Kamis, 27 Agustus 2015

Download Buklet Testimoni Ulama Terhadap Hizbut Tahrir



"Saya terpanggil menghadiri Muktamar Mubalighah Indonesia karena ingin bersilaturahmi dan berkenalan dengan mubalighah seluruh Indonesia, selain ingin juga menimba ilmu yang akan saya sampaikan kepada umat. Sangat terharu dengan acara Mukamar Mubalighah ini karena di situ terwujud persatuan dan kesatuan umat dalam satunya langkah para mubalighah memperjuangkan Syariah dan Khilafah." "Tidak bisa tidak, Syariah dan Khilafah harus ditegakkan karena selain sebagai kewajiban, umat ini dipenuhi berbagai masalah semisal ekonomi rumah tangga, suami menganggur karena sulitnya lowongan pekerjaan, mahalnya pendidikan anak, dan sebagainya seperti yang dicurhatkan ibu-ibu majelis taklim tempat saya mengisi. Semua itu akibat penerapan sistem kehidupan Kapitalisme di kehidupan kita. Karena hidup susah, banyak ibu-ibu yang sering tidak datang pengajian disebabkan ia harus menanggung nafkah keluarga. Hal itu membuat saya sangat sedih. Memang banyak hambatan, tetapi tidak saya anggap sebagai hambatan dalam berdakwah dan berjuang di tengah umat. Jadi meskipun hujan dan banjir, dengan naik perahu melewati danau yang luas sepanjang satu kilometer saya jalani saja dengan ikhlas" (Ustdzh. Hj. Nurhalizah An-Najwa, Majelis Taklim Langgar Al-Hasanah, Amuntai-Kalsel)

"Indonesia sangat layak sebagai tempat berdirinya Khilafah. Tugas kitalah untuk bersama-sama memperjuang-kannya secara terus-menerus. Insya Allah, Allah SWT menolong hidup dan perjuangan kita. Untuk para mubalighah, selain menyampaikan masalah akidah dan ibadah, seharusnya juga menyampaikan penyebaran Islam dan penerapannya oleh Rasulullah saw. dalam Daulah Islam waktu itu; tentang sistem pendidikan Islam, kesehatan dalam Islam, budaya dalam Islam dan aspek-aspek kehidupan lainnya yang semuanya ada aturannya dalam Islam.
Menurut saya Hizbut Tahrir itu sangat baik, sangat cantik cara dakwahnya, sesuai langkah dakwah Rasulullah saw. Oleh karena itu, saya mendukung Hizbut Tahrir dunia-akhirat. Kalau ada yang berani menjelek-jelekkan citra Hizbut Tahrir akan saya gebrak dan akan saya jelaskan kalau Hizbut Tahrir itu tidak seperti yang mereka sangka. Terima kasih Hizbut Tahrir. Banyak sekali ilmu untuk umat yang saya peroleh dari Hizbut Tahrir” (Ustdzh. Hj. Sholihatul Farhah, Majelis Taklim asy-Syuhada, Leuwiliang-Bogor)

"Sepanjang saya bersilaturahmi dan bersaudara dengan teman-teman Hizbut Tahrir, saya mendapati Hizbut Tahrir adalah sebuah ekspansi dakwah yang luar biasa. Hizbut Tahrir telah mampu membangun paradigma berpikir umat, membangun budaya berpikir, membangun sikap kritis umat dengan info-info maupun fakta yang dibuka oleh Hizbut Tahrir. Luar biasa juga bahwa Hizbut Tahrir mampu menguak akar masalah dari setiap problem umat. Sudah tentu saya sangat mendukung dan tingkat dukungan saya terhadap Hizbut Tahrir seratus persen. Kenapa? Karena jika saya tidak mendukung perjuangan Hizbut Tahrir, harus ditanyakan dan diragukan keIslaman saya, kok sesuatu yang berbau Islam ditolak, bagaimana bisa?
Nah, untuk mubalighah, jika ingin membangun keIslaman melalui dakwahnya maka harus berhenti bersikap eksklusif. Coba buka mindset, terbukalah terhadap ide-ide yang mungkin dirasa “baru”. Juga, karena kedepannya info itu akan sangat begitu luasnya, dunia akan hanya seperti layar datar, maka sudah saatnya mubalighah melakukan percepatan diri sehingga semakin banyak info yang teraup. Dengan demikian, para mubalighah memiliki data faktual dan informasi tambahan untuk lebih mengutuhkan apa yang sebenarnya menjadi tujuan dakwah ke depannya dan apa yang urgen dilakukan detik ini, tanpa ditunda lagi" (Ustdzh. Dra. Suryawati Ningsih, Ketua PP ICMI Orsad, Cibinong-Bogor)

"Kalau mau melaksanakan al-Quran dan as-Sunnah dengan kâffah, ya harus dengan penerapan Syariah dan penegakan Khilafah. Itu juga yang menjadi kunci negeri kita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Saya merasakan banyak hal yang diberikan Hizbut Tahrir kepada saya untuk bekal penyampaian kepada umat. Harapan saya semoga ke depannya semakin banyak ormas yang mendukung dan mengikuti perjuangan Hizbut Tahrir dalam menegakkan Syariah dan Khilafah. Saya harap juga kader-kader Hizbut Tahrir semakin rajin silaturahmi dan mengisi majelis taklim-majelis taklim. Saya sendiri alhamdulillah sudah bertahun-tahun kenal dengan Hizbut Tahrir dan mengikuti acara-acaranya, termasuk masirah atau aksi damai. Biarpun sudah nenek-nenek, saya semangat ikut dan mengerahkan jamaah majelis taklim saya sampai satu kopaja" (Hj. Muhiyah, Ketua Wanita Islam Kodya Jakarta Selatan)

"Sejak pertama saya setuju dengan Syariah dan Khilafah", ... "Saya insyaAllah akan berjuang menegakkan Khilafah, akan melakukan yang seperti HTI, berdakwah. Saya juga ada majelis taklim. Insya Allah, saya akan berdakwah" (Suryatnah Mubalighah Jati Padang, Jakarta)

"Ketika bertemu dengan kader-kader Hizbut Tahrir, terasa menemukan jalan yang nikmat sekali. Rasanya jadi ingin muda lagi! Saya merasa selama berhubungan dan mengikuti acara-acara Hizbut Tahrir, bertambah pengetahuan dan semangat saya. Memang, para mubalighah wajib untuk terus bersemangat memahamkan Syariah dan Khilafah kepada umat. Umat sudah waktunya harus tahu tentang Syariah dan Khilafah, bahwa itu haq, itu dari Allah SWT. Dengan begitu akan muncul kecintaan umat pada Syariah dan Khilafah.
Pesan saya kepada para mubalighah, kita ini harus insyaf sepenuhnya bahwa kita adalah tombak umat, dan sudah seharusnyalah kita menyerahkan hidup kita ini untuk menolong agama Allah SWT. Kalau saya memang sangat ingin berjuang terus bersama Hizbut Tahrir karena saya ingin mati syahid berjuang bersama Hizbut Tahrir" (Hj. Siti Khadijah, Majelis Taklim Al-Muflihun Jakarta Selatan)

Download BUKLET Ulama Dan Hizbut Tahrir KUMPULAN TESTIMONI plus cover juga tersedia di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda