Rabu, 20 Juli 2016

Islam Ideologi yang Haq




Serangan Barat terhadap Islam memiliki beberapa wajah yang berbeda. Serangannya menyusup ke berbagai bidang, akan tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu berusaha untuk menjauhkan Islam dari kehidupan. Serangan Barat tidak hanya terbatas dengan memperburuk citra Islam, meruntuhkan negara Khilafah, menikam hukum-hukum Islam, dan menyerukan bahwa Islam hanyalah gambar yang akan hilang dengan berlalunya waktu, akan tetapi juga mencakup seluruh perkara yang bisa menjauhkan Islam dari kepemimpinan dunia sekali lagi. Islamophobia terus berlangsung. Makar terhadap Islam tidak akan pernah surut, agar orang-orang yang awam tidak beranjak dari cengkeraman mereka, kecuali jika kaum Muslim kembali memimpin dunia.


Barat memandang bahwa kaum Muslim adalah umat yang hidup dengan Islam; agama mereka adalah agama yang bersifat universal, yang layak bagi seluruh manusia dan mampu memperbaiki kehidupan manusia. Seluruh jiwa kaum Muslim akan selalu mencari jalan untuk bersatu. Barat amat memahami bahwa letak geografis dari negeri-negeri Islam yang banyak dan tersebar akan menjadi negara yang strategis dan bersatu. Keberadaannya menempati pusat-pusat benua dan terletak memanjang di atasnya. Negeri-negeri kaum Muslim memiliki sumberdaya alam yang luar biasa, melebihi kebutuhan negara-negara besar, dan mampu menjadikannya sebagai negara adidaya.


Lebih dari itu jumlah kaum Muslim mencapai sepertiga penduduk dunia. Cita-cita kaum Muslim, jika Allah memenangkan mereka, bukanlah untuk membunuh dan merampas kekayaan negeri-negeri yang mereka taklukkan, melainkan akan membukanya secara cermat; membebaskan manusia, dan seluruh umat manusia dari kebodohan dan kekufuran, kepada hidayah Islam karena kesadaran. Mengarahkan kepada suatu keyakinan bahwa memasukkan seseorang ke dalam Islam lebih dia cintai daripada dunia dan seisinya.


Islam menghadapi banyak sekali tipu daya dan makar keji terhadap hukum-hukumnya, dan terhadap para pengemban dakwahnya yang ikhlas. Tujuan mereka untuk menjauhkan pengaruh Islam kepada pengikutnya dan umat yang lain.


Kalau bukan karena Islam itu adalah agama Allah yang hak, pasti sudah terhapus dan hilang dari pengaruhnya yang luar biasa. Dan kalau bukan karena kehendak Allah yang akan terus berlaku, juga karena iradah-Nya yang pasti terjadi, maka kaum Muslim tidak mungkin tetap memberikan loyalitasnya kepada agama mereka pada masa yang paling mundur.


Barat telah berhasil membengkokkan tolok ukur kaum Muslim menyimpang, pemahaman-pemahaman mereka menjadi rancu dan pemikiran mereka menjadi rusak. 

Pada perang Salib yang pertama Barat melihat bahwa Islam menancap kuat di dalam jiwa kaum Muslim, dan realitasnya jauh lebih kuat dari berbagai usaha untuk melepaskannya. Oleh karena itu, Barat mengganti strateginya di dalam perang Salib yang kedua, yang hingga saat ini kita masih merasakan bencananya. Pada perang Salib kedua ini, Barat menjauhkan kaum Muslim dari agamanya, dan mencegah kaum Muslim untuk menyebarkanluaskan pemahaman-pemahaman Islam, keyakinan-keyakinannya, dan standar pemikirannya. Supaya Barat tetap mendominasi kaum Muslim secara fisik, maka Barat pun menciptakan pemikiran-pemikiran palsu yang dibarengi dengan dominasi secara fisik. 

Setelah itu, Barat menempatkan para penguasa yang telah teracuni dengan politik dan pemikiran yang rusak. Lalu Barat mengikat erat eksistensi negeri-negeri Islam (yang dijajahnya) dengan mengarahkan politik negara-negara tersebut berjalan dengan orientasi yang sama, yaitu merealisir kepentingan-kepentingan Barat. 

Dunia dijadikan oleh Barat bagaikan perseroan terbatas, yang di dalamnya terdapat investor (pemilik modal) dan negara-negara lain sebagai buruh dan konsumennya. Barat melengkapi hagemoninya atas dunia dengan penguasaan di bidang jaringan informasi (dan komunikasi) raksasa, dan menempatkan jaringan-jaringan informasi negara lain berkiblat kepada mereka. Hal itu dilakukan Barat agar kita tidak membaca melainkan apa yang mereka tulis, dan tidak mendengar kecuali apa yang mereka siarkan, serta tidak menyaksikan kecuali apa yang mereka tayangkan. Dan kita tidak membicarakan atau memahami perkara apapun kecuali menurut perspektif yang mereka inginkan. 

Ini merupakan bentuk penjajahan baru yang amat progresif, lebih berbahaya dan lebih licik dari penjajahan konvensional. Penjajahan konvensional berbentuk penguasaan manusia oleh pihak luar (secara fisik), sedangkan penjajahan model baru adalah penguasaan manusia, baik dari dalam (aspek pemikiran, budaya, ideologi, dan lain-lain) maupun dari luar (aspek militer, ekonomi dan politis). 

Kondisi tersebut menggiring kaum Muslim agar ketaatan dan loyalitasnya secara mutlak diberikan hanya kepada (pemikiran dan peradaban) ala Barat, sehingga tidak akan ada satupun yang bisa mengancam eksistensi penjajah.


Sampai-sampai terhadap agama kitapun, Barat menginginkan agar kita memahaminya dengan cara dan metode berpikir mereka. Jika ada orang yang menyimpang dari cara pandang mereka, maka mereka akan menggerakkan media masa untuk menyerang orang tersebut. Lalu menggambarkan orang tadi dengan citra negatif dan menganggap orang tadi menantang kemapanan, keluar dari kelaziman, merusak ijma’, dan mendeskripsikannya sebagai ekstrimis, teroris, fundamentalis dan radikal, bahkan menyebutnya sebagai musuh kemanusiaan dan orang-orang bodoh yang tidak layak hidup kecuali di dalam (zaman) kegelapan dan permusuhan, karena orang-orang itu melontarkan pemikiran yang menebarkan permusuhan dan provokasi. 

Setelah citra buruk direkayasa dan memanipulasi fakta, penguasa (yang menjadi antek penjaga kepentingan-kepentingan Barat) menindas orang-orang karena –menurut mereka- layak untuk dibungkam. Apa yang dilakukan mereka itu dengan memanfaatkan kebodohan masyarakat terhadap berbagai hakikat. Diperkuat dengan bantuan para “ulama” buruk (as-sû) yang mendukung seluruh perilaku Barat. ….


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda