Kamis, 24 Januari 2008

menentukan lokasi pabrik

Control functions

Hayter, Roger.2000. The Dynamics of Industrial Location

Untuk perusahaan single-plant, produksi dan hubungan head-office dan aktivitas R&D dikombinasikan dalam satu lokasi, dan keputusan lokasi secara khusus prerogatif dari pemilik individu-manajer. Di lain hal, untuk yang lebih luas, multi-plants firms, head-office dan aktivits R&D, secara khusus dibedakan secara geografis dari kegiatan produksi, dan lokasi dipilih secara khusus oleh manajer professional yang boleh atau tidak boleh bekerja di lokasi yang sama. Pembedaan head-office dan aktivitas R&D secara geografis juga memperbolehkan perusahaan untuk menempatkan fungsi yang dispesialisasikan sesuai dengan faktor lokasi yang lebih spesifik.


Head-office location factors. Head-office perusahaan adalah besar sekali ditempatkan di pusat metropolitan besar dan khusus di inti kota atau pusat bisnis distrik (Tornqvist 1968). Kunci daya tarik lokasi untuk pemusatan geografikal dari head-office adalah untuk memfasilitasi hubungan orang per orang dalam pertukaran informasi. Jika yang mendasari fungsi head-office adalah untuk mengontrol operasi dan menyusun strategi jangka panjang, kegiatan mereka fokus pada pengumpulan, interpretasi, dan penyebaran informasi, dan hubungan negosiasi dan dan aktivitas tawar menawar, pada dasar hubungan personal.


Trend penilaian technostructures dalam lingkungan bisnis, merencanakan strategi terhadap masa depan yang tidak pasti dan membuat penawaran (‘deals’). Fungsi khusus ini perlu komunikasi face to face dengan perwakilan organisasi yang lain dan kontak personal difasilitasi oleh geografis dekatnya. Hutton dan Ley (1987) menginvestigasi aktivitas head-office di Vancouver, sebuah kota metropolitan dengan populasi 2juta dan pusat kontrol untuk sumber daya daerah pedalaman British


Columbia dan suatu pintu gerbang kemajuan penting ke Pacific Rim. Mereka mencatat bahwa kenggulan secara prinsipal dari lokasi kota adalah untuk memfasilitasi kontak personal dengan hubungan bisnis, memasukkan perwakilan dari beberapa produsen jasa (Tabel 4.4). Sebuah lokasi di kota Vancouver diberikan keunggulan lain dari suatu ketidakjelasan alam yang luas speperti ‘ availability and quality of office space’, ‘prestige’ dari alamat kota, berbagai ‘amenities’ (fasilitas/kesenangan) yang dapat diakses dengan mudah , dan ‘labour’, khususnya kemampuan mencari pekerja dengan mudah dengan skill/keterampilan yang dibutuhkan.


Di survey, hanya satu faktor lokasi dimasukkan biaya dan ini merupakan biaya sewa dari lokasi kota. Lebih dari seperempat responden juga menyebutkan kemampuan untuk berhubungan dengan operasi perusahaan yang lain’ sebagai suatu keunggulan lokasional yang penting. Sedangkan factor lokasi yang lain mempengaruhi lokasi head-office, kedekatan dengan produsen jasa dan head-office lain dan hubungan jasa menonjol dengan jelas.


Keunggulan lokasional dilaporkan oleh Hutton dan ley (1987; Ley and hutton 1987) adalah fakta yang konsisten dengan studi yang sama di wilayah metropolitan yang lain, termasuk London dan New York. Satu faktor disebutkan dalam studi lain, ini mungkin dicatat, yaitu untuk airport internasional untuk memfasilitasi hubungan personal di mana pun.

Table 4.4 Head-Office in Vancouver, British Columbia: Advantages of Existing Location

Location factor Response (%)

Business contacts 71

Labour force 33

Availability/quality of space 67

Amenities 38

Prestige 40

Contanct with other operation of firm 28

Rental costs 35

Other costs 3

Other 10

R&D location factors


Dengan memandang ke lokasi R&D, suatu diskusi inovatif disediakan dengan survey Malecki dan Bradbury tantang penilaian lokasional dan pilihan/preferensi manajer dalam 13 operasi R&D dari perusahaan manufaktur besar (table 4.5). Model survey lokasi ini penting dicatat secara khusus karena ini focus pada satu dengan jelas mendefinisikan tipe aktivitas (large R&D laboratories of large US manufacturing corporations), dengan membedakan antara tingkatan manajemen dari pekerja dan pembedaaan antara penilaian lokasi dari keberadaan lokasi, diciptakan beberapa tahun yang lalu dari pilihan lokasi ‘ideal’. Survey ini juga mengidentifikasi secara relative suatu daftar rinci dari 25 faktor lokasi.


Dalam istilah umum, survey Malecki dan Bradbury menegaskan asersi dari product cycle model. Kemudian lokasi ideal manajemen R&D, ‘tersedianya profesional’ tingkat ketigafaktor kesjasama tingkat pertama – kualitas lingkungan dan kualitas pendidikan public – mungkin pemikiran factor-faktor yang dibutuhkan untuk menarik pekerja, satu poin yang diusulkan lebih dahulutingkatan pekerja R&D untuk suatu lokasi yang ideal (khususnya dengan melihat pada kualitas lingkungan).


Sama halnya, ‘biaya perumahan’ merupakan suatu fraktor lokasi yang penting dalam lokasi ideal manajemen dan factor paling penting dalam lokasi ideal pekerja. Bagaimanapun, ketidaksesuaian muncul dalam tingkatan ideal dari ‘oportunitas hiburan’, ‘iklim’ dan untuk beberpa derajat ‘kesenangan kultural’ yang mungkin telah diekspektasi utnuk hubungan yang tertutup terhadap prioritas yang diambil pada kualitas lingkungan. Dalam kenyataanya, tingkatan pekerja factor ini tinggi tapi dengan tidak diduga-duga, lebih banyak daripada manajemen. Manajemen mempunyai suatu persepsi yang actual dari apa yang mereka percayai penilaian pekerja dari tiga factor tersebut.


Demikian halnya, manajemen R&D dan pekerja membagi pandangan bahwa suatu lokasi ‘komunitas perilaku bisnis’, ‘potensial pertumbuhan ekonomi’ dan ‘dekatnya dengan univeritas’ yang ideal adalah penting. Sebagai tambahan, tingkatan manajemen ‘akses ke pasar’ dan ‘dekatnya dengan airport yang besar’ secara relative tinggi sebagai factor lokasi yang diinginkan. Survey Malecki dan Bradbury (1992) juga mengacu pada sejumlah factor yang tidak sering disebutkan, seperti ‘kemacetan lalu lintas’, ‘oportunitas pengusaha’ dan ‘alternative pekerja untuk menikah’ tidak terlalu dirangking.


Satu factor, bagaimanapun, yaitu ‘aksesibilitas ke markas besar’ relative penting dan menggambarkan kebutuhan akan komunikasi personal antara perusahaan dengan manajemen R&D. dalam konteks ini, suatu lokasi suburban untuk operasi R&D dapat menyeimbangkan kebutuhan untuk scientist dan engineers ‘ untuk pergi sendiri’ untuk emmusatkan proyek jangka panjang bahkan mengijinkan kontak personal secara teratur dengan kota head-office, perpustakaan, universitas, dan airport.


Survey Malecki dan Bradbury (1992) menyatakan bahwa lokasi laboratorium R&D dipengaruhi oelh range yang luas dari factor-faktor tersebut, untuk bagian yang paling penting, sulit untuk biaya yang tept untuk perusahaan individu. Satu factor tidak disebutkan dalam survey ini adalah insentif pemerintah mungkin karena mereka tidak memasukkan dalam pendirian keberadaan laboratorium.


Perbedaan yang ada antara tingkatan factor untuk keberadaan dan lokasi yang ideal mendorong bahwa relokasi adalah suatu kemungkinan dan dukungan pemerintah dari satu jenis atau yang lainnya tersedianya high-tech activities (table 4.6). Menurut survey US Congress (1984) dan Christy and Ironside (1987) beberapa insentif adalah factor lokasi penting untuk aktivitas high-tech dan tidak ada alasan untuk percaya operasi R&D akan tidak dapat dipilih.


Table 4.5 Rating of Location Factors by Management and Employees: Research and Development Facilities of Large US Corporation

Management ranking Employee ranking

Present Ideal Employee Present Ideal

Location factor location location assessement location location

Recreational ooportunities 1 13 4 1 3

Proximity to major airport 2 5 7 2 14

Community business atti- 3 3 16 11 6

tudes

Restaurants and shopping 4 17 11 7 13

Environmental quality 5 1 1 5 2

Overall business climate 6 8 14 - -

Accessibility to headquar- 7 10 24 - -

ters

Economic growth potensial 7 10 12 8 11

Climate 7 19 8 3 5

Proximity to university 7 6 5 10 11

Cultural amenities 22 13 9 9 9

Cost of housing 12 6 3 4 1

Quality of private schools 12 21 19 14 17

Cost of living 14 10 6 - -

Availability of profession- 15 3 16 - -

nals

Quality of public education 15 1 1 13 7

Accessibility to suppliers 15 13 25 - -

Accessibility to market 18 8 19 - -

Alternative employers for 18 20 12 17 16

spouse

Traffic congestion 20 16 9 12 4

Entrepreneurial opportuni- 21 22 23 15 18

ties

Proximity to other research 22 17 16 - -

facilities

Alternative employers for 22 23 19 16 9

employee

Proximity to similar firms 24 25 22 - -

Nearness to family 25 24 14 - -

Source: Malecki and Bradbury (1992: 128-9)

Note: Management rangkings are based on 13 responses, and employee rangkings on 700 responses. Tied ranks occur when average scores are tied.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda