Kamis, 28 Maret 2013

Penyesatan Opini Tentang Amerika Serikat AS

Penyesatan Opini Tentang Amerika Serikat AS
 


Penyesatan Opini: Amerika Sang Pembebas
Penyesatan Opini: budaya (kultur AS) sebagai kultur masa kini dan masa depan yang telah membawa kemajuan yang luar biasa bagi umat manusia.
Penyesatan Opini: kebebasan yang membawa demokrasi dan hak asasi menubuhkan kesejahteraan dan kekayaan.
Penyesatan Opini: tindakan AS di Afghanistan yang membunuhi ribuan warga Afghan adalah sah dan dilakukan demi membebaskan rakyat Afghanistan dari penindasan rezim Taliban yang sangat biadab.

Penyesatan Opini: AS "halal" melakukan pembantaian terhadap warga Afghanistan atas nama "berburu teroris"
Penyesatan Opini: tidak kejam berbagai rezim AS yang membantai warga Indian dan Negro, di Nagasaki dan Hiroshima, Vietnam, Palestina, Irak, Iran, Afsel, Cili, Indonesia, dan sebagainya.

Fakta: Prof. Edwar S. Herman, guru besar Pannsylvania University, objektif membeberkan data dan fakta perilaku AS di muka bumi. Dalam bukunya The Real Terror Network (1982), mengungkap fakta-fakta keganjilan kebijakan terorisme AS. AS adalah pendukung rezim-rezim "teroris" Garcia di Guatemala, Pinoche di Cili, dan rezim apartheid di Afsel. Di tahun 1970-an, AS memasukkan PLO, Red Brigades, Cuba, Libya sebagai teroris, tetapi rezim Afsel dan sekutu-sekutu AS di Amerika Latin tidak masuk dalam daftar teroris, padahal pada 4 Mei 1978, tentara Afsel membunuh lebih dari enam ratus penduduk di kamp pengungsi Kassinga Namibia. Sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Tentara Afsel juga terbukti membunuh ratusan penduduk sipil Angola. Jumlah itu jauh lebih besar dari korban serangan PLO dan sebagainya.

Terorisme sekutu utama AS di Timur Tengah -Israel- dan tokoh-tokohnya juga sangat telanjang. Menachem Begin, misalnya, adalah tokoh kelompok teroris Yahudi "Irgun" yang terkenal kebrutalannya dalam aksi pembantaian di Deir Yasin, 9 April 1948. PM Israel Ariel Sharon, dalam tayangan Panorama BBC, 17 Juni 2001, oleh Jaksa PBB Richard Goldstone dinyatakan harus diadili sebagai penjahat perang karena terbukti bertanggung jawab atas pembantaian ribuan pengungsi Palestina di Shabra-Satila, 1982.

Noam Chomsky, Profesor linguistik di MIT menyimpulkan, "Pengeboman Afghanistan adalah kejahatan ..." Pendekatan Barat terhadap konflik Afghanistan adalah pendekatan yang didasari pandangan picik dan sangat berbahaya. "As adalah terdakwa negara teroris," tegas Chomsky.

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membaca misi AS di Afghanistan. AS sedang memperlancar misi imperialistisnya. Data kebutuhan minyak AS yang dkeluarkan Energy Information Administration menunjukkan bahwa pada tahun 2020, AS harus mengimpor minyak sekitar 18,8 juta barrel per hari. John J. Maresca, Vice President International Relations UNOCAL Corporation, pada 12 Februari 1998 memaparkan alternatif rencana pipanisasi minyak sepanjang 440 mil melalui Afghnistan. Jalur pipanisasi inilah yang paling menguntungkan. Ia mengakui, UNOCAL telah melakukan kontak dengan semua faksi di Afghanistan untuk memuluskan rencana tersebut.

Apakah AS membawa kesejahteraan dunia? Berbagai kemajuan AS -terutama dalam bidang iptek- wajib dicontoh. Akan tetapi, dunia tentu tidak silau dan tidak perlu otak yang terlalu pintar untuk melihat bahwa sebagian besar penduduk bumi justru menderita hidup di bawah kekuasaan AS Sang Kafir Penjajah.

Penyesatan Opini Tentang Amerika Serikat AS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda