Selasa, 24 Desember 2013

Peperangan Melawan Syaitan

Peperangan Melawan Syaitan




Musuh Melukai Dengan Luka Yang Sangat Serius

Walaupun peperangan antara kita dan musuh kita syaitan jin dan syaitan manusia terus berlangsung dengan sangat berbahaya dan tanpa akhir, namun peperangan antara kita dengannya tersebut sudah menjadi ketentuan dari Dzat Yang Maha Agung dan Maha Mulia. Hal tersebut sesuai dengan firman-Nya: “Sesungguhnya syaitan bagi kamu adalah musuh, maka jadikanlah dia sebagai musuh.”

Kemudian Allah memerintahkan musuh kita dengan firman-Nya: “Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”.

Sesungguhnya syaitan adalah musuh yang jelas-jelas telah menampakkan permusuhan terhadap anak Adam. Sesungguhnya musuh kita itu turun dan membisikkan suaranya kepada sebagian dari kita untuk menyesatkan kita.

Disebutkan dalam sebuah tafsir: “Dengan suara suling dan nyanyian serta segala perkara yang mungkar. Kemudian ia juga menggunakan orang-orang musyrik untuk melawan kita, dan syaitan juga ikut andil dalam harta yang haram. Harta itu masuk kepada kita dari jalan yang tidak halal, seperti riba (bunga), mencuri, korupsi, menipu, menggunakan harta anak yatim dengan tidak benar dan lain-lain. Syaitan juga ikut andil dalam menciptakan keturunan haram, seperti anak zina (semoga kita dijauhkan dari hal tersebut) dan durhaka kepada orang tua. Wallahua’alam.

Syaitan juga mencoba menyesatkan kita dengan mengatakan bahwa Surga, Neraka dan Hari Perhitungan itu tidak ada atau remeh. Apa yang disebutkan syaitan itu semua adalah bathil (tidak benar).

Allah memberikan suatu peringatan kepada musuh kita itu dengan firman-Nya: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, tidak ada kemampuan bagimu untuk mencelakakan mereka. Cukuplah dengan Tuhanmu sebagai wakil.”

Dalam sebuah tafsir disebutkan: “Hamba-hamba itu maksudnya adalah orang-orang yang terpelihara dari syaitan -semoga Allah menjadikan saya dan anda sekalian termasuk dari hamba yang terpelihara- tidak ada jalan atau kemenangan bagi syaitan atas mereka. Allah akan menjamin dan menunaikan semua yang Ia janjikan.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah Saw. bersabda: “Setiap anak Adam ketika lahir lambungnya telah ditusuk oleh syaitan dengan jarinya, kecuali Isa anak Maryam. Ketika itu syaitan ingin menusukkan jarinya namun syaitan telah terdinding darinya.” [HR. Muttafaq ‘Alaihi]

Pembaca yang budiman dan saudaraku seagama, sesungguhnya kejahatan musuh kita itu sangat besar dan sangat berbahaya. Ia telah melukai salah seorang dari kita dengan luka yang sangat serius dalam peperangan yang telah berlangsung bertahun-tahun ini. Dia telah melumuri bumi dengan darah-darah suci kita, para dai ahli yang diibaratkan sebagai dokter sudah semakin sedikit untuk mengobati korban yang terluka akibat serangan musuh yang sangat jahat ini. Malah, dokter yang bertugas menyembuhkan itu juga tak luput dari luka.

Makna luka –wahai saudaraku- adalah dosa-dosa. Telah banyak fitnah-fitnah (kerusakan aqidah dan syariah) di antara kita, perbuatan haram banyak yang dilakukan, kerusakan nampak di daratan dan di lautan, mereka juga banyak yang meninggalkan shalat lima waktu. Mereka menjadikan segala sesuatu yang halal menjadi haram, yang haram menjadi halal, mereka juga mengambil hukum bukan dari hukum Allah. Mereka menjadikan sunah menjadi bid’ah dan bid’ah menjadi sunah, kejahatan menjadi kebaikan dan kebaikan menjadi kejahatan, mengajak untuk kemungkaran dan melarang yang ma’ruf, begitulah seterusnya..

Ya Allah..., saya nasihatkan kepada anda wahai saudaraku juga kepada diri saya pribadi agar kita selalu menambahkan ketakwaan kepada Allah dan juga selalu beristigfar. Karena hanya itulah obat mujarab untuk mengatasi dosa.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudri ra., ia berkata: “Saya mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Iblis berkata: “Demi keagungan-Mu, saya akan tetap menggoda hamba-hamba-Mu selama ruh mereka ada di jasad mereka.” Allah berfirman: “Demi keagungan dan kebesaaran-Ku, saya tetap akan mengampuni mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku.” [HR. Imam Ahmad dan Hakim. Hakim berkata: “Hadits ini sanadnya shahih]

Pernyataan di atas diperkuat oleh riwayat Anas secara marfu’ yang berbunyi: “Apakah kalian ingin saya beri tahu tentang sesuatu. Ketahuilah bahwa penyakit yang sedang kalian derita adalah dosa, dan sebagai obatnya adalah istighfar.” [HR. Baihaqi]

Maha Benar Allah ketika Ia berfirman: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Tuhan) Yang Maha Pemurah (al-Qur'an), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia). (Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam adzab itu”.

Ya Allah, segala puji hanyalah untuk-Mu, dan hanya kepada-Mu aku mengadu, Engkaulah yang Maha Penolong dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan dan hanya kepada-Mu berserah diri. Ya Allah, bantulah kami untuk melawan musuh bebuyutan ini, tidak ada daya dan tidak ada upaya kecuali hanya bersandar kepada-Mu.

Peperangan Melawan Syaitan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda