Selasa, 29 Juni 2010

Kehancuran Keluarga Masyarakat Sekular – Keruntuhan Kehidupan Keluarga Sekuler

Kehancuran Keluarga Masyarakat Sekular – Keruntuhan Kehidupan Keluarga Sekuler


Pada 5 April tahun ini, hakim Justice Coleridge, hakim yang menangani pengadilan keluarga di seantero South West England memberikan ceramah kepada para pengacara keluarga dari organisasi “Resolution”, di mana dia mendeskripsikan kehidupan keluarga di Inggris dalam “keruntuhan” ditandai dengan epidemik kehancuran keluarga.


Dia mengatakan, “Sejumlah besar keluarga sekarang terdiri dari anak-anak yang dilahirkan oleh para ibu yang punya anak-anak dari sejumlah bapak yang berbeda, tidak ada dari mereka yang punya andil apapun dalam kehidupan mereka atau dukungan atau pengasuhan.... Itu bukanlah suatu kasus yang terisolasi, bukan kasus yang janggal. Itu adalah bagian dari stok-hasil-dagang di pengadilan-pengadilan keluarga.” Dia berlanjut mengatakan, “Hampir semua penyakit masyarakat bisa ditelusur kembali secara langsung pada kehancuran kehidupan keluarga. Kita semua tahu itu. Memeriksa latar belakang dari hampir semua anak di sistem pengasuhan atau sistem pengadilan anak-anak dan kamu akan menemukan keluarga rusak. Ditto si pecandu narkoba. Ditto si pecandu miras. Ditto mereka anak-anak yang pecandu membolos atau yang tidak bisa berlaku baik di sekolah. Garuk permukaan kasus-kasus itu dan kamu pasti akan menemukan keluarga menyedihkan, dimandori oleh hubungan tak berfungsi dan terpecah dengan orangtua – atau tidak ada hubungan sama sekali.


Deskripsi busuk kehidupan keluarga di Inggris ini muncul seiring meningkatnya cerita-cerita berita akhir-akhir ini – jatuhnya tingkat pernikahan di England dan Wales ke tingkat paling rendah sejak pencatatan pertama dimulai di 1862 (Kantor Statistik Nasional – Office for National Statistics) dan meningkatnya tingkat perceraian ke tingkat paling tinggi sejak 1996. Para guru pada konferensi Asosiasi Guru dan Dosen – Association of Teachers and Lecturers bulan lalu juga mendeskripsikan “lingkaran racun” kehancuran keluarga mempengaruhi kemampuan anak-anak untuk belajar dan kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.


Selain dari cerita-cerita itu, orang sangatlah familiar dengan masalah-masalah lain terkait dengan kehidupan keluarga di Inggris – pengabaian terhadap para orangtua atau keluarga renta, mengecilnya “keluarga besar”, kurangnya waktu yang digunakan bersama anak-anak karena kedua orangtua punya harapan kerja tinggi, penderitaan yang dialami “Wanita Super – Superwoman” berjuang menyeimbangkan antara tanggung jawabnya dalam kehidupan rumah tangga dan karir atau pekerjaan yang sangat menuntut, dan menjatuhkan nilai kehidupan keluarga di tempat kerja.


Minggu lalu, the Fawcett society menerbitkan manifesto mereka yaitu “Sexism in the city", menegaskan fakta bahwa 30.000 wanita setiap tahun di Inggris kehilangan pekerjaan mereka karena hamil dan dari seluruh kelompok sosial, para ibu dan yang akan menjadi ibu mengalami diskriminasi terbesar di bursa kerja.


Pada Februari 2006, Institut Penelitian Kebijakan Publik – the Institute for Public Policy Research menerbitkan laporan yang merinci adanya krisis kesuburan di Inggris karena para wanita menunda untuk menjadi ibu atau tidak mau punya anak karena takut mereka nanti akan menghadapi penurunan penghasilan sepanjang hidupnya atau kehilangan posisi mereka di tangga karir karena mengambil cuti untuk melahirkan anak-anak. Laporan itu mendeskripsikan adanya “jarak bayi – baby gap” 90.000 karena penundaan menjadi ibu itu.


Dampak demografi “baby gap” ini adalah bahwa banyak negara-negara Eropa seperti Perancis, Italia dan Inggris memprediksi mereka berada dalam populasi tua, penurunan tenaga kerja nasional karena jarak antar generasi dan sedikitnya orang-orang muda untuk mengurus orang-orang tua.


[ Dampak Kehancuran Keluarga pada Kehidupan ]


Jatuhnya nilai kehidupan keluarga di Inggris dan di banyak masyarakat sekular lain adalah nyata terlihat. Ini terjadi meskipun fakta bahwa laporan demi laporan, studi demi studi telah menunjukkan bahwa pernikahan dan keluarga yang kuat adalah pondasi stabilitas kehidupan anak-anak dan masyarakat yang sehat. Konsekuensi-konsekuensi dari keluarga rusak dan hubungan orangtua-anak yang tak berfungsi atau terabaikan juga jelas bisa dilihat.


Para politisi dari semua kubu telah menghubungkan peningkatan perilaku anti-sosial, kecanduan narkotika dan mabuk berat di antara para remaja dan kehamilan remaja pada meningkatnya kuota keluarga rusak. Hakim Justice Coleridge berkomentar dalam pernyataannya, “Aku tidak mengatakan bahwa setiap keluarga hancur menghasilkan anak yang tak berfungsi tapi aku mengatakan bahwa hampir setiap anak rusak adalah produk dari keluarga rusak.”


Selain dampak emosional dari keluarga-keluarga cerai dan hancur pada pasangan, anak-anak dan para orangtua tunggal yang harus membesarkan anak mereka sendirian, seringkali adalah juga harus menggeluti 2 hingga 3 pekerjaan hingga membuat hakim itu mendeskripsikan, “.... karnaval tiada-akhir kesedihan manusia. Sungai tiada-akhir penderitaan manusia.” Peningkatan depresi anak-anak, perilaku menyakiti diri sendiri, bahkan gangguan makan harus ditanggung dalam keadaan seperti yang sekarang ini dalam kehidupan keluarga di Inggris. Harus tidak dilupakan penderitaan emosional yang dialami oleh wanita yang terpaksa menjalani terapi IVF supaya dapat subur dan hamil, karena mengalami penurunan kesuburan, keguguran dan meningkatnya komplikasi kehamilan yang disebabkan melakukan penundaan menjadi ibu.


Kehancuran Keluarga Masyarakat Sekular : artikel 1 artikel 2 artikel 3


Issues Explained
Thursday, 10 April 2008
Hizb ut-Tahrir Britain
Syariah dan Khilafah


Kehancuran keluarga di Inggris di atas membuktikan bahwa trinitas sistem kafir sekularisme, liberalisme, demokrasi adalah rusak, gagal, buruk sejak lahirnya dan itulah sifat dasarnya. Dan memang semua sistem buatan manusia itu adalah HARAM. Dan juga disebarkan oleh para kafir imperialis Barat untuk menghancurkan kaum Muslimin di atas tanah Islam kita yang kaya demi keuntungan dunia agama Kapitalisme.


Ya Allah, Lindungilah umat Islam ini dari paham-paham kafir – jalan hidup kafir. Dan jadikanlah Islam menyelamatkan umat manusia sekali lagi melalui tangan-tangan kami. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda