Rabu, 11 Februari 2015

Menyikapi Masa Fitnah Kerusakan Umat



Bagaimana bersikap pada masa fitnah dan menghadapinya

        Umat Islam harus mengambil apa yang baik (akidah dan syariah Islam) dan meninggalkan yang mungkar (paham dan hukum kufur) dan supaya tidak mengikuti arus, tenggelam bersama orang-orang awam yang berjalan tanpa petunjuk dan metode Rasulullah Saw. dalam menegakkan Islam keseluruhan.

  1. Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu masa, di mana mereka dihadapkan kepada dua pilihan antara kelemahan dan kejahatan. Barangsiapa yang menemui zaman itu, maka pilihlah kelemahan daripada kejahatan.
(Disebutkan dalam Majma’uz Zawa`id: hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya’la, dari seorang syeikh dari Abu Hurairah, dan semua perawinya tsiqat)

Ada masa di mana biasanya orang yang lurus disebut dengan orang yang lemah dan orang yang berbuat namun bertentangan dengan Islam disebut kuat, maka manusia berada di hadapan dua pilihan. Apakah dia akan memilih jalan yang lurus mengikuti tuntunan Rasulullah Saw. dengan risiko disebut sebagai orang yang lemah? Ataukah dia akan memilih melakukan banyak hal namun tidak berdasarkan tuntunan Rasul Saw., agar masyarakat memandang dirinya banyak manfaat dan dia disebut sebagai orang yang bekerja lebih?
Rasulullah SAW telah menentukan jalan kepada kita untuk menghadapi fitnah seperti ini, supaya manusia lebih memilih perjuangan menurut metode Rasul Saw. daripada tindakan-tindakan yang berdalih hawa nafsu asas manfaat/maslahat. Jelas lebih baik baginya berisiko mendapat celaan sebagai orang yang lemah daripada merelakan dirinya tidak mendapat pahala namun malah mendapat dosa.
Di masa kekuasaan sistem jahiliyah semacam demokrasi sekarang ini kaum Muslimin yang memenuhi kewajiban mengemban ideologi (aqidah dan syariah) Islam supaya bisa ditegakkan dalam kehidupan tentu berada pada posisi yang lebih lemah. Kaum Muslimin belum kembali berkuasa dengan sistem negara syariah khilafah.
Dengan mengikuti metode perjuangan dakwah Rasul Saw. dalam menegakkan sistem Islam keseluruhan, tanpa kompromi dengan sistem kufur, maka umat Islam tidak melakukan pelanggaran, dan justru sesuai dengan tuntunan dari Nabi Saw. Dengan demikian, pihak yang membuat-buat dan menerapkan hukum-hukum kufur adalah jelas mereka yang kafir ataupun yang sekular, bukan yang Muslim, Muslim memang dilarang ikut andil dalam kemunkaran. Maka gerakan umat yang istiqomah dengan Islam semata juga bisa diwujudkan. Dengan izin dan pertolongan Allah Swt. gerakan dakwah Rasul Saw. beserta para sahabat telah berhasil membangun kesadaran umat dan militer kaum Anshor untuk terwujudnya Daulah Islamiyah yang awalnya hanya di Madinah.
Keadaan kita sekarang adalah sama dengan fase Makkah yaitu sama-sama tidak diterapkan sistem Syariah dengan metode syar'i-nya yaitu Daulah Islamiyah. Siapapun selain Khalifah yang sah dibai'at untuk terapkan syariah dilarang berkuasa dan menerapkan hukum sebab tidak memenuhi syarat sah menjadi penguasa. Yang Beliau Saw. lakukan adalah menjalankan metode dakwah dengan tiga tahapan tanpa kekerasan. Sementara dengan masuk mengikuti demokrasi berarti sudah memposisikan diri sebagai penguasa, sembari melakukan pelanggaran Syariah, menerapkan hukum-hukum kufur, melestarikan sistem kufur. Maka yang harus dilakukan adalah mengikuti metode perjuangan Rasul Saw. di mana ketika fase Makkah Beliau dan kaum Muslimin memang dikuasai dan ditindas oleh para pembesar musyrik Quraisy. Beliaupun tetap terus istiqomah dengan metodenya meski banyak ditindas. Inilah salah satu yang menunjukkan bahwa metode beliau mengubah darul kufur menjadi darul Islam itu wajib hukumnya.
Dengan mengikuti metode dakwah Rasul Saw. dengan kondisi negeri ini berpenduduk mayoritas Muslim maka siapapun tidak akan bisa berkuasa tanpa persetujuan umat. Sementara umat beserta militer yang memang wajib sadar hanya mau serta memperjuangkan penguasa yang syar'i. Inilah yang memungkinkan berhasilnya metode dakwah Rasul Saw.
Dakwah dengan metode Rasul Saw. itu jelas bukan membiarkan status quo yang rusak tapi justru menyadarkan, mengaktifkan umat yang tertipu demokrasi dan yang tertidur untuk mengubah status quo itu menjadi dakwah yang anti sistem kufur, hanya mau sistem syariah Islam. Sistem Syariah Khilafah harga mati. Maka runtuhnya sistem kufur adalah keniscayaan. Maka yang harus dilakukan adalah mengikuti metode perjuangan Rasul Saw. di mana ketika fase Makkah Beliau dan kaum Muslimin memang dikuasai dan ditindas oleh para pembesar musyrik Quraisy. Beliaupun tetap terus istiqomah dengan metodenya meski banyak ditindas. Inilah salah satu yang menunjukkan bahwa metode beliau mengubah darul kufur menjadi darul Islam itu wajib hukumnya.
Syariah ditegakkan harus dengan metode syar'i-nya. Jika diterapkan sebagian saja dalam demokrasi maka justru membuat umat tertipu sehingga mereka tidak menuntut sistem Syariah Khilafah tapi merasa bisa hidup nyaman dengan demokrasi. Hal ini jelas kontraproduktif dan berbahaya. Umat harus anti terhadap sistem kufur demokrasi sebab melihat jelas pertentangannya dengan Islam. Fakta terjadi di berbagai negeri Muslim bahwa demokrasi efektif menjebak umat padahal tidak ada perubahan status quo.
Jebakan sistem kufur demokrasi dapat diatasi dengan metode perjuangan Rasul Saw. yang tidak berkompromi dengan sistem kufur. Jika problem itu dibiarkan maka terjadi lingkaran tak terputus antara umat dengan demokrasi sebagaimana telah terjadi bahwa di berbagai negeri mayoritas umat Islam tidak kunjung menjalankan metode perjuangan Rasul Saw. dan akibatnya terus berdosa karena membiarkan dan malah mendukung hukum kufur. Yang harus terjadi adalah umat memperjuangkan ganti sistem dengan sistem Syariah Khilafah Islam secara damai, dengan itu militerpun akan terkena dakwah yang dahsyat untuk bisa mendukung penuh.
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” [QS. An Nisa' :61]

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [QS. Al-Maa'idah: 2]

Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda