Senin, 05 Maret 2012

Syarat-Syarat Mata Uang – Mata Uang Emas Dan Perak Adalah Media Pertukaran Terbaik

Syarat-Syarat Mata Uang – Mata Uang Emas Dan Perak Adalah Media Pertukaran Terbaik



KESIMPULAN

"Kita punya di tahap ini suatu uang Fiat yang pada dasarnya uang yang dicetak oleh suatu pemerintah dan itu biasanya oleh suatu bank sentral yang diberi wewenang untuk melakukannya. Beberapa mekanisme harus berjalan untuk membatasi jumlah uang yang diproduksi, standar emas maupun mata uang fiat, karena jika tidak kamu lakukan semua itu, sejarah telah menunjukkan bahwa inflasi akan menimpa dengan efek-efek yang sangat berbahaya terhadap aktivitas ekonomi... Terdapat beberapa dari kita, termasuk diriku sendiri, yang secara kuat meyakini bahwa kita berjalan dengan baik di periode 1870 hingga 1914 dengan standar emas internasional." [Alan Greenspan - Oktober 2007]

10 Argumen yang ditampilkan dalam paper ini ditunjukkan sebagai penghalang utama bagi kembalinya Standar Emas dengan sukses. Sementara kita percaya bahwa argumen-argumen itu tidak sekuat sebagaimana sering ditampilkan dan didukung, argumen-argumen utama untuk Standar Emas juga harus dibuat, dan berhak untuk memberi argumen kuat bagi perubahan radikal yang dibutuhkan.

Ketika para pemerintah dan bank-bank utama punya hak tanpa halangan untuk mencetak uang, malangnya hasilnya selalu sama - peningkatan suplai uang signifikan dan akhirnya inflasi tinggi. Fakta ini adalah argumen terkuat yang mendukung mata uang berbasis aset kuat. Sebagaimana George Bernard Shaw di 1928 menulis:

"Hal paling penting tentang uang adalah menjaga kestabilannya...Kamu harus memilih antara mempercayai kestabilan alami emas dan kejujuran dan intelijensi para anggota pemerintah. Dengan tetap menghormati para bapak yang terhormat itu, aku menasihatimu, selama sistem kapitalis masih bisa hidup, pilihlah emas."

Paper ini adalah tentang uang, khususnya kestabilan uang. Ini perlu dinyatakan sebagai pengingat apa sebenarnya uang itu. Sebagai medium pertukaran ia berfungsi untuk memfasilitasi perdagangan, menyediakan kestabilan dalam transaksi dan tidak bertindak sebagai penghalang bagi berfungsinya perekonomian - suatu tuduhan yang terlalu sering muncul terhadap uang kertas Fiat, khususnya dengan hantu inflasi akibat suplai uang.

Ringkasan berikut ini oleh Richard Russell menunjukkan persyaratan utama medium pertukaran yang harus diharap oleh masyarakat manapun.

Uang yang baik harus punya sejumlah karakteristik unik.

(1) Ia harus awet, itulah mengapa kita tidak menggunakan gandum atau jagung.

(2) Ia harus bisa dibagi, itulah mengapa kita tidak menggunakan lukisan Picasso atau patung giok.

(3) Ia harus mudah, itulah mengapa kita tidak menggunakan timah atau tembaga atau real estate.

(4) Ia harus punya nilai dalam dirinya sendiri, itulah mengapa kita tidak menggunakan kertas.

(5) Ia harus bisa dipindahkan, yang artinya bahwa nilai yang besar harus menempati area yang kecil (koin emas berbobot hanya satu ons bisa bernilai lebih dari lima belas ribu dollar).

(6) Ia harus memiliki sejarah panjang sebagai uang yang diakui dan diterima untuk menyimpan nilai. Emas dianggap berharga sejak 5000 tahun yang lalu di zaman Mesir.

(7) Ia tidak bisa "menghilang" atau habis digunakan dalam produksi seperti tembaga atau bahkan perak. Jadi, koin emas yang kamu punya di tanganmu mungkin tadinya adalah antingnya Cleopatra berabad lalu. Hampir semua emas yang pernah ditemukan masih tersedia dalam satu bentuk atau yang lain.

(8) Ia harus bukan suatu hutang bagi negara berdaulat manapun, tidak juga ia membutuhkan hukum pemerintah untuk menetapkannya sebagai uang. Sebagai contoh, Emas membutuhkan kapital, bakat, risiko, keringat dan keberanian untuk didapatkan kembali atau diakumulasi.

Catatan - Adalah mungkin bahwa berlian kualitas-batu mulia bisa sesuai dengan semua karakteristik di atas tapi berlian tidaklah bisa dibagi, tidak juga mereka punya sejarah panjang sebagai penyimpan nilai. [8]

Sebagai media pertukaran, emas diakui dan diterima secara universal untuk alasan-alasan di atas, namun para pemerintah punya satu alasan atau yang lain (seringkali di masa ketidakpercayaan global seperti Perang Dunia I) untuk menghentikan penggunaan emas dan menuju sempitnya mata uang kertas nasional. Sedikit demi sedikit seiring waktu negara-negara telah menerima mata uang kertas Fiat yang basis emasnya telah disingkirkan, memungkinkan sistem perbankan untuk mencetak dollar, pound, yen dan lain-lain sesuka mereka.

Sejak tahun 2007 terjadi peningkatan pelan tapi signifikan dalam basis uang AS, diikuti dengan peningkatan tajam beriringan dengan krisis finansial 2008 - yang belum juga dibereskan. Bukanlah suatu kejutan bahwa dollar AS telah turun nilainya sebanyak 3000% dibandingkan dengan emas selama rentang waktu dari 1971 ketika Nixon secara unilateral mendeklarasikan berakhirnya Standar Emas Bretton Woods.

"Dalam ketiadaan standar emas, tidak terdapat cara untuk melindungi simpanan dari pencaplokan melalui inflasi.... Ini adalah rahasia bobrok dari para pencemooh terhadap emas. Pembelanjaan defisit hanyalah suatu skema untuk pencaplokan kekayaan. Emas menjadi halangan bagi proses licik ini. Ia berdiri sebagai pelindung hak-hak properti. Jika seseorang memahami ini, dia tidak kesulitan dalam memahami antagonisme para pencemooh terhadap standar emas." [Alan Greenspan, 1971]

Syarat-Syarat Mata Uang – Mata Uang Emas Dan Perak Adalah Media Pertukaran Terbaik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda