Minggu, 01 Februari 2015

Umat Berpecah Belah Saling Melawan

umat Islam wajib bersatu berdasar aqidah dan syariah Islam

       
  1. Dari Tsauban r.a. dia berkata: Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memperlihatkan kepadaku bumi secara keseluruhan, sehingga aku bisa melihat bumi bagian Timur dan Barat, sesungguhnya wilayah kekuasaan umatku akan sampai di seluruh daerah yang diperlihatkan Allah kepadaku. Diberikan kepadaku dua buah macam perbendaharan, yaitu: merah dan putih. Sungguh aku telah meminta kepada Allah untuk membantu umatku, agar mereka tidak dibinasakan dengan musim kekeringan yang panjang dan agar mereka tidak dijajah oleh kekuasaan asing selain oleh mereka sendiri, sehingga kekuasaan mereka menjadi hancur luluh. Tuhanku berfirman: “Ya, Muhammad! Apabila Aku telah memutuskan suatu keputusan, maka keputusan-Ku tidak dapat diubah lagi. Aku memperkenankan doamu untuk umatmu, bahwa Aku tidak akan membinasakan mereka dengan musim kekeringan yang panjang dan Aku tidak akan menjajahkan kepada mereka suatu kekuatan musuh selain diri mereka sehingga kekuatan mereka hancur-luluh, sekalipun musuh-musuh mereka bersatu mengepung, sehingga sebagian mereka menghancurkan sebagian yang lain dan mereka saling tawan-menawan”.
(H.R. Imam Muslim dan at-Tirmidzi)

        Abu Dawud menambahkan: “Sesungguhnya yang aku takutkan kepada umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan. Apabila pedang telah diletakkan oleh umatku, maka tidak akan diangkat lagi selamanya sampai Hari Kiamat. Hari Kiamat tidak akan datang sampai suku-suku dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan mereka menyembah berhala. Akan ada dari umatku tiga puluh orang pembohong, semuanya mengaku sebagai nabi. Akulah penutup para nabi tidak ada nabi lagi sesudahku. Senantiasa akan ada segolongan umatku yang berjuang menegakkan kebenaran, mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang menentangnya sampai datang Hari Kiamat”.

Memang benar, seluruh negara di Dunia Islam saat ini tidak menerapkan sistem Islam -meskipun beberapa negara mengklaim menerapkannya- dan malah menerapkan Kapitalisme dengan gaya berbeda. Akan tetapi, umat Islam yang tetap eksis setelah hancurnya Khilafah itu sejak awal tahun 1950-an telah mulai merambah jalan menuju kebangkitan berasaskan Islam, mulai berjuang untuk membangun kembali kehidupannya atas dasar Islam, dan bahkan telah mencanangkan cita-cita menyelamatkan dunia dengan membawa hidayah Islam.
Ya, semua upaya ini terus diperjuangkan, kendatipun umat Islam masih terpecah belah akibat rekayasa kaum kafir sebelum dan sesudah kehancuran Khilafah di tahun 1924; dan kendatipun para penguasanya -yang menjadi agen Barat- terus mempertahankan kekufuran yang dibangun Barat di negeri-negeri muslim, berkhidmat siang malam demi kepentingan dan dominasi Barat, serta menjalankan seluruh strategi politik dalam dan luar negerinya menurut petunjuk-petunjuk dan instruksi-instruksi Barat.
Saksikanlah, para munafik telah bertingkah brutal dan sangat kejam terhadap para pejuang kebangkitan umat. Mereka juga terus melakukan operasi penumpasan dan melancarkan aksi teror terhadap para pejuang. Sementara itu, kaum kafir juga tak ketinggalan merancang strategi yang dijalankan oleh agen-agen mereka tadi untuk melawan bangsa mereka sendiri, agar bangsa mereka tetap hina diinjak-injak dan dibelenggu oleh kekufuran.
Walau demikian keadaannya, Barat yang kafir -dengan AS sebagai gembongnya- sudah merasa gentar kalau-kalau kebangkitan umat Islam suatu ketika mencapai titik sempurna –yang mencapai seluruh bumi, timur dan baratnya- sehingga umat Islam kembali menjadi umat istimewa yang berbeda dengan manusia lainnya.
        Barat yang kafir juga sudah gemetaran membayangkan umat Islam hidup kembali di bawah satu negara, yakni negara Khilafah, yang akan melanjutkan penyebaran risalah Islam ke seluruh dunia untuk mengentaskan dunia dari gelimang kesengsaraan, kegoncangan, dan kemerosotan yang parah akibat hagemoni Kapitalisme dan ide-idenya yang materialistik itu.
Barat yang kafir juga senantiasa ingat, bagaimana ideologi Islam dahulu telah mengubah kabilah-kabilah Arab -yang serba terbelakang dan tak pernah diperhitungkan dalam sejarah- menjadi umat istimewa yang berperadaban, yang kemudian tampil di pentas dunia dengan cahaya Islam serta dalam waktu singkat sanggup memantapkan posisinya sebagai pemimpin dunia.

  1. Dari Abu Basrah al-Ghifari r.a. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Aku meminta empat perkara kepada Allah azza wa jalla. Dia memberikan yang tiga dan sisanya masih Dia tahan. Aku meminta kepada Allah supaya tidak mengumpulkan umatku dalam kesesatan, maka Allah mengabulkannya. Aku meminta kepada Allah agar tidak menghancurkan mereka dengan musim susah yang panjang, sebagaimana Dia menghancurkan umat-umat sebelum mereka, maka Allah juga mengabulkannya dan aku meminta kepada Allah supaya tidak ada musuh yang mengalahkan mereka, maka Allah pun mengabulkannya dan aku meminta kepada Allah agar tidak memecah-belah mereka dalam beberapa golongan sehingga mereka saling membinasakan, namun Allah tidak mengabulkannya”.
(Disebutkan dalam Majma’uz Zawa`id: hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan ath-Thabrani, diantara perawinya ada salah satu rawi yang tidak disebutkan namanya)

Kejayaan umat tetap lestari untuk sekitar 10 abad lamanya, selama umat bersatu dengan ideologi (aqidah dan syariah) Islam. Dan sepanjang masa itu, meratalah keadilan, keamanan, kesejahteraan, dan nilai-nilai yang luhur di setiap tempat. Bendera dan panji Khilafah pun berkibar-kibar dengan gagahnya di mana-mana.
Maka yang paling berbahaya bagi persatuan dan kekuasaan umat ialah para penguasa yang menjadi agen Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, termasuk orang-orang yang ada di sekitar para penguasa tersebut. Orang-orang yang dekat dengan para penguasa ini terdiri dari para penjilat hina yang munafik, orang-orang lemah yang pragmatis, dan para intelektual yang kenyang dengan sistem Barat yang kafir dan tertipu oleh metode kehidupan mereka. Termasuk juga dalam hal ini sebagian orang yang pura-pura membela Islam, seperti para oknum ulama pendukung penguasa sistem kufur, individu-individu tertentu yang ditonjol-tonjolkan sebagai intelektual muslim, dan beberapa tokoh gerakan Islam yang merupakan orang-orang sekuler yang mempropagandakan pemisahan Islam dari kehidupan.
Para penolong penjajah dari kalangan umat Islam itu menyuburkan seruan-seruan yang bersumber dari fanatisme golongan (ashabiyah) seperti Nasionalisme, Patriotis­me, dan seruan sekulerisme yang menciptakan perpecahan di antara umat.
        Semua pihak di atas telah berkomplot dan berkhidmat demi kesuksesan makar Amerika, yang sesungguhnya bertujuan menggiring kaum muslimin agar membuang ideologi Islam dan kemudian memeluk ideologi Kapitalisme, hingga umat menjadi hina, bahkan ikut mereka masuk Neraka.

  1. Dari Hudzaifah Ibnu al-Yamani r.a. dia berkata: “Biasanya orang-orang banyak bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, tetapi aku bertanya kepada Beliau tentang kejahatan agar terhindar dari bahayanya. Lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah! Kami dahulu berada dalam masa jahiliyah dan kejahatan, karena itu Allah ta’ala menurunkan kebaikan (Islam) ini kepada kami. Mungkinkah setelah kebaikan ini timbul lagi kejahatan?”, “Tentu” jawab Nabi. Tanyaku: “Setelah itu mungkinkah datang lagi kebaikan?” Beliau menjawab: “Benar, tetapi sudah cacat!” Aku bertanya: “Apa cacatnya?” Beliau menjawab: “Suatu kaum memberikan petunjuk tanpa petunjuk yang benar, engkau mengetahui perbuatan mereka dan mengingkarinya”. Aku bertanya: “Sesudah kebaikan itu, timbul lagikah kejahatan?” Nabi menjawab: “Benar, para penyeru di depan pintu neraka. Barangsiapa yang memenuhi seruannya dilemparkannya ke dalam neraka itu”. Aku bertanya: “Wahai Rasulullah! Gambarkanlah ciri-ciri mereka kepada kami!” Nabi menjawab: “Baik! Mereka adalah termasuk golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita”. Aku bertanya: “Ya Rasulullah! Apa petunjuk anda bila kami menjumpai hal itu?” Beliau menjawab: “Tetaplah kamu bersama jama’ah kaum muslimin dan imam mereka!”. Aku bertanya: “Jika tidak ada jama’ah dan Imam?” Beliau berkata: “Tinggalkanlah semua golongan itu, walaupun kamu akan memakan akar-akar kayu sampai maut menjemputmu dan kamu tetap dalam pendirianmu”.
(Disebutkan dalam at-Taaj al-Jaami’: hadits ini diriwayatkan tiga imam sunan: at-Tirmidzi, Abu Dawud dan an-Nasa’i)

        Terdapat bahaya suatu kaum yang cacat akidah dan syariah. Mereka memberikan petunjuk tapi bukan petunjuk yang benar. Mereka tidak bisa lagi membedakan yang baik dan yang jelek. Mereka mengira kebudayaan kafir Barat adalah kebudayaan yang layak ditiru. Mereka mengira bahwa hukum-hukum kufur tidak mengapa diterapkan. Mereka mengikuti sistem kufur semacam demokrasi, kapitalisme, sekularisme. Mereka menjadi penyeru-penyeru yang tampak Islami. Mereka menggunakan hal itu sebagai sarana untuk memperdaya dan menyesatkan kaum muslimin.
Dalam hadits ini Rasulullah memerintahkan kita untuk meninggalkan semua golongan yang menyeru kepada selain ideologi (akidah dan syariah) Islam. Kita harus berlepas diri dari segala golongan yang mengajak kepada sistem kufur, hukum kufur, paham kufur, ide-ide kufur, dan berbagai kemaksiatan. Kaum Muslimin wajib disadarkan terhadap bahaya akidah kufur sekularisme yang melahirkan sistem pemerintahan demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme. Semua itu adalah kesesatan yang bisa jadi dikesankan Islami, dicari-carikan pembenaran, dibalut kata-kata indah serta janji-janji manis. Maka, dalam kondisi sulit berada dalam kekuasaan batil, umat harus teguh menggenggam ideologi Islam hingga akhir hayat.
"Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah." (QS. Asy-Syuura: 10)

Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda