Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Kamis, 15 Maret 2012

Harus Menolak Kenaikan Harga BBM - Argumen Menolak Kenaikan BBM

Harus Menolak Kenaikan Harga BBM - Argumen Menolak Kenaikan BBM

Penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diperkirakan akan menaikkan harga bahan pokok karena kenaikan harga BBM akan berdampak kepada naiknya biaya transportasi. Dengan asumsi kenaikan harga BBM Rp1. 500 per liter, diperkirakan kenaikan harga pokok akan berkisar 5 persen-10 persen. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Khrisnamurti usai menghadiri penutupan rapat koordinasi Kementerian Perdagangan [...]

Aksi “Indonesia Tanpa Liberal” yang berlangsung sejak siang hingga sore jelang maghrib tadi (9/3/2012) berakhir tanpa kericuhan. Aparat keamanan yang dikerahkan pun tampak seperti “menganggur”. Pada aksi damai yang dihadiri sekitar seribuan massa dari berbagai elemen dan organisasi Islam ini, turut pula sejumlah artis, musisi, masyarakat umum dan banyak [...]

Kenaikan harga bahan bakar minyak akan menambah beban masyarakat miskin. Bahkan, beban itu hingga 50 persen. “Hal itu terjadi karena adanya korelasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan kenaikan harga kebutuhan mayoritas struktur pengeluaran masyarakat miskin, yakni konsumsi dan transportasi,” kata pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Ma’ruf. Menurut [...]

Fraksi PAN menilai PKS dan fraksi lain penolak kenaikan BBM tidak jujur dalam berpolitik. Mereka hanya berkoar-koar di media massa untuk menolak kenaikan BBM, namun mereka tetap saja mengikuti dan menyetujui kebijakan rapat perubahan APBN. “Ini jelas tidak jujur,” jelas Wakil Ketua Fraksi PAN, Viva Yoga Mauladi, saat dihubungi, Rabu (7/3). Sepanjang rapat perubahan [...]

Muhammad Ismail Yusanto, Juru Bicara HTI Per 1 April mendatang pemerintah berencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 1.500. Menurut pemerintah, kenaikan tersebut merupakan pilihan terakhir terlebih saat ini harga minyak dunia mengalami kenaikan. Apakah alasan pemerintah tersebut dapat diterima akal sehat? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo dengan Juru Bicara Hizbut Tahrir [...]

Sekretariat Bersama Buruh menilai rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik merupakan penindasan terhadap kepentingan rakyat. Demikian disuarakan aktivis Sekretariat Bersama Buruh saat berunjuk rasa di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kamis (8/3/2012). Di Kemnakertrans, buruh kecewa karena tidak ditemui oleh pimpinan, terutama Menakertrans Muhaimin Iskandar. Untuk itu, [...]

Pemerintah tidak bisa hanya mengeluh dan menyatakan telah “menyerah” dalam upaya meningkatkan produksi minyak bumi. Artinya, jika ada keseriusan dan niat baik, maka tidak perlu naikkan BBM. “Seharusnya Pemerintah menyemangati bagaimana kita mengejar kekalahan dari Malayasia, Vietnam dan India dalam meningkatkan cadangan proven minyak bumi,dan tidak hanya terus-terusan mengeluh,” ujar anggota [...]

Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) berunjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Selatan dan fly over, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (8/3/2012). Ratusan lainnya menggelar aksi serupa. Mereka menolak kenaikan harga BBM yang rencananya diberlakukan pemerintah per tanggal 1 April 2012. Dalam aksinya, massa Gema Pembebasan membawa poster dan [...]

Sejumlah penumpang mobil angkutan umum (MPU) jurusan Pamekasan-Bangkalan mengeluhkan kenaikan mendadak tarif MPU. “Biasanya Pamekasan-Bangkalan Rp 20 ribu, tadi saya dimintai Rp 25 ribu,” kata Jazuli, mahasiswa Universitas Madura Pamekasan, Selasa, 6 Februari 2012. Jazuli mengaku sempat menanyakan kepada kenek perihal kenaikan tarif itu. “Katanya BBM sudah mau naik,” ujarnya menirukan [...]

Harga cabai rawit di pasar tradisional di Yogyakarta kembali naik. Rata-rata per kilogram naik Rp 3.700. Saat ini harga per kilogram mencapai Rp 30.400, padahal hari sebelumnya hanya Rp 26.700 per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi sejak akhir tahun lalu, merangkak sedikit demi sedikit. Pada akhir 2011, harga cabai hanya Rp [...]

Halqah Islam & Peradaban Universitas Indonesia “Rencana Kenaikan Harga BBM Bersubsidi: Siapa Untung, Siapa Buntung?” Kamis, 8 Maret 2012 Pukul 16.00 - 18.00 WIB di Aula Utama Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia Narasumber: - Widjajono Partowidagdo (Wakil Menteri ESDM)* - Perwakilan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FE UI - M. Ismail Yusanto (Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia) Contact Person: Irawan (085759200564) Oragnized by: HTI Chapter [...]

 [Al Islam 597] Perlawanan kaum Muslim di Syria terahdap rezim Basyar telah berlangsung hapir setahun. Organisasi kemanusiaan menyebut minimal sudah 10 ribu orang tewas termasuk anak-anak, orang tua, dan para wanita tak bersenjata. Korban cacat dan luka mencapai puluhan ribu. Sementara yang dipenjara diperkirakan lebih dari 150 ribu orang. Rezim al-Assad, Rezim Kufur Basyar al-Assad berasal dari [...]

Harga kebutuhan pokok awal Maret 2012 menunjukan kenaikan harga meski tidak signifikan. Kenaikan harga ini diduga karena adanya rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) awal April nanti. Berdasarkan data harga kebutuhan pokok kementerian perdagangan, misalnya harga rata rata nasional untuk beras tanggal 5 Maret 2012 tercatat Rp. 8.151-/kg naik Rp. [...]

HTI Press. Pemerintah berencana menerapkan opsi kebijakan kenaikan atau pembatasan BBM bersubsidi pada bulan April mendatang. Konon langkah itu untuk mengurangi beban subsidi dalam APBN. Tentu langkah itu akan memiliki dampak besar bagi masyarakat, terutama bagi rakyat miskin. Menyikapi persoalan tersebut, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Kabupaten Ciamis menyelenggarakan Halqah Islam dan Peradaban [...]

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memandang kebijakan pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat pengurangan subsidi BBM hukumnya haram. Berdasarkan hasil kajian, HTI paling tidak ada 4 alasan yang menyebabkan kenaikan BBM dihukumi haram. “Pertama, kebijakan tersebut adalah turunan dari kebijakan haram privatisasi. Pada dasarnya, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi maupun kenaikan [...]

Oleh Hanif (Lajnah Siyasiyah DPD HTI Jawa Timur) Rakyat di negeri ini seolah tidak bisa bernafas lega. Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi tidak bisa ditawar lagi. Harga mati bagi pemerintah dengan berbagai dalih penyelamatan negara. Bahkan sikap aneh pemerintah yang ingin segera menerapkannya dengan berbagai alasan. Padahal kebijakan itu dijadwalkan 1 April 2012. Kebijakan ini seolah [...]

Maktab I’lamiy Hizbut Tahrir Indonesia NO: 219/02/12 28 Februari 2012/06 Rabiuts Tsani 1433 H PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA “TOLAK KENAIKAN HARGA BBM, TOLAK LIBERALISASI MIGAS” Seperti telah diberitakan, dalam waktu tidak lama lagi, pemerintah akan segera menaikkan harga BBM. Salah satu alasanya karena akibat kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus membumbung melampui harga patokan dalam APBN. [...]

Kenaikan harga BBM per April mendatang sudah pasti akan berpengaruh terhadap tarif angkutan umum. Serangkaian langkah kompensasinya sedang pemerintah bicarakan dengan organisasi pengelola angkutan swasta dan BUMN transportasi. “Saya sudah bertemu Organda. Kita akan bicarakan lagi bagaimana kompensasinya,” kata Menhub EE Mangindaan dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/3/2012). Menurutnya [...]

Pemerintah mengakui kenaikan harga BBM subsidi yang rencananya akan dilakukan sebesar Rp 1.500 bakal menambah jumlah orang miskin di Indonesia. Menko Kesra Agung Laksono menyatakan, dengan kisaran kenaikan harga BBM subsidi Rp 1.000-Rp 2.000 per liter, maka jumlah penduduk miskin akan bertambah antara 1-1,5%. “Apakah Rp 1.000 atau Rp 2.000 naiknya. Akan [...]

Fakta Sejak tahun 2003 Indonesia mulai mengalami defisit minyak, yaitu tingkat konsumsi terhadap BBM melampaui tingkat produksi.Tahun berikutnya 2004, defisit BBM ini tidak dapat ditutupi lagi dari cadangan nasional, sehingga untuk pertama kalinya pula Indonesia harus menutup kekurangan 176 kbpd dengan mengimpor minyak dari luar negri. Pada tahun 2010, tercatat produksi minyak Indonesia hanya 986 kbpd, dilain [...]

Harus Menolak Kenaikan Harga BBM - Argumen Menolak Kenaikan BBM

Mengapa Menolak Kenaikan BBM - Alasan Menolak Kenaikan Harga BBM

Mengapa Menolak Kenaikan BBM - Alasan Menolak Kenaikan Harga BBM

Aksi menentang rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM makin marak. Di Purwokerto, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah) Purwokerto, menggelar aksi menolak rencana kebijakan tersebut, Rabu (14/3). Menurut mereka, kebijakan kenaikan harga BBM  hanya menyengsarakan rakyat namun memakmurkan birokrasi. “Alasan pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan [...]

HTI Press. Hizbut Tahrir Indonesia Kota Bogor mengadakan Majelis Bina Syakhsiyah (MBS) dengan tema “Kenaikan BBM Bersubsidi Kebijakan Khianat & Dzalim : WAJIB DITOLAK” secara serempak di 4 titik sekaligus pada hari ahad (11/3) yang lalu. Yakni di Masjid Al Muttaqin (Perum Indraprasta, Jl Pandu Raya), Masjid Agung Empang, Masjid Al Maghfiroh (Perumahan PT [...]

HTI Press. “Kebijakan menaikkan BBM selain berdampak pasti menyengsarakan rakyat, juga bertentangan dengan Islam. Kebijakan ini adalah kebijakan haram,” tegas Ketua DPD II HTI Kota Bogor, Gus Uwik saat menyampaikan sikap Hizbut tahrir Indonesia terkait rencana pemerintah menaikkan BBM. Acara yang dibungkus dalam kemasan silahturahmi dengan seluruh pengurus DPD PAN Kota Bogor pada hari [...]

 [Al-Islam 598] Menteri ESDM Jero Wacik di depan raker komisi VII DPR-RI (Selasa,6/3/2012), mewakili pemerintah menyodorkan opsi kenaikan BBM sebesar Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter mulai April 2012. Rencana kenaikan harga BBM itu itu juga sudah dimasukkan dalam RAPBN-P 2012 yang sudah diajukan kepada DPR. Rencana itu menuai banyak penolakan dari hampir [...]

Title: Halqah Islam dan Peradaban Khusus Temu Tokoh Nasional dan Ormas IslamLocation: Wisma ANTARA, JakartaDescription: Halqah Islam dan Peradaban Khusus Temu Tokoh Nasional dan Ormas Islam Tema: \”TOLAK KENAIKAN HARGA BBM:Pemerintah Bohong, Khianat, dan Zalim\” Pembicara yang diundang hadir: 1. Affendi Simbolon (Anggota Komisi VII DPRRI-FPDIP) 2. Ichsanudin Noorsy (Pengamat) 3. Firdaus Ilyas (Indonesia Corruption Watch) 4. Dr. Arim Nasim (Ketua [...]

Oleh: Harits Abu Ulya Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) Di depan raker komisi VII DPR-RI (Selasa,6/3/2012), Menteri ESDM Jero Wacik mewakili pemerintah, menyodorkan opsi kenaikan BBM sebasar Rp 1.500 perliter mulai April 2012. Artinya BBM jenis premium menjadi Rp.6.500 perliter. Opsi kenaikan harga BBM seolah pilihan final dengan alasan untuk antisipasi dampak melemahnya ekonomi [...]

Hasil Survey LSI 86 % masyarakat menolak kenaikan BBM (Tribunnews.com/11/03/12), Komentar : 1) Menaikkan  BBM bukti Pemerintah khianat dan zolim terhadap rakyat 2) Hanya agen penjajah kapitalis yang menyetujui kenaikan BBM 3) Saatnya BBM dikelola secara syariah melalui tegaknya Khilafah Islamiyyah.(LM) Tweet Bagikan

Mendekati kenaikan harga BBM yang mulai berlaku pada 1 April, RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi memberlakukan tarif layanan kesehatan baru. Rencananya tarif layanan kesehatan meningkat sebesar 20 persen hingga 68 persen dibandingkan kondisi semula. ‘’Momen kenaikan memang tidak tepat berbarengan dengan BBM,’’ ujar Direktur Utama (Dirut) RSUD R Syamsudin SH, Suherman, [...]

HTI Press. HTI sebagai sebuah partai politik ideologis terus melakukan penyadaran di tengah-tengah umat. Kali ini Kamis 8 Maret 2012, HTI DPD Jatim bersilaturahim dan memperkenalkan pengurus baru kepada DPD Partai Hanura Jawa Timur. Kunjungan ini membahas sekaligus mengajak Partai Hanura untuk menolak Liberalisasi Migas dan Kenaikan BBM. Pembahasan ini menjadi penting karena menyangkut [...]

HTI Press. Kamis 8 Maret 2012, HTI bersilaturahim ke MUI Jawa Timur. Perwakilan dari HTI: Ust. Ibnu Ali, Ust Abdus Salam, Ust Asaadullah, Ust Anang. Anjangsana ini untuk memperkenalkan pengurus baru serta menyampaikan sikap HTI terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM. MUI yang diwakili KH Abdus Somad Buchori menjelaskan organ fungsi MUI yang terdiri [...]

Banjarmasin, HTI Press. Menyikapi kebijakan pemerintah yang akan menerapkan pembatasan BBM bersubsidi mulai April 2012, DPD I HTI Kalimantan Selatan menggelar Dirasah Syar’iyyah “Halal dan Haram Kenaikan BBM” bertempat di Maktab DPD I HTI Kalsel di Jl. Sultan Adam. Acara Dirasyah Syar”iyyah ini diiisi oleh dua pemateri yaitu Ust. Muhammad Hatta S.E., MSI dan Ust. Wahyudi [...]

Lembaga Pemeringkat Asing Dukung Pemerintah Naikkan Harga BBM. Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi Rp 1.500 didukung oleh lembaga pemeringkat asing Fitch Ratings. Kebijakan ini bakal positif terhadap peringkat utang luar negeri pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Senior Fitch Ratings Mark Brown dalam pernyataannya (detikfinance, 10/3/2012) Komentar : 1.   Hasil Survey  [...]

Nelayan tradisional Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengeluhkan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Karena, rencana tersebut dipastikan akan makin menambah biaya operasional melaut. “Kenaikan harga BBM ini akan mempersulit nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena, hasil tangkapan ikan tidak lagi seimbang dengan biaya melaut yang tinggi,” ujar Sholeh, salah [...]

Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menilai masyarakat desa paling banyak menolak kenaikan BBM. Survei menunjukkan, 89,20 persen masyarakat desa menolak kenaikan BBM. Sedangkan masyarakat kota hanya 77,91 persen. “Sangatlah salah jika beranggapan masyarakat kota yang paling banyak menolak kebijakan ini,” papar peneliti LSI, Adjie Alfaraby, di Jakarta, Ahad (11/3). Sebabnya, menurut Adjie, masyarakat [...]

Pengembang rumah skala kecil dan menengah mengaku pasrah saat harga bahan bangunan mengalami kenaikan, akibat isu kenaikan BBM. Harga semen, pasir, hingga bata merah dipastikan kembali meningkat ketika 1 April 2012 harga BBM naik Rp 1.500 per liter. Direktur Utama PT Riscon Realty, Ari T. Priyono menerangkan, saat pemerintah membahas kenaikan [...]

Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai 1 April mendapat dukungan politik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan, kenaikan harga minyak dunia membuat beban subsidi APBN melonjak drastis. Hal itu membuat prediksi harga minyak yang ditetapkan pemerintah jauh di bawah harga minyak dunia. [...]

Hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia, sebanyak 86,6 persen responden menyatakan menolak jika harga bahan bakar minyak bersubsidi dinaikkan pemerintah. Hanya 11,26 persen setuju kenaikan dan sisanya, yakni 2,14 persen, tidak menjawab. Hasil survei itu disampaikan Adjie Alfaraby, peneliti LSI, saat jumpa pers di Kantor LSI di Jakarta, Minggu (11/3/2012 ). Survei itu dilakukan pada 5-8 Maret [...]

HTI Press. Sabtu (10/3) malam ba’da Isya’, DPC HTI Blimbing Malang mengartikulasikan aspirasi suara hati nurani rakyat kecil yang menolak kenaikan BBM dengan menyelenggarakan kajian Diskusi Islam dan Peradapan di Masjid Nurul Huda jl. Ngantang Claket. Acara ini sekaligus menunjukkan fungsi edukasi HTI sebagai ormas Islam yang konsisten membela kepentingan rakyat dengan dakwah fikriyah tetap eksis [...]

HTI Press. Rencana  pemerintah menaikkan dan membatasi harga BBM bersubsidi mulai bulan April mendatang, mendapat penolakan dari warga Pasuruan. Ini terlihat dari antusias warga mengikuti Halqah Islam dan Peradaban yang diselenggarakan HTI (9/3) di gedung Pergu Jl. Balaikota 19 Pasuruan dengan tajuk “Liberalisasi Migas Menyengsarakan Rakyat. Menghadirkan pembicara dari Surabaya Khoiri Sulaiman dan Imam Muhtar dari [...]

Juru Bicara HTI Ustadz Ismail Yusanto mengatakan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM adalah bentuk kedurhakaan negara kepada rakyatnya. Kebijakan yang berawal dari liberalisasi migas ini telah menjadikan rakyat semakin miskin, karena seperti tercantum dalam UU MIGAS No. 22/2001 pasal 9 bahwa pemerintah telah memberikan peluang bahkan menyerahkan pengelolaan migas mulai [...]

Mengapa Menolak Kenaikan BBM - Alasan Menolak Kenaikan Harga BBM

Sabtu, 10 Maret 2012

Pemilu Dalam Demokrasi Selalu Memihak Kapitalis Dan Penguasa (yaitu 1% dari Populasi)

Pemilu Dalam Demokrasi Selalu Memihak Kapitalis Dan Penguasa (yaitu 1% dari Populasi)


Setelah pemilu di tengah masa pemerintahan di 2010 para sekular liberal menerima biangnya ketidakberuntungan dalam pemilu yang baru saja terjadi di dunia Muslim itu. Di Tunisia, di Maroko, di Mesir, jutaan para pemilih secara jelas menunjukkan penentangannya terhadap nilai-nilai sekular liberal dan keinginan kuat mereka terhadap pemerintahan Islami. Sungguh, hal yang paling mengejutkan adalah bahwa para liberal sangatlah terkejut dengan hasilnya. Bagi banyak analis barat, pemilu-pemilu di masa lalu tampak otomatis sama dengan memilih para liberal, beberapa hal memang menyebabkan pemilu-pemilu itu tidak bisa mengukur bahwa rakyat sebenarnya ingin visi politik yang berbeda. Sementara kebanyakan para komentator barat menilai sentimen popular dengan garis waktu Twitter, kebangkitan Islam sejati telah terjadi di desa-desa dan kota-kota seantero dunia Muslim. Sementara barat terus terpaku pada tindakan-tindakan para tokoh, orang biasa telah berkorban setiap hari untuk memicu perubahan sesungguhnya. Ini diilustrasikan oleh Eksekutif Google yang ditempatkan di puncak daftar majalah Time 100 "orang paling berpengaruh di dunia" untuk protesnya terhadap Mubarak. Sekarang, seorang pejabat AS mengatakan dengan nada mengejek saat wawancara dengan Kolumnis Financial Times: "Dia mungkin orang paling berpengaruh di dunia, tapi malangnya dia tidak tampak punya pengaruh di Mesir."

Namun demikian, sebelum kaum Muslim terhanyut, mereka harus waspada seperti warga barat, bahwa sistem politik telah dipasang untuk melawan mereka. Protes-protes telah meletup di seantero globe di bawah Occupy Movement, untuk suatu alasan. Dari New York, ke Athena, ke London, para pemrotes seantero globe sekarang berdiri melawan ketidakadilan sistem kapitalis global. Muak dengan para bankir, para pemodal dan dampak negatif Wall Street, orang-orang sekarang percaya bahwa sistem kapitalis demokrasi itu dipasang sebagai jebakan, bahwa para politisi itu korup dan bahwa 99% dari populasi tidaklah mendapat bagian yang adil. Para non-Muslim akan mulai terbiasa dengan mantra judi yang tidak peduli berapa kali kamu berusaha untuk memenangkan uang, keberuntungan selalu memihak si bandar. Ini sama dengan politik barat di mana kemenangan selalu terkumpul bukan untuk yang 99%!

Meski pemilu-pemilu adalah bagian pokok dari sistem politik apapun (termasuk bagi Khilafah), pemilu-pemilu yang kita lihat di dunia Muslim adalah seperti yang kita lihat di Barat, yaitu benar-benar cacat. Proses politik meskipun umumnya bebas dan tidak curang, tetap saja tidak punya hubungan dengan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat barat. Kebijakan ekonomi tidaklah diputuskan oleh para politisi terpilih, tapi oleh lobby perbankan kaya. Kebijakan terhadap Palestina tidaklah ditentukan oleh para politisi, tapi oleh lobby Yahudi berpengaruh. Kebijakan atas pembelian di bidang pertahanan tidak ditentukan oleh para politisi terpilih tapi oleh lobby industri senjata. Kekuasaan didistribusikan ke politisi atau institusi yang berbeda-beda, bukan untuk kepentingan cek-dan-perimbangan, tapi untuk mendorong perpecahan dan untuk menghentikan kepemimpinan yang kuat. Sungguh, pemilu-pemilu adalah layar asap untuk menampilkan ilusi partisipasi sosial untuk menutupi realitas sebenarnya bahwa kekuasaan dipegang oleh para elit tak terpilih itu. Memiliki banyak institusi seperti dewan atas atau dewan bawah atau pembatasan konstitusional adalah untuk memastikan bahwa tidak ada hal yang terlalu radikal yang bisa dilakukan.

Sistem politik bayangan inilah, seperti sistem finansial bayangan yang menjadi masalah utama dalam masyarakat barat. Seperti perbankan yang aktivitasnya sangat kabur, tidak dipahami banyak orang, sangat menghancurkan, sangat jauh dari pertanggungjawaban, sistem politik bayangan bekerja di balik layar membeli para politisi, menulis legislasi dan membentuk kebijakan-kebijakan. Di Barat, pemilihan diadakan secara rutin, untuk memilih seseorang ke parlemen, seseorang ke Congress atau seseorang untuk memimpin negara. Tapi siapa yang memilih para pelobi, para industrialis, para pemodal, para juragan media massa, para jenderal militer, orang-orang dengan kekuasaan sebenarnya di negara, orang-orang yang bisa menetapkan atau membuang para politisi, yang bisa melicinkan tangan mereka dan yang punya akses terus-menerus. Jawabannya adalah tidak seorangpun dan itulah poin terpenting masalahnya bahwa pemilihan-pemilihan bukanlah solusi. Pemilihan-pemilihan beroperasi di dalam sistem yang terpasang, yang membolehkan kamu bermain tapi hanya menurut aturan-aturan yang telah ditulis sebelumnya oleh suatu kelompok tak terpilih. Pertanyaan sesungguhnya bagi kita bukanlah apakah mengadakan pemilihan atau tidak, tapi adalah apakah pemilihan bisa benar-benar mengubah paradigma kekuasaan dalam suatu masyarakat?

Pemilu-pemilu yang baru saja diadakan di dunia Muslim tidak akan mengubah status quo. Pemilu di Mesir, Tunisia, dan Maroko diadakan di bawah satu set aturan yang telah dipasang. Di Maroko aturan-aturan itu membolehkan seorang Raja penindas untuk tetap memegang kekuasaan sebenarnya. Di Mesir, meski ada dukungan besar untuk aturan Islam, sisa-sisa rezim Mubarak dan Supreme Council of the Armed Forces (SCAF) masih mendiktekan aturan-aturan permainannya. Di Tunisia katalis perubahan berada dalam sistem yang didesain untuk memastikan bahwa tidak ada kelompok terpilih yang bisa mendapatkan kekuatan yang cukup. Ambil Mesir sebagai contoh, di sini partai-partai Islam mendapat 2/3 suara dalam pemilihan, tapi kekuatan sejati apa yang akan diperoleh the People's Assembly (dewan bawah) atau the Syura Council (dewan atas)? Jawabannya adalah minimal! Sungguh, dengan proses konstitusional yang ada adalah terpatri seperti itu, pemilu Presidensial pada Juni 2012 (yang akan membatasi parlemen) dan SCAF masih banyak terlibat dalam menulis aturan-aturan mainnya, adalah jelas bahwa sistem politiknya dipatri untuk melindungi 1% populasi (kapitalis dan penguasa) di Mesir. Kebanyakan orang menduga bahwa setelah Ben Ali, Mubarak dan Gaddafi dunia Muslim akan memeluk agenda yang tercerahkan. Voting dan Pemilihan, bagaimanapun juga harus memiliki arti! Tapi bukannya "perubahan", kepentingan-kepentingan yang bermain dengan cepat melindungi status quo dalam kebijakan domestik maupun yang dieksekusi dalam panggung internasional.

Di panggung domestik, akuntabilitas tetap lemah dengan kekuasaan sebenarnya tetap ada pada elit bayangan, di Mesir SCAF berlanjut menangkapi dan menyiksa para pemrotes, dan berusaha mereformasi perekonomian untuk menguntungkan kaum kaya dan barat yang menyokongnya. Di medan internasional, rezim-rezim menerapkan strategi kuno yang sama, mendukung hubungan-hubungan dengan Israel, membolehkan kehadiran basis-basis barat dan terus mendukung para diktator lain di wilayah itu. Tidaklah mengherankan ada begitu banyak orang yang menjadi tersadarkan dari ilusi.

Ini akan berubah di bawah sistem yang benar-benar Islam di mana pemimpin terpilih diberi kekuasaan riil. Di bawah sistem politik Islam yang teruji, menjegal kemiskinan, memenuhi kebutuhan pekerjaan dan perumahan bagi semua warga tanpa pandang keyakinan akan diprioritaskan. Tanpa terhalang birokrasi politik, Khalifah terpilih bisa benar-benar mengatasi perkara-perkara, tanpa terhalang oleh pemilu rutin dia bisa membuat keputusan-keputusan jangka panjang, tanpa terhalang oleh para pelobi dia bisa membuat kebijakan untuk menguntungkan rakyat bukannya korporasi. Semakin banyak kaum Muslim menyadari bahwa mereka masih bisa punya pemilihan, akuntabilitas dan keadilan dalam Khilafah, dan tanpa masuk dalam proses terpatri yaitu ilusi demokrasi barat, ataupun teokrasi jahil.
Kegagalan mentransformasi pemerintah ini di dunia Muslim dari posisi yang melayani para elit, bukannya mereka yang paling membutuhkan dalam masyarakat, diilustrasikan secara tepat di Maroko. Raja Muhammad memiliki reputasi sebagaimana Mubarak dan Gaddafi, tapi barat tidak punya masalah dengan diktator yang satu ini. Barat tertarik dengan si Raja, karena dia lebih siap membantu Wall Street daripada Muslim Street, Israel daripada orang Palestina, para Elit daripada rakyat biasa. Si Raja, seperti para diktator lain di wilayah itu menyalahkan para Islamis atas kekerasan, tapi mengabaikan kekerasan pasukan keamanannya sendiri. Mereka beralasan bahwa para Islamis akan mengambil alih kekuasaan, tapi tidak melihat ironi dalam keluarga mereka sendiri mengambil kekuasaan, mereka mengklaim konstitusi sekular akan melindungi semua orang, tapi bahagia menyiksa para Islamis di lubang penyiksaan karena menginginkan sistem yang berbeda. Mereka mengklaim mau menghasilkan kekayaan untuk massa, tapi semua yang mereka inginkan sesungguhnya adalah kekayaan pribadi di rekening-rekening bank di Switzerland dan London.

Tapi bukan hanya para diktator saja yang merosot, sistem yang ditampilkan sebagai teladan bagi dunia Muslim itu sendiri telah nyata keropos. Pertamanya melalui keruntuhan finansial dan kemudian dengan pembusukan politik yang sangat parah, sehingga para teknokrat tak terpilihlah yang sekarang mengendalikan Yunani dan Italia. Belum pernah dalam bidang politik propaganda barat yang sangat digemborkan oleh banyak orang, sekarang tampak jelas miskin solusi.

Sekarang, beberapa pihak mungkin akan mengabaikan karakterisasi politik barat sebagai tidak lebih dari bualan ideologis dan konspirasional. Tapi apa yang tidak diragukan lagi adalah bahwa politik barat sekarang jadi opera sabun lengkap, siapa naik dan siapa turun, siapa menang dan siapa kalah, bukannya tentang memperbaiki kehidupan rakyat. Tidak juga diragukan bahwa barat hari ini dipimpin oleh sekumpulan kerdil bukan raksasa, sehingga ia punya sistem kapitalis yang memprioritaskan kerakusan bukannya keadilan dan ia punya sistem politik yang secara institusional didesain untuk mengkamuflase siapa yang sesungguhnya berkuasa. Dengan bahasanya Abraham Lincoln, itu benar-benar sistem dari 1% untuk 1% dan oleh 1%.

Sajjad Khan :: Khilafah Magazine :: Januari 2012

Poin-poin:

Di Tunisia, di Maroko, di Mesir, jutaan para pemilih secara jelas menunjukkan penentangannya terhadap nilai-nilai sekular liberal dan keinginan kuat mereka terhadap pemerintahan Islami.

Sementara kebanyakan para komentator barat menilai sentimen popular dengan garis waktu Twitter, kebangkitan Islam sejati telah terjadi di desa-desa dan kota-kota seantero dunia Muslim. Sementara barat terus terpaku pada tindakan-tindakan para tokoh, orang biasa telah berkorban setiap hari untuk memicu perubahan sesungguhnya.

Muak dengan para bankir, para pemodal dan dampak negatif Wall Street, orang-orang sekarang percaya bahwa sistem kapitalisme demokrasi dipasang sebagai jebakan, bahwa para politisi itu korup dan bahwa 99% dari populasi tidaklah mendapat bagian yang adil.

Proses politik meskipun umumnya bebas dan tidak curang, tetap saja tidak punya hubungan dengan penggunaan kekuasaan.

Sungguh, pemilu-pemilu adalah layar asap untuk menampilkan ilusi partisipasi sosial untuk menutupi realitas sebenarnya bahwa kekuasaan dipegang oleh para elit kapitalis.

Apa yang tidak diragukan lagi adalah bahwa politik barat sekarang jadi opera sabun lengkap, siapa naik dan siapa turun, siapa menang dan siapa kalah, bukannya tentang memperbaiki kehidupan rakyat.

Semakin banyak kaum Muslim menyadari bahwa mereka masih bisa punya pemilihan, akuntabilitas dan keadilan dalam Khilafah, dan tanpa masuk dalam proses terpatri yaitu ilusi demokrasi barat, ataupun teokrasi jahil.

Pemilu Dalam Demokrasi Selalu Memihak Kapitalis Dan Penguasa (yaitu 1% dari Populasi)

Kamis, 08 Maret 2012

Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Islam Global

Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Islam Global



HIZBUT TAHRIR

Hizbut Tahrir (Partai Pembebasan) adalah partai politik Islam global yang didirikan tahun 1953 di bawah kepemimpinan pendirinya - seorang ulama, pemikir, politisi, dan hakim di Mahkamah Banding di Al-Quds (Jerusalem) - Taqiyuddin an-Nabhani.

Pemimpin organisasi saat ini adalah Ata bin Khalil Abu Rushta. Di dunia Muslim, Hizbut Tahrir bekerja di semua level masyarakat untuk mengembalikan kepada Kaum Muslimin cara hidup Islami di bawah naungan Negara Khilafah yang diperjuangkan dengan metode intelektual dan politik semata.

Khusus di dunia Muslim, sasaran politik kami adalah pendirian-kembali Khilafah Islam sebagai negara independen - yang memiliki pemimpin terpilih dan akuntabel, peradilan independen, partai-partai politik, aturan hukum dan hak-hak konstitusional bagi kelompok minoritas. Warga negara Khilafah memiliki hak untuk terlibat dalam politik dan meminta pertanggungjawaban pemimpin - karena peran pemimpin (Khalifah) adalah pelayan umat, yang memerintah mereka dengan keadilan.

Di Barat, Hizbut Tahrir bekerja untuk menumbuhkan komunitas Muslim yang hidup dengan Islam dalam pemikiran dan perbuatan, yaitu mematuhi aturan-aturan Islam dan menjaga identitas kuat Islam. Hizbut Tahrir tidak bekerja di Barat untuk mengubah sistem pemerintahan, tapi menempuh dialog dan debat dengan para pemikir, pembuat kebijakan dan akademisi Barat untuk menunjukkan kekuatan ide-ide Islam, sehingga memproyeksikan citra Islam kepada masyarakat Barat.

Hizbut Tahrir aktif di seantero Timur Tengah, Asia Tengah, Indonesia, Malaysia, Afrika, Afghanistan, Pakistan dan Bangladesh, dan juga hadir di Eropa, Australasia dan Amerika.

Hizbut Tahrir Adalah Partai Politik Islam Global

Rabu, 07 Maret 2012

Makalah Mata Uang Emas Dan Perak – Makalah Keunggulan Mata Uang Standar Emas

Makalah Mata Uang Emas Dan Perak – Makalah Keunggulan Mata Uang Standar Emas



KEUNGGULAN STANDAR EMAS

Jika keunggulan Standar Emas dibandingkan dengan standar Fiat, tidaklah terhindari bahwa Standar Emas akan menjadi standar global. Di sepanjang sejarah uang dan hingga Perang Dunia Pertama, seluruh dunia mengoperasikan standar emas dan perak. Tidak ada standar lain yang dikenal sebelumnya. Namun, ketika para kolonialis menguasai berbagai gaya imperialisme ekonomi dan finansial, dan mulai menggunakan mata uang sebagai alat kolonialisme, mereka menetapkan standar moneter yang berbeda. Mereka menganggap deposit bank dan kertas-bank (bank notes) yang tak bisa ditukarkan dengan emas/perak, yang tidak memiliki cadangan emas atau perak, sebagai uang, beriringan dengan emas dan perak. Lalu terjadi standar emas/perak dihapus sepenuhnya.

Beberapa keunggulan utama standar emas/perak adalah:

1. Basis emas membutuhkan sirkulasi bebas, impor dan ekspor emas, yang menghasilkan kestabilan moneter, finansial dan ekonomi. Dalam hal ini, transaksi pertukaran hanya akan berasal dari pembayaran luar negeri untuk memenuhi harga komoditas dan gaji pekerja.

2. Standar Emas memastikan kestabilan nilai tukar di antara negara-negara, dan kestabilan nilai tukar akhirnya menghasilkan merebaknya perdagangan internasional, karena para pedagang tidak lagi takut terhadap ketidakpastian dan ketidakstabilan nilai tukar.

3. Jika Standar Emas diterapkan, bank-bank sentral dan para pemerintah tidak akan mampu memperbanyak pencetakan kertas-bank, karena selama kertas-bank tidak bisa ditukar dengan emas dengan nilai tukar tetap, pemerintah akan takut bahwa jika mereka melampaui batas dalam menerbitkan kertas-bank, permintaan emas akan naik dan mereka tidak mampu memenuhi permintaan ini. Oleh karenanya, mereka akan cenderung selalu menjaga rasio yang relatif seimbang antara apa yang mereka terbitkan dalam kertas-bank dan cadangan emas.

4. Apapun mata uang yang digunakan, seluruh dunia akan ditetapkan oleh jumlah emas tertentu. Akibatnya, pergerakan komoditas, uang dan orang dari satu negara ke negara lain akan lebih mudah, dan masalah perbedaan nilai tukar akan hilang.

5. Standar Emas akan membantu tiap negara menjaga emasnya, karena tidak akan ada penyelundupan emas dari satu negara ke negara lain, dan negara-negara tidak perlu melakukan kendali untuk menjaga cadangan emas mereka.

Hari ini kita telah menyaksikan bahwa kemampuan orang untuk menabung terus turun sepanjang waktu, meski fakta bahwa kita mendapat lebih banyak uang daripada sebelumnya. Daya beli uang telah turun secara riil sementara nilai aset umumnya tetap sama, maka jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli aset riil (tanah, bangunan, barang-barang) terus naik. Dengan kata lain, hari ini orang menabung sangat sedikit dibandingkan dengan dua dekade yang lalu.

Islam menekankan kekayaan dan menjaga kekayaan rakyat dengan memastikan bahwa kebijakan sistem Islam tidak akan menyebabkan turunnya nilai uang. Sistem Islam tidak membolehkan mencetak uang sesukanya karena semua mata uangnya 100% didasarkan pada emas dan perak. Ini artinya bahwa mata uang itu sendiri memiliki nilai secara relatif terhadap semua aset yang lain. Jadi ini berarti bahwa nilai bagi konsumen aset riil akan tetap proporsinya dengan nilai emas. Ini menciptakan kestabilan dan kepercayaan terhadap nilai mata uang Negara.

Pertumbuhan dalam perekonomian Islam tidak dipandang dari peningkatan GDP semata, tapi adalah pengukuran yang lebih holistik dan mantap bagaimana transaksi dalam masyarakat telah meningkat dalam hal kuantitas, kualitas dan pemerataan. Maka pertumbuhan kuantitatif GDP yang dikejar oleh negara-negara hari ini, yang menyebabkan kehidupan yang menurun, tidaklah dipandang sebagai pertumbuhan, tapi sebagai penurunan. Tumbuh adalah insting alami dalam masyarakat; dan meningkatkannya adalah perkara sains, yang tidak pernah kekurangan suplai. Namun memungkinkan pertumbuhan makro yang langgeng tanpa 'gelembung' dan 'kempes' adalah perkara sistem ekonomi, yang hanya bisa diatasi oleh Islam. Walaupun banyak ekonomi sekarang menghadapi deflasi harga barang dan jasa, gelombang masif inflasi moneter sedang terus menghantui untuk menerpa bulan-bulan dan tahun-tahun yang akan datang. Penerapan cermat standar uang logam emas/perak sebagaimana diterapkan dalam sistem Islam adalah satu-satunya cara untuk menghindari hal ini, di mana saat ini terdapat sangat sedikit kendali dari para bank sentral dunia terhadap krisis moneter.

REFERENSI

2 Michael David Bordo, 1981, The Classic Gold Standard: Some Lessons for Today, Federal Reserve Bank of St. Louis.
6 Temin, Peter. 1976. Did Monetary Forces Cause the Great Depression? New York: W. W. Norton.
7 B. Bernanke, H. James, 1991, The Gold Standard, Deflation, and Financial Crisis in the Great Depression: An International Comparison, in G. Hubbard ed., Financial Markets and Financial Crisis, Chicago: University of Chicago Press.

Makalah Mata Uang Emas Dan Perak – Makalah Keunggulan Mata Uang Standar Emas

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam