Jumat, 06 Februari 2015

Islam Muncul Dalam Keadaan Terasing



Terasingnya Islam

1.   Dari Sa’ad bin Abi Waqqash r.a. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya iman mulai sebagai sesuatu yang asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana mulanya, maka ketika itu berbahagialah orang-orang yang terasing, yaitu ketika manusia rusak. Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, niscaya iman akan bersembunyi di antara dua masjid ini sebagaimana ular yang bersembunyi dalam liangnya”.
(Disebutkan dalam Majma’u Zawa`id: hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Bazzar dan Abu Ya’la. Perawi-perawi dari Imam Ahmad dan Abu Ya’la sesuai dengan syarat shahih)

        Orang-orang yang beruntung adalah yang terasing karena mereka mengemban ideologi (aqidah dan syarah) Islam. Di masa kini ideologi kufur telah menyebar luas meracuni pemikiran kaum Muslimin, seabrek hukum kufur diterapkan oleh para penguasa batil, hukum-hukum Allah banyak sekali terlantar. Maka, para pengemban Islam yang tidak memilih-milih dari apa yang diturunkan Allah menjadi terasing. Namun demikian, dengan mengikuti metode perjuangan Rasul Saw. tanpa kekerasan dalam menegakkan Islam keseluruhan, keterasingan mereka berakhir dengan kemenangan dan keberhasilan dengan izin Allah SWT.

Setelah kemenangan penegakkan sistem Islam maka kewajiban jihad ofensif atau jihad futuhat bisa dijalankan oleh khalifah bersama kaum Muslimin.
Diriwayatkan dari Miswar dan Marwan, sebagaimana dituturkan oleh ath-Thabrani dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, mengenai ucapan Rasulullah Saw.:
Orang-orang Quraisy tidak akan menduga, demi Allah, aku akan selalu memerangi mereka demi risalah yang dengannya Allah mengutusku  hingga Allah memenangkan aku atau agama ini terasing sendirian.” (HR. ath-Thabrani dan Ibnu Katsir)

  1. Hadis penuturan Abdurrahman bin Sannah r.a. yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana kemunculannya pertama kali, maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. Rasulullah Saw. kemudian ditanya: “Ya Rasulullah! Siapakah orang-orang yang terasing itu?” Rasulullah Saw. menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan pada saat masyarakat justru gemar berbuat kerusakan. (HR. Ahmad)

Hadis penuturan Mu’awiyah yang mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda:
Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan urusan agama Allah. Tidak akan memadharatkan mereka orang-orang yang menelantarkan atau yang menentang mereka hingga datangnya keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka meraih kemenangan atas seluruh umat manusia.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

  1. Dari Abu Umamah al-Bahili r.a. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Niscaya tali Islam akan lepas satu persatu. Setiap kali lepas satu ikatan, manusia akan berpegang kepada tali selanjutnya. Tali pertama yang lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat”.
(Disebutkan dalam Majma’uz Zawa`id: hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan ath-Thabrani. Perawi-perawinya sesuai dengan syarat shahih)

Pemerintahan Islam atau negara Khilafah Islamiyah telah dihapus dan diganti dengan negara republik Turki oleh Inggris bersama dengan anteknya yaitu Musthafa Kamal Ataturk yang menjadi presiden pertamanya. Para penjajah itu berhasil setelah lama mereka bekerjasama dengan kaum munafik penguasa wilayah-wilayah negara Khilafah Islam. Kafir imperialis jauh-jauh hari telah menyebarkan virus paham-paham kufur semacam ashabiyah nasionalisme dan sekularisme hingga umat makin lemah dan pemerintahan khilafah berisi banyak orang dzalim.
Setelah pemerintahan Islam tergantikan sistem pemerintahan kufur demokrasi maupun kerajaan maka tali Islam akan menjadi terlepas satu per satu hingga batas yang terakhir yaitu ibadah ritual pribadi: shalat. Dengan begitu pentingnya kewajiban tegaknya negara sistem Islam ini, negara yang berkewajiban menegakkan hukum-hukum Allah dan mengemban dakwah serta jihad ke luar negeri, maka kaum Muslimin sungguh tidak mempunyai alasan yang benar di sisi Allah jika terus mendukung sistem negara kufur semacam demokrasi.
"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin." (QS. Al-Maaidah: 50)

"Dan siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan mereka berkuasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS. An Nisaa': 115)

Fitnah perempuan


  1. Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: Nabi SAW bersabda: “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kuasa-Nya, umat ini tidak akan binasa sehingga seorang laki-laki mendatangi seorang perempuan kemudian dia menyetubuhinya di jalan, maka orang yang terbaik di antara mereka adalah yang berkata: “Seandainya kamu menutupi perbuatan ini di belakang tembok itu”
(Imam al-Haitsami berkata: “Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dan para perawinya sesuai dengan syarat shahih)
        Ketika kondisi parah semacam ini terjadi tentunya kaum Muslimin tidak lagi punya imam/khalifah yang berkewajiban menerapkan hukum-hukum Allah Swt, melindungi kaum lemah, memberantas maksiat, mengadili orang-orang dzalim, dan menyebarkan rahmat syariah Islam dengan dakwah dan jihad.
Akibat dari tidak terpenuhinya kewajiban menegakkan negara sistem Islam Khilafah, Umat Islam hari ini terpecah-belah lebih dari 50 negara dan telah kehilangan perisainya untuk melindungi nyawa, kehormatan dan harta. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,
"Seorang Imam (Khalifah) adalah perisai, di belakangnya kalian berperang dan berlindung." (Hadits Riwayat Muslim)

Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda