Senin, 12 November 2012

Obama Menawarkan Racun Berlapis Gula Bagi Negeri!

Obama Menawarkan Racun Berlapis Gula Bagi Negeri!


Obama membuat pernyataan-pernyataan berlapis gula, berusaha membuktikan bahwa dia tidak sedang memerangi Islam maupun Umat Islam

Obama mengunjungi negeri-negeri Muslim dan kunjungannya penuh pernyataan berlapis gula, berusaha membuktikan bahwa dia tidak sedang memerangi Islam maupun Kaum Muslim dan bahwa negeri Muslim itu penting bagi Amerika dan dunia, sebagai jembatan antara dunia Islam dan Barat. Dia juga menekankan bahwa hubungan Amerika dengan Umat Islam tidak hanya dalam memerangi terorisme tapi juga termasuk perkara lain. Obama juga mengatakan bahwa dia akan bekerja menuju dialog dsb. Dia bicara dengan nada-nada itu selama kunjungannya.

Meski fakta bahwa tidak ada kebaikan dalam pernyataan-pernyataan itu, yang bisa dikatakan tidak berguna, para pejabat negeri-negeri Muslim seperti di Turki dan negeri Arab khususnya Irak, juga Iran, Afghanistan dan Pakistan, menganggap Obama sebagai orang dekat mereka, tidak seperti pendahulunya. Mereka menyambut ucapan-ucapannya dan menanggapnya bukan seorang penggila perang, seperti pendahulunya yaitu Bush, tapi malah dianggap seorang yang menyerukan kedamaian! Mereka menyoraki omongannya dan konferensinya, meski fakta bahwa sekretaris pertahanannya mengumumkan bahwa da akan menekankan di hadapan Congress sebuah anggaran departemen militer AS tentang peningkatan pembiayaan perang Amerika di Afganistan dan Irak - yang jelas-jelas berarti menumpahkan lebih banyak darah kaum Muslimin!

Salah satu tragedi terbesar yang menimpa Umat ini adalah para penguasanya. Para penguasa yang ilegal menurut hukum Islam itu tetap menjadi suporter diam-diam, yaitu pengkhianat; yang tuli - meski tangisan Umat yang dianiaya; dan buta dari derita Umat Islam. Kemalangan yang lain di antara Umat ini adalah bahwa masih banyak di antara Umat yang membuta dan terus menyoraki para penguasa sistem kufur bodoh dan dzalim semacam itu!

[فَاسْتَخَفَّ قَوْمَهُ فَأَطَاعُوهُ!]
“Maka Firaun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.” [Terjemah Makna Qur'an Surah (43) az-Zukhruf :54]

Wahai Umat Islam! Para penguasa di sistem kufur itu hanya memanfaatkanmu; penguasa yang bodoh dalam sistem kufur maupun yang dzalim. Mereka membiarkanmu dibunuh, dianiaya, dan didzalimi di berbagai aspek kehidupan. Jika kita mempercayai dan mengikuti otak sistem kufur mereka, maka peringatan Rasulullah صلى الله عليه وسلم atas kita. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda,

"Akan ada para penguasa setelahku, siapa saja yang menyetujui kekeliruan dan kebohongan mereka dan membantu mereka dalam pengkhianatannya, dia bukan dariku, dan aku bukan darinya (yaitu aku tidak punya urusan dengannya). Dia tidak akan datang padaku di Telaga (Kauthar). Dan siapa saja yang tidak menyetujui kekeliruan mereka dan tidak membantu mereka dalam pengkhianatannya, dia dariku dan aku darinya dan dia akan menemuiku di Telaga." [Hadits Diriwayatkan dalam Sunan an-Nasa'i dari Ka'ab ibn 'Ujrah ra.]

Wahai Kaum Muslimin!

Bagaimana kebijakan Obama berbeda dari kebijakan Bush bagi negeri?

Tidakkah Obama berjanji dengan kebijakan yang sama bagi Palestina yang juga diadopsi oleh Bush ketika dia bicara 'Road Map', konferensi Annapolis dan teori dua-negara, yang masing-masingnya adalah dosa besar?! Dengan kata lain, semua hal itu justru menyerahkan hampir semua wilayah Palestina pada Yahudi, wilayah yang termasuk tanah suci Isra' dan Mi'raj, sementara hanya menyisakan tanah serentang tangan bagi penduduk Palestina - yang juga tanpa kekuasaan dan kemerdekaan. Akankah kamu bersorak untuk seorang 'bijak' semacam itu?

Tidakkah ini persis dengan apa yang dilakukan Bush, dan apa yang diulang penerusnya?

Bahkan di Iraq, di mana Obama berbeda dengan Bush? Tidakkah para tentara Amerika di sana berkeliaran seperti serigala mempermainkan korbannya, menyebabkan kekacauan dan mencabut kehidupan orang-orang? Semua yang terjadi adalah bahwa tuan Amerika bagi para antek di Irak hanyalah berganti wajah di Washington, dan sekarang wajah itu akan terus menguasai negeri-negeri Muslim!

Bagaimana Obama berbeda dari Bush di Afghanistan? Tidakkah para tentara AS dan NATO membunuhi wanita, anak-anak, dan orang lemah, siang dan malam, pagi dan sore? Di mana ada belas kasihan bagi penduduk? Selain itu, Obama mengirim lebih banyak pasukan! Dan dia mendorong sekutunya di NATO untuk mengirim lebih banyak tentara. Tidakkah dia menyatakan ini dengan jelas? Bisakah seorang Muslim menyoraki Obama, yang mendeklarasikan keinginannya untuk membunuh lebih banyak lagi? Tidakkah sebuah kehinaan jika di antara kita ada yang menyoraki dan menyetujui Obama? Seorang Muslim yang punya satu ons rasa malu maka tidak akan rela dengan si pembantai umat Islam itu.

Dan bagaimana Obama berbeda dari Bush di Pakistan? Tidakkah pesawat drone pembunuh terus menembakkan misil di berbagai area pedesaan siang dan malam, dengan pesawat-pesawat itu meluncur dari bandara-bandara Pakistan?! Dan meski begitu, orang-orang Pentagon dan Departemen Negara AS berpesta makan malam mewah yang diadakan oleh pemerintah Pakistan - rezim sebelumnya maupun rezim yang sekarang.

Ambil contoh Iran. Bagaimana Obama berbeda dari Bush? Dia meneruskan garis kebijakan yang sama dengan yang digariskan Bush atas Iran. Bush ingin Iran berpartisipasi dalam dialog tentang Irak karena itu cocok dengan agenda dan kepentingan AS. Dan Obama mengundang Iran untuk dialog tentang Afghanistan, lagi, karena itu melayani kepentingan Amerika imperialis. Adalah kepentingan Amerika dan kapitalisnya yang diutamakan Bush maupun Obama. Sebagaimana Bush berusaha menghalangi Iran dalam pengayaan uranium, Obama sekedar memperbarui usaha yang sama. Kalaupun ada perbedaan maka perbedaan itu hanya dalam gaya pendekatan yang hanya bisa mengelabui orang-orang bodoh atau buta hati!

Dan di mana adanya perbedaan mendasar bahkan dalam hal Turki? Obama berusaha menjadikan Turki negara garis depan untuk mendukung Amerika dan hagemoninya di wilayah itu. Amerika berharap mencapai itu dengan membentuk kemitraan komprehensif dengan Turki, di mana Turki akan dipakai sebagai jembatan antara AS dan dunia Islam.

Faktanya, kebijakan Amerika tidaklah ditentukan oleh Presiden Amerika Serikat, di mana dalam sistem kufur demokrasi ada parlemen para wakil partai serta para kapitalis. Maka, ketika seorang presiden berakhir jabatannya, kebijakan nasional tidak ikut berakhir, meski pendekatan dan gaya yang digunakan dimodifikasi. Ini sudah menjadi rahasia umum. Orang-orang yang tidak memahami hal ini berarti adalah para antek penjajah yang setuju dengan penjajah di negeri-negeri Muslim. Merekalah yang punya hati, tapi tidak memahami; yang punya mata, tapi tidak melihat; karena bukan kebutaan mata tapi kebutaan hatinya sendiri! Dalam sistem rusak demokrasi, kapitalisme dan demokrasi akan terus bercokol dan tidak akan menghasilkan terapnya sistem Islam.

Wahai Umat Islam!

Tipuan dan kebohongan Obama tidaklah mengherankan. Dia mengatakan tidak sedang memerangi Islam atau Umat Islam, tapi dia nyata-nyata berkubang dalam pembunuhan brutal terhadap kaum Muslim di Irak dan Afghanistan, dalam perang sadis. Hal ini jelas bagi siapapun yang bisa melihat karena tangisan para korban jelas dan keras, siang dan malam. Begitulah tingkah para kafir kolonialis, yang membenci Islam dan sangat membenci Umat Islam sehingga mereka tidak menganggap membunuh kaum Muslim sebagai pembunuhan, tidak juga mereka menganggap penghancuran kota dan desa Muslim sebagai penghancuran. Bagi mereka hal itu hanya sekedar menguji senjata, dengan dada-dada kaum Muslim!

Namun, apa yang mengherankan, dan tragis, adalah bahwa Obama memilih untuk mengulang pernyataan-pernyataan itu di ibukota Khilafah terakhir di Turki. Ini adalah tempat yang sama yang hanya menyebut namanya saja akan mengirim kengerian di lubuk hati musuhnya, juga kuda-kuda perang musuh, sebuah tempat yang mereka tidak berani mendekati ... namun sekarang Umat Muslim masih ada yang tidak mau meski hanya meninggikan suara, menentangnya atau menantangnya, tapi malah menyorakinya!!

Memang, Bush dan Obama hanyalah dua wajah di koin yang sama. Mereka berlomba dalam kebencian terhadap Islam dan Umat Islam. Mereka berbeda dalam hal bahwa Bush akan meludahkan racun secara terang-terangan dan mendapat kemarahan dan kemurkaan Umat Muslim, hingga antek-anteknya di dunia Muslim hanya bisa melayani Bush diam-diam dan dengan sedikit malu; sedangkan Obama melapisi racun yang sama dengan gula, hingga melumpuhkan Umat sehingga ada saja yang tidak berani melawan Amerika secara terbuka. Antek-anteknya sekarang berdiri tersemangati dan sekarang melayani kepentingan dan keinginan para tuannya tanpa sedikitpun rasa malu!!

Obama percaya bahwa dia telah berhasil memperdaya penduduk negeri, hanya karena dia melihat para penguasa antek dan kroninya bersorak dan bertepuk tangan untuknya ... Namun di balik itu, dia dan para sekutu serta anteknya tidaklah lupa pada fakta bahwa para penguasa antek yang menyorakinya bukanlah Umat Islam dan mereka tidak mewakili Umat ini...

Umat Islam ini hidup dan sadar dan ada di jalan menuju kembalinya status kehormatan dan kemuliaan, posisi memimpin umat manusia, dengan naungan Negara Khilafah. Umat Islam ini murni dan suci, kuat. Ini adalah Umat yang, dengan kehendak Allah سبحانه وتعالى, tidak bisa ditundukkan atau dibelenggu oleh para kriminal, para Fir'aun era sekarang.

[أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَنْ يَسْبِقُونَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ]
“Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!” [Terjemah Makna Qur'an Surah (29) al-'Ankabut :4]

Diolah dari:
Hizb ut Tahrir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda