Kamis, 25 Oktober 2012

Melawan Konspirasi Para Kafir Kolonialis dan Anteknya

Melawan Konspirasi Para Kafir Kolonialis dan Anteknya


“Kenabian akan terus ada bersama kalian selama Allah kehendaki untuk tetap ada. Lalu akan ada Khilafah sesuai Metode Kenabian, dan keadaan akan sebagaimana Allah kehendaki. Lalu Allah akan mengakhirinya ketika Dia berkehendak. Lalu akan ada kekuasaan dinasti, dan keadaan akan sebagaimana Allah kehendaki. Lalu Allah akan mengakhirinya ketika Dia berkehendak. Lalu akan ada kekuasaan penindas, dan keadaan akan sebagaimana Allah kehendaki. Lalu Allah akan mengakhirinya ketika Dia menghendaki. Lalu akan ada Khilafah sesuai Metode Kenabian.” Lalu beliau Saw. diam.” [Hadits Shahih Riwayat Ahmad]

3 Maret menandai tanggal dihapuskannya Khilafah oleh kafir Inggris dan kacungnya Mustafa Kamal ketika kaum Muslimin tergerus iman dan takwanya oleh paham-paham kufur nasionalisme, sekularisme, kebangsaan, demokrasi, dsb. Khilafah adalah negara yang menyatukan Umat Muslim, dan keruntuhannya menjadi peristiwa tersuram sejak Rasulullah Saw. meninggal dunia. Sejak itu kita tidak menyaksikan kecuali penghancuran dan pemecahbelahan tanah-tanah Muslim, dikerat-kerat menjadi lebih dari 50 negara lemah yang ilegal menurut hukum Islam dengan para penguasa, bendera dan konstitusi yang juga tidak sah menurut Islam.

Dengan tiap tahun berlalu kita menyaksikan lebih banyak perpecahan. Irak dijajah dan terbagi menjadi 3 kubu. Selanjutnya, negeri yang peta pemecahannya telah digambar, adalah Pakistan. Penguasa Amerika Serikat merencanakan peta yang jelas menentukan bagaimana Pakistan dipecah - kebijakan AS sedang bekerja menuju ke sana – dengan memprovokasi kebencian sektarian, mendukung para politisi jahat yang mempersilakan AS untuk mengebom warga di Pakistan dan membuat angkatan bersenjata Pakistan membunuhi warganya sendiri dalam perangnya Amerika melawan teror.

Slogan-slogan yang dahulu digunakan untuk menyerang Khilafah adalah slogan yang sama yang digunakan sekarang. Mereka memfitnah Khilafah sebagai 'orang sakit Eropa'. Khilafah Utsmani digambarkan sebagai negara ekstrimis berbahaya yang perlu direformasi sehingga ia bisa dihancurkan dan sumberdayanya dicuri. Meskipun Pakistan tidak menerapkan Syari'ah Allah Swt., keinginan populasi untuk diatur dengan hukum Allah sudah cukup dicap sebagai negara ekstrimis berbahaya. Mereka menyerangnya sebagai terbelakang dan perlu reformasi.

Sebagaimana mereka menanam benih nasionalisme ke dalam Khilafah Utsmani - dalam memainkan pecah-belah dan kuasai - membenturkan 'orang Turki' melawan 'orang Arab' mereka membenturkan 'orang Pashtun', 'Balouchi', ‘Punjabi’, ‘Sindhi’, ‘Mohajir’, ‘Syi'ah’ and ‘Sunni’ – semua Muslim - melawan satu sama lain. Sebagaimana dahulu, mereka saling menumpahkan darah - hal ini lebih besar perkaranya bagi Allah daripada hancurnya ka'bah.

Namun, dahulu kaum Muslimin sejak dipimpin Rasulullah Saw. menyatukan manusia dari berbagai kawasan, dan berbagai mazhab, untuk membentuk satu negara Islam dengan tujuan melindungi Umat Islam dan menegakkan Syariah Allah Swt. Mereka mengorbankan apapun untuk memenuhi visi Islam mendirikan Negara Islam menyebarkan Islam, meskipun orang-orang mengejek mereka dengan mengatakan bahwa umat Islam bermimpi. Dengan seruan La ilaha illAllah mereka bergerak untuk membangun negara bagi Islam, yang kini malah dikhianati oleh para penguasa tidak sah yang mirip preman-preman.

Sultan Abdul Hamid (semoga Allah merahmatinya), salah satu Khalifah terakhir kaum Muslimin, mengatakan "Khilafah Utsmani kita adalah imperium paling internasional di dunia. Pada kita berada orang-orang Turki, Arab, Kurdi, Arnaut, Bulgaria, Yunani ... Meski demikian kita adalah keluarga besar yang disatukan dengan akidah kita ... Malangnya, Inggris, dengan taktik liciknya, telah berhasil menyulut api nasionalisme dalam imperiumku. Arabia telah memberontak, juga Albania, benteng Islam di Eropa ... Jika ide persatuan Muslim hilang, maka kekuatan kita akan berakhir!" (New York Times)

Penghancuran Khilafah terjadi setelah kekalahan dalam Perang Dunia Pertama. Kaum Barat menjajah sebagian besar tanah Muslim, dan kemudian mengadakan Konferensi Paris untuk menetapkan Kesepakatan Sykes-Picot yang digunakan untuk mencabik-cabik tanah Muslim dan pemecahan persatuan di bawah Khilafah. Berapa banyak konferensi diadakan yang menyerukan pemecahan lebih lanjut dunia Muslim? Tidakkah kita melihat konferensi di Bonn untuk menetapkan rezim boneka di Afganistan? Tidakkah kita melihat konferensi yang menyetujui pembagian Irak? Belumkah kita lihat para penguasa pengkhianat di tanah-tanah Muslim mengadakan konferensi di Kairo minggu ini untuk menjual Palestina? Semuanya berusaha mengamankan penjajahan dan kendali atas tanah kita oleh para kolonialis.

Setelah melemahkan Pakistan dengan mengadakan perang dan menjajah Afghanistan, AS dan NATO mendirikan basis-basis militer di Pakistan dan Afghanistan. Sekarang mereka mengadakan berbagai konferensi untuk menentukan nasib Pakistan. Sebagaimana pemerintah Islam Utsmani tidak diundang ke Konferensi Paris, pemerintah ilegal Pakistan tidak akan menjadi pembuat keputusan di konferensi NATO atau SCO. Nasib Pakistan dan negeri-negeri Muslim lainnya sedang tersegel karena pemikiran, iman, dan takwa umat Islam banyak yang impoten. Sekaranglah saatnya untuk bergerak menghentikan bermacam konspirasi menyerang Umat dan Islam.

Tapi sebagaimana mereka merencanakan masa depan dunia Muslim - lemah dan dipecah belah dan hidup di bawah sistem kufur penguasa ilegal - Allah merencanakan hal lain. Orang sakit hari ini sebenarnya adalah Amerika - bangkrut secara ekonomi dan moral; dikalahkan dalam perang di 2 negeri Muslim. Seiring Amerika dan sekutunya berusaha menyebarkan 'kebebasan dan demokrasi' dengan bom, Umat Islam terus memperjuangkan Islam dan Syariah.

Ketika para pemimpin kita dahulu melihat makar sedang dijangkitkan untuk penghancuran Khilafah, mereka bergerak untuk mencegahnya. Melihat kehancurannya, beberapa Muslim telah bekerja tak kenal lelah untuk menegakkan Khilafah. Bekerja bagi penegakkan Khilafah adalah sesuatu yang Allah perintahkan, juga penegakkan Khilafah adalah sesuatu yang Allah Swt. janjikan - untuk memberikannya, dan membawa keamanan dan kemuliaan setelah berpuluh tahun ketakutan dan teror.

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa (dengan Khilafah) di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.  Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." [Terjemah Makna Qur'an Surat (24) an-Nur: 55]

Wahai kaum Muslimin yang benar beriman dan bertakwa! Janganlah jatuh dalam bisikan setan yang memberitahumu bahwa Khilafah adalah impian kosong dan kita tidak akan pernah bisa melawan para kafir ‘superpower’ dan makar mereka. Berjuanglah bersama dan bertawakal pada Allah serta janji-Nya, karena Dia yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.

"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." [Terjemah Makna Qur'an Surat (3) Ali Imran: 26]

Hari ini Hizbut Tahrir terus memimpin perjuangan penegakkan kembali Khilafah di seantero dunia Muslim. Dari Indonesia hingga Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan hingga Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika - Hizbut Tahrir memobilisasi massa Umat Muslim dalam gerakan untuk Khilafah. Masing-masing dari kita harus berkontribusi untuk memperkuat amal perjuangan di manapun kita berada. Seiring perjuangan ini semakin kuat dan semakin kuat, kita akan tanpa ragu dengan pertolongan Allah Swt. melihat pembuangan para penguasa antek yang menjadi hambatan nyata bagi persatuan kita. ((Arab Spring sekarang telah terjadi dan Umat Islam terus meningkat perjuangannya. Alhamdulillah, do'a kami dikabulkan))

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." [Terjemah Makna Qur'an Surat (3) Ali Imran: 189]

diolah dari:
6 Rabiul-Awwal 1430
3 Maret 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda