Senin, 04 Juli 2016

Kebusukan Peradaban Barat



Barat dibangun di atas ide sekularisme. Dengan pemikiran dasar ini segala bentuk pengaruh agama dijauhkan dalam kehidupan manusia. Pemahaman-pemahaman manusia tentang hidup diatur dengan bertumpu pada asas ini. Implikasinya, di Barat muncul ide sejenis yang merupakan turunannya, dengan mengacu pada pemikiran pokok tersebut. Ide itu adalah demokrasi, yang memproklamirkan bahwa manusia adalah pengatur bagi dirinya sendiri, bukan Allah. Maslahat/ asas manfaat menjadi tolok ukur atas seluruh perbuatan manusianya. Selain itu, kebahagiaan menurut mereka adalah memperoleh sebesar mungkin kenikmatan. Turunan lainnya adalah ide yang mengagungkan individu, yang berdampak pada mengagungkan kebebasan. Masyarakat (Barat) dibangun berdasarkan ide-ide ini dan menafikan seluruh pemikiran yang bertolak belakang dengannya.

Akibat dari adanya pemikiran-pemikiran semacam ini adalah kesengsaraan hidup manusia (pada msayarakat Barat), bukan kebahagiaan. Kondisi tersebut dimaklumi, karena manusia yang lemah dan terbatas kemampuannya tidak akan mampu membuat syari’at (hukum), baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Masyarakat yang dikuasai oleh egoisme dan kebebasan yang membudaya di dalamnya tidak lain akan memunculkan masyarakat liar, yang di dalamnya berlaku hukum rimba.

Barat juga memberikan kebebasan dalam berpikir. Sejak saat itu, Barat memasuki masa penemuan-penemuan ilmiah dan teknologi yang mencengangkan, sehingga Barat mampu meraih sebab-sebab kekuatan yang memungkinkannya menguasai dunia, dengan berlandaskan pada logika kekuatan bukan dengan logika kebenaran. Kemudian Barat mulai mendominasi dunia secara materi, lalu merambah ke pemikiran. Barat menguasai banyak negeri, seraya mengangkat orang-orang yang dapat melayani kepentingannya sebagai penguasa boneka dan mampu menerapkan sistem yang sesuai dengan Barat. Setelah itu, media massa dan kurikulum pendidikan berperan untuk mempropagandakan pemikiran-pemikiran Barat dan metode kehidupannya. Barat berusaha meyakinkan kaum Muslim bahwa sebab-sebab kekuatan Barat adalah pemikirannya tentang hidup dan kehidupan.

Barat membagi-bagi dunia dengan bentuk pembagian yang sesuai dengan kepentingannya. Ada negara yang disebut dengan negara industri (industrial countries); sebagai produsen, kaya, kuat, berkuasa. Barat menyebutnya sebagai negara-negara yang maju dan modern. Ada pula negara-negara miskin; sebagai konsumen, lemah, selalu terkalahkan dalam setiap perkara. Barat mengelompokannya sebagai negara-negara terbelakang (undeveloped countries). Barat berusaha melestarikan pembagian ini dan mencegah adanya perubahan-perubahan situasi di negara-negara miskin ini, dan akan mencegah usaha-usaha untuk merubah realitas buruk ini.

Di samping itu, Barat memberikan kebebasan yang seluas-luasnya di dalam negerinya; manusia menikmati kestabilan politik; menyediakan fasilitas hidup dengan berbagai cara.
Di saat yang sama, Barat mengharamkan kemajuan bagi negara-negara miskin; mengisolasi mereka dari ilmu (sains dan teknologi) yang memungkinkan mereka memiliki kekuatan materi, serta melarang meraka membangun industri-industri berat agar negara-negara itu tetap tergantung kepada Barat.

Selain memiskinkan negara lain, Barat juga menciptakan mereka sebagai pasar bagi berbagai komoditasnya dan menghalanginya untuk memperoleh stabilitas politik dan keamanan. Semua itu disebabkan karena negara-negara industri kaya saling bersaing di antara mereka untuk menjajah negara-negara miskin. Persaingan itu bukanlah pertarungan kasat mata yang memicu peperangan fisik di antara mereka. Barat sengaja menjadikan bangsa-bangsa (miskin) berperang satu sama lain, kadangkala dengan menciptakan kegoncangan dan pemberontakan di negeri-negeri yang dikuasainya. Kondisi tersebut memunculkan instabilitas keamanan. Rasa dengki menyala di antara manusia. Akibatnya muncul rasialisme dan fanatisme, serta merangsang munculnya kesukuan di antara rakyat negeri itu sendiri.

Barat juga mendiversifikasi cara-cara penjajahannya dengan mendirikan lembaga internasional seperti PBB, Mahkamah Internasional, Dewan Keamanan PBB, Bank Dunia maupun Amnesti Internasional.
Didirikan pula pasukan multinasional untuk turut campur menyelesaikan persengketaan antar negara atau untuk melindungi program bantuan bagi negara-negara miskin. Selain itu juga didirikan organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga lain agar dapat mengintervensi urusan negara-negara miskin secara tersamar, tidak secara terang-terangan. Bahkan mereka juga membeli keputusan (yang dikeluarkan) lembaga-lembaga internasional, seperti lembaga (program) bantuan untuk anak, atau kedokteran, dan sebagainya.

Pemikiran sekularisme dan berbagai ide yang dilahirkannya, seperti asas manfaat, berhubungan dengan ide penjajahan. Penjajahan –saat ini- banyak tidak mengambil bentuk konvensional seperti yang terjadi pada masa lalu. Pemikiran, sarana-sarana dan cara-cara yang dipakai mereka telah berubah menjadi penjajahan terselubung. Di luar menampakkan menggunakan baju rahmat, tetapi di dalamnya menyimpan azab. Barat berusaha menutupi hakikat mereka yang sebenarnya, dan menampakkan dirinya solah-olah adalah teladan. Dan bangsa-bangsa lain wajib mencontohnya. Barat juga menjadikan dirinya sebagai kiblat, tempat kaum Muslim mengarahkan pandangan kepadanya.

Barat menampakkan dirinya dengan cara dusta dan munafik. Seakan-akan yang ada padanya hanyalah kesenangan, seperti tampak pada ide demokrasi dan kebebasan yang menjadi alat bantu kehidupan mereka. Padahal Barat mengabaikan kerusakan masyarakatnya, menyembunyikan hakikat penjajahan, dan mengeksploitasi kekayaan kaum Muslim. Barat juga memiskinkan manusia dan membiarkan mereka dalam ketertinggalan di bidang ekonomi; menjadikan mereka sebagai sasaran eksploitasi dan pasar permanen bagi industri dan perdagangannya. Semua itu menjadi sebab-sebab hegemoninya terhadap dunia. Cerita tentang Barat dan penjajahan yang dilakukannya sangatlah panjang. Kami hanya menyebutkan sebagian saja secara ringkas.

Memang benar, Barat telah memutarbalikkan informasi dan data; memutarbalikkan seluruh perkara manusia; serta menutupi pandangan mereka yang benar. Ini dimaksudkan agar manusia melihat dengan cara pandang mereka (Barat). Seluruh propagandanya disasarkan pada: sesungguhnya yang kuat itulah yang menang dan yang lemah itulah yang layak kalah tertindas.

Di sinilah dibutuhkan adanya peran jama’ah atau partai politik ideologis untuk mengembalikan segala perkara kepada asalnya, dan memperbaiki cara pandang serta mencegah kerancuan. Kenyataan tadi jika berpengaruh kepada partai ideologi Islam bisa menyebabkan kehilangan gambaran yang benar. Apabila partai ideologi Islam memahami hakikat perkara ini, maka ia akan kembali kepada syara’ untuk mengetahui bagaimana menyelesaikan masalah, sehingga partai ideologi Islam itu akan tampil laksana dokter yang membawa obat, mampu mengeluarkan mereka dari kedzaliman pemikiran Barat kepada keadilan Islam.

Dari paparan ini kami melihat bahwa dominasi kekuatan Barat disebabkan karena Barat membebaskan akalnya di bidang ilmu dan teknologi; dan mencegah bangsa-bangsa lain untuk memiliki sebab-sebab kekuatan di bidang materi. Kekayaan Barat yang luar biasa diperoleh melalui penjajahan, menghisap darah bangsa-bangsa lain serta merampas kekayaan bangsa-bangsa itu, di samping juga memeras rakyatnya sendiri. Jadi, bukan disebabkan oleh demokrasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda