Unduh BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Kamis, 25 Oktober 2012

Melawan Konspirasi Para Kafir Kolonialis dan Anteknya



“Kenabian akan terus ada bersama kalian selama Allah kehendaki untuk tetap ada. Lalu akan ada Khilafah sesuai Metode Kenabian, dan keadaan akan sebagaimana Allah kehendaki. Lalu Allah akan mengakhirinya ketika Dia berkehendak. Lalu akan ada kekuasaan dinasti, dan keadaan akan sebagaimana Allah kehendaki. Lalu Allah akan mengakhirinya ketika Dia berkehendak. Lalu akan ada kekuasaan penindas, dan keadaan akan sebagaimana Allah kehendaki. Lalu Allah akan mengakhirinya ketika Dia menghendaki. Lalu akan ada Khilafah sesuai Metode Kenabian.” Lalu beliau Saw. diam.” [Hadits Shahih Riwayat Ahmad]

3 Maret menandai tanggal dihapuskannya Khilafah oleh kafir Inggris dan kacungnya Mustafa Kamal ketika kaum Muslimin tergerus iman dan takwanya oleh paham-paham kufur nasionalisme, sekularisme, kebangsaan, demokrasi, dsb. Khilafah adalah negara yang menyatukan Umat Muslim, dan keruntuhannya menjadi peristiwa tersuram sejak Rasulullah Saw. meninggal dunia. Sejak itu kita tidak menyaksikan kecuali penghancuran dan pemecahbelahan tanah-tanah Muslim, dikerat-kerat menjadi lebih dari 50 negara lemah yang ilegal menurut hukum Islam dengan para penguasa, bendera dan konstitusi yang juga tidak sah menurut Islam.

Dengan tiap tahun berlalu kita menyaksikan lebih banyak perpecahan. Irak dijajah dan terbagi menjadi 3 kubu. Selanjutnya, negeri yang peta pemecahannya telah digambar, adalah Pakistan. Penguasa Amerika Serikat merencanakan peta yang jelas menentukan bagaimana Pakistan dipecah - kebijakan AS sedang bekerja menuju ke sana – dengan memprovokasi kebencian sektarian, mendukung para politisi jahat yang mempersilakan AS untuk mengebom warga di Pakistan dan membuat angkatan bersenjata Pakistan membunuhi warganya sendiri dalam perangnya Amerika melawan teror.

Slogan-slogan yang dahulu digunakan untuk menyerang Khilafah adalah slogan yang sama yang digunakan sekarang. Mereka memfitnah Khilafah sebagai 'orang sakit Eropa'. Khilafah Utsmani digambarkan sebagai negara ekstrimis berbahaya yang perlu direformasi sehingga ia bisa dihancurkan dan sumberdayanya dicuri. Meskipun Pakistan tidak menerapkan Syari'ah Allah Swt., keinginan populasi untuk diatur dengan hukum Allah sudah cukup dicap sebagai negara ekstrimis berbahaya. Mereka menyerangnya sebagai terbelakang dan perlu reformasi.

Sebagaimana mereka menanam benih nasionalisme ke dalam Khilafah Utsmani - dalam memainkan pecah-belah dan kuasai - membenturkan 'orang Turki' melawan 'orang Arab' mereka membenturkan 'orang Pashtun', 'Balouchi', ‘Punjabi’, ‘Sindhi’, ‘Mohajir’, ‘Syi'ah’ and ‘Sunni’ – semua Muslim - melawan satu sama lain. Sebagaimana dahulu, mereka saling menumpahkan darah - hal ini lebih besar perkaranya bagi Allah daripada hancurnya ka'bah.

Namun, dahulu kaum Muslimin sejak dipimpin Rasulullah Saw. menyatukan manusia dari berbagai kawasan, dan berbagai mazhab, untuk membentuk satu negara Islam dengan tujuan melindungi Umat Islam dan menegakkan Syariah Allah Swt. Mereka mengorbankan apapun untuk memenuhi visi Islam mendirikan Negara Islam menyebarkan Islam, meskipun orang-orang mengejek mereka dengan mengatakan bahwa umat Islam bermimpi. Dengan seruan La ilaha illAllah mereka bergerak untuk membangun negara bagi Islam, yang kini malah dikhianati oleh para penguasa tidak sah yang mirip preman-preman.

Sultan Abdul Hamid (semoga Allah merahmatinya), salah satu Khalifah terakhir kaum Muslimin, mengatakan "Khilafah Utsmani kita adalah imperium paling internasional di dunia. Pada kita berada orang-orang Turki, Arab, Kurdi, Arnaut, Bulgaria, Yunani ... Meski demikian kita adalah keluarga besar yang disatukan dengan akidah kita ... Malangnya, Inggris, dengan taktik liciknya, telah berhasil menyulut api nasionalisme dalam imperiumku. Arabia telah memberontak, juga Albania, benteng Islam di Eropa ... Jika ide persatuan Muslim hilang, maka kekuatan kita akan berakhir!" (New York Times)

Penghancuran Khilafah terjadi setelah kekalahan dalam Perang Dunia Pertama. Kaum Barat menjajah sebagian besar tanah Muslim, dan kemudian mengadakan Konferensi Paris untuk menetapkan Kesepakatan Sykes-Picot yang digunakan untuk mencabik-cabik tanah Muslim dan pemecahan persatuan di bawah Khilafah. Berapa banyak konferensi diadakan yang menyerukan pemecahan lebih lanjut dunia Muslim? Tidakkah kita melihat konferensi di Bonn untuk menetapkan rezim boneka di Afganistan? Tidakkah kita melihat konferensi yang menyetujui pembagian Irak? Belumkah kita lihat para penguasa pengkhianat di tanah-tanah Muslim mengadakan konferensi di Kairo minggu ini untuk menjual Palestina? Semuanya berusaha mengamankan penjajahan dan kendali atas tanah kita oleh para kolonialis.

Setelah melemahkan Pakistan dengan mengadakan perang dan menjajah Afghanistan, AS dan NATO mendirikan basis-basis militer di Pakistan dan Afghanistan. Sekarang mereka mengadakan berbagai konferensi untuk menentukan nasib Pakistan. Sebagaimana pemerintah Islam Utsmani tidak diundang ke Konferensi Paris, pemerintah ilegal Pakistan tidak akan menjadi pembuat keputusan di konferensi NATO atau SCO. Nasib Pakistan dan negeri-negeri Muslim lainnya sedang tersegel karena pemikiran, iman, dan takwa umat Islam banyak yang impoten. Sekaranglah saatnya untuk bergerak menghentikan bermacam konspirasi menyerang Umat dan Islam.

Tapi sebagaimana mereka merencanakan masa depan dunia Muslim - lemah dan dipecah belah dan hidup di bawah sistem kufur penguasa ilegal - Allah merencanakan hal lain. Orang sakit hari ini sebenarnya adalah Amerika - bangkrut secara ekonomi dan moral; dikalahkan dalam perang di 2 negeri Muslim. Seiring Amerika dan sekutunya berusaha menyebarkan 'kebebasan dan demokrasi' dengan bom, Umat Islam terus memperjuangkan Islam dan Syariah.

Ketika para pemimpin kita dahulu melihat makar sedang dijangkitkan untuk penghancuran Khilafah, mereka bergerak untuk mencegahnya. Melihat kehancurannya, beberapa Muslim telah bekerja tak kenal lelah untuk menegakkan Khilafah. Bekerja bagi penegakkan Khilafah adalah sesuatu yang Allah perintahkan, juga penegakkan Khilafah adalah sesuatu yang Allah Swt. janjikan - untuk memberikannya, dan membawa keamanan dan kemuliaan setelah berpuluh tahun ketakutan dan teror.

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (dengan Khilafah) di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." [Terjemah Makna Qur'an Surat (24) an-Nur: 55]

Wahai kaum Muslimin yang benar beriman dan bertakwa! Janganlah jatuh dalam bisikan setan yang memberitahumu bahwa Khilafah adalah impian kosong dan kita tidak akan pernah bisa melawan para kafir ‘superpower’ dan makar mereka. Berjuanglah bersama dan bertawakal pada Allah serta janji-Nya, karena Dia yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.

"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." [Terjemah Makna Qur'an Surat (3) Ali Imran: 26]

Hari ini Hizbut Tahrir terus memimpin perjuangan penegakkan kembali Khilafah di seantero dunia Muslim. Dari Indonesia hingga Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan hingga Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika - Hizbut Tahrir memobilisasi massa Umat Muslim dalam gerakan untuk Khilafah. Masing-masing dari kita harus berkontribusi untuk memperkuat amal perjuangan di manapun kita berada. Seiring perjuangan ini semakin kuat dan semakin kuat, kita akan tanpa ragu dengan pertolongan Allah Swt. melihat pembuangan para penguasa antek yang menjadi hambatan nyata bagi persatuan kita. ((Arab Spring sekarang telah terjadi dan Umat Islam terus meningkat perjuangannya. Alhamdulillah, do'a kami dikabulkan))

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." [Terjemah Makna Qur'an Surat (3) Ali Imran: 189]

diolah dari:
6 Rabiul-Awwal 1430
3 Maret 2009

Selasa, 23 Oktober 2012

Kekuatan Imperialis Telah Gagal Menekan Seruan Khilafah; Maka Demikian Pula Para Anteknya




"Wahai Umat Islam, Hizbut Tahrir menyerumu untuk menolak sistem kufur pemerintah dan untuk memenuhi kewajiban Syariah mendirikan kembali Khilafah." (Mohiuddin Ahmad - Hizbut Tahrir Bangladesh)

Bahwa di bawah kepemimpinan Khilafah, Eropa dan Amerika dahulu ditundukkan lagi dan lagi oleh para Khalifah Umat Muslim. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bahwa para musuh Umat berkumpul untuk penghancuran Khilafah 28 Rajab 1342H (3 Maret 1924M) di tangan kolonialis Inggris dan anteknya Mustafa kamal, semoga Allah melaknatnya.

Hari ini tanpa Khilafah, Umat Islam hidup dalam kondisi penurunan meski Allah Swt. mendeskripsikan kita dalam al-Qur'an sebagai umat terbaik. Kita menyaksikan pembunuhan terhadap anak-anak dan saudara-saudara kita dan pelanggaran kehormatan para ibu, anak perempuan, dan saudari kita. Para kafir imperialis secara militer menjajah Irak, Afghanistan, Palestina, Chechnya, Kashmir, dan Umat dihinakan dan dikalahkan, tidak mampu menggalang respon melawan serangan musuh dan menolak agresi imperialis meski memiliki angkatan bersenjata besar sekitar 5 juta tentara. Penghinaan dan kekalahan Umat ini dimulai dari masa kita kehilangan pemerintahan Khilafah dan para kolonialis menimpakan atas kita kacung-kacung mereka - para raja, presiden, dan perdana menteri tak bergigi terhadap penjajah yang memerintah atas kita secara tidak sah menurut hukum Islam. Para penguasa itu mengambil kaum kafir sebagai tuan-tuan mereka dan membuat angkatan bersenjata kita tunduk pada musuh. Selama lebih dari 80 tahun mereka telah gagal memproduksi satupun jenderal seperti Salahudin Ayyubi yang oleh kaum kafir terus ditakuti dan didengki lama setelah dia meninggal.

Demokrasi adalah sistem kufur yang dibawa para kolonialis kepada Umat melalui misil dan bom sebagaimana dilakukan Bush junior atau melalui si licik Obama menggunakan omong kosong 'memperbaiki hubungan'. Adalah sistem ini yang melaluinya pemerintah aliansi Liga Awami ingin menciptakan 'digital Bangladesh' tanpa ada cukup listrik! Adalah sistem demokrasi yang hanya memperbaiki kehidupan para penguasa, senat, dan menteri, dan para kapitalis.

Demokrasi memberi kedaulatan kepada rakyat yang memilih para wakil untuk menetapkan hukum-hukum bagi rakyat dan para wakil itu bertindak sebagai tuhan-tuhan selain Allah Swt. dengan mengambil hak prerogatif Allah Swt. dalam menentukan hukum! Para wakil rakyat bertindak sebagai tuhan-tuhan yang bisa menetapkan yang halal menjadi haram dan sebaliknya haram menjadi halal. Sistem demokrasi yang memfasilitasi terjadinya kesyirikan semacam itu jelas-jelas sistem kekufuran! Islam tidak memberikan hak membuat hukum kepada rakyat maupun para wakil mereka. Seorang Muslim tidak memiliki kedaulatan; tidak juga dia membuat hukum menurut pikirannya. Jika seluruh Umat Islam sepakat untuk melegalkan apa yang Allah Swt. larang seperti riba atau hak monopoli, atau homoseksual, konsensus mereka tidak ada nilainya sama sekali kecuali kebusukan. Dalam Islam, kedaulatan adalah milik Syari'ah yang diturunkan Allah Swt. yang tidak menganggap pandangan mayoritas manusia dalam pembuatan hukum.

Selain itu, penguasa yang batal demi hukum Islam yaitu penguasa yang tidak memerintah berdasarkan apa yang telah diturunkan oleh Allah Swt. meskipun hanya satu hukum serta tidak mengakui suatu hukum Islam maka penguasa itu disebut kufur.

"Siapa saja yang tidak memutuskan hukum menurut wahyu yang telah Allah turunkan, mereka itu adalah orang-orang kafir (Terjemah Makna Qur’an Surat [5] al-Maidah 44)"

Demikian pula, penguasa yang tidak memerintah dengan apa yang Allah Swt. turunkan, tapi di waktu yang sama dia masih mengakui hukum Islam, disebut dalam al-Qur'an sebagai fasiq atau zalim.

“Barangsiapa tidak menerapkan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (5) Al Ma’idah 45]

“Barangsiapa tidak menerapkan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (5) Al Ma’idah 47]

Jadi, Umat Islam dilarang mengadopsi demokrasi, menyerukan demokrasi, dan menerapkan demokrasi dan Umat Islam wajib menolak demokrasi, menentang mereka yang mendukung demokrasi dan menyingkirkan para penguasa tidak sah karena memerintah dengan sistem demokrasi.

Seruan kepada kaum Muslimin seluruhnya: "Berhentilah melindungi sistem kufur dan menghapus kesetiaanmu pada para penguasa yang ada. Jika kita tidak melakukannya, hal ini hanya akan meningkatkan kemurkaan Allah Swt. terhadap kita di dunia ini, dan di akhirat menunggu disiksa pedih. Dan ingatlah contoh Fir'aun, yang para pengikutnya dan tentaranya dihukum bersama dia karena mereka berpihak padanya dan tidak mencegahnya. Adalah kewajiban atas kita yang beriman untuk menegakkan kembali Khilafah dan berbai'at pada Khalifah.

“Barangsiapa mati tanpa bai’ah di lehernya, mati dengan kematian Jahiliyah” (Hadits Riwayat Muslim)

Islam mewajibkan kita untuk berpihak pada Umat dan putra-putra Umat yang tulus, dan memberikan dukungan pada perjuangan penegakkan Syariah dan Khilafah. Kepemimpinan global Hizbut Tahrir memiliki asas yang benar, pemikiran cemerlang, visi yang tepat dan strategi mantap untuk memimpin negara Khilafah dan memandu Kaum Muslimin menuju kesatuan, kekuatan dan kemuliaan. Maka bersegeralah bergabung dengan Umat dalam kerja mendirikan kembali Khilafah dengan dukunganmu dalam mengenyahkan para penguasa tidak sah dan sistem yang ada; dan menyelamatkan Umat dari para penguasa ilegal itu dan kaum kafir musuh."

 

Senin, 22 Oktober 2012

Ancaman Islam Terhadap Imperialisme








Download Buku Seruan Perjuangan Umat Islam Untuk Memimpin Dunia

Organisasi kami (hizbut tahrir) telah tumbuh dalam kekuatan jumlah dan pengaruh selama 60 tahun, dengan tujuan jelas, tidak pernah menyimpang dari metode intelektual dan politik. Ide-ide Islam yang kami adopsi telah semakin detail dan terbangun selama puluhan tahun. Selama 12 bulan terakhir saja, Hizbut Tahrir telah menyebarkan berbagai tulisan, buku, seminar dan konferensi mengenai Krisis Finansial Global dan model ekonomi alternatif Islam; Hizbut Tahrir di Denmark, mempublikasikan makalah mengenai Copenhagen Summit tentang perubahan iklim - yang didistribusikan di konferensi itu (Hizbut Tahrir tidak dilarang di Denmark, telaah di Juni 2008 menyimpulkan untuk kedua kalinya dalam 4 tahun tidak terdapat dasar untuk pelarangan); Hizbut Tahrir di Indonesia mengadakan konferensi 6000 ulama Islam internasional di Indonesia setelah konferensi 2007 oleh Hizbut Tahrir Indonesia dengan peserta lebih dari 100.000.

Selama puluhan tahun, dunia Muslim telah berpindah dari pandangan skeptis mengenai tujuan kami (membangkitkan Islam sebagai dasar kehidupan politik dan mendirikan kembali Khilafah) ke pandangan positif yang didukung lebih dari 70% populasi menurut beberapa polling.

Tidak ada 'ancaman' dari Hizbut Tahrir terhadap kehidupan ataupun anggota badan. Para pemerintah kolonial Barat tahu hal ini dengan baik. Tapi dilema yang mereka hadapi adalah 'ancaman' bagi kelangsungan politik rezim-rezim antek di dunia Muslim yang mendahulukan kepentingan kolonial dan korporat Barat daripada kepentingan Islam dan umat Islam. Jika misi Hizbut Tahrir untuk memenangkan opini publik dan dukungan para tokoh di negeri-negeri Muslim berhasil, para "kacung otoriter" itu akan tergusur digantikan dengan sistem Islam, yang sepenuhnya akuntabel dan di mana kekuasaan adalah milik rakyat.

Ancaman lain yang mereka pikirkan adalah bahwa Hizbut Tahrir memperlihatkan dampak-dampak kerusakan jalan hidup sekular kapitalis dan membeberkan kebijakan kolonial yang melukai Islam dan kaum Muslim. Hal ini bisa merugikan kepentingan para pemerintah, tapi saya berargumen bahwa hal ini seperti menghilangkan ego dengan cermin yang merefeksikan gambaran yang buruk, tapi nyata.

Model yang kami gali dari ajaran Islam menawarkan kestabilan yang sangat dibutuhkan dunia Muslim; sementara kebijakan Inggris, Amerika dan para sekutunya adalah penyebab dan terus menggulirkan kekacauan dan keguncangan. Perjanjian Sykes-Picot, penghapusan Khilafah dan pencaplokan Palestina menusuk hati dan pusat dunia Muslim. Maka, perkara-perkara menjadi rusak dan 'anarki merajalela di dunia' karena dunia Muslim tidak lagi memiliki 'pusatnya'. Adalah 'pusat' ini yang kita berusaha dirikan kembali, karena Islam mewajibkan dan ini adalah prioritas terbesar seluruh umat Islam; dan ini memang 'mengancam' kolonialisme.

Ketika umat Islam berjuang untuk tujuan ini, para pemerintah dan pemikir Barat dengan sangat mudah melabeli kita sebagai 'ekstrimis' atau menghubungkan dengan 'terorisme' secara bohong. Namun, adalah ironi bahwa suatu ketika George Washington pernah dilabeli teroris oleh penguasa Inggris, karena dia berjuang untuk membebaskan orang-orang Amerika dari kekuasaan kolonial Inggris berdasarkan keyakinannya dalam Declaration of Independence. Dan ketika ingat bahwa seorang Inggris bernama Thomas Paine menginspirasi para pendiri Amerika, dengan pamflet provokatif yang disebut 'Common Sense' di 1776, mereka saat ini tidak mendeskripsikan dia sebagai perantara untuk memproduksi teroris, tidak juga ide-ide yang memotivasi mereka itu disebut 'ekstrim'!

Hizbut Tahrir dipengaruhi oleh Islam semata; senjata kami tidak lain adalah ide dan kata-kata; tujuan kami adalah pembebasan dunia Muslim dari kolonialisme dan penegakkan kembali Khilafah sehingga masyarakat bisa hidup dalam keamanan dan keadilan Islam dan kami sejujurnya yakin bahwa dukungan bagi sasaran ini akan tumbuh semakin kuat.

... Seharusnya tidak dibingungkan dengan yang tampaknya kontradiksi mengenai dukungan mayoritas untuk Khilafah maupun untuk sistem politik "demokratis". Hal ini karena kebanyakan umat Islam memandang istilah "demokrasi" sebagai istilah generik untuk kewajiban rakyat memilih dan meminta tanggung jawab pemerintah mereka - sesuatu yang Islam telah gariskan sekitar satu milenium sebelum negara sekular modern mengadopsi hal ini. Maka itu seharusnya tidak dianggap sebagai suatu bentuk dukungan terhadap demokrasi liberal yang dipraktekkan di Eropa Barat atau Amerika Utara karena sistem Islam berbeda secara mendasar dengan demokrasi dalam hal bahwa Syariah adalah sumber legislasinya. Hal ini, tentu, berbeda dengan ideal demokrasi, yang menyatakan bahwa pemerintah harus oleh 'rakyat' (saya katakan ideal karena kenyataannya sistem demokrasi adalah oligarki di mana hanya segelintir kaum kaya dan berkuasa yang sebenarnya mempengaruhi legislasi).

Hal ini ditemui dalam polling yang lain yang dilakukan di Pakistan tahun 2008 yang mengilustrasikan dukungan terhadap peran Islam yang lebih besar dalam kehidupan politik maupun terhadap 'demokrasi'. Dalam polling ini pertanyaan 'demokrasi' yang ditanyakan menunjuk khususnya pada "diperintah oleh para wakil yang dipilih oleh rakyat".

Sistem Islam adalah sistem di mana rakyat memilih pemimpinnya dan bisa menyingkirkan pemimpin itu jika dia melanggar kontrak bai'at. Selain itu, akuntabilitas oleh rakyat tidak hanya merupakan hak tapi juga sebuah kewajiban warga. Hal ini bisa dilakukan oleh individu, kelompok atau partai politik, atau melalui banyak cara lain - Masjid, media, atau tuntutan hukum. Selain itu, kami merancang adanya kembali sebuah institusi Islam (Mahkamah Mazalim), yang merupakan cabang dari Peradilan, yang peran satu-satunya adalah mengawasi pemimpin dan menjembatani keluhan oleh warga terhadap pemimpin.

Selain itu, dalam Negara Islam para warga non-Muslim diberi ruang dan penghormatan untuk mempraktekkan agama mereka sendiri. Jadi pernyataan dalam polling oleh Maryland University bahwa 'orang agama apapun harus bebas beribadah menurut agamanya sendiri' sepenuhnya sesuai dengan sistem yang diusung Hizbut Tahrir.

Namun, adalah lelucon bahwa (orang Barat) berbicara (pada Umat Islam) mengenai pemilihan bebas atau kedaulatan ketika hal seperti itu tidak ada di dunia Muslim sejak penghancuran Khilafah Utsmani. Tidak ada 'kedaulatan' yang hilang (karena tidak pernah ada sejak Khilafah tiada)! Sejumlah besar pasukan langsung menduduki Afghanistan, Iraq, Kuwait, Qatar, dsb. Di Pakistan, Amerika Serikat telah mengebom target-target di negeri itu dan jaringan keamanan Amerika memiliki kekuasaan bebas berkebalikan dengan keinginan populasi Pakistan.

Pemilu utamanya adalah usaha manipulatif untuk melegitimasi para diktator seperti Mubarak dan Karimov; atau diadakan dengan kerangka rancangan di mana daftar kandidat telah disetujui sebelumnya, seperti di iraq; atau campuran keduanya seperti dalam sirkus paling baru di Afghanistan.

Hizbut Tahrir tidak pernah mengklaim bahwa ia adalah satu-satunya wakil Umat Muslim. Tapi adalah fakta bahwa kami mewakili tren besar dalam Umat Islam mengenai aspirasi kesatuan Dunia Muslim, pembebasan tanah Muslim yang terjajah, penerapan Syariah dan penegakkan Khilafah.

... Waktunya telah tiba bagi para pemerintah Barat untuk menerima bahwa orang lain ingin hidup sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip mereka sendiri, dan mengakhiri campur tangan mereka yang telah menyebabkan kekacauan dan kesengsaraan tak terkira.

Kami tidak malu untuk mengguncang sistem yang ada ketika mendiskusikan konflik ideologi. Kritik kami sepenuhnya berlegitimasi dengan puluhan tahun menyaksikan usaha gagal (Barat) untuk menimpakan sistem demokrasi di dunia Muslim, melalui kekuatan langsung maupun campur tangan kolonial.

Abdul Wahid
Chairman, UK Executive Committee
Hizbut Tahrir

Minggu, 21 Oktober 2012

Penyebab Kegagalan Negara Sekular dalam Mengurus Rakyat

Kegagalan negara sekular dalam mengurus urusan rakyat di berbagai negeri Muslim adalah karena menentang perintah Allah Swt. dalam firman-Nya:
"dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu." [Terjemah Makna Qur'an Surat (5) Al-Maaidah: 49]

Pembangkangan terhadap perintah Islam inilah yang telah menghasilkan ketidakadilan; kegagalan memastikan pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, perawatan kesehatan, pendidikan dan keamanan. Ini adalah penyebab dari ketakutan dan ketidakpastian kebalikan dari keamanan, kedamaian dan kecukupan. Sungguh pelanggaran perintah Islam ini telah menghasilkan kekuasaan yang tidak sah menurut Islam dan kezaliman sehingga rakyat menjadi lemah tanpa keadilan Islam. Hukum buatan hawa nafsu manusia menguasai rakyat di mana pihak yang kuat menzalimi yang lemah. Hukum, pemikiran, konsep dan perasaan Islam terdistorsi dan menghilang; rakyat dikuasai dan diperintah oleh insting dan hawa nafsu.

Wahai Umat Islam yang lurus di antara para tokoh:
Bertakwalah kepada Allah Swt. dan kembalilah pada-Nya, dan ingatlah bahwa kalian bertanggung jawab mengenai organisasi atau partai kalian yang didasarkan pada prinsip selain Islam dan sehingga mendukung sistem tidak Islam. Adalah tugasmu untuk mengubahnya kepada jalan kebenaran dan ingatlah seruan Allah Swt.:
"Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang lalim." [Terjemah Makna Qur'an Surat (9) at-Taubah: 109]

Dan janganlah menyebabkan fitnah/kerusakan:

"dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan,"[Terjemah Makna Qur'an Surat (2) al-Baqarah: 191]

Wahai Umat Islam yang ikhlas di antara para tokoh:
Menjadi tugas dan kewajibanmu untuk mengusahakan terapnya Islam dan pemerintahan Islam sehingga kita menikmati keadilan Islam di seantero negeri. Salah satu kewajiban terpenting adalah mendakwahkan Islam hingga terlaksana sepenuhnya. Masyarakat harus diurus dan dipandang berdasarkan ideologi Islam dan kita bertanggungjawab kepada Allah Swt. atas setiap tetes darah yang tertumpah secara zalim, dan setiap kekayaan yang dijarah kaum kufar, dan setiap jiwa yang terteror dan terancam.

Ingatlah bahwa penerapan seluruh sistem Islam akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt.

Wahai Umat Islam:
Hanyalah Islam yang bisa melawan, menangkal dan menghancurkan ikatan kesukuan, kebangsaan yang terus membelenggu masyarakat dari pelaksanaan Islam dan syariahnya seutuhnya. Dan oleh karenanya, kembalilah kepada ikatan ideologi Islam sebagai saudara seakidah dengan memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah, Allah Swt. berfirman:

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Terjemah Makna Qur'an Surat (3) Ali Imran: 103]

"dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [Terjemah Makna Qur'an Surat (8) al-Anfaal: 63]

Maka tolak dan campakkan setiap ikatan kesukuan, kebangsaan, dan kenegaraan sekular karena itu bertentangan dengan Islam; dan bersama-sama hizbut tahrir marilah kita memenuhi kewajiban membuang sistem kufur serta memperjuangkan syariah dan khilafah sesuai metode kenabian; semoga kita selamat di akhirat dan dunia.


Download Buku Seruan Perjuangan Umat Islam Untuk Memimpin Dunia

Senin, 03 September 2012

Masalah Negeri Negeri Muslim


2. MASALAH-MASALAH NEGERI MUSLIM UMUMNYA


Semua negeri Muslim di Timur Tengah maupun di tempat lain menderita dari serangkaian permasalahan inti yang sama. Untuk menggambarkan hal ini, perhatikan kasus Mesir. Gambaran untuk Turki, Pakistan atau negeri Muslim manapun akan terlihat cukup sama dengan hanya beberapa variasi kecil.

Mesir: Studi Kasus


i. Politik
- Korupsi luas
- Pelanggaran kehormatan manusia harian - serangan fisik, serangan verbal, penyiksaan dan kebrutalan polisi, penahanan/pemenjaraan/penangkapan tanpa pengadilan terhadap ribuan pemuda.
- Kedudukan regional dan internasional merosot
- Bertahun-tahun menentang umat Islam di negeri tetangga seperti Palestina yang dijajah.
ii. Ekonomi
- Kesenjangan kekayaan - 2000 pebisnis dengan 24% pendapatan nasional Mesir = 200 milyar pound Mesir
- Ketergantungan pada impor makanan, energi dan barang-barang strategis lainnya
- Lebih dari 12% angkatan kerja menganggur - lebih dari 3 juta orang
- Utang lebih dari 1 trilyun pound Mesir, 63% pengeluaran pemerintah
- inflasi tinggi dengan harga barang melampaui pendapatan

iii. Kesehatan
- 8 juta anak Hep C; 29% dari anak di bawah 5 tahun di Mesir mengalami gangguan pertumbuhan; 29% anak mengalami anemia
- 26% lebih orang Mesir buta huruf
- Sekitar 12% pemuda kecanduan narkoba

iv. Pendidikan
- Tiada Universitas di Mesir yang masuk 500 besar di dunia
- Peringkat 129/134 dalam hal kualitas pendidikan pra-universitas

v. sosial
- 5,4 juta pernikahan berakhir cerai karena kemiskinan, pengangguran, hukum-hukum yang mencederai status personal
- 11 juta lebih pemuda dan pemudi tanpa nikah menyebabkan peningkatan hubungan haram dan kelahiran bayi darinya - bayi-bayi tanpa keluarga stabil

BERBAGAI PROPOSAL DARI PARTAI-PARTAI POLITIK LAIN

Adalah mengherankan, dengan situasi yang dideskripsikan di atas, untuk mempertimbangkan berbagai proposal yang dibuat untuk peningkatan oleh sejumlah partai politik di negeri-negeri Muslim. Baik melihat pada partai sekular maupun pada yang disebut partai "Islamis", program-program mereka tampak sama dalam karakteristik berikut:

- Terus patuh pada model demokrasi sarat krisis tanpa memikirkan berbagai kecacatannya.

- Tiadanya rencana mantap untuk mengurus baik tingkat utang parah maupun gejolak mata uang dan harga.

- Satu daftar program pembangunan ekonomi dan sosial ambisius tanpa ada detail bagaimana pemerintah akan diperkuat untuk membayar program-program itu.

- Ketiadaan rencana realistis untuk memperkuat eksekutif hingga mampu membuat perubahan positif dan mengawasi struktur dengan kuat untuk menjaga eksekutif tetap berjalan baik.

- Minimnya penyebutan Islam, aturan yang disebutkan hanya merupakan generalisasi tanpa arti.

- Subordinasi Islam di bawah konstitusi sekular, bukannya subordinasi konstitusi Islam di bawah Syariah.

- Kekurangan total pemahaman dan keyakinan mengenai bagaimana berbagai solusi ekonomi, politik dan sosial Islam bisa memberikan apa yang hilang dari negeri-negeri kita.

4. DOKUMEN-DOKUMEN PENDUKUNG DAN DALIL-DALIL ISLAM

Dokumen kebijakan harus dibaca bersama dengan banyak buku yang Hizb ut-Tahrir terbitkan, yang mendetailkan secara ekstensif dalil-dalil Islam dari al-Qur'an dan Sunnah Nabi Saw. yang dari sana berbagai prinsip dan kebijakan diambil. Satu daftar buku disediakan di Appendix. Khususnya Muqaddimah Al-Dustur, 2 volume yang mendetailkan draft konstitusi Islam dari Hizb-ut-Tahrir, menghubungkan tiap pasal dengan dalil-dalil sumbernya.

After The Arab Spring
The Islamic Khilafah
Hizb ut-Tahrir
Britain
First Edition June 2012

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam