Selasa, 23 Oktober 2012

Kekuatan Imperialis Telah Gagal Menekan Seruan Khilafah; Maka Demikian Pula Para Anteknya

Kekuatan Imperialis Telah Gagal Menekan Seruan Khilafah; Maka Demikian Pula Para Anteknya


Download Buku Seruan Perjuangan Umat Islam Untuk Memimpin Dunia

"Wahai Umat Islam, Hizbut Tahrir menyerumu untuk menolak sistem kufur pemerintah dan untuk memenuhi kewajiban Syariah mendirikan kembali Khilafah." (Mohiuddin Ahmad - Hizbut Tahrir Bangladesh)

Bahwa di bawah kepemimpinan Khilafah, Eropa dan Amerika dahulu ditundukkan lagi dan lagi oleh para Khalifah Umat Muslim. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan bahwa para musuh Umat berkumpul untuk penghancuran Khilafah 28 Rajab 1342H (3 Maret 1924M) di tangan kolonialis Inggris dan anteknya Mustafa kamal, semoga Allah melaknatnya.

Hari ini tanpa Khilafah, Umat Islam hidup dalam kondisi penurunan meski Allah Swt. mendeskripsikan kita dalam al-Qur'an sebagai umat terbaik. Kita menyaksikan pembunuhan terhadap anak-anak dan saudara-saudara kita dan pelanggaran kehormatan para ibu, anak perempuan, dan saudari kita. Para kafir imperialis secara militer menjajah Irak, Afghanistan, Palestina, Chechnya, Kashmir, dan Umat dihinakan dan dikalahkan, tidak mampu menggalang respon melawan serangan musuh dan menolak agresi imperialis meski memiliki angkatan bersenjata besar sekitar 5 juta tentara. Penghinaan dan kekalahan Umat ini dimulai dari masa kita kehilangan pemerintahan Khilafah dan para kolonialis menimpakan atas kita kacung-kacung mereka - para raja, presiden, dan perdana menteri tak bergigi terhadap penjajah yang memerintah atas kita secara tidak sah menurut hukum Islam. Para penguasa itu mengambil kaum kafir sebagai tuan-tuan mereka dan membuat angkatan bersenjata kita tunduk pada musuh. Selama lebih dari 80 tahun mereka telah gagal memproduksi satupun jenderal seperti Salahudin Ayyubi yang oleh kaum kafir terus ditakuti dan didengki lama setelah dia meninggal.

Demokrasi adalah sistem kufur yang dibawa para kolonialis kepada Umat melalui misil dan bom sebagaimana dilakukan Bush junior atau melalui si licik Obama menggunakan omong kosong 'memperbaiki hubungan'. Adalah sistem ini yang melaluinya pemerintah aliansi Liga Awami ingin menciptakan 'digital Bangladesh' tanpa ada cukup listrik! Adalah sistem demokrasi yang hanya memperbaiki kehidupan para penguasa, senat, dan menteri, dan para kapitalis.

Demokrasi memberi kedaulatan kepada rakyat yang memilih para wakil untuk menetapkan hukum-hukum bagi rakyat dan para wakil itu bertindak sebagai tuhan-tuhan selain Allah Swt. dengan mengambil hak prerogatif Allah Swt. dalam menentukan hukum! Para wakil rakyat bertindak sebagai tuhan-tuhan yang bisa menetapkan yang halal menjadi haram dan sebaliknya haram menjadi halal. Sistem demokrasi yang memfasilitasi terjadinya kesyirikan semacam itu jelas-jelas sistem kekufuran! Islam tidak memberikan hak membuat hukum kepada rakyat maupun para wakil mereka. Seorang Muslim tidak memiliki kedaulatan; tidak juga dia membuat hukum menurut pikirannya. Jika seluruh Umat Islam sepakat untuk melegalkan apa yang Allah Swt. larang seperti riba atau hak monopoli, atau homoseksual, konsensus mereka tidak ada nilainya sama sekali kecuali kebusukan. Dalam Islam, kedaulatan adalah milik Syari'ah yang diturunkan Allah Swt. yang tidak menganggap pandangan mayoritas manusia dalam pembuatan hukum.

Selain itu, penguasa yang batal demi hukum Islam yaitu penguasa yang tidak memerintah berdasarkan apa yang telah diturunkan oleh Allah Swt. meskipun hanya satu hukum serta tidak mengakui suatu hukum Islam maka penguasa itu disebut kufur.

"Siapa saja yang tidak memutuskan hukum menurut wahyu yang telah Allah turunkan, mereka itu adalah orang-orang kafir (Terjemah Makna Qur’an Surat [5] al-Maidah 44)"

Demikian pula, penguasa yang tidak memerintah dengan apa yang Allah Swt. turunkan, tapi di waktu yang sama dia masih mengakui hukum Islam, disebut dalam al-Qur'an sebagai fasiq atau zalim.

“Barangsiapa tidak menerapkan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (5) Al Ma’idah 45]

“Barangsiapa tidak menerapkan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” [Terjemah Makna Qur’an Surat (5) Al Ma’idah 47]

Jadi, Umat Islam dilarang mengadopsi demokrasi, menyerukan demokrasi, dan menerapkan demokrasi dan Umat Islam wajib menolak demokrasi, menentang mereka yang mendukung demokrasi dan menyingkirkan para penguasa tidak sah karena memerintah dengan sistem demokrasi.

Seruan kepada kaum Muslimin seluruhnya: "Berhentilah melindungi sistem kufur dan menghapus kesetiaanmu pada para penguasa yang ada. Jika kita tidak melakukannya, hal ini hanya akan meningkatkan kemurkaan Allah Swt. terhadap kita di dunia ini, dan di akhirat menunggu disiksa pedih. Dan ingatlah contoh Fir'aun, yang para pengikutnya dan tentaranya dihukum bersama dia karena mereka berpihak padanya dan tidak mencegahnya. Adalah kewajiban atas kita yang beriman untuk menegakkan kembali Khilafah dan berbai'at pada Khalifah.

“Barangsiapa mati tanpa bai’ah di lehernya, mati dengan kematian Jahiliyah” (Hadits Riwayat Muslim)

Islam mewajibkan kita untuk berpihak pada Umat dan putra-putra Umat yang tulus, dan memberikan dukungan pada perjuangan penegakkan Syariah dan Khilafah. Kepemimpinan global Hizbut Tahrir memiliki asas yang benar, pemikiran cemerlang, visi yang tepat dan strategi mantap untuk memimpin negara Khilafah dan memandu Kaum Muslimin menuju kesatuan, kekuatan dan kemuliaan. Maka bersegeralah bergabung dengan Umat dalam kerja mendirikan kembali Khilafah dengan dukunganmu dalam mengenyahkan para penguasa tidak sah dan sistem yang ada; dan menyelamatkan Umat dari para penguasa ilegal itu dan kaum kafir musuh."

1 komentar:

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda