Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Rabu, 31 Oktober 2012

Hentikan Dukungan Pada Penguasa Sistem Kufur

Hentikan Dukungan Pada Penguasa Sistem Kufur

Wahai Umat Islam!

Untuk berapa lama kamu akan membiarkan para penguasa untuk menggunakan sumberdayamu dan sistem kufur mereka demi keuntungan kafir imperialis Barat? Di masa lalu, Amerika bekerjasama dengan rezim untuk menyengsarakan dan mengabaikan penduduk negeri ini. Dan lagi di masa sekarang, mereka terus mengeruk keuntungan dengan modal kesengsaraan kita. Bagaimana kamu bisa menerima darah segar kaum Muslimin ditumpahkan kaum kufar? Bagaimana kita bisa menerima menjadi pesuruh yang memuluskan agenda Amerika, bangsa penjajah yang terus memerangi Umat Islam, mendukung entitas Israel ilegal, dan menyebarkan hagemoni di negeri ini? Dan wahai saudara-saudara, kamu harus tahu bahwa mematuhi perintah dan arahan para penguasa antek tidak akan menyelamatkanmu di Hari Pembalasan. Tentu kita takut pada kemurkaan dan siksaan pedih dari Allah bagi orang-orang yang mendurhakai Allah tapi menaati para penguasa yang menjerumuskan mereka. Mereka semua dipenjara di neraka.

“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul". Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” [Terjemah Makna Qur'an Surat (33) al-Ahzab 66-67]

Bahkan tidak hanya perkara materi yang kaum kafir imperialis kuasai, yang lebih parah adalah mereka juga terus berusaha menyesatkan kita dari Islam dan Syariatnya. Hari demi hari dengan ormas Islam yang tidak mempedulikan politik Islam akhirnya Umat ini menjadi semakin mirip dengan para penjajahnya. Masih perlu berapa ratus tahun lagi bagi gerakan non-politik Islam untuk bisa membangkitkan Umat? Dengan terus mengabaikan usaha mendakwahkan Islam sebagai ideologi, sistem sempurna yang harus diterapkan di semua aspek kehidupan, niscaya usaha itu tidak akan menang melawan kesesatan pemikiran jalan hidup yang terus mendera Umat. Padahal Islam yang sempurna ini tidaklah diturunkan untuk gagal dan menjadi pihak yang kalah! Penyebab kemunduran yang terjadi saat ini adalah karena Islam tidak dengan gigih didakwahkan sebagai ideologi yang mengalahkan semua aturan selain Islam. Tentu kita telah mengucapkan kalimat tauhid yang dengan itu tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan sistem kufur nasionalisme, sekularisme, demokrasi, liberalisme, pluralisme, kapitalisme beserta semua pihak dan negara yang mempertahankannya!

Maka tiada petunjuk dan penuntun yang layak untuk diperjuangkan Kaum Muslimin selain al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Saw. yang telah terbukti kehebatannya sebagaimana diterapkan oleh Rasulullah Saw. dan Khulafa' ur-Rasyidin. Dan tuntunan Islam ini jelas menjadi solusi terbaik pengaturan sistem politik pemerintahan, sosial, ekonomi, peradilan, pendidikan, kebijakan luar negeri, militer, dll.

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” [Terjemah Makna Qur'an Surat (29) Al-Ankabut 41]

Oleh karenanya, untuk mendapatkan kebangkitan nyata kita harus menghilangkan penyakit kita dengan membongkar kebusukan para penguasa korup pengkhianat dan memusnahkan sistem kufur yang akan selalu memunculkan para penguasa sesat yang mendukung sistem sesat itu! Dan sebagai gantinya kita dirikan solusi Islam Khilafah Islamiyah, yang akan menerapkan Islam, menyatukan seluruh Umat dan memobilisasi semua sumberdaya kaum Muslim untuk mengakhiri kekufuran imperialisme di tanah-tanah Muslim.

Wahai para tokoh di antara Umat Islam!

Tentu perjuangan tuntunan Nabi Saw. ini penuh rintangan dan membutuhkan pengorbanan. Namun, kita adalah Umat yang dididik oleh Rasulullah Saw., dan para Sahabat yang mulia, sehingga siapa saja yang bertakwa tentunya mengambil bagian dari perjuangan warisan Nabi Saw. Tuntunan Islam tidak akan menciptakan orang-orang yang menyerah pada kungkungan sistem kufur, tidak akan menyerah pada para penguasa penegak sistem kufur. Meneladani perjuangan Rasulullah Saw. membutuhkan orang-orang bermental Islam. Salah satu mental para Nabi dan Rasul adalah mereka tidak akan berkompromi dengan sistem kufur masyarakat manapun! Mereka adalah orang-orang yang hanya takut pada Yang Maha Kuasa! Dan dengan ikut dalam kereta perjuangan ini semoga segala kelemahan, kekurangan dan kesalahan kita diampuni oleh Yang Maha Kuasa dan di akhirat kelak kita bisa mendapatkan kemenangan dan keberuntungan abadi, yaitu keridhoan Allah dan kemewahan Surga!

Hentikan dukungan pada penguasa sistem kufur sekarang juga, berikan dukungan perjuangan pada Hizbut Tahrir bagi pendirian Khilafah, sehingga kamu akan berada di bawah perintah seorang Khalifah yang jujur yang akan menghukum setiap intelijen dan militer penjajah di kawasan, Khalifah yang menjalankan hukum Islam dalam pemerintahan, dan menyeru bala tentara (mujahidin) demi tegaknya Islam, kebaikan bagi Umat, dan keridhoan Allah Swt.

“... Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” [Terjemah Makna Qur'an Surat (29) Al-Ankabut 30]

Annas I. Wibowo

Selasa, 30 Oktober 2012

Kepemimpinan Islam Dan Sistem Islam Bagi Negeri

Kepemimpinan Islam Dan Sistem Islam Bagi Negeri

 
Bagi penduduk negeri-negeri Muslim, mimpi buruk puluhan tahun haruslah diakhiri dengan suatu metode yang tepat. Metode bagi kebangkitan ini haruslah bersumber dari apa yang dituntunkan Rasulullah Saw. Dan metode seperti inilah yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir. Perjuangan melanjutkan kehidupan Islam ini insya’ Allah akan membuahkan hasil yang gemilang dengan pertolongan Yang Maha Kuasa, sebagaimana tampak dari perkembangan di dalam tubuh Umat akhir-akhir ini.

Kita telah menyaksikan kediktatoran sebelumnya, demokrasi, sekularisme, campur tangan kafir penjajah dan korupsi luas. Namun siklus berlanjut: demokrasi, korupsi, dan imperialisme terus mencabik negeri. Para imperialis Barat melihat negeri-negeri Muslim sebagai bagian dari sasaran 'perang terhadap teror'. Namun, berkebalikan dengan tipuan namanya, perang itu justru membawa kematian dan kehancuran pada jutaan orang di berbagai negeri Muslim dan terus menyalakan "teror" di seantero dunia.

Hal ini sebagaimana Allah Swt. firmankan dalam al-Qur'an.

“Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." [Terjemah Makna Qur'an Surat (2) al-Baqarah:11]

Pesan utama kami sederhana,
• Negeri ini tidak memerlukan hukum buatan para manusia yang merampas hak Allah Swt. dalam membuat hukum, tidak juga memerlukan sistem kufur dan rusak sekularisme beserta demokrasinya. Namun, negeri ini harus menerapkan konstitusi Islam sesungguhnya. Konstitusi ini akan menjamin pemilihan pemimpin, pertanggungjawaban, peradilan independen dan aturan hukum.

“Barangsiapa tidak menerapkan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (5) Al Ma’idah 47]”

Negeri ini juga harus berkuasa atas seluruh urusannya. Saat ini negeri ini adalah papan catur segala jenis campur tangan asing dari Amerika, intelijen asing, perusahaan multinasional, maupun lembaga keuangan dunia.

• Negeri ini wajib mewujudkan masyarakat Islam yang berideologi Islam, bersistem hukum Islam, bervisi Islam, menguasai iptek serta menaungi semua warganya tanpa pandang jender, suku, agama maupun ras dengan Khilafah.

• Negeri ini perlu segera mengatasi problem kronis korupsi, kesengsaraan hukum dan ekonomi. Hanya solusi radikal dari Islam sajalah yang mampu mengatasi masalah-masalah itu, bukan solusi-solusi sekular tambal sulam yang disediakan oleh elit penguasa beserta sistem bobroknya saat ini.

Nabi Saw. bersabda: “Siapa saja berlaku curang bukanlah golongan kami” (Hadits Riwayat Tirmidhi)

• Terakhir, negeri ini perlu menuliskan kebijakan luar negeri menurut Syariat Islam, tidak menjadi korban Amerika Serikat. Masa depan negeri ini adalah sebagai bagian dari kesatuan dunia Muslim dengan seperempat populasi dunia, yang mengendalikan jalur-jalur pelayaran utama dan yang menduduki mayoritas cadangan energi dunia. Hanyalah satu dunia Muslim yang menyatu dalam Khilafah yang bisa menangani berbagai tantangan yang akan muncul di abad 21 dari imperialisme dan kekufuran Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, dan Cina.

Senin, 29 Oktober 2012

Lawanlah Kafir Amerika Penjajah






Rasulullah Saw. telah memperingatkan kaum Muslimin,

"Orang beriman tidak disengat dari lubang yang sama dua kali." (Hadits riwayat Bukhari)

Selama lebih dari 6 dekade, kafir kolonialis Amerika terus menyengatmu lagi dan lagi. Para kafir tidak menginginkan kebaikan bagi Umat ini, kita harus tidak percaya pada mereka, apalagi bekerjasama dengan mereka. Mereka bertarung di jalan setan, berkonspirasi melawan Umat Muslim, menyulut konflik di tanah kita dan menjajah dengan berbagai cara, untuk mengamankan kepentingan mereka. Bahkan mereka yang punya mental budak, baik kalangan penguasa maupun sipil yang bekerjasama dengan Amerika, tidak mendapat hasil apapun selain fatamorgana, karena Amerika membuang mereka setelah peran mereka berakhir. Sungguh, mempercayai Amerika adalah seperti mempercayai setan. Dan ketergantungan pada mereka adalah ketergantungan pada musuh licik yang terus membahayakan Umat Islam. Allah Swt., Penguasa semua makhluk, berfirman,

"... padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." [Terjemah Makna Qur'an Surat (9) At-Taubah: 8]

Dan Allah Swt. berfirman,

"Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti; dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir." [Terjemah Makna Qur'an Surat (60) Mumtahanah: 2]

Namun, meski telah ada ayat-ayat Allah Swt. mengenai permusuhan kaum Kufar dan berbagai tindakan kriminal yang telah dilakukan Amerika, para penguasa kacung terus menyerumu untuk mendukung mereka sehingga secara tidak langsung tunduk pada tuan kafir mereka, membuat alasan demi alasan, mengklaim bahwa melawan Amerika adalah kematian, kita tidak bisa melakukan apapun, kita perlu bekerjasama dan lain-lain. Namun, wahai Umat Islam, solusi bagi kita tidaklah di luar jangkauan; tapi ada di tangan kita. Yang dibutuhkan adalah Umat Islam melepaskan diri dari pengaruh sistem kufur Amerika seperti nasionalisme, demokrasi, sekularisme, liberalisme, kapitalisme, dll. Dan kita harus menegakkan kekuasaan yang jujur di mana diterapkan sistem Islam, yaitu Khilafah. Hanyalah Khilafah yang menerapkan Islam seutuhnya dan menyatukan negeri-negeri Muslim menjadi satu negara kuat untuk mencabut pengaruh Amerika semuanya sekaligus. Maka, campakkan para penguasa antek yang terus saja menyengsarakan rakyat sepuas-puasnya. Hentikan dukungan kita pada para penguasa tidak sah menurut Islam itu karena mereka menjadi tuhan-tuhan selain Allah Swt. yang nekat membuat hukum sekehendaknya. Bergandenganlah bersama para politisi pejuang Islam yang hakiki di luar sistem demokrasi, para aktivis Hizbut Tahrir, dalam kerja bersama untuk menegakkan ajaran Islam, hukum-hukum Allah, sistemnya Rasulullah dan para Khulafaur Rasyidin.

Wahai Umat Islam di Angkatan Bersenjata!

Situasi Amerika adalah semakin merosot dan runtuh. Kejatuhannya tidak bisa dibereskan dengan perubahan kosmetik karena perkaranya disebabkan oleh jalan hidup sesatnya itu, yaitu Kapitalisme. Adalah Kapitalisme yang menyebabkan Amerika hina menjadi monster brutal di sekeliling dunia, dicurigai dan diwaspadai oleh para sekutunya, dan dimusuhi para korbannya. Dan adalah Kapitalisme yang membiakkan kerakusan hingga elit Amerika memangsa rakyatnya sendiri, menyebabkan kehancuran ekonomi dan bidang-bidang lainnya.

Kamu tidaklah lemah dan akan dikuatkan oleh Islam, jika kamu menangkap kesempatan ini. Kamu adalah angkatan bersenjata terbesar di dunia, dengan minimal 300.000 pasukan paramiliter, lebih dari 500.000 pasukan cadangan, dan 30.000.000 yang bisa dilatih olehmu untuk bertempur dalam hitungan bulan. Jadi, jangan biarkan Amerika memperalatmu untuk melanjutkan penjajahan, membuat militer menjadi terhina di kehidupan ini dan disiksa pedih oleh Allah Swt. di kehidupan berikutnya, tidakkah lebih baik bagimu di dunia ini dan selanjutnya bahwa kamu menjadi sarana bagi Umat Islam untuk menjadi titik mula Khilafah dan penyatuan kembali seluruh dunia Muslim sebagai negara terbesar dan terkuat? Tidakkah ini akan menjadi penebus bagi dosa-dosamu dan sebagai cara meraih keberuntungan besar di Hari Pembalasan?

Kamu harus menolak kerjasama apapun dengan para petinggi militer dan politik kolonialis, tutup kantor-kantor intelijen mereka, buang mereka dan antek-anteknya dari negeri, karena kamu saja yang mempunyai kemampuan ini. Dan kamulah yang bisa mengangkat rakyatmu melalui negara Khilafah. Ingatlah pendahulumu yang mulia, Sa'ad bin Muadz ra. salah seorang tentara kaum Anshar, yang memberikan dukungan fisik untuk mendirikan negara Islam awalnya di Madinah. Ketika Sa'ad meninggal, ibunya menangis dan Rasulullah Saw. memberitahu,

"Air matamu akan menghilang dan kesedihanmu berkurang jika kamu tahu bahwa anak laki-lakimu adalah orang pertama yang Allah Swt. tersenyum dan Arsy bergetar untuknya." [Hadits Riwayat At-Tabrani].

Kesempatan luar biasa ini menunggumu saat ini. Sekaranglah waktunya kamu memberikan Nussrah (dukungan fisik) pada Hizbut Tahrir untuk berdirinya Khilafah, yang dituntun oleh Islam. Setelah itu kita bisa benar-benar mendirikan Khilafah, menerapkan Islam, menyatukan semua negeri Muslim sebagai satu negara di hadapan musuh-musuh kita, Amerika, Inggris, dan para sekutunya. Dan kita bisa memimpin dunia dan membawa Islam pada dunia sebagai petunjuk dan cahaya.

"... Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya." [Terjemah Makna Qur'an Surat (12) Yusuf: 21]

diolah dari:
25 January 2009

Minggu, 28 Oktober 2012

Cara Mengusir Amerika Dan Para Anteknya Dari Tanah Muslim

Mendirikan Khilafah adalah jalan pembebasan yang sesungguhnya
Wahai Umat Islam!

Kami para aktivis dari Hizbut Tahrir, yang terus bekerja di seantero dunia Muslim selama lebih dari 50 tahun, kami tergerak untuk menyerumu dalam mobilisasi ini, memastikan bahwa kita sekarang berada dekat dengan perubahan besar dan tak terhindarkan. Kami telah memprediksi hal ini lebih kuat di tahun ini, daripada tahun-tahun yang lalu, dan kami terus mendistribusikan banyak selebaran, merangkul banyak dari antaramu dalam ceramah dan diskusi dan memasang banyak bendera Islam dan poster. Hal itu salah satunya dalam upaya untuk mengakhiri penjajahan oleh kafir Barat di segala bidang dan mengakhiri kezaliman semua intelijen, militer, basis dan kedutaan kafir penjajah yang dipimpin Amerika.

Tiada keraguan dalam pikiran kami bahwa kamu hidup dan mengetahui bahaya kaum kafir imperialis. Hal ini jelas dalam berbagai respon Umat Islam terhadap serangan-serangan pengecut yang membunuh ratusan ribu kaum Muslimin termasuk anak-anak, ibu-ibu, saudara dan saudari kita dan menjadi kesenangan bagi Barat dan para anteknya. Jelaslah bagi kita bahwa kejahatan keji terhadap Umat Muslim dilakukan juga oleh intelijen kafir Amerika, yang terus menjadi penyebab fitnah kerusakan dan kekacauan dimana-mana dari Amerika Tengah hingga Vietnam, sampai Irak dan Afghanistan dan juga bebas merajalela di Pakistan, atas dukungan para penguasa kacung.

Kaum imperialis licik itu datang pada kita untuk memenangkan hati dan pikiran Umat Islam dengan melakukan penipuan, pembodohan, konspirasi, dan penyesatan opini demi menjajah kita di berbagai bidang. Tapi kita tahu kebusukan jalan hidup, pikiran dan rencana mereka karena kini kita semakin sadar. Solusinya adalah dengan mengenyahkan orang-orang zalim itu sepenuhnya dari wilayah Muslim. Tentu saja kita harus mengenyahkan anak buah mereka, yaitu para penguasa negeri Muslim yang jelas-jelas kekuasaannya batal demi hukum Islam. Para penguasa negeri Muslim terus saja berusaha membingungkan kita, memperbodoh kita dengan bermacam perkara remeh, dan memfitnah Islam.

Dan kita harus tahu bahwa Amerika terus memperluas hagemoninya meski mereka dalam keadaan kacau. Bagian dari rencana Amerika adalah mengadakan 'Peningkataan Kerjasama' atau 'Kemitraan Komprehensif' dengan negeri-negeri Muslim untuk memperkuat penjajahan mereka di segala bidang. Mereka melakukannya juga dengan menggunakan jaringan antek Amerika termasuk dalam hal intelijen dan militer, sebagaimana Kerajaan Inggris dahulu membawa pasukan penjajahan untuk mengamankan East India Company sehingga mengakhiri supremasi Umat dan Islam atas sub-benua India melalui para penguasa lokal atau preman licik berdasi.

Wahai Umat Islam!

Ketahuilah bahwa satu-satunya solusi mengakhiri berkembangnya hagemoni Amerika dan Barat adalah penegakkan kembali Khilafah. Hanyalah Khilafah yang bisa menyatukan Umat Islam, mengumpulkan semua sumberdayanya untuk melindungi Umat Islam dari kejahatan kaum kafir musuh. Sungguh, Khilafah sepanjang zaman menjadi tameng pelindung bagi kaum Muslim, melindungi agamanya, tanahnya dan hidupnya. Dahulu Khilafahlah yang mengusir kaum Tartar, Pasukan Salib dan mengalahkan Romawi dan Persia. Bahkan dalam periode terlemahnya, adalah Khilafah yang memaksa Amerika membayar jizyah dalam perjanjian ditandatangani 21 Safar 1210 H atau 5 Juni 1795, menurut perjanjian itu ia diharusan membayar 642.000 dollar emas dan pembayaran tahunan 12.000 lira emas Utsmani pada negara Khilafah -satu-satunya perjanjian yang ditandatangani Amerika dalam bahasa selain bahasanya sendiri.

Jika kaum Muslim di Somalia, sebuah negeri yang dijangkiti kemiskinan dengan sarana minim, mampu mengusir pasukan militer pengecut Amerika, dan Umat Islam di Irak, sebuah negeri yang dijajah yang hanya memiliki peralatan militer kelas bawah, mampu mencegah Amerika dari penguasaan penuh, apa yang mencegah Pakistan, dengan angkatan bersenjata terkuat dan memiliki senjata nuklir, mengusir Amerika? Khususnya ketika Amerika gagal dan dibenci di seantero dunia, kekurangan sumberdaya untuk mempertahankan penjajahan sekarang, tentaranya kurang keberanian meski punya senjata, terlemahkan terus oleh ekonomi kapitalisme tanpa tanda perbaikan, terus saja membelanjakan milyaran dollar untuk hagemoni tapi masih kurang? Dan tidakkah situasi sulit Amerika mengingatkanmu pada apa yang difirmankan Allah Swt.?

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan." [Terjemah Makna Qur'an Surat (8) al-Anfal: 36]

Wahai Kaum Muslimin Seluruhnya!

Panggung dunia telah disiapkan dan waktunya telah datang bagi Umat Islam untuk bangkit dan menjadi para pemimpin umat manusia. Tidakkah kamu ingin mendapatkan kemuliaan menjadi negeri Muslim yang mendirikan kembali kekuasaan Islam, negara Khilafah, yang akan menjadi titik luncur bagi penyatuan kembali seluruh dunia Muslim sebagai satu-satunya negara paling banyak sumberdaya di dunia? Kita adalah umat yang mencintai Islam dan kaum Muslimin dan bersedia berkorban untuk tuntunan Islam. Tanah-tanah ini basah oleh darah mereka yang berkorban demi Islam demi Hijrah atau Jihad melawan kafir musuh. Dan melalui cobaan dan rintangan yang telah Umat hadapi dari tangan para kolonialis dan anteknya, kita menyaksikan bahwa semua itu justru meningkatkan pengabdian kita pada Allah Swt., Rasulullah Saw. dan Islam. Selain itu, kita harus tahu bahwa Khilafah tidak hanya merupakan tameng yang telah terbukti bagi Islam dan Umat, namun Khilafah adalah kewajiban yang untuknya setiap Muslim akan diminta tanggung jawab.

“Barangsiapa mati tanpa bai’at di lehernya, mati dengan kematian Jahiliyah” (Hadits Riwayat Muslim)

Maka, gabungkanlah malam dan siangmu dalam kerja mulia untuk mendirikan kembali Khilafah, bersama-sama para aktivis Hizbut Tahrir. Bergandengan dengan para aktivis dan menyadarkan Umat Islam dalam gelombang cerah dan kuat perubahan hakiki. Perjuangkan seruan Khilafah hingga tidak ada masjid, sekolah, kampus universitas, pasar, maupun kantor yang tidak mendengarnya. Gunakanlah kecerdikanmu untuk menggunakan apapun sarana syar'i yang telah diberikan Allah Swt. padamu untuk mengemban seruan lantang dan jelas, baik diskusi, ceramah, selebaran, SMS, email, radio atau bahkan siaran televisi. Usahakan seruan Khilafah menggema di seantero negeri umat Islam. Dan serulah saudara-saudara di angkatan bersenjata untuk memberikan dukungan penuh pada Hizbut Tahrir untuk penegakkan Khilafah, yang akan mengakhiri ombak penghinaan dan kekalahan dan menggantinya dengan era kemuliaan, kekuatan dan ketinggian.

"Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui." [Terjemah Makna Qur'an Surat (63) al-Munafiqun: 8]

....

diolah dari:
Hizb-ut-Tahrir

12 Dhul-Qaadah 1430 H
1 November 2009

Sabtu, 27 Oktober 2012

Stop Penghinaan Pada Nabi Muhammad

Cara Menghentikan Penghinaan Terhadap Islam dan Pengembannya


BAGAIMANA MENGHENTIKAN PENGHINAAN NABI Saw.

Terus-Menerus Menghina Nabi dan Melecehkan Islam, bukti kebencian Yahudi
Bagaimana jika anda dituduh dan dihina orang oleh seseorang sebagai penipu, orang yang suka melakukan pelecehan seksual terhadap anak, padahal anda orang baik-baik, sudah pasti anda tidak terima dengan tuduhan dan penghinaan tersebut.  Bagaimana perasaan anda jika  orang terkasih anda, anak atau orang tua anda yang selama ini anda yakini dan saksikan sebagai orang baik-baik tiba-tiba ramai dibicarakan dan diberitakan sebagai lelaki hidung belang dan suka melakukan pelecehan seksual?

Bagaimana pula perasaan anda, jika pasangan hidup yang yang selama ini anda kenali lemah-lembut, sangat penyayang, perhatian, sangat setia pada anda, senantiasa membantu kesulitan anda, memotivasi anda, menunjuki anda jalan-jalan kebaikan yang membuat hidup anda sukses, bahkan rela mati demi melindungi anda, tiba-tiba di hadapan anda dia dihina sebagai pelaku kekerasan, suka menipu serta maniak seks? Pastilah wajar jika anda marah dan membelanya. Anda tentu ingin memberi orang yang menghina tersebut hukuman yang pantas bagi perbuatannya. Sungguhlah aneh jika anda diam saja dan membiarkan penghinaan tersebut.

Salah satu kewajiban seorang Muslim adalah mencintai, memuliakan, dan menghormati Nabi Muhammad SAW sebelum mencintai, memuliakan, dan menghormati manusia lain.  Mengapa demikian?

Alasannya, tidak hanya karena pribadinya yang tidak pernah cacat; lebih dari itu, beliau dihormati dan dimuliakan karena beliau adalah sosok manusia yang dipilih Sang Pencipta untuk menyampaikan risalah-Nya yang sempurna kepada seluruh umat manusia. Selain itu, Alquran telah menyematkan sejumlah predikat mulia yang akan mencegah siapa saja dari tindakan pelecehan dan penghinaan kepada Rasulullah SAW.

Walaupun beliau SAW tidak pantas dihina dan dilecehkan, namun, sejak beliau SAW memikul tugas risalah dari Allah SWT hingga sekarang, tidak sedikit orang yang terus berusaha menghina personalitasnya maupun risalah Islam yang dibawanya.

Orang-orang kafir terus mengusik kaum Muslimin, terus menerus menghina Nabi SAW dan Islam, kian hari penghinaan mereka semakin lantang, daftar panjang penghinaan mereka terus bertambah. Beragam aksi dan bentuk penghinaan terus menerus bermunculan. Mulai majalah, film, hingga aksi pembakaran Al-Qur`an.

Kali ini sebuah film murahan ‘Innocence of Muslim’ menyerang Islam dengan  menggambarkan Islam sebagai sebagai agama kekerasan, penuh kebencian, dan mengeksploitasi seksual. Penghinaan ini langsung disusul dengan penghinaan lainnya, sebuah majalah Spanyol, El Jueves memasang karikatur Nabi Muhammad SAW pada sampul depannya, lalu menggambarkan sejumlah Muslim yang berdiri seperti barisan para tersangka saat diidentifikasi polisi.

Hanya berselang 1 minggu, majalah Prancis, Charlie Hebdo, memasang karikatur yang menghina Rasulullah SAW. Sampul depan majalah tersebut menunjukkan seorang Yahudi Ortodoks mendorong sosok bersorban di kursi roda dan beberapa karikatur Nabi dimasukkan pada halaman isinya, termasuk beberapa digambarkan dalam keadaan telanjang.

Tidak berhenti sampai di situ, penghinaan berikutnya sudah disiapkan. Majalah satir terkemuka Jerman Titanic berencana menampilkan halaman depan yang menunjukkan sebuah foto Bettina Wulff yang  sedang dirangkul oleh seorang pria Arab yang mengenakan sorban dan memegang pisau. Headline majalah edisi Oktober yang terbit pada 28 September mengatakan: “Barat Bangkit: Bettina Wulff Garap Film tentang Muhammad.” Edisi yang menghina Islam tersebut rencananya akan dicetak sebanyak 100.000 eksemplar.

Pertengahan Agustus 2012, sebuah kelompok anti Islam bernama Pro-German menggelar pesta menggambar karikatur Nabi Muhammad SAW di Berlin, Ibukota Jerman.

Tahun 2008 lalu, politisi anti-Islam Belanda  Geert Wilders membuat film Fitna di internet. Dalam film itu ia mengutip cuplikan video kasus-kasus kekerasan di seluruh dunia. Intinya, dalam film berdurasi 15 menit itu, ia mencitrakan Islam sebagai agama barbar yang tidak berperkemanusiaan. Ajaran Islam digambarkan sebagai ajaran kekerasan. Tidak berhenti di situ, setelah dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan Belanda, Wilders sudah menyiapkan film berikutnya dengan judul yang sama, Fitna 2. Ia mengumumkan, filmnya yang akan mencerca kehidupan Nabi Muhammad tersebut akan dirilis tahun 2012.  Seperti dikutip situs NIS News Bulletin (2/5/2011), Wilders mengungkapkan film terbarunya akan mengupas “kehidupan barbar dari roh sakit Muhammad”. Wilders mengatakan ingin merangsang “debat publik” tentang Nabi Muhammad agar umat Islam meninggalkan Islam (murtad).

Pada 30 September 2005, harian Denmark, Jyllands-Posten memuat karikatur Nabi SAW. Sebelumnya juga beredar novel The Satanic Verses karya Salman Rushdie yang jelas-jelas sangat melecehkan Islam.

Koran Perancis France Soir, Die Welt di Jerman, La Stampa di Italia dan El Periodico di Spanyol memuat karikatur yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW dan agama Islam.  Menanggapi tindakan France Soir itu, pemerintah Perancis mengatakan mendukung kebebasan pers. Di bawah tulisan "Ya, kami berhak menggambar Tuhan", France Soir memasang gambar kartun Tuhan dalam agama Budha, Yahudi, Islam dan Kriten terbang di awan. Beberapa gambar kartun menampilkan Nabi Muhammad sebagai teroris. Kartun itu memperlihatkan tuhan agama Kristen mengatakan: "Jangan mengeluh Muhammad, kami semua sudah pernah digambarkan dalam karikatur."

Aksi  Burn A Quran Day, juga berulang kali terjadi, sejak 2010 oleh pendeta Florida Terry Jones dan jamaahnya. Aksi yang sama juga dilakukan oleh tentara-tentara AS pada Februari (2012) membakar secara sengaja 315 salinan materi keagamaan termasuk Alquran di penjara Bagram, Afghanistan (Eramuslim.com, 13/09). Penghinaan terhadap Alquran juga dilakukan di penjara-penjara kejam Amerika Serikat di Guantanamo.

Redaktur mingguan Perancis “Charlie Hebdo”, yang menerbitkan karikatur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, menegaskan bahwa ia akan meneruskan upayanya dalam menjelek-jelekkan Islam hingga mengolok-olok Islam menjadi hal yang lumrah.

Mengapa Rasul SAW dicela?
Sebagai seorang suri tauladan seluruh umat manusia, tidak ada kekurangan dan kecacatan pada akhlak beliau. Kurang lembut apa beliau sehingga mendapatkan penghinaan dan pelecehan? Lihatlah akhlak belaiu.

Ketika Rasulullah saw. ditanya tentang hak tetangga, dia berkata: “Tolonglah ia ketika minta tolong kepadamu. Berilah ia pinjaman ketika meminjam. Kunjungilah dia ketika sakit. Ucapkan selamat bila memperoleh kebaikan (misal: rizki, anak, kepulihan). Sampaikan takziah (duka cita) bila mendapat musibah (kematian), antarkan jenazahnya bila meninggal. Jangan kamu tinggikan bangunanmu sehingga menghalagi udara ke rumahnya kecuali dengan izinnya dan janganlah kamu sakiti tetanggamu dengan bau masakanmu kecuali engkau berikan sebagian kepadanya (misal: kuah/sop daging). Jika engkau membeli buah-buahan berikanlah sebagian. Jika engkau tidak (mau) memberinya, masukkan buah-buahan itu ke dalam rumahmu secara sumbunyi-sumbunyi. Janganlah anakmu keluar membawa buah yang membuat anaknya kecewa.” (HR Thabrani. Lihat: At Targhib wat Tarhib, jilid 3 hlm. 357)

Allah Swt. berfirman:“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat dan karunia) Allah dan (kedatangan) hari akhir (kiamat) dan dia banyak berdzikir (menyebut/mengingat) Allah.(QS al-Ahzab [33]: 21)

Sesungguhnya penghinaan yang dilakukan oleh orang-orang kafir bukan karena individu beliau, melainkan karena kebencian orang-orang kafir terhadap risalah kebenaran Islam yang beliau bawa. Mereka menginginkan kita meninggalkan agama ini. Sebagaimana yang Allah sampaikan di dalam Al-Qur`an sejak 1400 tahun yang lalu, Allah berfirman:

…Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.. (Q.S. Ali Imran: 118).

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka… (Q.S. Al-Baqarah: 120)

Barat Bertanggung Jawab
Munculnya penghinaan Nabi Muhammad SAW dan Islam tidak bisa dilepaskan begitu saja dari peran dunia Barat. Sejauh ini tidak ada negara Barat satu pun yang mencegah penghinaan itu terjadi. Malah, kian terlihat Barat membiarkan aktivitas itu terus berlanjut. Ketika film Innocence of Muslims memicu kemarahan kaum Muslim di seluruh dunia, Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersikeras pemerintahannya tidak akan melarang peredaran video bernada hujatan terhadap agama tertentu, di antaranya video cuplikan film anti-Islam Innocence of Muslims.

Perlu kita garis bawahi, penghinaan terhadap Islam bukanlah dilakukan secara tidak sengaja, tanpa perencanaan, dan dilakukan oleh orang-orang yang ‘dungu’. Tidak sama sekali. Berulangnya penghinaan terhadap Islam, Alquran, Rasulullah SAW, menunjukkan hal ini merupakan kebijakan yang sistematis dilakukan oleh Barat dan didukung oleh pemerintah Barat . Tujuannya menyudutkan Islam!

Jauh sebelum itu, demonisasi (setanisasi) terhadap Islam, secara sistematis dikembangkan dalam studi orientalisme pada abad pertengahan yang berkembang di Barat. Kajian ini dilakukan oleh para cendekiawan Barat dengan gereja sebagai penggerak utamanya, jadi bukan orang-orang dungu. Kebencian kaum orientalis terhadap Islam tampak dari julukan mereka menyebut Rasulullah Muhammad SAW dengan sebutan “Mamed, Mawmet, Mahoun, Mahun, Mahomet, Mahon, Machmet” yang semua kata itu memiliki makna satu, yakni setan (devil).

Seperti yang dinyatakan Edward Said dalam Covering Islam (1997): pada sebagian besar abad pertengahan dan awal kebangkitan Renaissance di Eropa, Islam diyakini sebagai agama setan,  murtad, penghujatan dan ketidakjelasan. “… Muhammad adalah seorang nabi palsu, penabur perselisihan, sosok yang mementingkan kesenangan fisik, munafik, dan agen setan”.

Upaya demonisasi ini tidak berhenti hingga sekarang.  Dalam rekomendasi yang dikeluarkan Cheryl Benard (the RandCorporation)  disebutkan ada beberapa ide  yang harus terus menerus diangkat untuk  menjelekkan citra Islam : perihal demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, minoritas, pakaian wanita, dan kebolehan suami untuk memukul istri.

Konsekuensi dan Sanksi Menghina Nabi = Hukuman Mati
Para ulama telah sepakat, bahwa siapa saja yang secara terang-terangan melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW, wajib dihukum mati.

Menurut Ibnu Mundzir, para ulama telah berkonsensus mengenai wajibnya menjatuhkan hukuman mati bagi siapa saja yang terang-terangan menghina Rasulullah SAW. Al-Farisiy, salah seorang ulama dari Madzhab Syafi'iyyah, menuturkan di dalam kitab al-Ijma'; menurut konsensus para ulama, siapa saja yang menghina Rasulullah SAW dengan terang-terangan telah terjatuh ke dalam kekafiran; dan orang itu wajib dijatuhi hukuman mati meskipun bertaubat. Sebab, had (sanksi) orang yang mencela (qadzaf) Rasulullah SAW adalah hukuman mati. Sedangkan had qadzaf tidak bisa digugurkan oleh taubat.

Imam al-Khatabiy berkata, "Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat mengenai wajibnya hukuman mati bagi seorang Muslim yang menghina Rasulullah SAW. " Menurut Imam Syafi'iy, orang kafir yang menghina Rasulullah SAW wajib dibunuh, dan dzimmahnya dicabut. [Imam Mubarak-furiy, 'Aun al-Ma'bud Syarh Sunan Abi Dawud, hadits no. 3795].

Ibnu Taimiyah menukil pendapat Qodhi 'Iyadl yang menjelaskan bentuk-bentuk hujatan Nabi saw. sebagai berikut: "Orang-orang yang menghujat Rasululah saw. adalah orang-orang yang mencela, mencari-cari kesalahan, menganggap pada diri Rasul saw. ada kekurangan atau mencela nasab (keturunan) dan pelaksanaan agamanya. Selain itu, juga menjelek-jelekkan salah satu sifatnya yang mulia, menentang atau mensejajarkan Rasululah saw dengan orang lain dengan niat untuk mencela, menghina, mengecilkan, memburuk-burukkan dan mencari-cari kesalahannya. Maka orang tersebut adalah yang orang yang telah menghujat Rasul saw. terhadap orang tersebut, ia harus dibunuh . . ."

Imam Asy-Syaukani menukil pendapat para fuqaha antara lain pendapat Imam Malik yang mengatakan bahwa orang kafir dzimmi seperti Yahudi, Nashrani, dan sebagainya, yang menghujat Rasulullah saw. terhadap mereka harus dijatuhi hukuman mati, kecuali apabila mereka bertaubat dan masuk Islam. Sedangkan bagi seorang Muslim, ia harus dieksekusi tanpa diterima taubatnya. Imam Asy-Syaukani mengatakan bahwa pendapat tersebut sama dengan pendapat Imam Syafi'i dan Imam Hambali.

Imam Asy-Syaukani dalam kitab Nailul Authar jilid VII, halaman 213-215, mengemukakan dua hadits tentang hukuman bagi penghinaan Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra. yang berbunyi: "Bahwa ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (oleh karena perbuatannya itu), maka perempuan itu telah dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya". (HR Abu Dawud).

Ibnu Abbas RA telah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi, bahwa ada seorang laki-laki buta yang istrinya senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha melarang dan memperingatkan agar istrinya itu tidak melakukannya. Sampai pada suatu malam (seperti biasanya) istrinya itu mulai lagi mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Merasa tidak tahan lagi), lelaki itu lalu mengambil kapak kemudian dia tebaskan ke perut istrinya dan ia hujamkan dalam-dalam sampai istrinya itu mati.

Keesokan harinya, turun pemberitahuan dari Allah swt kepada Rasulullah saw yang menjelaskan kejadian tersebut. Lantas, hari itu juga beliau saw. mengumpulkan kaum muslimin dan bersabda: "Dengan menyebut asma Allah, aku minta orang yang melakukannya, yang sesungguhnya tindakan itu adalah hakku; mohon ia berdiri !"

Kemudian (kulihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan dengan meraba-raba sampai ia turun di hadapan Rasulullah saw, kemudian ia duduk seraya berkata: "Akulah suami yang melakukan hal tersebut ya Rasulullah saw. Kulakukan hal tersebut karena ia senantiasa mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, tetapi ia tetap melakukannya. Dari wanita itu, aku mendapatkan dua orang anak (yang cantik) seperti mutiara. Istriku itu sayang padaku. Tetapi kemarin ketika ia (kembali) mencela dan menjelek-jelekkan dirimu, lantas aku mengambil kapak, kemudian kutebaskannya ke perut istriku dan kuhujamkan kuat-kuat ke perut istriku sampai ia mati. Kemudian Rasululah saw. bersabda: "Saksikanlah bahwa darahnya (wanita itu) halal." (HR. Abu Dawud dan An Nasa'i)

Kita memang harus menahan marah marah jika yang dihina diri kita. Tapi kalau yang dihina Allah, Nabi dan syariatnya, mati hukumannya. Nabi lebih mahal dari nyawa kita.

Nasib Buruk Bagi Penghina Nabi dan Kecelakaan Bagi Para Penentangnya
Menghina Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam tidaklah seperti menghina salah seorang dari kaum muslimin. Beliau adalah makhluk pilihan Allah yang dimuliakan dengan risalah dan akhlak yang terpuji. Maka, penghinaan terhadap beliau merupakan penghinaan terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah telah menjanjikan siksa yang pedih di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang menghina Allah, Agama-Nya, dan para utusan-Nya. Orang-orang yang telah menghina para utusan Allah terdahulu menjadi bukti akan ancaman Allah ini.

Kaum Nabi Nuh 'alaihis salam telah menghina utusan Allah kepada mereka. Lalu Allah menghancurkan mereka dengan menenggelamkan mereka di dunia. Sedangkan di akhirat, mereka akan mendapatkan adzab yang lebih pedih. "Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)." (QS. Al-A'raf: 64)

Kaum Nabi Huud 'alaihis salam yang mengolok-olok dan mendustakannya, lalu Allah menyelamatkan Huud 'alaihis salam dan menghancurkan kaumnya. "Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Huud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah kebinasaanlah bagi kaum 'Ad (yaitu) kaum Huud itu." (QS. Huud: 58-60)

Nabi Shalih 'alaihis salam diutus kepada kaum Tsamud, lalu mereka menghina dan mendustakannya. Maka Allah menyelamatkan Shalih dan menghancurkan kaumnya."Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka." (QS. Al-A'raf: 78)

Nabi Luth 'alaihis salam yang diutus kepada kaum Sodom, lalu mereka mengejeknya dan mengatakan, "Sesunguhnya mereka ini adalah manusia yang sok suci." Maka Allah menyelamatkannya dan orang-orang beriman yang bersamanya sedangkan orang-orang yang menghina dan mendustakannya dihancurkan oleh-Nya. "Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu." (QS. Al-A'raf: 83-84)

Dan dalam firman Allah yang lain: "Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim." (QS. Huud: 82-83)

Kaum Nabi Syu'aib alaihis salam juga telah mengejek nutusan Allah kepada mereka  dengan mengatakan, "Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal." (QS. Huud: 87)

"Maka Allah menghancurkan mereka dan menyelamatkan Syu'aib. Dia berfriman: Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 91-92)

Adapun orang-orang yang suka mengejek, menghina, mendustakan dan  memusuhi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, mereka terbunuh di dunia dengan hina dan diakhirat mendapatkan adzab yang pedih. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, "Kisah tentang penghancuran Allah terhadap para pencela agama, satu demi satu telah diketahui. Para ahli sejarah dan tafsir telah menceritakannya. Di antara mereka adalah dedengkot Quraisy, seperti Al-Walid  bin Mughirah, 'Ash bin Wail, Aswadan bin Abdul Muthallib, Ibnu Abi Yaghuts dan Al-Harits bin Qais."

Raja Kisra telah mencabik-cabik surat yang datang dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu mengolok-oloknya, tidak lama setelah itu Allah membunuh dan menghancurkan kerajaannya sehancur-hancurnya. Hal ini merupakan perwujudan dari firman Allah: "Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus." (QS. Al-Kautsar: 3)

Setiap orang yang membenci dan memusuhi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka pasti Allah menghancurkannya dan menghilangkan kebesarannya. Di antara atsar yang terkenal adalah yang menyebutkan bahwa "daging para ulama adalah racun." Lantas bagaimana dengan daging para nabi 'Alaihimus Salam? Dan dalam hadits shahih disebutkan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Allah telah berfirman, "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, Maka aku nyatakan perang terhadapnya." Lalu bagaimana dengan orang-orang yang memusuhi para nabi 'Alaihimus Salam? Dan barangsiapa menyatakan perang terhadap Allah, pastilah ia akan hancur." (Ash-Sharimul Maslul, Ibnu Taimiyyah, hlm. 164-165)

Taubatnya Para Pencela Nabi
Para ulama sepakat bahwa jika pelaku bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha), maka taubatnya bermanfaat kelak di akhirat di hadapan Allah SWT. Namun mereka berbeda pendapat apakah taubatnya di dunia diterima ataukah tidak. Dengan kata lain, apakah mereka  dapat dimaafkan dan terbebas dari sanksi hukuman mati ataukah tidak. Jika pelakunya seorang muslim, maka jumhur fuqaha, al-Malikiyah, asy-Syafi’iyyah, al-Hanabilah, berpendapat bahwa  taubat (maaf) mereka tidak diterima,(Lihat: Mukhtashar Kholi, libni Ishaq al-Jundiy, , 1/251,  al-Majmu’ lil Imam an-Nawawiy, 9/427, as-Syarhul Kabir Libni Qudamah, 10/635).

Adapun jika pelakunya kafir dzimiy, maka perjanjian dengan mereka otomatis batal, pelakunya diberlakukan hukuman mati, kecuali jika mereka masuk Islam menurut pandangan sebagian fuqaha. Namun dalam kontek ini keputusan ada di tangan imam (khalifah), apakah keislamannya diterima atau tetap diberlakukan hukuman mati, sebagai pelajaran bagi orang-orang kafir lainnya. Sementara kafir maka hukum asal muamalah dengan mereka adalah perang (qital). Siapapun yang melakukan pelecehan terhadap Rasulullah SAW akan diperangi.

Siapa Pengeksekusi
Empat belas abad yang lalu, tepatnya di kota Madinah pada masa Rasulullah saw. ada seorang munafik yang bernama Abdullah bin Ubay bin Salul. Ketika itu ia bersumpah: "Demi Allah, apabila aku kembali ke Madinah, tentu orang yang paling mulia akan segera mengusir orang yang paling hina." Maksud Abdullah bin Ubay adalah bahwa dirinya yang ketika itu termasuk pemimpin di antara pemuka kalangan munafiqun yang menganggap lebih mulia daripada Rasulullah saw; dan bahwasanya Rasulullah Muhammad saw. itu adalah orang yang paling rendah martabatnya di antara mereka. Dengan demikian, Rasulullah saw tidak layak lagi memimpin mereka. Begitulah maksud Abdullah bin Ubay.

Berita tersebut didengar oleh Zaid bin Al Arqam, kemudian ia menyampaikannya kepada Umar. Umar sangat geram mendengar hal ini, lalu ia melapor kepada Rasulullah saw. Dengan menahan emosi, ia berkata, "Izinkan aku, ya Rasulullah, untuk membunuh orang itu, orang yang telah menyebarkan fitnah, agar aku dapat memancung lehernya."

Mendengar permintaan Umar itu, Rasulullah saw lalu bertanya, "Apakah engkau akan membunuhnya, bila kuizinkan engkau melakukannya?" Umar menjawab," Ya tentu. Demi Allah, jika engkau memerintahkan kepadaku untuk membunuhnya, maka aku akan memancung lehernya, (sekarang juga). Rasulullah saw berusaha menenangkan emosi umar, seraya berkata "Duduklah dulu." Tak lama kemudian, datanglah salah seorang terkemuka dari kalangan Anshar yang bernama Usaid bin Hudlair. Ia kemudian berkata "Wahai Rasululullah, izinkanlah aku untuk memancung leher orang yang telah menyebarkan fitnah di tengah masyarakat itu."

Kembali Rasulullah saw berkata persis seperti apa yang dikatakan Beliau kepada Umar: "Apakah engkau akan membunuhnya, bila kuizinkan engkau melakukannya?" Usaid bin Hudzair menjawab: "Ya tentu saja. Demi Allah, jika engkau memerintahkan kepadaku untuk membunuhnya, maka aku akan memancung lehernya, (sekarang juga)". Tetapi, lagi-lagi Rasulullah tidak mengijinkan Usaid melepaskan geramnya.

Berbeda dengan itu, setelah usai Perang Badar, seorang gembong Yahudi bernama Abu 'Afak terus menerus menampakkan permusuhannya pada Islam dan melakukan penghinaan pada Rasulullah SAW. Di antaranya ia menyuruh penyair untuk membuat sya'ir-sya'ir yang mengandung cacian, celaan, cercaan, dan penghinaan terhadap Nabi SAW. Mendengar hal ini, tanpa banyak komentar seorang sahabat bernama Salim bin Umar mendatangi rumah Abu 'Afak. Kemudian ia membebaskan pedangnya di leher Abu 'Afak sehingga seketika itu juga matilah dia.

Juga pernah suatu waktu ada seorang Yahudi bernama Asma binti Marwan yang sangat membenci Islam. Ia selalu melontarkan perkataan-perkataan yang mengandung penghinaan terhadap Nabi dan Islam. 'Umair bin 'Auf, salah seorang sahabat Nabi mendatangi rumah Asma lalu menancapkan pedang ke dadanya. Ia pun mati. Mensikapi kedua kejadian terakhir ini Rasulullah SAW mendiamkannya.

Nampaklah, sikap Rasulullah SAW tidak mengijinkan membunuh orang munafik Abdullah bin Ubay karena Beliau khawatir orang-orang mengatakan "Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya". Bahkan Beliau bersedia menshalatkannya saat ia meninggal. Namun, Allah segera menurunkan larangan tentang hal itu (lihat surat at-Taubah ayat 84). Sementara, untuk kasus lainnya, pengeksekusinya adalah para sahabat yang gagah berani dengan seijin Rasulullah sebagai Kepala Negara.

Khilafah Akan Mengakhiri Seluruh Penghinaan dan Pelecehan Terhadap Allah, Rasul-Nya dan Islam
Negara berkewajiban menerapkan sanksi tersebut bagi siapa saja yang terbukti menghina Nabi SAW secara terang-terangan. Lebih dari itu, negara juga berkewajiban mencegah setiap upaya yang ditujukan atau berpotensi melecehkan kehormatan Nabi Muhammad SAW, dengan cara menerbitkan undang-undang khusus tentang larangan menghina dan melecehkan Nabi SAW.

Selain itu, penguasa Muslim wajib melakukan tindakan politik terhadap negara maupun institusi yang terbukti melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan inilah yang dilakukan oleh para penguasa Islam, walaupun keadaan mereka sudah sangat lemah. Adalah Khalifah Abdul Majid, pada saat beliau mendengar akan diselenggarakan pertunjukan drama karya Voltaire yang berjudul “Muhammad atau Kefanatikan”, beliau segera mengambil tindakan politik terhadap Perancis. Pasalnya, isi drama itu dengan terang-terangan menghina Rasulullah SAW, Zaid dan Zainab. Melalui duta besarnya di Perancis, beliau mengultimatum Pemerintah Prancis agar menghentikan pementasan drama tersebut. Beliau mengancam akan ada tindakan politik bagi Perancis, jika negara itu tetap mengizinkan pementasan. Perancis akhirnya membatalkan pementasan itu. Lalu, perkumpulan teater tersebut berangkat ke Inggris, dan berencana mengadakan pementasan serupa.

Sang Khalifah Abdul Hamid tidak tinggal diam. Beliau segera memberikan ultimatum kepada Inggris. Inggris menolak ancaman tersebut. Alasannya, tiket sudah terjual habis dan pembatalan drama tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan (freedom) rakyatnya. Perwakilan Khilafah Utsmaniyah di sana mengatakan kepada Pemerintah Inggris bahwa Prancis telah menggagalkan acara tersebut sekalipun sama-sama mengusung kebebasan. Pihak Inggris justru menegaskan bahwa kebebasan yang dinikmati rakyatnya jauh lebih baik daripada apa yang ada di Prancis. Setelah mendengar sikap Inggris demikian, sang Khalifah menyampaikan, ”Saya akan meng-umumkan kepada umat Islam bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul kita! Saya akan mengobarkan jihad akbar!” Melihat keseriusan Khalifah dalam menjaga kehormatan Rasulullah SAW tersebut, Inggris segera melupakan sesumbarnya tentang kebebasan. Akhirnya, pementasan drama itu pun dibatalkan.

Beginilah sikap semestinya seorang penguasa Muslim ketika mendengar Nabinya dihina. Dan saat ini, kaum Muslim merindukan kehadiran seorang pemimpin yang benar-benar serius menjaga kehormatan Nabi dan risalahnya.

Inilah secara ringkas hukum Islam terkait orang-orang yang menghina Rasulullah SAW. Dengan penerapan hukum inilah segela bentuk penistaan terhadap beliau bisa dihentikan. Namun, penerapan hukum membutuhkan seorang Imam yang memiliki ketegasan, keberanian, serta taat kepada Allah SWT dalam hal penerapan hukum-hukum Islam. Dialah seorang khalifah.   Khalifahlah yang akan secara nyata menghentikan semua penghinaan itu, serta melindungi kehormatan Islam dan umatnya, sebagaimana pernah ditunjukkan oleh Khalifah Abdul Hamid II terhadap Perancis dan Inggris yang hendak mementaskan drama karya Voltaire, yang menghina Nabi Muhammad SAW. Ketegasan sang Khalifah, yang akan mengobarkan jihad melawan Inggris itulah yang akhirnya menghentikan rencana jahat itu sehingga kehormatan Nabi Muhammad tetap terjaga.

Di sinilah letak penting untuk memperjuangkan kembali khilafah. Menyeru kepada seluruh umat Islam untuk bahu-membahu dalam membela kehormatan Nabi Muhammad dan menolak dengan keras setiap paham atau doktrin yang tidak Islami seperti doktrin tentang HAM, sekulerisme dan liberalisme serta sungguh-sungguh berjuang menegakkan khilafah. Semoga Allah menyegerakan pertolongan-Nya atas kaum muslimin.

“Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya”. (Q.S At-Taubah: 48)

Oleh: Nur Aida
Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma’arif Bontang
Catatan: Artikel ini telah dipublikasikan di Bontang Post Minggu 21 Oktober 2012 (editan sepanjang setengah halaman koran)

Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda