Senin, 21 Januari 2008

Pemilihan lokasi Perusahaan

What industry seeks in places : the nature of location factors

Hayter, Roger.2000. The Dynamics of Industrial Location

Faktor lokasi mengungkapkan bagaimana perusahaan menilai tempat. Kondisi lokasi mempunyai implikasi yang berbeda pada perusahaan individual yang bermasksud investasi dalam fasilitas baru. Perusahaan mengartikan kondisi lokasi sebagai faktor lokasi yang menggambarkan syarat khusus mereka untuk keputusan investasi khusus.


Perusahaan mungkin menilai kondisi lokasi yang sama dalam cara yang berbeda tergantung pada ciri-ciri nyata atau tidak nyata penting dipertimbangkan. Nishioka dan Krumme (1973;203) mencatat bahwa akses ke pasar seperti suatu kondisi lokasi mempunyai beberapa interpretasi sebagai suatu faktor lokasi :

(1) keunggulan dalam harga penjualan...dan sesuai dengan total profit...hasil dari ukuran pasar dan atau timbulnya tempat dari suatu range monopolistik; (2) keunggulan pasar hasil dari kemampuan untuk menjaga kontak atau hubungan tertutup/dekat dengan pasar (misalnya , biaya aktivitas pengumpulan informasi rendah dan ...saving dalam aktivitas-aktivitas yang berhubungan....customer servics, memasukkan perbaikan); (3) keunggulan transportasi.”


Demikian pula, kondisi lokasi yang lain dapat mengimplikasikan suatu range dari faktor lokasi perusahaan individu, akses untuk tenaga kerja, misal, keunggulan rata-rata dalam hal biaya produksi, produktivitas, bentuk yang diinginkan dari hubungan pekerja, karakteristik gender yang diinginkan, tersedianya kolam renang pekerja, atau kombinasi dari pertimbangan-pertimbangan ini.


Hal ini masuk akal untuk mengharapkan bahwa faktor lokasi ditekankan oleh perusahaan dalam satu periode waktu khusus pengertian umum akan berbeda dengan produk (dan teknologi) dan skala geografis. Kemudian perbedaaan tipe manufakturer membuat produk menggunakan teknologi yang memerlukan campuran input yang berbeda dan layanan pasar yang berbeda, yang dalam gilirannya mengimplikasikan perbedaan ranking dari faktor lokasi. Untuk beberapa perusahaan khusus keputusan untuk menempatkan dalam suatu negara atau wilayah khusus sekurang-kurangnya secara potensial berbeda dari keputusan untuk memilih tempat khusus dalam lingkungan.


Selain itu, faktor lokasi dipengaruhi oleh hambatan-hambatan organisasional, sistem nilai, dan preferensi/pilihan pembuat keputusan individual atau pembuat keputusan kelompok. Persatuan pekerja, sebagai contoh, dapat menjadi sesuatu yang diinginkan, tidak diinginkan atau karakteristik yang ngawur untuk perusahaan.


Sebagai tambahan, ada nilai-nilai personal dan hambatan organisasional khusus yang membentuk faktor-faktor lokasi tapi tidak memiliki hubungan yang jelas dengan kondisi lokasi. Misal, faktor lokasi seperti pilihan pengusaha untuk tinggal di tempat kelahiran mereka dan keinginan dari cabang (branch plant) untuk menjaga komunikasi ’tertutup’ dengan kepala kantor harus dihubungkna dengan perusahaan khusus.


Untuk mengidentifikasi, dan jika mungkin meranking, faktor lokasi, survey kuesioner telah dilakukan di banyak wilayah dan periode waktu untuk tugas pembutat keputusan, apakah perusahaan memilih lokasi untuk sebuah pabrik atau perusahaan (Katona & Morgan (1952) di US dan Luttrel (1962) di UK contoh awal yang terkenal). Model penelitian yang digunakan dibedakan dalam beberpa cara (Tabel 4.3).


Suatu pembeda dasar yaitu semua survey ’partial’ diciptakan untuk menilai pentingnya suatu faktor lokasi khusus dan semua survey ’umum’ mencoba menilai pentingnya semua faktor lokasi secara relatif. Partial survey memberi penekanan pada pengaruh pajak pada lokasi industrial (misal, Erickson dan Wasylensko 1980). Bahkan dalam beberapa tahun ini telah dibayar untuk kebijakan lingkungan dan regulasi (see Robinson 1995 untuk suatu review). General survey, faktor partikular ini jarang memberikan kepentingan khusus, walaupun Robinson (1995) mencatat faktor lokasi diukur secara konvensional.


Ada cara lain dalam model penelitian beberapa survey lokasi (Tabel 4.3). Bagian yang paling penting disebut ”location survey”, fokus pada operasi perusahaan dalam suatu cross-section yang luas dari industri (e.g. Moriarty 1983). Walaupun studi kasus pilihan lokasi individual (Whitman and Schmidt 1966) dan beberapa perusahaan dalam satu atau beberapa industri (Stafford 1974; Hayter 1978), telah diadakan.


Secara geografis survey dibedakan dalam hal skala (lokal, region, atau negara) atau dalam konteks nasional dan beberapa digunakan suatu dimensi komparatif. Survey dibedakan dalam hal perusahaan yang diinterview, lama waktu antara survey dan keputusan yang dibuat pada lokasi alam, lahan dan struktur pertanyaan yang ditanyakan, bagaimana faktor lokasi diklasifikasikan secara aktual, dan cara data dirangkum dan dianalisis. Hal ini dicatat bahwa sejak survey ini diadakan lebih dari 50 tahun, perubahan kondisi harus diakui.


Tidak mudah merangkum atau menggabungkan hasil yang diperoleh dari jumlah yang sangat banyak dari survey lokasi yang dilakukan di dunia. Alasan kesulitan ini dihubungkan dengan sudah menjadi sifat hukum alam dari faktor lokasi dan variasi yang luas dalam model penelitian yang digunakan, bahkan beberapa observer telah mencatat kekurangan ukuran konseptual yang jelas oleh yang mengevaluasi perilaku yang diobservasi (Nishioka and Krumme 1973).


Meskipun demikian, survey ini disajikan untuk mengungkapkan keduanya komplektisitas dan subjektivitas disatukan dengan ide faktor lokasi. Seperti satu cara mengakui ’range yang luas dari faktor, mempengaruhi lokasi, product cycle model direview dan digunakan sebagai dasar untuk menyeleksi contoh survey lokasi untuk tipe aktivitas yang berbeda.


Table 4.3 Location Surveys: Sources of Variability

Component of research disign Options

1. Survey objective Partial survey assessing one location factor; general surveys assessing all location factor

2. Industry/activity focus Industry of cross-sectional surveys

3. Geographic focus Locality, region, nation, comparisons

4. Sample characteristic Case study, a ’few’ firms, a ’large’ survey; sample based on distinctiveness or representativeness

5. Timing of survey Interviews immediately or sometime after the decision

6. Questionnaire design Number of questions; the phrasing of questions; open or closed; form of ranking

7. Classification of location factors Established before ar after research

8. Data analysis Qualitative listings and ranking; quantitative techniques


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda