Minggu, 05 April 2015

Naskah Materi Khutbah Jumat Mengatasi Fasad Kerusakan


Naskah Materi Khutbah Jumat

Judul: Mengatasi Fasad (Kerusakan)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pembukaan Khutbah….
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Ar-Rum 41]
Mufassir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan fasad/kerusakan disebabkan perbuatan tangan manusia yaitu karena kemaksiatan, ketidaktaatan yang dilakukan oleh manusia terhadap aturan-aturan Allah Swt.
Di sekitar kita banyak sekali kerusakan yang kita jumpai. Berita di media massa mengingatkan kita betapa banyaknya fasad/kerusakan yang terjadi di negeri ini. Sebagai contoh: data menunjukkan bahwa sejak tahun 2004 ada hampir 3000 orang anggota DPRD terlibat korupsi. Dan bahwa 315 orang kepala daerah terlibat korupsi. Padahal negeri ini penduduknya mayoritas beragama Islam dan tentunya mereka yang korupsi juga di KTP-nya agamanya Islam. Adanya banyak koruptor semacam ini jelas merupakan fasad/kerusakan yang dampaknya sangat luas. Penduduk di negeri ini menjadi korbannya.
Fasad tidaklah terjadi kecuali karena 2 hal:
·        Yang pertama karena ada kemaksiyatan yang dilakukan, ada dosa-dosa yang dikerjakan, ada pelanggaran hukum-hukum Allah Swt.
·        Dan yang kedua adalah karena ada kewajiban yang tidak ditunaikan, kewajiban dari Allah yang diabaikan, ditelantarkan.
Setiap penyimpangan dari hukum-hukum Allah Swt. pasti menghasilkan fasad.
Dalam kehidupan keseharian kita, kita juga jumpai banyak fasad/kerusakan yang menjangkiti umat.
·        Mungkin kita jumpai seorang muslim kepala keluarga yang telah bekerja memenuhi kewajiban membanting tulang mencari nafkah namun tetap merasakan himpitan ekonomi, beban ekonomi yang berat.
·        Mungkin juga kita jumpai seorang bapak yang selalu menasihati, mendakwahi anaknya tetapi anaknya tetap saja bandel, terlibat pergaulan bebas, melalaikan berbagai kewajiban.
·        Bisa jadi juga kita jumpai seorang pemuda yang pandai namun tidak bisa melanjutkan kuliah karena biaya pendidikan yang tak terjangkau.
·        Di lain sisi mungkin kita jumpai seorang pemuda yang berusaha mencari pekeerjaan namun sulit mendapatkan pekerjaan.
Jika seorang muslim melakukan muhasabah, menghitung, mencermati amalan-amalannya, dan dia telah memenuhi kewajiban-kewajiban, serta tidak melakukan maksiat berarti fasad yang terjadi disebabkan oleh pihak-pihak lain yang tidak menuruti hukum-hukum Allah Swt.
Keterpurukan ekonomi di negeri mayoritas muslim ini jelas bukan karena hukum-hukum Allah dalam bidang pengaturan sistem ekonomi yang diterapkan tetapi justru keterpurukan ekonomi disebabkan karena di negeri ini digunakan sistem kapitalisme, yang memberikan sumberdaya alam milik umat menjadi milik kapitalis, sistem ekonomi yang memungut banyak pajak dari penduduk.
Demikian pula dalam bidang sosial diterapkan liberalisme yang membolehkan tayangan-tayangan televisi yang merusak akhlak, mengajarkan pacaran pergaulan bebas, klub-klub malam dan minuman keraspun dibolehkan di negeri muslim ini.
Allah Swt. berfirman:
“Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.” [Al Maa’idah 48]
Allah Swt. memerintahkan kita untuk berhukum dengan apa yang Allah Swt. turunkan yaitu berdasarkan al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw.
Allah Swt. berfirman di satu ayat sebelumnya yaitu surat al-Maa’idah ayat 47:

“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” [Al-Maa’idah 47]
Di ayat inipun kita diperintahkan untuk berhukum menurut apa yang diturunkan oleh Allah, jika kita tidak ingin tergolong sebagai orang-orang yang fasik.
Jamaah sholat jumat rahimakumullah, semoga kita semua bisa terus berusaha mengkaji Islam, memahami syariah Islam, dan berusaha mengamalkan semua aturan dari Allah di segala bidang kehidupan. aamiin ya ArhamaRahimin.   Barokallahu….
Khotbah kedua, pembukaan, …
Allah Swt. berfirman dalam surat Ali Imron ayat 104:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [Ali Imron 104]
Untuk bisa mengubah keadaan yang buruk menjadi keadaan yang baik maka mutlak diperlukan kaum Muslimin yang menjalankan kewajiban menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Dan kita berharap bisa termasuk dari orang-orang yang beruntung.
Mari kita berdo’a kepada Allah Swt. agar kita bisa meraih kemenangan Islam, meraih kemenangan di dunia dan di akhirat.   Do’a-Do’a…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda