Sabtu, 20 Maret 2010

Kebijakan Politik Luar Negeri Barat - Buku


Buku Bagus Untuk Dibaca:

Buku : Mendukung Para Diktator dan Tirani

Metode umum Kebijakan Luar Negeri Barat

Buku : Mendukung Kediktatoran dan Penguasa Tiran

Alat-alat tradisional dalam Kebijakan Politik Luar Negeri Barat

Download Lengkap Buku Metode Umum Kebijakan Luar Negeri Barat [PDF]

Hubungan-Hubungan dengan Suharto, diktator Indonesia

Ketika Suharto mengunjungi Washington di 1995 seorang pejabat pemerintahan Clinton dikutip di the New York Times mengatakan bahwa Suharto adalah 'orang seperti kita'.

Duta Besar Inggris di Jakarta, Sir Andrew Gilchrist, memberitahu Kantor Luar Negeri bahwa “Aku tidak pernah menyembuntikan darimu keyakinanku bahwa sedikit penembakan di Indonesia akan menjadi awal utama untuk perubahan efektif”.

Pada 1965, ketika Suharto menggusur Sukarno sebagai pemimpin Indonesia, diestimasi bahwa setengah juta orang Indonesia dibunuh – merupakan salah satu pembantaian paling parah dalam sejarah pasca-perang abad ke-20.

Di Timor Timur, diyakini bahwa keputusan Jenderal Suharto telah mengakibatkan kematian 200.000 orang atau sepertiga populasi Timor Timur. Di 1990 para pensiunan diplomat AS dan pejabat CIA, termasuk mantan Duta Besar untuk Indonesia Marshall Green, mengaku membantu militer Indonesia mengatur pembunuhan massalnya. Menurut laporan oleh States News Service, yang dipublikasikan di Washington Post 21 Mei 1990, para pejabat State Department dan CIA di Kedutaan AS di Jakarta secara pribadi menyediakan nama-nama ratusan orang lokal, regional dan para pemimpin nasional Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada angkatan bersenjata, yang kemudian membunuh atau menangkap kebanyakan dari nama-nama itu.

Seorang mantan pejabat politik di Kedutaan AS di Jakarta, Robert Martens, dikutip mengatakan, “Mereka mungkin membunuh banyak orang dan aku mungkin ada banyak darah di kedua tanganku, tapi itu tidak terlalu buruk. Ada saatnya ketika kamu menyerang dengan keras di saat yang menentukan.” Martens mengatakan dia mensuplai nama-nama untuk membantu Adam Malik, seorang menteri luar negeri Indonesia yang memainkan peran utama dalam merancang kudeta militer. Sang ajudan, Tirta Kentjana Adhyatman, yang diwawancara di Jakarta mengkonfirmasi bahwa dia menerima daftar-daftar nama ribuan dari Martens dan menyerahkannya ke Malik, yang memberikannya ke kantor pusat Suharto. Para mantan pejabat Departemen Negara dan CIA diwawancara oleh States News Service di 1990 secara bebas mengakui bahwa tujuan daftar-daftar para pemimpin PKI adalah untuk mengatur pembunuhan massal. “Tidak ada yang peduli, selama mereka adalah komunis, bahwa mereka sedang disembelih,” kata Howard Federspeil, seorang ahli tentang Indonesia yang bekerja di State Departement ketika Suharto mendalangi pogrom (pembantaian) anti-komunis. “Tidak ada yang jadi sangat marah mengenai itu.”

Jutaan orang dibunuh langsung atau dipenjara di camp-camp konsentrasi ketika mereka mati disiksa, diabaikan dan diperbudak. Bahkan laporan internal CIA, bocor ke media di 1968, mengatakan bahwa pasukan keamanan Indonesia membunuh 250.000 orang dalam 'salah satu pembantaian terbesar abad ke-20'.

Selain itu Amerika Serikat mendukung rezim Ferdinand Marcos di Filipina dan secara tidak langsung membantu munculnya the butcher – sang jagal - Pol Pot di Kamboja.

Buku : Mendukung Kediktatoran dan Penguasa Tiran

Alat-alat tradisional dalam Kebijakan Politik Luar Negeri Barat

Supporting Dictatorship and Tyranny

Traditional tools in Western Foreign Policy

Download Lengkap Buku Metode Umum Kebijakan Luar Negeri Barat [PDF]

oleh Hizb ut-Tahrir Inggris

Tentang Hizbut Tahrir

Hizb ut-Tahrir Britain

Suite 301

28 Old Brompton Road

London SW7 3SS

http://www.hizb.org.uk

info@hizb.org.uk

Supporting Dictatorship and Tyranny [PDF]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda