Rabu, 23 Desember 2009

Madharat Demokrasi – Kerugian Demokrasi


Madharat Demokrasi – Kerugian Demokrasi

Madharat Demokrasi

Dengan nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang


Annas I. Wibowo :

Perkara haramnya demokrasi adalah perkara yang jelas / pasti. Haramnya menggunakan hukum selain yang diturunkan oleh Allah SWT sebenarnya cukup untuk menyatakan haramnya demokrasi setidaknya dari satu sisi.

Perkara haramnya demokrasi bukanlah perkara ijtihady, di mana para mujtahid dengan metode ijtihad yang benar menghasilkan kesimpulan yang berlain-lainan.

Maka demokrasi itu jelas munkar / haram.

Kaidah “madharatnya lebih kecil dari manfaatnya” atau “untuk menghindari madharat yang lebih besar”, batil digunakan / tidak bisa digunakan.

Dari mana bisa tahu kalau madharatnya / manfaatnya lebih besar? Apakah punya bukti dari Yang Maha Kuasa / wahyu?

Sedangkan wahyu sendiri sudah menetapkan keharaman demokrasi. < manfaat atau tidak manfaat menuruti pendapat manusia → tidak berlaku >

Maka tidak ada yang dinamakan menghormati pendapat mereka yang membolehkan demokrasi.

Dalam hal ini yang ada adalah : yang benar / kebenaran MEMBULDOZER yang salah.

Segala Puji Bagi Allah SWT

Harus diwaspadai :

  • tenggelam dalam keduniawian

  • inferiority complex, takut pada dunia

  • tidak takut ayat-ayat Allah SWT

  • sejak awal tidak kompeten ( padahal ayat-ayat yang jelas itu bisa dimengerti oleh setiap orang yang normal )

+ Tidak bisa menggunakan persepsi manusia, yang mana yang madharatnya lebih besar / manfaatnya lebih besar.

Dalam kaidah itu, yang mana yang disebut madharat?

Apakah bencana / kesulitan yang muncul karena berpegang teguh pada kebenaran itu yang dinamakan madharat?

Mana buktinya?

Yang seharusnya dilakukan adalah meninggalkan yang haram < demokrasi , hukum kafir > dan menggunakan yang halal / wajib.

Mana dalam hal ini yang disebut dengan madharat? TIDAK ADA.

Kalaupun ada madharat adalah : berpegang kepada yang benar, mungkin mengakibatkan hal-hal yang disebut kesusahan / kesulitan / bencana / kesengsaraan yang diprediksi bisa terjadi, lalu orang itu memilih meninggalkan yang benar dan menggunakan yang batil. SITUASI INILAH yang sebenarnya madharat.

Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi;539 maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. ....

539 Tidak dengan penuh keyakinan. [ Qur'an Surat (22) Al Hajj : 11 ]

Dia menyeru kepada sesuatu yang (sebenarnya) bencananya lebih dekat daripada manfaatnya. Sungguh, itu seburuk-buruk penolong dan sejahat-jahat kawan. [ Qur'an Surat (22) Al Hajj : 13 ]

Barangsiapa menyangka bahwa Allah tidak akan menolongnya (Muhammad) di dunia dan di akhirat, maka hendaklah dia merentangkan tali ke langit-langit, .... [ Qur'an Surat (22) Al Hajj : 15 ]


______WAJIB MEMPERGUNAKAN HUKUM ISLAM______

.... Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu. [Qur'an Surat (23) Al Mu'minun : 70]

_____________________________________________________

Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya? [Qur'an Surat (23) Al Mu'minun : 105]

Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. [Qur'an Surat (23) Al Mu'minun : 106]

_____________________________________________________

(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. [Qur'an Surat (24) An Nur : 1]

_____________________________________________________

Dan apabila mereka diajak kepada Allah[1044] dan rasul-Nya, agar rasul memutuskan perkara di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak (untuk datang). [Qur'an Surat (24) An Nur : 48]

[1044] Maksudnya dipanggil untuk berhukum dengan Kitabullah.

_____________________________________________________

Apakah dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim. [Qur'an Surat (24) An Nur : 50]

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan perkara di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Qur'an Surat (24) An Nur : 51]

_____________________________________________________

Berkatalah Rasul (Muhammad): "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Quran ini diabaikan." [Qur'an Surat (25) Al Furqan : 30]

_____________________________________________________

Dan agar mereka tidak mengatakan ketika azab menimpa mereka disebabkan apa yang mereka kerjakan: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau dan jadilah kami termasuk orang-orang mukmin." [Qur'an Surat (28) Al Qasas : 47]

_____________________________________________________

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). .... [Qur'an Surat (28) Al Qasas : 50]

_____________________________________________________

Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. .... [Qur'an Surat (28) Al Qasas : 85]

Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar kitab (Al-Quran) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu , sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir. [Qur'an Surat (28) Al Qasas : 86]

Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang musyrik. [Qur'an Surat (28) Al Qasas : 87]

_____________________________________________________

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah." Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? [Qur'an Surat (31) Luqman : 21]

_____________________________________________________

.... Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. [Qur'an Surat (31) Luqman : 33]

_____________________________________________________

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? .... [Qur'an Surat (32) As Sajdah : 22]

_____________________________________________________

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. .... [Qur'an Surat (33) Al Ahzab : 1]

dan ikutilah apa yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Qur'an Surat (33) Al Ahzab : 2]

_____________________________________________________

Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang- halangi di antara kamu dan orang-orang yang berkata kepada saudara- saudaranya: "Marilah bersama kami." .... [Qur'an Surat (33) Al Ahzab : 18]

_____________________________________________________

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [Qur'an Surat (33) Al Ahzab : 36]

______WAJIB MEMPERGUNAKAN HUKUM ISLAM______


Semoga Yang Maha Kuasa melindungi agama kami. Aamiin.

Alhamdulillah.

Go Belajar

Komentar Jawaban Haidar Bagir - Keliru Memahami Demokrasi

kata-kata kunci :

Madharat Demokrasi – Kerugian Demokrasi Madharat Demokrasi ruginya demokrasi rugi demokrasi kesalahan demokrasi salah demokrasi demokrasi , hukum kafir > dan menggunakan yang halal / wajib Maka tidak ada yang dinamakan menghormati pendapat mereka yang membolehkan demokrasi Sedangkan wahyu sendiri sudah menetapkan keharaman demokrasi Maka demokrasi itu jelas munkar / haram Perkara haramnya demokrasi bukanlah perkara ijtihady Haramnya menggunakan hukum selain yang diturunkan oleh Allah SWT sebenarnya cukup untuk menyatakan haramnya demokrasi setidaknya dari satu sisi . Perkara haramnya demokrasi adalah perkara yang jelas / pasti. Madharat mudharat madhorot mudhorot mudharat Demokrasi Madharat Demokrasi – Kerugian Demokrasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda