Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Jumat, 29 Februari 2008

Berbicara Kepentingan. Cara berunding

Perundingan adalah seni membicarakan kepentingan yang berbeda menuju sebuah persetujuan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bertikai.

Utarakan kepentingan anda dengan cara penyampaian yang hidup

Penjelasan harus spesifik.

Detail-detail yang konkret membuat penjelasan anda dapat dipercaya & memberikan pengaruh.

Tidak memberi kesan atas kepentingan pihak lain sebagai hal yang tidak penting dan kurang masuk akal

Menjabarkan kepentingan tersebut menjadi sebuah kebenaran yang dapat diterima semua pihak.

Akuilah kepentingan mereka sebagai bagian dari permasalahan

Orang cenderung lebih memperhatikan kepentingan sendiri daripada kepentingan banyak orang.

Orang lain akan lebih memperhatikan penjelasan anda jika anda mencoba memahami persoalan mereka (merasa anda adalah orang yang pandai dan simpatik yang pantas didengar pendapatnya).

Tempatkan permasalahan yang ada sebelum anda menjawab

Kemukakan dulu kepentingan dan alasan anda, baru kemudian menyusul kesimpulan dan usulan. orang akan dapat mendengar dan memahai alasan anda

Pada saat anda selesai menjabarkannya, mereka tentu akan memahai persoalan anda dan m engetahui penyebab utamnya.


Kamis, 28 Februari 2008

Tiga pendekatan menyelesaikan pertikaian

Three Approaches to resolving Disputes :

Interest, Right and Power


Masalah timbul karena penolakan Salah satu pihak terhadap klaim ataupun permintaan dari pihak lain. Dalam masalah tersebut masing-masing pihak memeiliki kepentingan yang boleh jadi hampir sama ataupun berbeda sama sekali, selain kepentingan hak dan kekuatan berperan dalam penyelesain masalah. Dalam section 1 buku ini, kita dibawa untuk memilih cara penyelesain atau negosiasi suatu masalah dengan mlibatkan ketiga factor yang telah disebutkan sebelumnya yaitu :

  • Reconciling interests : bahwa setiap pihak dalam negosiasi memiliki kepentingan yang berbeda atau bisa jadi hampir sama antar masing-masing pihak. Dalam menyelesaikan masalah masing-masing pihak dapat mendamaikan kepentingannya untuk dicari jalan yang terbaik dalam masalah ini.

  • Determining Who is Right : kebenaran disini memiliki standar mapun aturan yang jelas, kebenaran bisa jadi bebentuk undang-undang, peraturan maupun kontrak formal atau dadapat juga berbentuk aturan atau perilaku yang diterima oleh masing-masing pihak. Kebenaran bukanlah merupakan persepsi masing-masing pihak, kebenaran tetap harus berlandaskan suatu standar yang jelas.

  • Determining Who is Powerful : kekuatan merupakan kemampuan suatu pihak untuk menekan pihak lain untuk menyetujui permintaan atau pendapatnnya disertai dengan mengutarakan dampak bila pihak tersebut tidak mengikuti kemaunnya. Kekuatan juga merupakan ukuran ketergantungan pihak satu dengan pihak lainnya. Kekutan ini bias berentuk sebuah ancaman baik fisik ataupun non-fisik.


Buku ini mengajak kita untuk memilih factor yang terbaik yang dapat digunakan dalam menegosiasikan suatu maslah. Akan tetapi ketiga factor tersebut memiliki implikasi yang berbeda, sehingga kita harus berupaya meminimalkan berbagai dampak dari negosiasi yang kita lakukan, dampak tersebut dapat berupa :

  • Transaction cost : negosiasi yang baik adalah dengan meminimalkan transaction cost, transaction cost disini dapat berupa uang, waktu, energi emosional yang dikeluarkan dan kemungkinan kehilangan beberapa kesempatan.

  • Satisfaction with Outcames : kita dapat mengevaluasi hasil penyelesain masalah dengan kepuasan masing-masing pihak dengan hasil yang telah disepakati. Apakah hasil dari neosiasi tersebut dirasa adil dan mampu meng-cover setiap kepentingan masing-masing pihak, serta kepauasan terhadap proses negosiasi yang telah dijalani.

  • Effect on the relationship : resolusi dalam suatu maslah akan berdampak panjang tehadap huungan yang terjalin antar kedua belah pihak jika salah satu pihak merasa “tersakiti” oleh hasil negosiasi bukan tak mungkin sebuah hubungan yang baik akan menjadi sebuah permusuhan.

  • Recurrence : apakah resolusi memiliki jangka waktu menyelasaikan masalah yang lama, sehingga masalah sekarang tidak akan terulang dimasa datang.

Mendamaikan kepentingan dalam sebuah masalah mungkin akan leih efektif, karena dengan fokus kepada kepentingan maka masing-masing pihak dapat mengidentifikasi kepentingan pihak lawan dalam mencapai resolusi. Dengan bertukar dan membicarakan kepntingan pada masing-masing pihak, kedua belah pihak dapat akan menemukan kepustusan yang win-win solution. Lain halnya bila masing-masing pihak memaksakan kekutan maupun kebenaran yang dia percaya maka, hasil resolusi dapat berakibat dengan kekalahan masing-masing pihak. Akan tetapi bukan berarti bahwa mendamaikan kepentingan adalah penyelesain dari pada membicarakan yang benar dan kekuatan masing-masing pihak yang paling baik, akan tetapi dengan mendamaikan kepentingan berarti meminimalkan resiko atau dampak dalam resolusi seperti Transaction cost Effect on the relationship , Satisfaction with Outcames dan Recurrence


Menurut saya dalam kenyataan orang akan lebih cenderung untuk menggunakan factor yang dianggap paling kuat bagi baik itu kepentingan, kebenaran dan kekuatan atau dapat juga mengkombinasikan beberapa kekuatan yang dimilikinya. Seperti cerita dua orang yang beradu argumen tentang masalah tempat parkir 2menit didepan pos satpam FE yang diperuntukan untuk antar jemput. A parkir ditempat tersebut karena ia berpikir hanya sebentar tidak sampai 2 menit. Tempat parkir itu memang berbahaya karena menutupi pandangan kendaraan yang akan masuk atau pun keluar gedung Fak. FE. Tanpa disangka hampir terjadi kecelakaan saat ada mobil keluar dari FE dan bersamaan dengan itu ada sepeda motor yang akan masuk FE, karena kedua belah pihak tertutup mobil yang parkir dio tempat tersebut.


Terjadilah perang mulut antara A yang memarkir mobil dan B pengendara sepeda motor yang hamper saja tertabrak. A berpendapat bahwa hal itu legal karena ada rambu-rambu yang mengijinkan dia untuk parkir disitu selain itu dia merasa belum sampai 2 menit parkir disitu. Disini A memakai kebenarannya dia karena dia telah sesuai dengan hokum atau peraturn yang berlaku. Akan tetapi B yang merasa dirugikan karena hampir tertabrak tidak terima dengan pembelaan A, B menganggap A tidak memperhatikan kepentingan umum.


B hanya ingin A minta maaf dan memberi tahu untuk lain kali jangan parkir disini. A tetap bersikukuh terhadap kebenarannya dan pada akhirnya setelah berdebat cukup lama A langsung menghindar dengan langsung pergi tanpa mempedulikan B. Dalam masalah ini bila salah satu pihak tetap memaksa mengunakan Right yang dimilikinya tidak akan tercapai sebuah resolusi, padahal kepentingan masing-masing pihak cukup simple. A ingin parkir di tempat itu karena kepentingannya hanya sebentar, B ingin bila parkir ditemapt itu harus memperhatikan keselamatn orang lain.


Dengan membicarakan kepentingan kedua belah pihak maka solusi kreatif dapat dicari seperti A parkir agak maju agar tidak menghalangi pandangan kendaraan yang keluar masuk FE. Akan tetapi tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan mendamaikan kepentingan, power dan right juga tidak dapat dikesampingkan untuk masalah tertentu. Yang pasti dalam ketiga factor tersebut kita tidak boleh melibatkan emosi, kita harus lebih dingin dalam menghadapi permasalahan.


Rabu, 27 Februari 2008

Enterprise resource planning

Enterprise Resource Planning (ERPs) sistem yang mengintegrasikan semua data dan proses organisasi dalam sebuah sistem. Tipe sistem ERP akan menggunakan komponen yang bersifat multiple dari sebuah hardware dan software komputer untuk mencapai sebuah integrasi

ERP memberikan sistem informasi tunggal untuk tipe organisai dengan level koordinasi dan integrasi tinggi sebagai kunci proses bisnis. Sistem ini akan membentuk sebuah modul dan otomatisasi proses bisnis.

Contoh penggunan ERP mencakup: Manufacturing, Supply Chain, Financials, CRM, Human Resources, and Warehouse Management.

Manufacturing

Engineering, Bills of Material, Scheduling, Capacity, Workflow Management, Quality Control, Cost Management, Manufacturing Process, Manufacturing Projects, Manufacturing Flow

Supply Chain Management

Inventory, Order Entry, Purchasing, Product Configurator, Supply Chain Planning, Supplier Scheduling

Financials

General Ledger, Cash Management, Accounts Payable, Accounts Receivable, Fixed Assets

Projects

Costing, Billing, Time and Expense, Activity Management

Human Resources

Human Resources, Payroll, Training, Time & Attendance, Benefits

Customer Relationship Management

Sales and Marketing, Commissions, Service, Customer Contact and Call Center support

Data Warehouse

and various Self-Service interfaces for Customers, Suppliers, and Employees

Enterprise Resource Planning merupakan turunan dari MRP II yang merupakan lanjutan MRP. MRP tercakup dalam ERP ketika bagian utama rerangka software MRP dan perencanaan kapasitas perusahaan juga menjadi bagian utama dari standar software. Seperti manufacturing, logistics, distribution, inventory, shipping, invoicing, and accounting for a company. Enterprise Resource Planning or ERP software dapat mengontrol beragam aktivitas, seperti penjualan sales, marketing, delivery, billing, production, inventory management, quality management, dan human resources management.


Manufacturing resource planning II

Manufacturing Resource Planning (MRP II) metode efektif dalam perencanaan semua sumber daya manufaktur perusahaan. Idealnya, metode ini terdapat perencanaan operasional dalam unit, perencanaan finansial dalam dollar dan mempunyai simulasi kapabilitas untuk menjawab pertanyaan "what-if" dan eksistensi penggunaan MRP.

Metode ini tidak mengandalkan fungsi software saja, tetapi menggabungkan skill manajer yanng diperuntukkan untuk akurasi data base dan sumber daya komputer. Hal ini merupakan total konsep manajemen dalam penggunaan sumber daya manusia secara lebih produktif.

  1. MRP II is not

Beberaapa item berikut merupakan bagian MRP II;

  • a computer system

  • manufacturing control system

  • inventory reduction plan

  • complex

    • Beberapa software dapat menjadi komplek, tetapi kontrol interaksi pengguna tidak dibutuhkan.

  • unique to a few industries

  1. MRP II involves an entire company

Dengan penerapan MRP II maka Aturan bisnis untuk perencanaan statejik dapat disusun. Penjualan dan pemasaran dapat mencapai target penjualan yang sesuai dengan bahan baku dan kapasitasnya. Hubungan dapat berkembang dengan supplier untuk meningkatkan pembelian secara Just In Time . Sediaan bahan baku dapat diketahui sebelum hal itu terjadi, dengan komunikasi dengan pelanggan untuk mendapat kemungkinan ketersediaan barang substitusi yang akan mendapat bahan baku yang sama, dalam jadwal. Departemen Accounting dan Finance mendapat akurat kos secara akurat dan memperkirakan cash flow. Departemen teknik harus mengaudit dan mengakurasikan data pada metode produksi secara detail, seperti bill of material, Quality Control mendapat audit periode berjalan dari beberpa pengawas yang bertanggung jawab dalam penanggulangan pekerjaan yang tidak diinginkan.

  1. Benefit of MRP II

  1. Lebih efisien dalam penggunaan sumber daya sejak reduksi dapat diantisipasi

  2. Perencanaan yang lebih diprioritaskan sejak jadwal produksi dapat dimodifikasi lebih mudah

  3. Meningkatkan pelayanan konsumen sejak waktu pengiriman dapat ditekan

  4. Meningkatkan moral karyawan dengan koordinasi dan komunikasi yang lebih baik.

  5. Informasi manajemen yang lebih baik sejak manajemen dapat menggunakan output dari sistem informasi untuk mengukur kinerja

  1. Without MRP II

Apa yang akan terjadi jika perusahaan tidak menggunakan MRP II. Berikut adalah kemungkinan yang akan terjadi pada kondisi kontemporer sekarang ini;

  • Pesanan (orders), janji pada konsumen kadang tidak dapat tepat waktu

  • Beberapa data harus dimasukkan ke dalam sistem jauh hari sebelum benar-benar dibutuhkan.

  • Orang mungkin akan banyak kehilangan data karena

  • Orang mungkin menulis paper pekerjaannya tidak melalui sistem komputer.

  • Sediaan yang tidak akurat karena masalah produksi.

  • Kemungkinan pemborosan dengan dikeluarkannya uang lebih banyak akibat sediaan yang tidak diinginkan, karena ketidakakuratan departemen teknik/produksi.

  • Departemen teknik/produksi yang tidak segera merubah data yang salah, akan mengakibatkan biaya mahal..

  • Ketika manajemen mendapat sediaan yang tidak akurat, akan lebih memperpanjang masalah periode selanjutnya.

  • Gambaran laba dari ketidakakuratan dalam bill of materials and transaction reporting.

  • Ketika terjadi setup mesin, waktu yang dibutuhkan untuk berbagai produk berbeda. Kita tidak tahu prioritas waktu mana untuk merubah waktu setup.

  • Pada akhir bulan, karyawan akan mendapat pekerjaan berat ketika harus membersihkan sistem.

  • Kemungkinan terjadi hal tidak terencana karena pergantian shift karyawan.


Selasa, 26 Februari 2008

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING MRP

  1. Input, Proses dan output

Penggunaan MRP dimulai dengan mengestimasikan produk-produk apa saja yang dibutuhkan pada periode selanjutnya berdasarkan master production schedule. Software MRP selanjutnya menghitung waktu yang dibutuhkan dalam proses produksi manufaktur, Estimasi waktu perakitan diterapkan pada setiap produk. Kemudian, sistem tersebut mengelompokkan produk dalam daftar bills of materials untuk dikembangkan oleh departemen teknik.

Sistem ini bekerja melalui proses input dan output. Proses input dimasukkan dalam software yang digunakan untuk proses output. Proses input dan output dalam MRP mencakup;

Inputs

  1. Master production schedule, merupakan kombinasi dari semua data dan expected demand.

  2. Kapan item terakhir yang bisa diproduksi (asumsi independen demand)

  3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan

  4. Berapa kuantitas yang dibutuhkan

  5. Inventory status records.

  6. Bills of materials.

  7. Planning Data.

Proses

  1. Gross Requirement , merupakan total expected demand dari item bahan baku selama periode.

  2. Schedule Recipient , jadwal pesanan yang datang dari pemasok.

  3. Project On Hand , jumlah sediaan diharapkan yang dimulai pada setiap periodenya. BOP: SR + Inv. Last periode

  4. Net Requirement , jumlah aktual yang dibutuhkan pada ssetiap periode.

  5. Planned Order Recipient , jumlah diharapkan diterima oleh periode awal

Outputs

Mencakup dua krteria output, yaitu;

  1. Output 1 adalah "Recommended Production Schedule". Merupakan detail schedule minimum yang dibutuhkan untuk memulai proses produksi sesuai yang tertera pada Bill Of Material.

  2. Output 2 adalah "Recommended Purchasing Schedule". Merupakan rincian item Purchase orders sesuai jadwal produksi production schedules.



Messages and Reports:

  • Primary reports.

    • Planned Orders

    • Orders release

    • Changes

  • Secondary reports

    • Performance control reports

    • Planning reports

    • Exception report

  1. Problems with MRP systems

Problem utama penggunaan sistem MRP adalah integritas data. Jika terdapat data salah pada data sediaan, bill material data/master schedule kemudian juga akan menghasilkan data salah.

Problem utama lainnya adalah MRP systems membutuhkan data spesifik berapa lama perusahaan menggunakan berbagai komponen dalam memproduksi produk tertentu (asumsi semua variable). Desain sistem ini juga mengasumsikan bahwa "lead time" dalam proses in manufacturing sama untuk setiap item produk yang dibuat

Proses manufaktur yang dimiliki perusahaan mungkin berbeda diberbagai tempat. Hal ini berakibat terjadinya daftar pesanan yang berbeda karena perbedaaan jarak yang jauh. The overall ERP system dapat digunakan untuk mengorganisaisi sediaan dan kebutuhan menurut individu perusaaannya dan memungkinkan terjadinya komunikasi antar perusahaan sehingga dapat mendistribuskan setiap komponen pada kebutuan perusahaan.

Hal ini mengindikasikan bahwa sebuha sistem enterprise perlu diterapkan sebelum menerpakan sistem MRP. Sistem ERP system dibutuhkan untuk menghitung secara reguler dengan benar bagaimana kebutuhan item sebenarnya yang harus disediakan untuk proses produksi.

MRP tidak mengitung jumlah kapasitas produksi. Meskipun demikian, dalam jumlah yang besar perlu diterapkan suatu sistem dalam tingkatan lebih lanjut, yaitu MRP II. MRP II adalah sistem yang mengintegrasikan aspek keuangan. Sistem ini mencakup perencanaan kapasitas.

Sabtu, 23 Februari 2008

Definisi Material Requirements Planning (MRP)

    • Adalah software berbasis perencanaan produksi dan sistem kontrol sediaan yang digunakan untuk manajemen proses manufaktur.

    • Adalah sistem manajemen sediaan berbasis komputer yang dirancang untuk membantu manajer produksi dalam scheduling and penempatan pesanan untuk item permintaan yang bersifat dependent. Permintaan dependent adalah komponen barang akhir-seperti bahan mentah, komponen suku cadang dan subperakitan-dimana jumlah sediaan yang dibutuhkan tergantung (dependent) terhadap jumlah permintaan item barang akhir. Contoh, dalam perencanaan produksi sepeda, permintaan dependen dari sediaan yang mungkin adalah aluminum, ban, jok, dan rantai sepeda.

    • Adalah sistem informasi berbasis computer yang didesain untuk mengatasi masalah pesanan dan scheduling dari permintaan sediaan yang bersifat dependent. Sistem ini disesain untuk menjawab: what, how much, dan when its needed.

Sistem MRP dalam manajemen sediaan pertama kali berkembang pada tahun 1940an – 1950an. Sistem ini menggunakan komputer dari bill of material pada barang akhir kedalam proses produksi dan rencana pembelian berbagai komponen. MRP selanjutnya berkembang dengan mencakup informasi dimana setip personal produksi dapat merubah dan memperbaharui input data dalam sistem yang dibutuhkan, disebut MRP II. Generasi MRP II ini juga berhubungan dengan aspek marketing, finance, accounting, engineering, and human resources dalam proses perencanaan. Kaitan bahasan MRP adalah ERP yang menggunakan teknologi komputer untuk menghubungkan berbagai area fungsi entitas bisnis.

Tujuan penerapan sistem MRP secara simultan adalah sebagai berikut;

  • Menjamin bahwa material dan produk dapat digunakan untuk proses produksi dan sampai ke konsumen.

  • Meminimalkan level sediaan serendeah mungkin

  • Perencanaan aktivitas manufaktur, delivery schedules dan aktivitas pembelian

MRP digunakan banyak diguakan oleh banyak organisasi untuk memecahkan berbagai masalah mengenai pertanyaan WHAT items are required, HOW MANY are required dan WHEN are they required by. Penerapan item tersebut pada akhirnya menjadi sangat komplek karena terdapat dalam berbagai sub-subassemblies yang telah berkembang sedemikian komplek.


Kamis, 21 Februari 2008

STRATEGI DELIVERY moon Chen

Delivery Strategy at MoonChem


John Kresge adalah Vice President Supply chain MoonChem, sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi bahan kimia khusus. Setelah meeting di MoonChem, dalam evaluasi kinerja financial diketahui bahwa perusahaan itu hanya meraih dua perputaran inventory setahun, lebih dari setengah inventory yang dimiliki ada dalam pengiriman (titipan) ke konsumennnya. Hal ini mengejutkan karena hanya 20% dari konsumen tersebut yang membawa inventory titipan. John bertanggungjawab atas inventory, sama halnya dengan biaya transportasi.Dia memutuskan untuk mencermati manajemen inventory titipan dan menyusun rencana yang tepat.

MoonChem Operations

MoonChem mempunyai delapan pabrik dan 40 distribution centers. Pabrik tersebut memproduksi bahan kimia dasar dan distribution center mencampurnya untuk membuat ratusan produk akhir yang memenuhi spesifikasi konsumen. Pada pasar bahan kimia khusus, MoonChem berusaha untuk mendiferensiasikan dirinya di wilayah Midwest dengan menyediakan inventori titipan kepada pelanggannya.


Perusahaan ingin menggunakan strategi ini secara nasional jika terbukti efektif. MoonChem membiarkan bahan kimia diperoleh tiap pelanggan di wilayah Midwest sebagai penitipan atau konsinyasi di tempat pelanggan. Pelanggan menggunakan bahan kimia sesuai yang merka butuhkan, dan MoonChem mengatur perlengkapan untuk memastikan ketersediaan. Pada situasi kebanyakan, konsumsi bahan kimia oleh konsumen sangat stabil. MoonChem memiliki penitipan inventory dan dibayar atas penggunaan bahan kimia yang telah mereka gunakan.


Distribution at MoonChem

MoonChem menggunakan Golden Trucking, truk pengangkut muatan penuh untuk semua pengiriman. Tiap truk mempunyai kapasitas 40.000 pounds, dan Golden memberikan tariff tetap atas asal dan tujuan, tidak melihat kuatntitas yang dikirimkan denga truk tersebut. MoonChem mengirimkan truk muatan penuh kepada tiap konsumen untuk melengkapi inventory titipan mereka.


The Illinois Pilot Study

John memutuskan untuk mencermati operasi distribusi. Dia focus kepada Negara bagian Illinois, yand disupplai dari Chicago distribution center. Dia memecah Illinois ke dalam kumpulan kode pos yang berdekatan seperti pada gambar. Dia membatasi perhatian pada wilayah Peoria, yang diklasifikasikan sebagai kode pos 615. Pada studi yang seksama pada wilayah ini ditemukan dua pelanggan besar, enam pelanggan medium, dan 12 pelanggan kecil. Konsumsi pertahun pada tiap tipe pelanggan seperti pada tabel. Golden memasang tarif $400 untuk tiap pengiriman dari Chicago ke Peoria, dan kebijakan MoonChem adalah mengirim truk muatan penuh untuk tiap pelanggan sesuai kebutuhan.


Customer Profile funtuk MoonChem di wilayah Peoria

Customer Type Number of Customer Consumtion

(Pounds per month)

Small 12 1000

Medium 6 5.000

Large 2 12.000

John mengecek dengan Golden untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk memasukkan pengiriman kepada beberapa pelanggan dalam satu muatan. Golden menginformasikan padanya bahwa mereka akan melanjutkan untuk memberikan tarif $350 per truk dan kemudian menambahkan $50 untuk tiap drop-off yang harus ditanggung oleh Golden. Oleh karena itu, jika Golden membawa truk yang harus dibuat untuk sekali pengiriman, total tarif sebesar $400. Bagaimanapun jika truk harus melakukan empat kali pengiriman , total tarif sebesar $550.


Tiap pound dari bahan kimia pada biaya penitipan MoonChem $1, dan holding cost 25%. John ingin menganalisa pilihan yang berbeda tiap distribusi yang tersedia di wilayah Peoria untuk menentukan kebijakan distribusi yang optimal. Studi lebih detail dari wilaya Peoria akan menyediakan blueprint untuk strategi distribusi yang direncanakan MoonChem untuk diterapkan secara nasional.


Analisis Pertanyaan

  1. Annual Cost

Jenis biaya tahunan yang harus dikeluarkan oleh MoonChem adalah

    • Annual Holding Cost

    • Annual Shipment Cost

Komponen:

    • Biaya pengiriman (shipment cost): $350 per truk

    • Tambahan biaya pengiriman: $50 per drop-off

    • Holding cost:25%

    • Unit cost: $1 per pounds


  1. Different delivery options

If each type of customers are delivered independently

      • Number of customers

        1. Small = 12 Consumption per year = 1000 x 12 = 12.000 pounds

        2. Medium = 6 Consumption per year = 5000 x 12 = 60.000 pounds

        3. Large = 2 Consumption per year = 12.000 x 12 = 144.000 pounds

      • Holding cost, h = 0,25

      • Unit cost per pound, C = $1

      • Common transportation cost, S = $ 350 per truck

      • Transportation specific cost, si = $ 50 per drop off

    • Small Customers

      • Combined shipment cost for 12 customers:

S* = S + s1 + ...+ s12

S* = $ 350 + (12 x $ 50 ) = $ 950

      • Optimal Shipment Frequency:

n* = √ki=1 Di h Ci = √(12 x 12.000 x 0,25 x $1) / 2 x $950

2 S*

= √36.000 / 1.900

= 4,3 ≈ 5 x

      • Annual Shipment Cost per Customers:

Annual Shipment Cost = 5 x ($950/12) = $395,8

      • Quantity Shipped for Each Customers:

Q = 12.000 / 5 = 2.400 pounds

      • Annual Holding Cost per Customers:

Annual holding cost per costumers = h Ci Q/2

= 0,25 x $1 x (2.400/2)

= $300

      • Total Capacity per truck:

Total capacity per truck = 12 x 2400 = 28.800

      • No added frequency

    • Medium Customers

      • Combined shipment cost for 6 customers:

S* = S + s1 + ...+ s6

S* = $ 350 + (6 x $ 50 ) = $ 650

      • Optimal Shipment Frequency:

n* = √ki=1 Di h Ci = √(6 x 60.000 x 0,25 x $1) / 2 x $650

2 S*

= √90.000 / 1.300

= 8,32 ≈ 9 x

      • Annual Shipment Cost per Customers:

Annual Shipment Cost = 9 x ($650/6) = $975

      • Quantity Shipped for Each Customers:

Q = 60.000 / 9 = 6.666 pounds

      • Annual Holding Cost per Customers:

Annual holding cost per costumers = h Ci Q/2

= 0,25 x $1 x (6.666/2)

= $833,3

      • Total Capacity per truck:

Total capacity per truck = 6 x 6.666 = 39.996

No added frequency

    • Large Customers

      • Combined shipment cost for 2 customers:

S* = S + s1 + s2

S* = $ 350 + (2 x $ 50 ) = $ 450

      • Optimal Shipment Frequency:

n* = √ki=1 Di h Ci = √(2 x 144.000 x 0,25 x $1) / 2 x $450

2 S*

= √72.000 / 900

= 8,94 ≈ 9 x

      • Annual Shipment Cost per Customers:

Annual Shipment Cost = 9 x ($450/2) = $2.025

      • Quantity Shipped for Each Customers:

Q = 144.000 / 9 = 16.000 pounds

      • Annual Holding Cost per Customers:

Annual holding cost per costumers = h Ci Q/2

= 0,25 x $1 x (16.000/2)

= $4000

      • Total Capacity per truck:

Total capacity per truck = 2 x 16.000 = 32.000

No added frequency

Total Cost:

Small = ($395,8 x 12 ) + ($300 x 12) = $ 8.349,6

Medium = ($975x 6 ) + ($833,3 x 6) = $10.849,8

Large = ($2.025 x 2 ) + ($4000 x 2) = $12.050,0

Total $31.249.4

If small customers are delivered independently and medium & large customers are delivered jointly

    • Medium & Large Customers

      • Combined shipment cost for 2 customers:

S* = S + s1 +...+ s8

S* = $ 350 + (8 x $ 50 ) = $ 750

      • Optimal Shipment Frequency:

n* = √ki=1 Di h Ci = √(8 x 204.000 x 0,25 x $1) / 2 x $750

2 S*

= √408.000 / 1.500

= 16.5 ≈ 17 x

      • Annual Shipment Cost per Customers:

Annual Shipment Cost = 17 x ($750/8) = $1.593,75

      • Quantity Shipped for Each Customers:

Q = 204.000 / 17 = 12.000 pounds

      • Annual Holding Cost per Customers:

Annual holding cost per costumers = h Ci Q/2

= 0,25 x $1 x (12.000/2)

= $1.500

      • Total Capacity per truck:

Total capacity per truck = 8 x 12.000 = 96.000

Need added frequency

Shipment quantity for each truckload = 40.000/8 = 5.000

Increased in shipment frequency = 204.000/5000 = 40.8 ≈ 41 x

Increased in annual shipment per customers = 41 x ($750/8) = $3.843,75

Decreased in annual holding cost

Q = 204.000/41 = 4.976

Annual holding cost = 0,25 x 1 x (4.976/2) = $622

Total Cost:

Small = ($395,8 x 12 ) + ($300 x 12) = $ 8.349,6

Medium & Large = ($3.843,75x 8 ) + ($622 x 8) = $ 35.726,0

Total $44.075,6

If medium customer are delivered independently and small & large customers are delivered jointly

    • Small & Large Customers

      • Combined shipment cost for 2 customers:

S* = S + s1 +...+ s14

S* = $ 350 + (14 x $ 50 ) = $ 1.050

      • Optimal Shipment Frequency:

n* = √ki=1 Di h Ci = √(14 x 156.000 x 0,25 x $1) / 2 x $1.050

2 S*

= √546.000 / 2.100

= 16,1 ≈ 17 x

      • Annual Shipment Cost per Customers:

Annual Shipment Cost = 17 x ($1.050/14) = $1.275

      • Quantity Shipped for Each Customers:

Q = 156.000 / 17 = 9.175 pounds

      • Annual Holding Cost per Customers:

Annual holding cost per costumers = h Ci Q/2

= 0,25 x $1 x (9.175/2)

= $1.146,825

      • Total Capacity per truck:

Total capacity per truck = 14 x 9.175 = 128.450

Need added frequency

Shipment quantity for each truckload = 40.000/14 = 2.857

Increased in shipment frequency = 72.000/2.857 = 54,6 ≈ 55 x

Increased in annual shipment per customers = 55 x ($750/14) = $4.125

Decreased in annual holding cost

Q = 156.000/55 = 2.836

Annual holding cost = 0,25 x 1 x (2.836/2) = $354,5

Total Cost:

Medium = ($975x 6 ) + ($833,3 x 6) = $10.849,8

Small & Large = ($4.125 x 14 ) + ($354,5 x 14) = $ 62.713,0

Total $73.562,8

If Large customer are delivered independently and Medium & Small customers are delivered jointly

    • Medium & Small Customers

      • Combined shipment cost for 2 customers:

S* = S + s1 +...+ s18

S* = $ 350 + (18 x $ 50 ) = $ 1.250

      • Optimal Shipment Frequency:

n* = √ki=1 Di h Ci = √(18 x 72.000 x 0,25 x $1) / 2 x $1.250

2 S*

= √324.000 / 2.500

= 11,38 ≈ 12 x

      • Annual Shipment Cost per Customers:

Annual Shipment Cost = 12 x ($1.250/12) = $833,3

      • Quantity Shipped for Each Customers:

Q = 72.000 / 12 = 6.000 pounds

      • Annual Holding Cost per Customers:

Annual holding cost per costumers = h Ci Q/2

= 0,25 x $1 x (6.000/2)

= $750

      • Total Capacity per truck:

Total capacity per truck = 12 x 6.000 = 72.000

Need added frequency

Shipment quantity for each truckload = 40.000/12 = 3.333

Increased in shipment frequency = 72.000/3.333 = 21.6 ≈ 22 x

Increased in annual shipment per customers = 22 x ($1.250/18) = $1.527,8

Decreased in annual holding cost

Q = 72.000/22 = 3.273

Annual holding cost = 0,25 x 1 x (2.836/2) = $409,125

Total Cost:

Large = ($2.025 x 2 ) + ($4000 x 2) = $12.050,0

Small & Medium = ($1.527,8 x 18 ) + ($409,125 x 18) = $ 34.864,65

Total $46.914,65


If all type of customers are delivered jointly

      • Combined shipment cost for 20 customers:

S* = S + s1 +...+ s20

S* = $ 350 + (20 x $ 50 ) = $ 1.350

      • Optimal Shipment Frequency:

n* = √ki=1 Di h Ci = √(20 x 216.000 x 0,25 x $1) / 2 x $1.350

2 S*

= √1.080.000 / 2.700

= 20 x

      • Annual Shipment Cost per Customers:

Annual Shipment Cost = 20 x ($1.350/20) = $1.350

      • Quantity Shipped for Each Customers:

Q = 216.000 / 20 = 10.800 pounds

      • Annual Holding Cost per Customers:

Annual holding cost per costumers = h Ci Q/2

= 0,25 x $1 x (10.800/2)

= $1.350

      • Total Capacity per truck:

Total capacity per truck = 20 x 10.800 = 216.000 pounds

Need to add frequency

Shipment quantity for each truckload = 40.000/20 = 2.000

Increased in shipment frequency = 216.000/2000 = 108 x

Increased in annual shipment per customers = 108 x (1.350/20) = $7.290

Decreased in annual holding cost

Q = 216.000/108 = 2000

Annual holding cost = 0,25 x 1 x (2000/2) = $250

Total Cost = ($7.290 x 20) + ($250 x 20) = $150.800








Summary


Scenario

Total Cost

If each type of customers are delivered independently


$31.249,4


If small customer are delivered independently and medium & large customers are delivered jointly


$44.075,6


If medium customer are delivered independently and small & large customers are delivered jointly


$73.562,8

If Large customer are delivered independently and Medium & Small customers are delivered jointly


$46.914,65

If all type of customers are delivered jointly


$150.800


Conclusion:

From the calculation above we got the lowest annual cost is $24.399,6. Delivery option that we recommend to use for MoonChem is independent delivery for small customers and joint delivery for medium & large customers.


  1. Impact



Senin, 18 Februari 2008

Pendekatan database sumber data perusahaan


Pendekatan database menekankan konsep data sebagai sumber daya yang bernilai untuk dikelola dan digunakan pada berbagai aplikasi, unit organisasi, dan pemakaian system.


Karakteristik pendekatan database dalam mengatur sumber data perusahaan meliputi:

  1. Independensi data, yaitu pemisahan data dari program- program aplikasi yang berkaitan. Hal ini dicapai dengan menggabungkan serangkaian DBMS antara data base dan pemakai data. Karena itulah, program aplikasi tidak perlu menentukan lokasi data yang diacunya. Program hanya perlu mengacu pada elemen data yang diperlukan. Selain pemisahan database dan program aplikasi, DBMS juga memisahkan pandangan logis data dari pandangan fisik. Pandangan logis (logical view/ cetak biru/ skema) adalah perspektif pemakai atau keseluruhan struktur hubungan data di dalam database. Pandangan fisik (physical view) mengacu pada susunan dan manipulasi sebenarnya dari data pada penyimpanan fisik. Perubahan yang mempengaruhi data dapat dilakukan pada penyimpanan fisik data tanpa mempengaruhi pandangan logis atau program aplikasi.

  2. Konsistensi data.

Setiap elemen data dalam database mempunyai definisi standar dan karena itu tetap menyilang semua aplikasi yang menggunakan elemen data. Misalnya elemen data yang mencerminkan jumlah penjualan hanya memiliki satu nama, satu arti, dan satu format. Jadi, harus kompatibel dengan setiap program yang mengakses database.

  1. Entry data dan penyimpanan dalam satu waktu.

Dalam pendekatan database untuk manajemen data, data dimasukkan ke dalam database hanya dari satu sumber, disimpan hanya dalam satu lokasi, dan siap digunakan oleh berbagai aplikasi dan pengguna.

  1. Integrasi data, yaitu konsolidasi data dalam satu tempat penyimpanan (repository). Pendekatan database menyediakan penyimpanan data terpusat untuk digunakan oleh berbagai user dan program aplikasi.

  2. Kepemilikan data bersama.

Semua data di dalam database “dimiliki bersama” oleh pemakai. Pemakai dari fungsi akuntansi, pemasaran, dan produksi dapat menggunakan data dari database yang sama. Namun, kepemilikan bersama ini tidak berarti semua logical view pemakai ke seluruh skema suatu database. Pemakai tertentu hanya memerlukan suatu pandangan sebagian dari skema itu yang memungkinkan ia memenuhi tanggung jawab yang ditetapkan.


  1. Manajemen data terpusat

  2. Penyederhanaan manajemen dan akses data

Minggu, 17 Februari 2008

PEMIKIRAN EKONOMI AS MILTON

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI AMERIKA SERIKAT

MILTON FRIEDMAN


Milton Friedman lahir pada tanggal 31 Juli 1912 di Brooklyn, New York. Ia merupakan anak ke empat dari Sarah Ethel (Landau) dan Jeno Saul Friedman. Orang tuanya dilahirkan di Carpatho–Ruthenia (Provinsi di Austria Hongaria, kemudian selama perang menjadi bagian Cekoslowakia dan yang terakhir menjadi bagian Uni Sovyet). Saat berumur belasan tahun, ayah dan ibu Milton Friedman beremigrasi ke AS dan bertemu di New York. Ketika Milton berumur satu tahun, orang tuanya pindah ke Rahway, New Jersey (kurang lebih 20 mil dari New York), ayahnya membuka toko kelontong kecil-kecilan sedangkan ibunya bekerja sebagai penjahit. Walaupun pendapatan keluarganya kecil, namun cukup untuk makan dan suasana keluarga sangat mendukung dan kondusif.


Milton Friedman lulus dari Rahway High School tahun 1928, sesaat sebelum dia merayakan ulang tahunnya yang ke-16. Ayahnya meninggal pada tahun terakhirnya di SMA, untung dia diberi beasiswa untuk masuk ke Rudger University dan lulus tahun 1932. Spesialisasinya adalah matematika, namun ia kemudian menajdi tertarik pada ekonomi. Ada 2 orang yang sangat berjasa terhadap Milton Friedman yaitu Arthur F. Burn (dosen Rudger yang sedang menyelesaikan disertasi doktornya di Universitas Colombia) dan Homer Joness (dosen Universitas Chicago).


Arthur membantu dalam penelitian di bidang ekonomi dan memberi petunjuk dalam perkembangan kariernya. Sedangkan Homer Joness memperkenalkan bagaimana mengubah teori ekonomi yang kaku menjadi menarik dan relevan. Dan atas rekomendasinya, Milton Friedman ditawari beasiswa di Universitas Chicago. Di Univesritas itulah Milton Friedman bertemu dengan Jacob Viner, Frank Knight, Henry Schultz, Lloyd Mints, dan Henry Simon, serta bertemu istrinya yaitu Rose Director dan menikah 6 tahun kemudian.


Selain di Chicago, Milton Friedman juga kuliah di Columbia. Di sana ia bertemu dengan Harold Hoteling yang memperkenalkannya pada matematika ekonomi. Ia juga bekerja sebagai staf peneliti di National Bureau of Economic dengan menjadi asisten Simon Kuznets dalam penelitian tentang pendapatan professional. Dan hasilnya diwujudkan dalam bentuk buku berjudul Incomes From Independen Proffesional Practice yang juga dijadikan Milton Friedman sebagai disertasi doktornya di Universitas Colombia.


Tahun 1941-1943 ia bekerja di Departemen keuangan di bidang kebijakan pajak. Dan tahun 1943-1945 bekerja di Universitas Colombia dan mengajar matematika statistik, taktik militer, dan percobaan meteorologi. Milton Friedman kembali ke Chicago tahun 1946 karena bagaimanapun ia menganggap Universitas Chicago sebagai rumah intelektualnya dan mengajar teori ekonomi. Pekerjaan lainnya adalah sebagai penasehat ekonomi presiden Ricahard Nixon (1968) dan Senator Goldwater (1964). Tahun 1966 ia mulai menulis kolom tiga mingguan di majalah Newsweek bersama Paul Samuelson dan Henry Wallich.


Ia mendapat nobel di bidang ekonomi tanggal 13 Desember 1976 atas perhatiannya terhadap analisis konsumsi, teori dan sejarah moneter, dan menstabilkan kebijakan yang kompleks. Tahun 1977 ia berhenti sebagai dosen di Universitas Chicago dan bekerja sebagai peneliti senior di Hoover Institution of Stanford University. Buku-buku yang pernah ditulis Milton Friedman antara lain: Taxing to Prevent Inflation (1943), A Theory of the Consumtion Function (1957), A Programme for Monetary Stability (1960), Price Theory (1962), Capitalism and Freedom (1962).


Sabtu, 16 Februari 2008

PEMIKIRAN EKONOMI AS CLARK

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI AMERIKA SERIKAT

CLARK

Marginalism muncul di Amerika Serikat sepenuhnya berasal dari karya seorang penulis, John Bates Clark (1847-1938). Clark lahir pada tanggal 26 Januari 1847 di Rhode Island-Amerika Serikat dan meninggal di New York pada tanggal 26 Mei 1938. Setelah lulus dari Amherst College pada tahun 1875, ia pergi ke Jerman dan menghabiskan waktunya selama 2 tahun di sana dengan menjadi murid dari Roscher dan Knies di Heidelberg sehingga banyak dari karyanya yang terpengaruh oleh hal ini. Pada tahun 1885 Clark ikut mendirikan American Economic Association dan pernah menjabat sebagai presidennya. (1893-1895).

BACA DENGAN KRITIS!

LIHAT:

» Krisis Kredit Global

1 Okt 2008 ... Setelah perang berakhir, perekonomian Amerika Serikat mulai bergeser ... Mereka yang memiliki sejarah kredit macet dan pendapatan rendah ...

» Menggugat Kejujuran Pengusung Ekonomi Kapitalisme

Padahal disisi lain, kritik terhadap ekonomi kapitalisme justru bermunculan .... dominan dan seruan dogmatis yang mewakili “reputasi sejarah” ideologi-ideologi itu, ... Ia mulai membedah kapitalisme dengan mempersoalkan Amerika Serikat, ...

» Sistem Ekonomi Islam

30 Jan 2009 ... Sistem Ekonomi Islam. Sebagaimana diketahui, krisis keuangan global telah meletus dari Amerika Serikat, kemudian meluas ke negara-negara ...

» Ekonomi

Dalam sejarah ekonomi, ternyata krisis sering terjadi di mana-mana ... kita berada ditengahnya Ini berawal dari sumber malapetaka dunia – Amerika Serikat. ...

» Akhir Ekonomi Kapitalis?

1 Des 2008 ... Amerika Serikat (AS) yang selama ini menjadi barometer ekonomi dunia dilanda .... Fakta sejarah telah tebukti dengan kemajuan yang dicapai ...

Saat berusia 30 tahun Clark mulai mengajar ekonomi dan sejarah di Collumbia University dan beberapa universitas lain di Amerika. Ia juga memulai karir menulisnya dan kemudian muncullah minat teoritisnya. Antara tahun 1877-1882 dia menulis artikel berseri untuk New Englander yang kemudian direvisi dan diterbitkan lagi sebagai buku pertamanya The Philosophy of Wealth yang menunjukkan formulasi pertamanya tentang prinsip marginal utility dan memperlihatkan juga perlawanannya terhadap beberapa ajaran ilmu ekonomi politik klasik. Clark mempunyai tiga kritik terhadap klasik yaitu bahwa ia mengkritik klasik yang mengabaikan dorongan besar dalam tingkah laku manusia yang sebenarnya sangatlah penting. Kemudian ia tidak setuju dengan klasik yang tidak menganggap masyarakat sebagai suatu organisasi dalam permasalahan tentang kompetisi. Harus ditegaskan bahwa kompetisi mampu bertaha karena ijin dari kekuatan nilai moral masyarakat.


The Philosophy of Wealth dikemukakan Clark untuk mengobati kekurangan tersebut. Buku ini berisi antara lain tentang pembagian terhadap produktif dan unproduktif labor dan definisi yang luas tentang kekayaan (wealth). Dalam hal kompetisi dan pandangan bahwa masyarakat adalah suatu organisasi, Clark yakin dengan adanya semangat yang beretika dalam perdagangan dan sifat sukarela dalam hal kerjasama akan dapat memberi perbaikan penting. Kontribusi penting lainnya dalam teori ekonomi adalah doktrin tentang marginal productivity and teori marginal untility. Ia berkata bahwa nilai adalah sebuah ukuran dari kegunaan, tetapi terdapat perbedaan antara absolute utility dan effective utility yang kemudian dilakukan pengukuran terhadap perubahan-perubahan kondisi subjektif karena adanya pertambahan atau hilangnya beberapa objek lain. Dalam Philosophy of Wealth juga dijelaskan tentang konsep social value yang sebenarnya dibuat untuk lebih menanamkan konsep tentang masyarakat sebagai suatu organisasi yang dianggap masih kurang dalam pandangan klasik.


Karya penting Clark yang lain adalah The Distibution of Wealth, terbit pada tahun 1899. Buku ini berisi asumsi dasar tentang perilaku manusia dan kerangka sosial. Hal tersebut menyangkut hak milik pribadi, kebebasan individu, pembatasan aktivitas pemerintah, mobilitas capital dan labor karena adanya stimulus dari pembayaran gaji, dan hasrat individu untuk memenuhi keinginan objektifnya. Clark merasa belum puas terhadap cakupan dari kelima asumsi dasar tersebut sehingga ia menambahkan lagi, antara lain: pertama, masyarakat sebagai suatu organisasi, kedua, harus dibedakan dalam perekonomian antara konmdisi dinasmis dan statis, ketiga, bahwa hukum ekonomi akan valid jika nilai moral masyarakat juga menyetujuinya.


Dalam metodologi selanjutnya Clark mebagi masalah ekonomi menajdi 3 bagian, yaitu pertama, tentang hukum universal berkaitan dengan keterbatasan manusia, kedua dan ketiga, berkaitan dengan fenomena sosial ekonomi. Yang pertama bersifat statis dengan asumsi tidak ada data-data dasar yang berubah, dan yang berikutnya adalah dinamis dengan asumsi sebaliknya. Data-data dasar itu antara lain populasi, selera, capital, tehnologi, dan bentuk-bentuk dari organisasi industri. Analisisnya tentang distribusi juga terbatas dalam kondisi statis. Dan dengan empat asumsi dasar, yaitu pertama diasumsikan bahwa pengurangan nilai guna (diminishing utility) berlaku, hal ini sama dengan hukum Gossen yang kedua.


Kemudian selanjutnya, diasumsikan bahwa produksi terjadi dalam kondisi diminishing return, baik secara fisik maupun nilainya. Asumsi kedua ini sebenarnya cukup membingungkan, Clark tidak menyatakan bahwa increasing return sebenarnya dapat terjadi sebelum diminishing return mulai dirasakan sehingga kemudian ia menyatakan bahwa kombinasi dari faktor produksi yang mengakibatkan increasing return terjadi dalam kondisi dinamis.


Asumsi yang ketiga adalah tentang pembagian antara barang yang dikonsumsi untuk masa sekarang dan barang yang digunakan dengan tujuan untuk menciptakan kekayaan dimasa mendatang. Kemudian Clark menyatakan bahwa capital diciptakan dari konsumsi masa sekarang yang ditunda penggunaannya untuk menciptakan kekayaan dimasa mendatang. Dalam hal tersebut berlaku suatu kondisi ekonomi yang seimbang (stationary economy).


Selanjutnya dalam asumsi terakhir dinyatakan bahwa produksi adalah sama dengan konsumsi, sesuai dengan prinsip marginal utility. Distribusi terhadap faktor-faktor produksi akan tetap berlangsung selama keuntungan masih dapat bertambah dan saat tercapai kecocokan antara produksi dan distribusi maka profitpun tidak ada lagi. Clark juga tidak setuju dengan pandangan klasik yang mengistimewakan tanah sebagai capital yang memiliki karakteristik, itu tidak hanya berlaku untuk tanah, tetapi juga berlaku untuk barang-barang modal yang lain.


Bagian penting lain yang diungkapkan Clark adalah teorinya tentang upah dan bunga, Teori ini berkaitan erat dengan marginal productivity. Sebenarnya Clark bukanlah orang pertama yang mengucapkan hal ini, Thunen dan Marshall juga telah membahas hal ini sebelumnya. Argumen Clark adalah bahwa produksi akan dilakukan sampai pada suatu titik dimana penambahan yang dilakukan untuk menghasilkan unit prduk terakhir sama dengan harga unit tersebut sehingga dapat dikatakan marginal wage dari pekerja akan sama dengan marginal product.


Dan pengurangan terhadap jumlah pekerja akan mengakibatkan berkurangnya produk marginal. Teori tentang bunga juga secara garis besar hampir sama dengan Theory of Wage. Hanya terasa lebih luas karena terbebas dari aspek estetika. Teori terkahir yang diungkapkan oleh Clark adalah penjelasannya tentang dynamic economic. Perekonomian yang seimbang adalah kondisi dimana data-data dasar tidak berubah. Sebaliknya perekonomian dinamis adalah kondisi dimana terjadi perubahan dari beberapa data-data dasar, yang antara lain adalah populasi, selera, capital, tehnologi, dan struktur organisasi industri.


John Bates clark, sebagai salah satu dari sedikit ekonom marginalism Amerika dan seorang pembela sistem kapitalis Amerika mendapat perlawanan besar dari paham institusional. Nama Clark juga diapkai oleh American Economic Association sebagai John Bates Clark Medal yang merupakan penghargaan terhadap kalangan ekonom Amerika. Putranya, John Maurice Clark, tidak mengikuti jejak ayahnya yang dianggap konservatif dan ia sendiri menjadi seorang institusionalis.


Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda