi wa barakatuhu saudara-saudariku tercinta!
Insya Allah, datang waktunya...
Allahu Akbar!
Said dari Ukraine


Arslan shabbir abbasi: .
Usaha Musharraf memoderatkan Islam tampak hancur .........' DAN MEREKA TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL'


Abbed: ...
Kita tidak perlu membicarakan tentang orang seperti apa dia itu .... lihat saja dia ketika dia bicara.
Semoga Allah Insyaallah Memberi kita Khilafah SEGERA


Umar Vitalli: Sekularisme berkontradiksi dengan Islam. Jika kamu memahami mengapa para pejabat agama dan intelektual Eropa memutuskan untuk memisahkan Agama dari kehidupan, itu adalah karena Kristen tidak punya solusi untuk semua urusan kehidupan dan itu digunakan untuk mengeksploitasi rakyatnya. Jadi berdasarkan ini, seorang Muslim yang menyerukan Sekularisme adalah nyata-nyata mengatakan bahwa Islam tidak menyediakan solusi-solusi untuk setiap permasalahan di dunia.


annonymous: ...
Seorang yang nyata murtad dari Islam, memerintah dengan sesuatu selain dari apa yang diwahyukan Allah, di garda depan perang terhadap Islam dan kaum Muslim, dan menjilati sepatu dunia Barat pula.


[ Presiden Pakistan Pervez Musharraf – Penguasa Pakistan Pervez Musharraf – Bonekanya Amerika Serikat – Penguasa Pengkhianat Islam ]


Dipilih dari: Book review: 'In the Line of fire' a Memoir by Parvez Musharraf
Friday, 16 February 2007
Hizb ut-Tahrir Britain
Syariah dan Khilafah


Berkuasanya pengkhianat di Pakistan membuktikan bahwa trinitas sistem kafir sekularisme, liberalisme, demokrasi adalah rusak, gagal, buruk sejak lahirnya dan itulah sifat dasarnya. Dan memang semua sistem buatan manusia itu adalah HARAM. Dan juga digunakan oleh para kafir imperialis Barat untuk menghancurkan kaum Muslimin di atas tanah Islam kita yang kaya demi keuntungan dunia agama Kapitalisme.


Ya Allah, Lindungilah umat Islam ini dari paham-paham kafir – jalan hidup kafir. Dan jadikanlah Islam menyelamatkan umat manusia sekali lagi melalui tangan-tangan kami. Aamiin.

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam