Jumat, 07 Desember 2012

Hanya Tegaknya Kembali Khilafah yang Mampu Membungkam Para Penyerang Islam

Hanya Tegaknya Kembali Khilafah yang Mampu Membungkam Para Penyerang Islam



Arogansi Barat melawan Islam terlihat juga dalam kasus penghinaan terhadap ajaran Islam dan pemeluknya. Geert Wilders membuat film yang menyerang Islam, khususnya menyerang al-Qur'an yang mulia. Politisi kafir ini menyerukan pelarangan terhadap al-Qur'an atas nama paham kebebasan. Adalah paham kebebasan ini yang dia dan orang semacam dia gunakan untuk menyerang ajaran Islam. Kasus kartun Denmark juga menunjukkan kekufuran yang didesain untuk menyerang, memprovokasi, dan memicu kebencian terhadap Islam dan kaum Muslim. Paham kebebasan inilah yang ingin mereka sebarkan di negeri-negeri Muslim sebagai sistem nilai meskipun paham kufur ini jelas bertentangan dengan Islam dan Syariahnya. Ide setan Barat ini membolehkan penghinaan dan pencacian yang nyata-nyata tak akan bisa membawa keharmonisan pada masyarakat manapun. Sedangkan Islam justru telah berhasil mewujudkan negara super luas yang harmonis dan sejahtera selama berabad-abad.


Selain berakidah kufur, para pelawan Islam juga hipokrit terhadap paham setan kebebasan itu sendiri. Mereka menyerukan pelarangan hijab, cadar, partai politik yang menentang imperialisme Barat, dan al-Qur'an yang mulia. Penerapan paham kebebasan yang selektif itu membuktikan bahwa mereka sedang melancarkan perang melawan Islam.

Klaim yang mereka lontarkan bahwa Eropa yang sekular adalah benteng penjaga toleransi, jelas merupakan lelucon bocah kecil, sementara mereka secara ekstrim menyerang jutaan Muslim. Faktanya, Eropa masih menderita penyakit menindas minoritas. Umat Islam sering dibilang melakukan respon yang terlalu emosional, sedangkan serangan-serangan mereka atas Islam dibilang hanyalah perkara kecil. Ketika menyerang Islam, mereka menyebarkan kebencian dan kebohongan. Hal itu jelas berlawanan dengan perlakuan Khilafah terhadap warga non-Muslim.

Sementara itu, para penguasa di Eropa yang mendukung perang melawan Islam, penjajahan di Irak dan Afghanistan dan di Palestina, serta mendukung para tiran di dunia Muslim, menyambut propaganda itu untuk memantapkan imperialisme mereka. Tidak hanya media massa yang terlibat dalam propaganda ini. Ketika 17 koran Denmark mencetak lagi kartun penghinaan, Menteri Dalam Negeri Jerman menyeru koran-koran Eropa lainnya untuk ikut mencetak penghinaan itu.

Umat Islam menentang kejahatan itu, tapi para politisi dan media Barat melestarikan kejahatan itu tanpa takut hukuman politik, ekonomi, atau militer. Para politisi Barat sebagian diam saja dan banyak pula yang ikut menyerang Islam. Meski demikian, tidak ada penguasa di negeri Muslim yang bertindak memutus hubungan diplomatik. Para penguasa negeri Muslim memang berkuasa secara tidak sah menurut hukum Allah سبحانه وتعالى. Kekuasaan mereka memang batil, batal demi hukum Islam. Maka pantaslah jika para penguasa negeri Muslim menjadi para penolak Syariah dan Khilafah. Mereka menjadi para penolak Sunnah Rasul صلى الله عليه وسلم dan Sunnah Khulafaur Rasyidin. Kedutaan Besar para penjajah dihormati dan tidak ada yang diprotes oleh para penguasa jongos di negeri Muslim. Minyak hasil rampokan dari tanah Muslim terus memberi energi bagi perekonomian Barat dan untuk mencetak penghinaan terhadap Islam. Para jongos pemegang kekuasaan di negeri Muslim tidak memberi perlawanan pada tuan-tuan mereka, yaitu para kafir penjajah.

Dengan kondisi seperti ini, bisakah para imperialis Barat takut pada para jongosnya di tanah-tanah Muslim yang telah meninggalkan hukum Islam, mendukung paham kufur sekular, dan membantu perampokan sumberdaya Umat? Bisakah mereka juga takut pada partai yang katanya partai Islam di sistem kufur demokrasi yang terus bermain-main mengikuti aturan kufur dari kafir penjajah? Gerombolan rezim di negeri Muslim terus mencegah kembalinya Khilafah, dan menghambat mukhlisin yang memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah secara non-kekerasan. Para penguasa itu memenjarakan, menyiksa, dan bahkan men-syahid-kan para pejuang Syariah. Para penguasa batil itu hanya mempedulikan jabatan, kekuasaan, kekayaan, dan usaha korupsi mereka. Mereka tidak mendakwahkan dan menyadarkan Umat atas kewajiban Syariah dan Khilafah.

Badut-badut demokrasi: "Pilihlah aku dan partaiku. Aku berpaham sekular. Aku tidak mau tahu sistem Islam dan aku tidak akan menyadarkan Umat atas kewajiban penerapan sistem Syariah dalam segala bidang. Aku suka dukungan masyarakat yang tidak sadar akan Sistem Islam meski sistem itu mampu menyejahterakan dan sudah terbukti. Yang penting bagiku adalah jabatan dan uang dan dipilih lagi di periode berikutnya. Aku akan berkoalisi dengan pihak manapun yang menguntungkan. Aku akan melayani para kapitalis dalam negeri maupun asing, kalau perlu korupsi juga yang banyak, karena aku butuh banyak dana kampanye untuk menang di sistem mahal hawa nafsu demokrasi. Aku sudah merasa banyak berjasa dan merasa tidak menjerumuskan Umat ke dalam keharaman sistem kehidupan kufur yang menyengsarakan. Yang penting kan orang tetap bisa sholat, puasa, zakat, haji, sedekah, dzikir, silaturahmi. Meski ada berjuta-juta orang miskin dan negeri ini dijajah di segala bidang, aku tidak peduli. Aku takut pada berbagai kekuatan Barat penjajah dan takut ditolak masyarakat sekular. Aku orang bermental budak dan suka ikut arus yang dominan."

Wahai Saudara-Saudari Beriman!

Hanyalah kembalinya Khilafah yang akan menghentikan mulut busuk para pelawan Islam; karena Khilafah berdiri tidak demi kepentingan hawa nafsu, tapi demi Islam semata. Melanggar kesucian Islam adalah penyerangan melawan Islam yang untuk menanganinya Khilafah akan memobilisasi semua kekuatannya, hingga para musuh Islam tidak lagi bisa berpikir buruk terhadap Islam. Di masa lalu, negara-negara kolonialis gentar terhadap Khilafah dan jarang sekali menghina Islam terang-terangan. Mereka takut pada respon yang akan diberikan oleh Khilafah atas sedikit saja tindakan penghinaan atas Islam dan Umatnya.

George Bernard Shaw menulis di buku catatannya di 1913, di masa Khilafah berada pada kondisi terlemah, bahwa dia dilarang oleh Lord Chamberlain menulis apapun yang merendahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم karena takut atas reaksi Duta Besar Khilafah Utsmani di London!

Wahai Saudara-Saudari Beriman!

Siapapun yang benar-benar mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan al-Qur'an al-Karim harus bangkit dan bekerja dengan tulus untuk mendirikan Khilafah bersama partai Islam yang sahih. Siapapun yang benci atas penghinaan terhadap Islam harus berjuang mendirikan kembali Khilafah. Siapapun yang mengikuti firman Allah سبحانه وتعالى harus bekerja mendirikan kembali Khilafah karena Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam al-Qur'an:

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu (Umat Muhammad صلى الله عليه وسلم dan umat-umat sebelumnya) Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu." [Terjemah Makna Qur'an Surah (5) al-Maidah :48]

Wahai Saudara-Saudari Beriman!

Perjuangan mendirikan kembali Khilafah memerlukan partai Islam yang kuat tanpa mengikuti sistem kufur demokrasi, namun hanya mengikuti metode Rasul صلى الله عليه وسلم sejak berjuang bersama para Sahabat di periode Mekah hingga tegaknya Daulah Islam di Madinah. Maka, kita perlu menyeru Umat secara luas untuk membongkar fitnah dan propaganda negatif terhadap Islam dan menunjukkan bahwa Islam adalah solusi wajib atas kekacauan dan kerusakan di dunia hari ini.

Berjuanglah bersama gerakan global Hizbut Tahrir untuk melanjutkan kehidupan Islam melalui tegaknya Khilafah yang akan memimpin Umat dengan al-Qur'an dan as-Sunnah.

"Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (al-Qur'an) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah)." [Terjemah Makna al-Qur'an Surah (21) al-Anbiya :106]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda