Selasa, 21 Februari 2012

Kerugian Mata Uang Fiat – Kelemahan Mata Uang Fiat

Kerugian Mata Uang Fiat – Kelemahan Mata Uang Fiat



Argumen 5: Tingginya Biaya Produksi: Pembuatan Uang Logam Sebagai Pemborosan Produksi

Argumen 5: Penggunaan emas dan perak memerlukan biaya ekstraksi, penambangan dan transportasi, yang merupakan porsi cukup besar dari GDP suatu negeri. Ini juga mengakibatkan pengalokasian banyak aktivitas untuk sesuatu yang bisa dihindari.

Bantahan: Sementara biaya produksi kertas bisa diabaikan dibandingkan dengan biaya ekstraksi, penambangan dan pengangkutan emas, problemnya ada pada biaya total uang Fiat pada masyarakat.

Beberapa ahli ekonomi yang berpengaruh telah membuat perkiraan bahwa sumber-sumberdaya emas (penambangan, pemurnian, penganalisisan, penyimpanan, dan penjagaan) bisa mencapai 4% dari GDP. Maka, itu adalah mis-alokasi yang tidak perlu terhadap sumberdaya jika koin logam murah atau uang fiat bisa digunakan menjadi medium pertukaran dengan biaya yang bisa diabaikan.

Sebelum mendiskusikan biaya standar emas, adalah penting untuk memandang biaya standar Fiat dengan lebih jernih dan lebih penting lagi adalah biaya-biaya yang muncul sebagai konsekuensi menerapkan standar Fiat. Salah satu konsekuensi yang terkenal adalah biaya kucuran dana untuk menyehatkan perekonomian (bail-out). Satu contoh yang cukup adalah berikut ini:

Tabel 2 Cost of Bank Bailouts as % of GDP
Sumber: Office for National Statistics [5]

Mempelajari biaya sumberdaya dalam produksi emas semata adalah pendekatan perhitungan biaya total yang buruk. Membandingkan biaya-sumberdaya emas dengan biaya-sumberdaya kertas tidaklah menyelesaikan masalah. Kita harus melihat pada biaya-kesempatan (opportunity costs) dari tidak memiliki Standar Emas, pada dasarnya ini berarti kesempatan yang terlewatkan untuk mendapatkan keuntungan mata uang yang stabil dan dapat diandalkan bagi perekonomian. Jadi, sementara biaya produksi kertas bisa diabaikan dibandingkan dengan biaya ekstraksi, penambangan, dan memindahkan emas, problemnya ada pada biaya total yang ditanggung masyarakat, yaitu:

  • Biaya mis-alokasi sumberdaya akibat inflasi dari standar Fiat. Pada dasarnya, uang kertas adalah fasilitator utama bagi penciptaan kesenjangan antara kaum kaya dan kaum miskin dengan menjadi mesin untuk pertumbuhan inflasi.

  • Biaya faksi-faksi politik yang bersaing untuk kekuatan mesin cetak uang.

  • Biaya-biaya yang dibebankan oleh berbagai kelompok kepentingan khusus dalam usaha mereka untuk membujuk penguasa untuk menyalahgunakan mesin cetak uang.

Jadi, pengisolasian di mana biaya emas dibandingkan dengan biaya uang Fiat, nyatanya menjadi mirip dengan mengatakan bahwa pasir lebih murah daripada batu bata, dan oleh karenanya harus digunakan untuk membangun pondasi suatu bangunan. Bangunan pasar Kapitalis telah runtuh di hadapan mata kita – semuanya berbasis mata uang Fiat, jadi siapa yang akan menentang jika harus membayar untuk membangun pondasi yang kuat!

Barisan lain dari kritik terhadap Standar Emas adalah bahwa mereka berasumsi bahwa aktivitas menambang emas, memurnikannya, mencetaknya menjadi batangan atau menjadi koin, menyimpannya dan menjaganya semuanya adalah aktivitas tidak berguna – yang semuanya berada di bawah asumsi implisit bahwa dengan standar Fiat aktivitas-aktivitas itu tidak diperlukan. Tapi itu mengasumsikan bahwa penerapan standar kertas akan menyebabkan emas kehilangan nilai moneternya. Padahal emas terus saja ditambang, dimurnikan, dicetak, disimpan dan dijaga – dan tetap memakan biaya-sumberdaya. Dalam kasus manajemen moneter yang tidak bertanggungjawab (yaitu krisis moneter fiat), biaya-sumberdaya emas jika dinilai dengan standar kertas bisa jadi menjadi lebih tinggi daripada jika Standar Emas saja yang terlibat.

Terakhir, terdapat beberapa asumsi keliru yang mengakibatkan tingginya estimasi biaya-sumberdaya emas, yaitu mengasumsikan bahwa suplai emas adalah elastis sempurna. Faktanya suplai emas adalah relatif inelastis. Dalam perekonomian yang berkembang, peningkatan permintaan uang akan mengakibatkan sumberdaya tambahan menjadi dialokasikan untuk penambangan emas. Tapi dengan tidak elastisnya suplai, dampak dominan dari peningkatan permintaan emas adalah dampak terhadap harga bukannya dampak terhadap kuantitas. Akan terdapat beberapa peningkatan dalam kuantitas emas yang disuplaikan, tapi karena efek harga, peningkatan ini kecil dibandingkan dengan peningkatan permintaan. Biaya-sumberdaya mengekstraksi emas tambahan akan juga kecil.

Haruslah dicatat bahwa mendukung Standar Emas tidaklah berarti menggotong batangan emas untuk terlibat dalam transaksi komersial sehari-hari. Standar Emas bisa digunakan dengan baik selama uang kertas yang beredar sama nilainya dengan kuantitas emas dalam perekonomian (yang disimpan sebagai Emas/Perak riilnya). (Penerjemah: Dengan teknologi dalam transaksi sebagaimana yang ada saat ini, Standar Emas dapat dideposit ke lembaga transaksi keuangan dan si pemilik uang Emas/Perak bisa mentransfer uangnya ke pihak lain untuk berbagai keperluan termasuk jual-beli. Dalam hal ini berarti si pemilik uang memerintahkan kepada lembaga transaksi tersebut, yang bertindak sebagai wakil dari si pemilik uang, untuk menyerahkan sejumlah uang ke rekening orang yang dituju di lembaga transaksi yang mewakilinya. Aktivitas semacam ini bahkan bisa dilakukan dengan ‘menggesek’ kartu debit.)

Kerugian Mata Uang Fiat – Kelemahan Mata Uang Fiat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Download BUKU Sistem Negara Khilafah Dalam Syariah Islam

LANGGANAN ARTIKEL-ARTIKEL BARU BLOG INI → ALAMAT EMAIL:

segera klik link aktivasi di email yang dikirimkan ke anda