Sabtu, 01 Desember 2012

Krisis Energi Membutuhkan Solusi Syariah Dan Khilafah

Krisis Energi Membutuhkan Solusi Syariah Dan Khilafah
 
Sementara dunia mencari energi alternatif dan terbarukan, dan Barat mendapat keuntungan dari minyak dan gas murah dari menjajah dunia Muslim untuk hidup dalam rumah yang hangat 24 jam sehari hingga tak mengenal istilah kekurangan energi, Umat Islam di negeri ini hidup di bawah hidup-mati listrik disko.

Sejak lama kaum Muslim negeri ini menderita kekurangan listrik. Perusahaan listrik negara menerapkan cara 'mati listrik bergilir', yang memangkas listrik selama beberapa jam, sehingga sangat menghambat kehidupan industri, bisnis, dan rumah tangga. Selain itu, Perusahaan negara menyalahkan kurangnya suplai gas sehingga mengganggu produksi listrik, padahal gas dari negeri ini malah dijual sangat murah ke Cina!

Penguasa yang bercokol di negeri ini cenderung abai atas permasalahan listrik. Penguasa berotak sekular kapitalisme justru menginginkan penyediaan listrik banyak dikuasai oleh swasta. Wacana pemecahan hulu-hilir perusahaan listrik negara dengan unbundling digulirkan. Keputusan kapitalisme ini jelas akan membuat listrik yang seharusnya milik rakyat dan murah, menjadi mahal. Kebijakan demokrasi mengumbar nafsu voting demi uang semacam ini jelas bisa menyebarluaskan kemiskinan.

Selain berkontribusi pada krisis listrik, kurangnya gas juga mengakibatkan sangat lambatnya pertumbuhan industri. Malangnya, kondisi lambatnya pertumbuhan -kalaupun ada pertumbuhan- menjadi perkara lazim sesuai dengan buruknya infrastruktur mendasar lainnya seperti jalan dan penyediaan air bersih.

Jadi, sementara negara-negara penjajah mengadakan riset terhadap energi alternatif, sistem kapitalis di negeri jajahan ini gagal menangani krisis demi krisis dan terkesan dibiarkan saja. Sistem mahal demokrasi membuat para penguasa tidak mengambil terobosan jangka panjang demi kemakmuran rakyat. Sistem ini malah berusaha memberi 'solusi' menyediakan barang dan jasa namun rakyat tidak mampu membelinya!

Adalah jelas bahwa penguasa negeri ini tidak menerapkan Syariah Islam yang mampu mensejahterakan rakyat karena sistem demokrasi beserta penguasa itu memang tidak sah menurut hukum Islam. Sistem kapitalis menghalalkan privatisasi aset-aset listrik dan gas, menghalalkan kepemilikan publik dikelola untuk keuntungan sekelompok kecil kapitalis. Adalah sistem demokrasi dan para penguasa jongos inilah yang menolak Syariah dan Khilafah dan melestarikan penjajahan di segala bidang. Mereka tidak peduli jika penjajahan dan kerusakan negeri ini terus bertambah parah hingga ke anak-cucumu!

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ الْمَاءِ وَالْكَلَإِ وَالنَّارِ

"Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api" (Hadits Riwayat Ahmad)

Jadi, Islam telah menetapkan bahwa minyak, gas, dan listrik bukan harta milik negara atau swasta, tapi adalah harta milik warga yang keuntungannya untuk seluruh warga. Jadi dalam Khilafah, sumberdaya milik warga itu dikelola negara untuk sebesar-besarnya keuntungan seluruh warga, dengan produksi seefektif dan seefisien mungkin.

Wahai Umat Islam!

Krisis energi hanyalah satu contoh kegagalan sistem sekular, yang mengabaikan urusan kaum Muslim dan Islam. Tidak diterapkannya Islam lengkap dalam bingkai Khilafah memastikan bahwa umat manusia akan merasakan kesengsaraan di dunia ini. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." [Terjemah Makna Qur'an Surah (30) Ar-Rum :41]

Dan sayang sekali, tidak hanya kehidupan dunia ini menjadi sengsara karena mengabaikan sistem dari Allah, yang lebih buruk adalah Umat Islam akan menghadapi kemurkaan Allah سبحانه وتعالى.

"Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari Surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." [Terjemah Makna Qur'an Surah (20) Taha :123,124]

Wahai Kaum Muslimin!

Bagaimana bisa seorang Muslim masih mempertimbangkan kebaikan yang mungkin datang dari sistem hawa nafsu mahal ini dan dari penguasa yang hidup di dalamnya? Sungguh, mendukung mereka yang melestarikan sistem semacam itu, adalah seperti memilih antara kriminal atau orang bodoh. Dan bagaimana bisa seorang Muslim tetap diam ketika yang dihasilkan adalah pencampakan Islam dan sistemnya?

"... Kaum yang mengikuti sunnah, akan tetapi bukanlah sunnahku, dan mengikuti petunjuk tetapi bukan petunjukku. Kenalilah mereka olehmu dan laranglah. ..." [Hadits Riwayat Bukhari]

Wahai Umat Islam!

Tidakkah kamu mengharapkan kepemimpinan yang akan mengurusmu dan memerintahmu dengan cahaya Islam dan Syariahnya, melalui negara Khilafah? Satu-satunya jalan bagi kita adalah bergegas maju dan bekerja bersama para pengemban dakwah yang tulus dan para pejuang Islam di Hizbut Tahrir, memenuhi kewajiban menegakkan Khilafah, yang akan menerapkan Islam sehingga Umat bisa mendapatkan kebahagiaan, kemenangan, dan ridho Allah di dunia ini dan di Akhirat. Allah سبحانه وتعالى berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." [Terjemah Makna Qur'an Surah (47) Muhammad :7]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda