Kamis, 27 Agustus 2015

Testimoni Ulama Terhadap Dakwah HTI



"Kalau dalam konteks negara, kami melihat piagam Madinah (Negara di Madinah yang didirikan Rasulullah) merupakan bentuk negara ideal dengan figur utamanya adalah Rasulullah. Jadi kalau ada yang bercita-cita mewujudkan negara ideal, kepemimpinan ideal, harus merujuk kepada kepemimpinan Rasulullah. Dalam konteks apapun, baik undang-undang negaranya, juga pengaturan masyarakatnya termasuk penghargaan dan perlindungan terhadap pemeluk agama lain. Begitulah gambaran yang ada dalam benak saya saat ini" (KH Mudrik Qori, Mudir Ponpes Ittifaqiyah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan)

"Syariah adalah wajib bagi setiap Muslim untuk menjalankan dan menerapkannya karena Islam telah mengatur dari perkara Syariah yang sangat kecil hingga perkara Syariah yang berhubungan dengan pemerintahan. Sebagai gambaran bagaimana Islam dijalankan ya, lihatlah Khalifah yang empat (Khulafaurrasyidin), Islam diterapkan dijalankan secara kaffah. Adapun Khilafah saat ini adalah merupakan mutiara yang hilang, hilang entah ke mana hingga kaum Muslimin sendiri tidak memahaminya. Untuk itu kalaupun ada upaya kaum Muslimin yang memperjuangkan Syariah Islam, tentu harus mengikuti metode Rasulullah SAW dan para khulafaur rasyidin bukan seperti zaman kerajaan yang sesudahnya, dan itu membutuhkan jamaah yang kuat dan solid." "Kalau dengan partai-partai Islam kami tidak percaya lagi untuk perjuangan Syariah ini, dan sejak jaman Nabi Adam AS yang namanya perjuangan akidah itu ya ekstra parlemen. Daaruttaqwa ini adalah pondok pesantren yang tidak pernah berafiliasi ke partai politik manapun, banyak partai memang yang menawarkan janji-janjinya namun semua saya tolak." "Saya melihat Hizbut Tahrir sampai saat ini masih istiqamah di dalam perjuangannya dan saya berdoa mudah-mudahan tetap istiqamah, pertolongan Allah SWT akan segera datang. Aamiin." (KH Ahmad Tajuddin Pimpinan Pondok Pesantren Daaruttaqwa, Cibinong, Bogor, Jawa Barat)

"Sejak beberapa tahun lalu Umi membantu Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia sampai sekarang. Karena Muslimah HTI bagus sekali, mau memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah. Umi sangat setuju sekali bila Syariah Islam diterapkan, Umi sampai meninggalpun ridha lillahi ta’ala membantu menegakkannya. Umi sangat bangga dan bagja melihat anak-anak muda, mahasiswa dan yang usianya jauh-jauh di bawah Umi begitu semangatnya memperjuangkan tegakknya Syariah Islam. Masa umi yang sudah tua begini yang umurnya tidak berapa lama lagi tidak bisa membantu? Maka sampai Umi meninggal dunia pun Umi siap membantu untuk menegakkan Syariah Islam bersama-sama. Insya Allah, bersama-sama melanjutkan dakwah yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW." "Mudah-mudahan dengan begitu, di Indonesia segera berdiri Khilafah walaupun saat ini banyak sekali godaan, rintangan, dan hambatan. Tapi Umi yakin, insya Allah, Khilafah akan segera tegak, dan terwujudlah baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur. Karena Umi melihat terjadinya banyak kehancuran di negeri ini disebabkan tidak tegaknya Syariah dan Khilafah." "Bahkan Umi kepada para santri dan kepada para jamaah istighasah dari lima kecamatan sedikit demi sedikit selalu menyampaikan ide-ide Hizbut Tahrir. Meskipun jamaah Umi kebanyakan orang-orang kampung, orang-orang yang kuper, kebanyakan hanya tamatan SD, Umi bagikan Al-Islam, Media Umat, Al Waie, tapi Alhamdulillah ngerti, walaupun memang masih banyak yang awam. Sakali deui Umi yakin, Khilafah bakal segera terwujud, dipimpinan Khalifah yang cinta Allah SWT, cinta Rasul, cinta Islam. Aamiin.” (Ustadzah Hj Aisyah Maelasari Pimpinan Ponpes Miftahul Jannah, Jatisari, Karawang, Jawa Barat)

"Jika kita tidak menggunakan hukum Allah maka kita kufur nikmat dan bakal kuwalat!", ... "Saya sangat merindukan tegaknya Khilafah" (KH Wahid Ansory Pimpinan Ponpes Darussalam, Sewukan, Magelang, Jawa Tengah, Ketua Syuriah NU Kec. Dukun, Kab. Magelang)

"Saya harap opini Syariah dan Khilafah ini bisa beredar di masjid-masjid jami', minimal ada buletin yang masuk beredar sehingga akan terbentuk opini yang sama di antara para ulama dan kaum Muslim", ... "Ghirah saya terasa naik seperti ini setelah ada dari ikhwan HTI yang senantiasa ziarah ke sini" (KH Afif Pimpinan Ponpes Istiqomatul Huda, Majalaya, Jawa Barat)

"Fenomena kenakalana remaja, termasuk di dalamnya pelajar sudah memprihatinkan di negeri ini. Lihat saja, munculnya kasus narkoba, seks bebas, dan kebebasan bergaul lainnya, seperti pacaran para pelajar sudah menodai perilaku remaja yang mayoritas muslim", ... "Mereka harus diajarkan dengan mata pelajaran yang lengkap. Mereka harus menguasai pengetahuan umum sekaligus memiliki kepribadian Islam. Mereka sebaiknya disiapkan dengan seperangkat mata pelajaran yang memadai. Sehingga, pola pikir para pelajarnya dilandasi nilai-nilai Islam, dan kecenderungan mereka berperilaku juga akan mengikuti nilai Islam. Anak-anak, dalam hal ini pelajar, jangan sampai tidak mengetahui hukum-hukum Islam. Akibat anak-anak tidak diberikan gizi Islam yang cukup, mereka tidak sehat saat bergaul, banyak yang menyimpang." "Oleh karena itu, kami menyiapkan para pelajar ini sebagai hamlud dakwah (pengemban dakwah) yang handal yang nantinya akan berjuang berdasarkan Syariah. Para generasi mendatang wajib dikenalkan dengan kewajiban menerapkan Syariah dan Khilafah karena itu menjadi kebutuhan umat di masa mendatang. Jangan sampai anak-anak kita tidak mengenal Syariah dan Khilafah sebagai solusi masa depan umat. Kami sendiri prihatin karena sebagian dari umat Islam sendiri tidak mengetahui bagaimana menerapkan ajaran Islam secara kaffah. Ada sebagian di antara mereka yang tidak mengetahui apa itu Khilafah, ini yang menurut saya perlu dicermati karena Khilafah itu merupakan solusi bagi umat Islam sekaligus menunjukkan Islam itu Rahmatan Lil Alamin." "Kewajiban Islam wajib dikenalkan kepada pelajar, sebab merekalah yang nantinya akan menjadi penerus generasi mendatang. Untuk itu, kami juga akan membina secara khusus para pelajar itu dalam bentuk halaqah-halaqah (kajian terpadu, red) yang dilakukan di luar jam sekolah, atau istilahnya ada paket halaqah kid." "Tentu saja, mereka diberikan waktu khusus untuk mengkaji Islam dalam bentuk halaqah dengan metode pengajaran yang efektif dan strategis. Sehingga, anak-anak diharapkan akan mampu mengenal Syariah Islam secara utuh dan mengetahui bagaimana menerapkannya dalam kehidupan." "Kami membuka diri untuk menerima pendaftaran dari seluruh tanah air. Mereka yang ada di Indonesia kami persilakan untuk mendaftar ke sekolah kami dan kami siap untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Syariah ini harus dipahami oleh semua umat Islam, sehingga SMP Islam Terpadu Al Amri yang kami siapkan adalah untuk memberikan bekal yang cukup agar para pelajar kita mengetahui dan nantinya bergerak bersama-sama dalam rangka mengemban dakwah Islam." (Kyai Abdullah Amroni Pimpinan Islamic Boarding School SMPIT Al Amri, Probolinggo, Jatim)
"Kaum Muslimin harus memandang dan merasakan bahwa satu-satunya perjuangan dalam hidup di dunia saat ini adalah diterapkannya Syariah Islam. Sedangkan satu-satunya jalan yang harus ditempuh untuk penerapan Syariat Islam adalah dengan menegakkan Khilafah." "Dan ini butuh energi besar dan perjuangan panjang. Sementara profesi yang dipunyai oleh masing-masing kaum Muslimin hanyalah sebagai energi untuk menyambung hidup, dan pada saat kehidupan berlanjut maka kembali terjun dalam kancah perjuangan tanpa menyia-nyiakan waktu sedetikpun  sehingga poros kehidupan kaum Muslimin adalah berjuang untuk tegaknya Khilafah." "Namun begitu, mengingat perjuangan ini panjang, maka kaum Muslimin jangan sampai lalai untuk menyiapkan generasi selanjutnya yang harus lebih berkualitas dibanding generasi saat ini, baik pola sikap mau pun pola pikirnya." (Kyai Abdullah Amroni)

Download BUKLET Ulama Dan Hizbut Tahrir KUMPULAN TESTIMONI plus cover juga tersedia di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda