Sabtu, 31 Januari 2015

Umat Terpecah Belah Menjadi Banyak Golongan

kelompok-kelompok harus bersama-sama berpegang pada tali agama Allah


Terpecah-belahnya umat menjadi beberapa golongan, bukan beberapa golongan yang bersama-sama berpegang pada tali agama Allah

        Nabi SAW telah memperingatkan terhadap kelompok-kelompok yang memecah-belah umat karena mereka bersikap mengambil sebagian dari isi Kitabullah dan mengabaikan sebagian isinya yang lain. Mereka tidak menjadikan Islam sebagai ideologi (akidah dan syariah). Mereka tercemari oleh paham-paham kufur semacam sekularisme, ashobiyah nasionalisme, pluralisme. Sekularisme menanamkan ajaran bahwa Islam tidaklah memiliki aturan lengkap yang wajib diterapkan, bahwa Islam tidak punya hukum-hukum dalam bidang politik, ekonomi, kebijakan militer, kebijakan luar negeri. Sekularisme mengajarkan bahwa Islam tidak boleh mencampuri urusan publik termasuk politik pemerintahan beserta segala kebijakan publik dan pengaturan masyarakat.
Kelompok-kelompok banyak yang terinfeksi paham kufur karena itulah yang terus diupayakan oleh kaum kafir imperialis beserta para penguasa batil antek mereka di negeri-negeri Muslim. Sebagian kelompok kaum Muslimin itu tertipu oleh paham-paham kufur yang dibungkus citra Islami. Para penguasa batil bekerjasama dengan para ulama duniawi yang menyukai sekularisme untuk memberi tipuan dalih-dalih yang tampak Islami dan indah sehingga umat mengira paham kufur itu memang ajaran Islam.
"..Allah ridha terhadap mereka (shahabat) dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)Nya. Mereka itulah partai Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya partai Allah itulah yang beruntung" (QS. Al Mujadalah: 22)

Sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih [Lihat Sunan Abu Dawud, hadits no. 4338; Sunan Tirmidzi, hadits no. 3059; Sunan Ibnu Majah, hadits no. 4005; Sunan Ibnu Hibban hadits no. 1837]:
"Jika masyarakat kaum Muslimin melihat penguasa yang zhalim lalu tidak mencegahnya dari kezhaliman itu, maka hampir-hampir ditimpakan azab atas diri mereka".
Sabda Rasul ini merupakan penjelasan tentang amal jama'i atau kegiatan da'wah yang dilakukan oleh masyarakat atau sekelompok dari antara kaum Muslimin dalam wadah minimal satu partai yang diperintahkan untuk membentuknya agar dapat melaksanakan kewajiban amar ma'ruf nahi munkar. Perintah dakwah untuk dilaksanakan oleh setidaknya satu kelompok dari antara kaum Muslimin lebih ditegaskan lagi dalam firman Allah SWT:
"(Dan) Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan (Islam), menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung". (Ali Imran: 104)

        Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa akidah bukan barang untuk diperjualbelikan di antara golongan-golongan, karena permasalahan pemikiran termasuk mengenai hukum bukanlah permasalahan yang diserahkan kepada manusia namun itu adalah kedaulatan Tuhannya manusia, karena Dialah yang menghakimi di antara hamba-hamba-Nya pada hari Kiamat bukan dengan hukum buatan nafsu manusia melainkan dengan hukum Allah. Andai saja Allah mau, pastilah akan memberikan hidayah dan petunjuk kepada semua manusia.
"Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah." (QS. Al-An'aam: 57)
Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang zalim (TQS al-Maidah [5]: 45)
Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang fasik (TQS al-Maidah [5]: 47)
Adapun tidak berhukum dengan hukum Islam karena mengingkari Islam dan menganggap Islam itu TIDAK LAYAK untuk memutuskan perkara, maka itu merupakan kekufuran. Kita berlindung hanya kepada Allah dari hal itu.
Siapa saja yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang kafir (TQS al-Maidah [5]: 44)

Semoga Allah menyelamatkan kita dari fitnah/kerusakan baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Apabila aku salah, maka itu asalnya dari diriku, adapun jika aku tepat dalam satu sisi kebenaran, maka itu berasal dari petunjuk Allah. Aku berharap semoga kita semua selalu dalam petunjuk Allah.

  1. Dari ‘Arfajah r.a. dia berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: “Nanti akan ada dosa-dosa kecil namun tersebar luas sehingga menimbulkan kekacauan. Maka siapa saja yang ingin memecah-belah persatuan kaum Muslimin, maka penggallah kepalanya siapapun dia.
(Disebutkan dalam at-Taaj al-jaami’: hadist ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya kitab al-jihad, juga Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Mengenai kewajiban persatuan kaum Muslimin di bawah seorang khalifah yang sah juga ditunjukkan dalam hadits:
"Siapa saja yang membai'at seorang imam (khalifah) dan memberikan kepadanya genggaman tangan dan buah hatinya (bertekad janji), maka hendaklah dia menaatinya sekuat kemampuannya. Dan jika ada orang lain yang hendak merebut kekuasaannya, maka penggallah batang lehernya." (HR. Muslim)

        Imam Ahmad telah menyebutkan dari Abdullah Ibnu Mas’ud r.a. dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hati-hatilah terhadap dosa-dosa kecil, karena apabila dosa-dosa tersebut berkumpul pada seseorang maka akan mencelakakannya”. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah membuat permisalan bagi dosa-dosa kecil tersebut. Beliau mempermisalkannya dengan suatu kaum yang tiba di suatu tanah lapang, kemudian pemimpin kaum memerintahkan orang-orang untuk mencari ranting kayu bakar, satu orang dengan satu ranting, sehingga akhirnya terkumpul tumpukan kayu bakar yang banyak, lalu mereka membakarnya dan memanggang daging dengan api dari kayu bakar tersebut”. [Lihat ad-daa`wa ad-dawaa` Ibnu Qayyim al-Jauziyah hal.68]
        Ini adalah permisalahan dosa-dosa kecil, apabila berkumpul dan banyak akan mencelakakan suatu kaum. Disebutkan dalam shahih Bukhari dari Anas bin Malik r.a. dia berkata: “Sungguh kalian akan melakukan dosa-dosa yang lebih kecil dari rambut menurut mata kalian, sedangkan pada masa Rasulullah SAW kami menganggapnya sebagai dosa-dosa besar”.
        Ini adalah permisalahan perbuatan maksiat yang telah sering dilakukan sehingga menjadi kebiasaan dan tersebar di mana-mana.

Download Buku Membereskan Fitnah Kerusakan Umat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda