Selasa, 04 Desember 2012

Mengatasi Kekacauan Ekonomi Hanya Bisa Dengan Negara Khilafah

Mengatasi Kekacauan Ekonomi Hanya Bisa Dengan Negara Khilafah
Seluruh dunia merasakan dampak krisis finansial global. Krisis yang awalnya terjadi di Amerika bisa langsung menyebar ke Eropa lalu ke seluruh dunia. Sistem perbankan ribawi, sistem judi pasar modal, dan sistem murahan uang kertas menjadi biang kekacauan ekonomi yang terus berulang. Trinitas najis Kapitalisme, Liberalisme, Demokrasi tidak diragukan lagi adalah ideologi setan yang harus dimusnahkan.

Di dunia Muslim (dan di negeri-negeri lemah lainnya) dampak krisis ekonomi meningkat menjadi sesuatu yang mengerikan. Penduduk negeri-negeri termiskin dunia merasakan sakit yang lebih besar dari Mesir hingga Haiti. Harga pangan pokok seperti beras dan gandum meroket, dan di Pakistan terjadi banyak kematian karena lapar dan putus asa. Harga bahan bakar terus meninggi, sementara penguasa di Bangladesh sedang mendiskusikan penghentian subsidi bensin dan diesel.

Ironi yang terjadi adalah bahwa warga menderita padahal 70% minyak dunia terkandung di dunia Muslim. Allah سبحانه وتعالى telah menganugerahi Umat ini dengan begitu banyak sumberdaya. Masyarakat mungkin berpikir bahwa jika harga minyak melangit maka keuntungan yang mengalir ke kas pemerintahan sekular mereka juga melangit. Namun faktanya adalah semua orang, selain para elit, hidup dalam kesempitan; dan hal ini adalah bukti bobroknya kekuasaan batil sekularisme dan demokrasi.

Selain itu, para penguasa batil di dunia Muslim menerima tuduhan para politisi Barat yang mengatakan bahwa tingginya harga minyak adalah karena kurang suplai. Preman Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, dan para preman lainnya setuju menaikkan produksi minyak, padahal penyebab tingginya harga minyak bukan karena kurang produksi. Bahkan mereka juga ikut menolong bank-bank Barat daripada memberi makan yang kelaparan dan sekarat di dunia Muslim. Ini mirip dengan mencuri dari kaum miskin untuk memperkaya kaum super kaya.

Faktanya adalah harga pangan dan minyak naik karena AS terus mencetak dollar, sehingga menurunkan nilai dollar dengan cepat (lebih dari 40% selama 5 tahun). Inilah solusi mereka dalam menangani defisit yang tetap tak kunjung usai. Tapi karena krisis ekonomi, mereka mencetak dollar lebih cepat, demi menyelamatkan korporat rakus yang menciptakan masalahnya. Hasilnya adalah negeri-negeri miskin sangat menderita, khususnya negeri-negeri yang pemerintahnya mematok nilai mata uangnya mengikuti dollar. Semua ini dengan mudah bisa terjadi dalam sistem ekonomi kebodohan tanpa petunjuk wahyu.

Wahai Saudara-Saudari Beriman!

Tanah kita diberkahi dengan kekayaan minyak, sumberdaya manusia, dan tanah pertanian subur. Terdapat potensi besar bagi negeri Muslim untuk memimpin melawan kemiskinan di dunia. Namun tidak terdapat kewajiban mulia melindungi dan menolong kaum lemah di dalam sistem buatan manusia jauh dari Sunnah Rasul صلى الله عليه وسلم dan Sunnah Khulafaur Rasyidin. Para penguasa membiarkan perekonomian kita tunduk pada kepentingan para kolonial. Banyak warga kelaparan karena para penguasa penolak Syariah itu mengikat kita pada sistem penjajahan kapitalisme global. Mereka membuat warga membayar mahal untuk berbagai kebutuhan pokok asalkan mereka tetap bisa menggemukkan diri mereka sendiri, bank multinasional, dan kolonialis minyak. Mereka menghalalkan sumberdaya besar milik Umat dijual ke swasta. Mereka tidak melakukan apapun untuk mengembalikan kekayaan milik rakyat.

Siklus tragedi ini akan terus mendera selama ekonomi dan politik dunia Muslim terikat sistem Barat dan mencampakkan sistem Islam. Saat ini adalah mendesak bagi kita untuk membebaskan diri kita dari pembangkangan terhadap Allah سبحانه وتعالى dan Rasul صلى الله عليه وسلم dengan meninggalkan para penguasa itu dan mendirikan sistem lengkap termasuk ekonomi dan politik melalui pemerintahan Khilafah Islam.

Mengabaikan penerapan sistem yang diturunkan oleh Allah سبحانه وتعالى menyebabkan Umat tertimpa situasi hina ini. Dan hanyalah melalui pemenuhan kewajiban Islam Syariah dan Khilafah kita bisa mengakhiri bencana ini. Ketika kita memahami bagaimana Islam mencegah dan mengatasi masalah perekonomian, kita bisa saksikan sistem komprehensif yang diberikan Allah سبحانه وتعالى.

1. Negara Khilafah adalah perwujudan persatuan politik Umat ini, sehingga sumberdaya Umat bisa dikerahkan secara terarah. Negeri-negeri Teluk punya minyak, kekayaan finansial tapi sedikit manusia. Negeri-negeri seperti Indonesia, Pakistan dan Bangladesh punya sumberdaya manusia besar dan keahlian tapi miskin. Di bawah kepemimpinan Syariah, kekuatan di satu area bisa memberi solusi atas kekurangan di area lain.

2. Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda dalam hadits riwayat Abu Dawud "Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput dan api (energi)." Minyak adalah milik warga. Tiga harta publik itu dilarang dikuasai para ulama, pebisnis, atau pangeran. Maka, Negara Khilafah memastikan bahwa minyak adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhan warga.

3. Islam mewajibkan pencetakan uang emas dan perak. Mata uang kita akan adil dan bebas dari dollar sehingga menghentikan Amerika dan para anteknya dari mengobok-obok perekonomian kita.

4. Negara Khilafah akan segera mendistribusikan kekayaan dari sumberdaya melimpah menurut prinsip Islam yang memastikan tidak ada warga yang kekurangan kebutuhan pangan, sandang, dan tempat tinggal; serta keamanan, kesehatan, dan pendidikan.

Umat ini mampu menjadi pemimpin dunia hanya jika akidah Islam yang memancarkan Sistem Syariah dan Khilafah diterapkan.

“Dan demikian Kami telah menjadikan kamu, umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” [Terjemah Makna Qur'an Surat (2) al-Baqarah :143]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda