Minggu, 27 Januari 2008

pembelajaran adaptasi lingkungan kerja

Ch.2 Perception and Learning: Understanding and Adapting to the Work Environment

persepsi pembelajaran


Definisi Persepsi Sosial

Persepsi sosial adalah proses mengkombinasi, mengintregasi, dan menginterpretasikan informasi mengenai orang lain untuk mendapatkan pemahaman yang akurat mengenai mereka.


Mengapa kita harus memahami persepsi sosial? Alasannya adalah karena setiap orang akan berhadapan dengan orang lain dengan kondisi yang berbeda-beda, sehingga mereka harus bisa memperlakukan seseorang sesuai dengan keadaannya, salah satunya dengan proses atribusi ( proses yang dilalui seseorang dalam usahanya untuk menentukan sebab di balik perilaku orang lain).


Social Identity Theory: Who Are You?

Social Identity Theory adalah kesadaran konseptualisasi bahwa cara kita melihat orang lain dan diri kita sendiri adalah berdasarkan pada karakter kita yang unik dan keanggotaan kita di dalam berbagai kelompok.


Jadi, di dalam sebuah kelompok, kita biasanya mengidentifikasikan diri kita sendiri sebagai pribadi yang berbeda untuk menunjukkan eksistensi diri kita dalam kelompok tersebut. Misalnya, sebut saja saja namanya Grandong. Dia mengikuti les bahasa Rusia. Teman-teman lesnya yang lain berasal dari jurusan sastra di mana mereka memang diharuskan untuk menguasai bahasa tersebut. Sementara Grandong satu-satunya yang berasal dari jurusan manajemen. Dia belajar bahasa Rusia untuk menambah penguasaan atas bahasa asing. Tentunya, di kelas tersebut Grandong menjadi salah satu orang yang dikenal karena identitasnya dan motivasi belajar yang berbeda dari yang lain.


The Attribution Process: Judging The Causes of Others’ Behaviour

Correspondent inferences adalah penilaian tentang disposisi orang, sikap, dan karakteristik, yang berkoresponden dengan observasi yang telah kita lakukan terhadap aksi atau tindakan mereka. Contohnya, Kamboja bekerja di perusahaan Kumbang. Selama Kamboja bekerja, Pak Kumbang selalu memperhatikan kinerjanya. Dari kinerja tersebut, Pak Kumbang memperoleh kesimpulan bahwa Kamboja memiliki perilaku yang sesuai dengan visi yang dituju perusahaan sehingga pada saat perusahaan harus melakukan downsizing, Pak Kumbang tetap mempertahankan Kamboja sebagai karyawan.


Causal Attribution of Responsibility: Answering the Question “Why?”

Ada dua alasan yang menjelaskan penyebab perilaku seseorang di dalam sebuah organisasi, yaitu:

  1. Internal Causes of Behaviour

Penjelasan berdasarkan tindakan di mana individu bertanggung jawab.

  1. External Causes of Behaviour

Penjelasan berdasarkan situasi di mana individu tidak memiliki kontrol.

Teori Kelley mengenai Causal Attribution adalah pendekatan yang menyarankan bahwa orang akan percaya jika tindakan orang lain disebabkan oleh factor internal dan eksternal yang dipengaruhi oleh tiga tipe informasi, yaitu:

  1. Consensus, kejadian di mana orang lain berperilaku sama dengan orang yang sedang dinilai.

  2. Consistency, kejadian di mana orang yang sedang kita nilai berperilaku sama di waktu yang lain.

  3. Distinctiveness, kejadian di mana orang berperilaku dengan manner yang sama di dalam konteks yang lain.


Stereotype

Kepercayaan bahwa semua anggota di dalam suatu grup memiliki perilaku yang sama. Stereotype ini berguna untuk menilai kinerja suatu perusahaan yang tercermin dari individu yang bekerja di perusahaan. Namun, stereotype ini berbahaya apabila selalu diterapkan dalam penilaian terhadap perusahaan. Karena bagaimanapun juga, tiap individu memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak bisa dianalogikan kepada individu yang lain maupun lingkungan sekitarnya. Dampaknya adalah apabila seorang karyawan berlaku kurang pantas di luar perusahaan, maka pada akhirnya orang lain akan beranggapan jika semua karyawan di perusahaan itu memiliki sikap yang sama.


Perceptual Biases: Systematic Errors in Perceiving Others

Perceptual Biases adalah predisposisi bahwa orang harus salah menilai orang lain dalam cara yang berbeda. Jenisnya ada lima, yaitu:

  1. The fundal attribution error, kecenderungan untuk mengatribusi tindakan orang lain dengan faktor internal ketika faktor eksternal bisa saja mempengaruhi tindakan orang tersebut.

  2. The halo effect, kecenderungan impresi keseluruhan kita terhadap orang lain untuk mempengaruhi evaluasi objektif tentang sikap mereka.

  3. The similar-to-me effect, kecenderungan kita untuk menilai orang lain adalah sama dengan kita dalam cara yang berbeda-beda.

  4. The first-impression error, kecenderungan kita untuk menilai orang lain berdasarkan impresi awal kita terhadap orang itu.


Self-fulfilling Prophecy

Self-fulfilling prophecy adalah kecenderungan kita untuk berperilaku terhadap orang lain secara konstan berdasarkan ekspektasi awal kita terhadap orang itu.


Perceiving Others: Organizational Applications

Setelah kita mengetahui definisi persepsi sosial, kini saatnya menerapkannya dalam organisasi. Penerapan dalam organisasi terdiri atas tiga aktivitas, yaitu:

  1. Employee performance appraisal, proses mengevaluasi karyawan dalam berbagai dimensi yang berkaitan dengan pekerjaan. Biasanya, tujuan dari performance appraisal adalah untuk menentukan kenaikan, promosi, dan training pegawai yang dibutuhkan.

  2. Impression management in the employment interview, usaha yang dilakukan individual untuk meningkatkan penilaian orang lain terhadap mereka. Hal ini biasanya dapat terlihat di dalam proses interview.

  3. Corporate image, gambaran sebuah organisasi di dalam pikiran individu.


Learning

Learning adalah perubahan yang sifatnya relatir permanen sebagai hasil dari pengalam yang telah didapat. Di dalam organisasi, ada 2 jenis pembelajaran, yaitu operant conditioning dan observational learning.


Operant Conditioning adalah bentuk pembelajaran di mana orang mengaitkan konsekuensi dari tindakan mereka dengan tindakan mereka sendiri. Jenis pembelajaran ini menggunakan sistem reward dan punishment sebagai alat pembelajarannya. Seperti yang kita tahu, hal yang baik akan mendapatkan reward dan hal yang buruk akan mengakibatkan punishment. Pembelajaran jenis inilah yang melahirkan hukum yang berlaku di sebuah organisasi.


Observational Learning adalah bentuk pembelajaran di mana orang membutuhkan perilaku baru dengan mengobservasi reward dan punishment yang diberikan kepada orang lain. Pembelajaran jenis ini biasanya mengimitasi dari pengalaman orang lain. Di dalam sebuah organisasi, seseorang yang dijadikan panutan dalam jenis pembelajaran ini biasanya adalah pemimpinnya sebagai contoh bawahannya.


Menerapkan Sistem Pembelajaran di Perusahaan

Penerapan pembelajaran di perusahaan dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Training, proses mendidik karyawan untuk mendapatkan dan meningkatkan keterampilan kerja dan pengetahuan.

  2. Innovative reward system, biasanya perusahaan biasanya memberikan reward atas kinerja karyawan melalui kenaikan gaji, promosi jabatan dll. Hal ini dilakukan agar kinerja karyawan semakin meningkat sehingga memberikan dampak yang baik bagi perusahaan.


Organizational Behaviour Management

Perusahaan memberikan reward kepada karyawan dengan tujuan agar di masa mendatang karyawan memberikan kinerja yang baik bagi perusahaan sehingga dapat menguntungkan perusahaan.


Knowledge Management

Proses mengumpulkan, mengorganisasikan, dan bertukar informasi mengenai perusahaahn dan pengetahuan mengenai segala hal yang berkaitan dengan perusahaan.

1 komentar:

  1. Wew,,blognya bagus..
    Bermanfaat..
    Terutama buat tugas kuliah saya.. Makasih ya..=) [versatility_mail@yahoo.co.id]

    BalasHapus

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda