Sabtu, 20 Agustus 2016

Serangan Pemikiran


 
  

Pergolakan Pemikiran (ash-Shira’ al-Fikri)

Rasulullah Saw. senantiasa melakukan pergolakan pemikiran terhadap berbagai ide dan pandangan Jahiliyah, baik berupa pemahaman (mafahim), tolok ukur (maqayis), maupun keyakinan (qana’at). Beliau mengungkapkan secara lantang kebathilan konsep ketuhanan kaum kafir.

“dari Rabi'ah bin 'Abbad berkata; saya melihat Nabi Shallallahu'alaihiwasallam di Dzil Majaz, menyeru orang-orang masuk Islam dan di belakangnya seorang laki-laki juling dan berkata; jangan sesekali laki-laki ini menghalangi kalian dari agama nenek moyang kalian." Saya (Rabi'ah bin 'Abbad) bertanya, siapakah ini?, mereka menjawab, pamannya, Abu Lahab.” (HR. Ahmad no.15446)

Beliau juga menentang sikap hidup kafir Quraisy yang merasa aib bila memiliki bayi perempuan hingga mereka harus membunuhnya. Ayat-ayat Allah juga menyerang para pemimpin dan tokoh Quraisy, memberinya predikat sebagai orang-orang bodoh termasuk kepada nenek moyang mereka. Pada saat kaum kafir -yang arogan terhadap ideologi Islam- meminta agar Nabi Saw. menunjukkan mukjizat seperti para nabi terdahulu, maka dijawab sesuai wahyu.


“Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-A’raf [7] ayat 188)

Partai politik ideologi Islam harus menentang dan menjelaskan kebathilan segala ide atau pandangan yang lahir dari akidah kufur. Partai ideologi Islam harus memandang bahwa dirinya wajib menyelamatkan umat manusia seluruhnya dari ide-ide kufur dan syirik meskipun kekufuran dan kemusyrikan itu menampilkan diri dalam berbagai bentuk dan wajah.

]يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ[
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka.” (QS. at-Taubah [9]: 32)

Di masa sekarang paham-paham bathil itu contohnya kapitalisme, sekularisme, pluralisme, sosialisme, liberalisme. Demikian juga terhadap berbagai ide yang lahir darinya seperti demokrasi, kebebasan HAM, kesetaraan jender, dan sebagainya. Apabila hal ini dilakukan secara terus-menerus maka masyarakat akan dapat memahami kerusakan berbagai sistem aturan yang bersumber dari ide-ide kufur tersebut.

Pada faktanya kerusakan demi kerusakan akan semakin banyak dihasilkan oleh sistem yang tidak Islami, hari demi hari masyarakat akan semakin merasakan dampak buruknya di berbagai bidang. Dengan dakwah Islam yang politis (siyâsiyah) ideologis (mabda’i) maka masyarakat semakin dapat memahami dan meyakini keunggulan sistem Islam apabila diterapkan sebagai solusi wajib.

Perjuangan Politik (al-Kifah as-Siyasi

Aktivitas al-kifah as-siyasi merupakan aktivitas yang ditujukan untuk menyikapi realitas politik kekinian yang terjadi pada saat tertentu. Rasulullah Saw. −sesuai ayat yang diturunkan Allah Swt.− mengkritik kebiasaan mencurangi timbangan, kebiasaan transaksi riba. Begitu juga dengan kebiasaan mereka yang menjerumuskan budak wanita dalam pelacuran dilawan oleh Rasulullah Saw. dengan menyampaikan terang-terangan ayat dari Allah Swt.

Partai ideologi Islam harus menjelaskan bahaya konsep dan tata aturan non-Islam serta pertentangannya dengan syariah Islam kepada masyarakat. Masyarakat yang telah menerima Islam tentu rela beramal mendukung perjuangan mengikuti metode dakwah Rasul Saw. dan akan memberikan kekuasaan untuk tegaknya sistem Islam. Mereka adalah umat yang mau bergerak, berjuang dan menuntut perubahan bukan karena emosionalitas apalagi karena urusan perut melainkan karena keimanan; karena menyadari bahwa bahwa sistem Islam wajib berkuasa. Mereka menjadikan urusan Islam sebagai perkara utama dalam hidupnya dan siap ketika harus mengembannya ke seluruh penjuru dunia.

Membongkar Konspirasi (Kasyf al-Khuthath). Rasulullah Saw. sering menyampaikan wahyu terkait rencana jahat kaum kafir. Beliau, misalnya, membeberkan rencana jahat para tokoh Quraisy seperti Abu Jahal, Abu Sufyan, Umayyah ibn Khalaf, dan Walid bin Mughirah yang sering bermusyawarah di Darun Nadwah.

Jika semua aktivitas itu dilakukan secara intensif dan massif maka, insyaAllah, taraf berpikir umat akan makin meningkat. Pembelaan dan dukungan terhadap ideologi Islam beserta para pejuangnya akan semakin kokoh dan besar. Sebab, di mata umat akan semakin tampak siapa sebenarnya yang berjuang untuk membebaskan mereka dari kezaliman, kebodohan, kesesatan.

Semua proses tersebut niscaya akan mendapat tantangan dan halangan dari pihak-pihak yang tidak ingin sistem Islam tegak. Para penguasa sistem kufur di Makkah juga melakukan berbagai strategi dan makar -memutar otak untuk mencari cara yang halus maupun yang paling kasar- untuk menghalangi tegaknya Islam sekaligus mempertahankan sistem bukan-Islam yang ada, dan itu berarti mereka rela dengan dampak lestarinya berbagai kerusakan di tengah masyarakat.

Para elit politik kota Makkah dan sistem hidup mereka terguncang atas perjuangan Muhammad Saw. dan kelompoknya. Mula-mula mereka melontarkan isu bahwa Muhammad Saw. adalah orang gila.

Contoh bantahan atas tuduhan palsu mereka:


“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat; siapa di antara kamu yang gila.” (QS. Al-Qalam: 4-6)



“Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. al-Qalam: 7)
….


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda