Jumat, 25 Januari 2008

faktor-faktor lokasi pabrik

INNOVATIVE MANUFACTURING

Joint Economic Congress (US) Survey (1982)

Office of Technology Assessment (US) Survey (1984)

Christy and Ironside’s Alberta Survey

(1987)

Bathelt and Hecht’s Ontario Survey

(1990)

Rank

Factor

Rank

Factor

Rank

Factor

Rank

Factor

1


2

3

4

5

6

7

8


9

10

11

12

Labor Skills/ availability

Labour costs

Tax Climate

Academic Institutions

Cost of living

Transportation

Access to markets

Regional regulatory pratices

Energy cost/availability

Cultural amenities

Climate

Access to raw materials

1


2


3

4


5

6

7


8

9


10


11

12


Founding entrepreneurs lived there

Close to existing operations

Labor skills/availability

State government support

Local transportation

Quality of life

High-technology business climate

Universities

Availability of suitable sites

Overall business climate

Financial incentives

Venture capital availability


1

2


3

4

5

6

7


8


9


10

11


12


13


14

15

16

17

18

19

20


21

Overall business climate

Founding entrepreneurs lived there

Access to markets

Labor Skills/ availability

Political stability

Proximity to university

Local government incentives

Proximity to international airport

Proximity to domestic airport

Proximity to university

Provincial government support programme

Availability of venture capital

Recreational opportunities

Local transportation

Access to raw materials

Energy costs/availability

Cost of living

Cultural amenities

Labour costs

Proximityy to government departments

Climate

1


2



3

4

5


6

7

8

8

8


Availability of skilled labour

Proximity to the place of education/birth/ residence of the founder

Proximity to universities

Proximity to costumers

Access to transportation networks

Land availability

Wage levels

Proximity of Suppliers

Land costs

Socio/cultural quality

Source: Christy and Ironside (1987:235,246); Bathelt and Hect (1990: 228); Joint Economic Congress (1982); Congress of the United States (1984)


Tabel diatas menampilkan jenis-jenis location factors dibawah manufaktur berteknologi. Secara umum, aktivitas berteknologi tinggi diasosiasikan dengan tingkat awal dari siklus hidup produk, yang menekankan pentingnya akses untuk keahlian scientific, engineering, dan pekerja pabrik serta external economies. Berdasarkan dua survey (Amerika dan Canada), skilled labour menempati ranking pertama sedangkan di dua survey lainnya menempati ranking tiga dan empat.


Ketika dua survey mengidentifikasi ‘labour costs’ dan ‘wage levels’ sebagai location factors, keduanya menempatkannya dibawah labour skills, dan survey-survey US Congress (1984) dan Christy and Ironside (1987) malah tidak menyebutkan mengenai labour cost. Ini juga memungkinkan bahwa faktor-faktor lain seperti ‘cultural amenities’, ‘climate’, ‘quality of life’, ‘recreational opportunities’, dan ‘socio/ cultural quality’ berperan penting dalam melaksanakan dan menjaga keprofesionalan serta keahlian (dan mobilitas) labour.


Beberapa faktor yang sama ini juga menunjukkan titik efek dari external economies of scale, sebagaimana faktor-faktor lain seperti akses-akses ke market, supplier, venture capital, airport, dan institusi akademik, termasuk universitas. Christy and Ironside (1987: 248) mencatat bahwa dampak external economies diantara fledgling dan small-scale high-tech companies dari populasi yang berada di periphery Alberta, sebagian dengan tanggapan mengenai networking diantara mereka, tidak seperti sebagaimana yang terjadi di daerah yang terdapat konsentrasi besar keberadaan perusahaan berteknologi tinggi.


Perbandingan ini didorong oleh referensi mengenai pentingnya institusi akademik. Kemudian, sebagaimana yang dilakukan oleh Joint Economic Congress Survey (1982) di US, Bathelt and Hecht’s (1990) Ontario Survey, mengidentifikasi ‘proximity of universities’ sebagai salah satu location factor yang penting (ranking ke tiga), menyediakan perusahaan berteknologi tinggi dengan keuntungan personal contact dengan ketersediaan graduate labour, penelitian, sumber-sumber inovasi, dan entrepreneurs, sebagaimana yang diharapkan oleh professional untuk meningkatkan keahliannya.


US Congress (1984), Christy and Ironside (1987) dan Bathelt and Hecht (1990) survey, semuanya menemukan bahwa tempat berdirinya residence merupakan pengaruh yang sangat signifikan pada lokasi perusahaan berteknologi tinggi. Dapat terlihat, dalam ketiga survey ini faktor ini menempati ranking yang pertama dan kedua. Ketika tampaknya penemuan ini mengejutkan, sejak birthplace sepertinya merupakan idiosyncratic location factor yang tidak berhubungan langsung pada location condition, hasil yang hampir sama telah ditemukan di banyak survey lokasi sejak tahun 1950. dalam pelaksanaannya penemuan ini menunjukkan pentingnya owner-managed, secara umum perusahaan kecil di beberapa sample yang dipilih memutuskan untuk membangun perusahaan di lingkungan rumah mereka. Kecenderungan ini cukup penting dan akan dibahas pada sub bab berikutnya, haruskah ekonom sebaik personal foundation-nya. Dalam survey, faktor ini tidak ditampilkan.





BRANCH PLANTS

Banyak survey lokasi berusaha untuk memahami location factors mengenai new secondary manufacturing plants di beberapa daerah, termasuk bagaimana branch plants-nya dikontrol oleh head-office yang berada di luar daerah tersebut.


Survey yang dilakukan di North Carolina menunjukkan jarak yang cukup luas dari hubungan faktor-faktor dengan location of branch plants. Pada waktu yang bersamaan, labour factor merupakan yang paling penting. Lebih jauh, berdasarkan product cycle model expectations, survey mengenai branch plants menekankan pada lokasi dengan labour cost yang rendah, tapi juga tingkat yang rendah dari unionizations, siap untuk undang-undang kerja, ketersediaan tenaga kerja, khususnya unskilled san semi-skilled labour, dan produktivitas tenaga kerja yang tinggi.


FACTORY CLOSURE

Siklus hidup produk, menunjukkan bahwa pada akhirnya ploduk kuno akan digantikan dengan yang lebih baru. Tentu saja, anggapan bahwa siklus hidup produk memiliki kecepatan yang semakin meningkat sepanjang waktu. Kekunoan dan matinya sebuah produk tidak sama pentingnya dengan factory closure. Produk kuno dapat diganti dengan yang baru dan perusahaan dapat memanufaktur lebih dari satu produk. Bagaimanapun juga, de-industrialisasi dari banyak kota dan daerah di US dan Eropa memiliki factory closure yang tersebar dan dalam proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejumlah survey telah mencari alas an untuk closure., dengan referensi yang spesifik untuk perusahaan multi-plant, membedakan antara dua jenis closure, cessation closure dan selective closure.

Motivation

Cessation closure




Selection


Selective closure




Plant/firm

factors

Area factors






Cessation closure terjadi ketika perusahaan multi-plant berhenti melakukan manufaktur sebuah produk secara bersamaan, dan sebagai konsekuensinya menutup seluruh pabrik yang berspesialisasi pada produk tersebut. Selective closure terjadi ketika perusahaan multi-plant secara selektif menutup satu pabrik ketika menjaga product line yang lain. Faktor-faktor plant area dan plant level secara respective berhubungan dengan karakteristik dari plants tersebut (seperti usia bangunan dan mesin, ukuran, perbaikan Negara, produktivitas labour) dan karakteristik dari local area (seperti tingkat upah, labour relations, subsidi pemerintah). Ketika dua dikotomi ini dipraktekkan, ini akan menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk mencari alasan plant closure yang mana yang akan dipilih.

Survey Watts (1991a) tentang penutupan pabrik di Seffield, UK, mengidentifikasi 77 pabrik yang memperkerjakan lebih dari 100 pekerja yang ditutup secara keseluruhan antara akhir 1970 dan akhir 1980. Kebanyakan branch plants ditutup oleh perusahaan multi-plant; 20% merupakan cessation closure, dan sisanya merupakan selective closure. Para manajer di 18 selective closure diinterview dalam dua tingkatan: yang pertama manajer didorong untuk mendiskusikan mengenai keputusan penutupan, dan yang kedua manajer ditanya untuk menghitung rata-rata pabrik Seffield hubungannya dengan pabrik-pabrik serupa lain yang dijaga untuk terus buka yang berbasis 27 location factors.


Closure Factors

Number of mentions

Dominant’ closure factors

Site features

Number of activities on site

Age of building / plant

Labour relations

Size of plant

Reputation

Local authority rates

Distance from head-office

Distance from market

9

8

7

7

6

2

1

1

1

Number of activities on site

Size of plant

Site features

Age of building /plant

Labour relations

Reputation

Distance from market

Total mentions

42


Source: Watts (1991a: 49, 51). The number of respondents (all multi-plant firms) is 18.


Dari tabel di atas closure factors paling sering disebut oleh responden berkaitan dengan keistimewaan tempat, jumlah aktivitas produksi pada pabrik tersebut, usia bangunan dan pabrik, hubungan dengan tenaga kerja dan ukuran pabrik. Banyak dari location factors yang paling penting didasarkan pada penekanan fixed capital (bangunan) dan tanah, faktor-faktor yang tidak tampak jelas keberadaannya dalam membuka branch plant baru.


Faktor yang paling yang paling sering disebut juga menunjukkan closure factors yang paling dominan. Meskipun tidak dapat diantisipasi, salah satu closure factors yang penting berhubungan dengan jumlah kegiatan produksi pada tempat tersebut. Dengan demikian, sejumlah perusahaan menekankan bahwa pabrik Sheffield ditutup karena melakukan hanya satu kegiatan pada tempat tersebut padahal di tempat lain dilakukan aktivitas tambahan yang lebih banyak. Closure factor penting lainnya adalah kecilnya ukuran pabrik Sheffield yang ditutup berhubungan dengan yang dibuka. Sebagai tambahan, perusahaan sampel mengeluhkan tentang batasan tempat yang terlalu kecil untuk material mnggerakkan produk baik keluar maupun masuk, hal ini menyebabkan kecilnya ekspansi ataupun modifikasi.

Category

Plant

Area

Access to markets

Access to supplies

Land

Capital



Labour

Organization

Technology


Policy environment

Personal

_

_
_

Age of machinery

Age of buildings

Size of plant

Labour productivity

_

Appropriateness of technology

Activities on site

_

_

_

Acceeibility to head-office

Space to expansion

_



Labour relations

_

_


Local taxes

_

Source: Watts (1991b: 814).


Melalui table di atas Watts dapat membedakan antara faktor plant level dan area level. Dia mengindikasikan bahwa faktor plant level lebih penting. Seperti yang diharapkan, pabrik yang lebih kecil dengan mesin dan bangunan yang lama, pekerja yang tua, teknologi yang sederhana, diasosiasikan dengan tenaga yang tidak produktif, lebih cenderung untuk melakukan penutupan. Sebagai tambahan, karakteristik plant level yang paling signifikan, adalah tingkat yang rendah dari produktivitas pekerja dan pengalaman teknis.





CONCLUSION

Hasil dari survey lokasi memang diakui tidak mudah untuk menginterpretasikannya dengan cara yang tepat, dimana desain nature of research yang tidak standar juga menimbulkan kesulitan dalam membandingkan survey. Waktu, dan kembali survey seperti yang disimpulkan oleh Watts (1987: 169), bahwa terdapat banyak


Factor yang mempengaruhi factory location dan, mungkin perlu ditambahkan banyak faktor-faktor ini subjective nature. Dengan demikian, siklus hidup produk yang memprediksi penyebaran branch plant untuk mencari labour yang murah menjadi lebih mudah, ketika didiskusikan dalam konteks investasi asing, di Negara atau daerah pedesaan dengan upah yang rendah, dengan Negara maju. Dalam konteks ini, labour costs menjadi location factor sangat penting, tapi factor lain yang tidak berubah dapat diperhitungkan.


Location condition dan location factors secara deceptive merupakan ide yang sederhana. Location condition dan khususnya location factors merupakan sesuatu yang subjektif yang sangat sulit untuk dihitung dan diinterpretasikan. Hal ini juga dibedakan berdasarkan skala geografis. Pulp mills di Scandinavia atau utara British Columbia yang bekerja berdasarkan sumber kayu juga membutuhkan akses ke pasar. Lindberg (1953) berpendapat bahwa akses ke pasar merupakan factor yang paling penting untuk pulp mills.


Dia mencapai pada kesimpulan bahwa dengan berfokus pada daerah Swedia dan mencatat bahwa daerah tersebut tidak terletak pada daerah pusar sumber kayu, tapi terkadang tertarik ke daerah peripheral yang menyediakan akses transportasi yang baik ke pasar asing. Secara keseluruhan, sebuah perusahaan akan lebih memilih Meksiko daripada Cina karena akses ke pasar US nya lebih baik; sedangkan bagi Amerika Utara, Meksiko lebih dipilih karena upahnya yang lebih rendah. Daerah manapun yang dipilih, infrastruktur dasar harus tersedia. Dalam beberapa kasus, beberapa factors dipengaruhi oleh location choice.



SUMBER:

Hayter, Roger.2000. The Dynamics of Industrial Location


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda